Mysterious Man

Mysterious Man
Room



"Ini.. kamar siapa??" tanyanya penasaran.


Jack menatap ke sekitarnya dan tersenyum pelan,


"Ini kamarku" jawabnya yang membuat Alice sedikit terkejut.



Pria itu menggenggam tangan Alice dan menuntunnya kearah tempat tidur untuk melihat-lihat.


Alice memperhatikan setiap detail kamar Jack dan kembali menatap pria itu,


"Sepertinya, kau jarang tidur disini" ucap Alice pelan.


Jack pun mengangguk pelan,


"Benar, aku memang jarang pulang ke rumah" jawabnya.


Alice pun menatap Jack dengan kening yang sedikit berkerut,


"Kenapa?? Apa karena kau sekarang tinggal di apartemen??" tanya gadis itu lagi.


Jack pun melangkah kearah sebuah meja kerjanya dan mengangguk pelan,


"Iya, aku lebih nyaman tinggal sendiri sekarang" jawabnya.


Alice mengikuti langkah Jack dan hanya mengangguk mendengar jawaban pria itu. Seketika pandangannya pun terarah pada sebuah foto berbingkai yang tersimpan di atas meja.


Alice mengambil foto itu dan seketika senyuman pun terlihat di wajahnya,


"Apa ini fotomu saat masih kecil??" tanyanya.


Jack menatap foto di tangan Alice dan mengangguk,


"Benar, itu foto saat aku berusia 7 tahun. Dan, itu foto pertama saat aku masuk sekolah dasar" ucapnya.


"Bukankah aku sudah tampan sejak kecil??" tanyanya tiba-tiba dengan tatapan menggoda pada Alice.


Alice seketika menatap Jack yang tengah menyeringai dan ia pun terkekeh pelan,


"Kau benar-benar narsis" timpal Alice.


Jack tertawa pelan dan perlahan mendekatkan tubuhnya pada Alice. Pria itu menghimpit tubuh Alice pada meja dan mengurung tubuh gadis itu dengan tangannya.


Alice terlihat sedikit terkejut dan menatap wajah Jack yang tengah menatapnya dalam,


"Maaf jika membuatmu sedikit tidak nyaman dengan perlakuan ibuku malam ini" ucapnya lembut.


Alice terdiam sejenak dan menggeleng pelan sambil tersenyum tipis,


"Tidak perlu meminta maaf.. Aku mengerti dengan perasaan ibumu" balasnya menenangkan.


Alice menghela nafasnya pelan dan kembali menatap Jack yang begitu dekat dengannya,


"Kenapa kau memakan kue tadi?? Seharusnya jika kau alergi, kau jangan memakannya" ucapnya pelan.


"Melihat kondisimu tadi membuatku cemas dan takut" lanjutnya.


Jack terdiam mendengarkan ucapan Alice dan menatapnya dalam. Perlahan ia pun tersenyum lembut sambil mengusap pipi Alice,


"Aku senang kau mengkhawatirkan ku" bisiknya.


Alice menghela nafasnya mendengar balasannya Jack dan menatapnya serius,


"Itu tidak lucu Jack! Aku serius, jangan melakukan hal seperti itu lagi" ujarnya.


"Aku tau, kau memakan kue itu karena tidak ingin membuatku malu di hadapan Jessica. Tapi itu bukan cara yang baik Jack" lanjutnya.


Jack mengangguk dan tersenyum lembut sambil mengusap rambut kekasihnya itu,


"Baik sayang.." jawabnya.


Alice menghela nafasnya dan merasa sedikit lega. Ia pun kembali menatap Jack dengan tatapan penasarannya,


"Apa.. hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya??" tanyanya.


Jack terdiam sejenak dan mengangguk,


"Iya.. Pertama kali saat aku berumur 8 tahun. Aku memakan kacang yang di berikan oleh temanku, dan saat itu aku sesak dan tak sadarkan diri. Lalu.. yang kedua kalinya saat aku berada di sekolah menengah atas, karena aku tidak sengaja memakan roti yang di beri selai kacang. Saat itu.. Jessica yang menolongku dan membawaku ke rumah sakit" ujarnya.


Alice hanya diam mendengar cerita Jack dan mengangguk pelan,


"Tapi.. Aku cukup terkejut saat alergiku kambuh tadi. Ku kira aku akan kembali tak sadarkan diri dan di bawa ke rumah sakit. Tapi.." ucapnya terputus sambil menatap Alice dalam.


"Tapi aku tidak menyangka, dengan memelukmu saja alergiku bisa hilang secepat itu" lanjutnya takjub.


Jack meraih dagu Alice dan menatapnya intens,


"Aku tidak butuh obat-obatan dan suntikan itu lagi.. Aku.. hanya butuh dirimu" bisiknya dalam.


Jack dengan cepat mengangkat sedikit tubuh Alice dan mendudukkannya di atas meja.


GREP!!


Alice terkesiap dan refleks menyentuh dada Jack. Posisi mereka kini terlihat sangat dekat dan intens. Jack menaruh kedua tangannya disisi tubuh Alice yang terduduk di atas meja. Ia menatap gadis itu dengan tatapan intens nya,


"Jack.. kita harus kembali ke bawah. Orang tuamu pasti curiga karena kita terlalu lama pergi" bujuk Alice dengan jantungnya yang berdebar.


Jack tidak mengidahkan ucapan kekasihnya itu dan semakin mendekatkan wajahnya pada Alice,


"Kita akan kembali ke bawah.. setelah.. kita melakukan sesuatu yang sangat ingin aku lakukan sekarang" bisiknya sambil menyentuh bibir bawah Alice.


Alice seketika terdiam mematung dan menatap mata Jack yang menatapnya begitu intens. Sepertinya dia tidak bisa mencegah pria ini, pikirnya dalam hati.


Tetapi Alice kembali menyentuh dada Jack dengan kedua tangannya dan mencoba melepaskan diri dari kurungan pria itu,


"Ayolah Jack.. kita ke bawah saja dulu. Aku tidak enak dengan kedua orang tuamu yang lama menunggu" bujuknya.


Jack terlihat tidak bergeming dan kembali mendekatkan tubuhnya pada Alice,


"Hanya menunggu sebentar saja.." bisiknya dalam.


Alice menghela nafasnya dan mencoba kembali membujuk Jack untuk melepaskannya. Namun, seketika tatapan gadis itu mengarah pada pintu kamar Jack yang terlihat sedikit terbuka.


Gadis itu seketika mengernyitkan keningnya. Bukankah tadi Jack sudah menutup pintunya?? pikirnya dalam hati.


Lalu Alice pun mefokuskan pandangannya pada celah pintu dan melihat ada seseorang yang tengah mengintip di balik sana. Gadis itu terlihat sedikit terkejut, namun seketika ia terdiam saat menyadari bahwa sepertinya seseorang di balik pintu itu adalah Jessica.


Apakah Jessica menyusul mereka tadi?? pikirnya.


Alice terdiam dan mulai berpikir tentang sikap Jessica tadi. Wanita itu terlihat masih belum benar-benar menerima berakhirnya hubungan dirinya dan Jack. Apakah sebenarnya ia masih mengharapkan Jack?? pikirnya dalam hati.


Alice pun seketika memiliki sebuah ide untuk membuktikan apakah Jessica masih mencintai Jack atau benar sudah tidak mengharapkannya??


Gadis itu pun perlahan menatap Jack dan mengalungkan kedua tangannya di leher Jack. Ia menatap mata Jack dengan berani dan tersenyum padanya.


DEG!!


Seketika jantung Jack semakin berdetak kencang saat melihat sikap Alice yang berubah. Gadis itu terlihat menatapnya dengan berani dan menggoda. Tubuh Jack seketika memanas saat merasakan tangan lembut Alice yang menyentuh lehernya.


"Baiklah.. hanya sebentar" bisik Alice intens di telinga Jack.


Jack pun perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Alice. Ia menatap dalam wajah kekasihnya itu dengan jantung yang berdegup kencang,


"Aku mencintaimu.." bisik Jack dalam.


Alice mengeratkan pegangannya pada leher Jack dan menatapnya dalam,


"Aku juga" balasnya yang membuat hati Jack seketika melambung tinggi.


Dan, tanpa berlama-lama lagi, pria itu pun mulai menempelkan bibirnya pada bibir Alice. Kedua insan itu menutup mata mereka dan mulai merasakan kehangatan dari ciuman mereka.


******* demi ******* terasa begitu lembut dan perlahan bertempo semakin cepat. Jack memeluk pinggang Alice dengan erat dan memperdalam ciuman mereka. Begitu juga dengan tangan Alice yang perlahan meremas rambut Jack dengan lembut.


Dan.. seseorang di balik pintu itu terlihat mengepalkan tangannya kuat dan berlalu pergi dengan perasaan yang hancur bercampur amarah. Ia tidak sudi melihat adegan panas itu lagi di depan matanya.


Air mata pun perlahan mengalir di pipinya. Ia menuruni tangga dengan cepat dan seketika terdiam sambil menyentuh dadanya yang terasa sesak,


"Seharusnya aku tidak mengikuti mereka.." rintihnya pilu dengan tangan yang terkepal kuat.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍