
"Pria brengsek itu.. adalah.." ucap Miranda sambil menatap tajam pada Alice.
"Ayahmu" lanjut Miranda yang membuat Alice terkejut bukan main.
DEG!!
Seketika jantung Alice bagaikan di hantam sebuah batu yang sangat besar..
Gadis itu terlihat syok, terkejut dan bingung dalam waktu yang bersamaan. Bahkan tangannya mulai bergetar karena terkejut dengan ucapan Miranda tadi.
Gadis itu mencoba menenangkan dirinya dan mengatur nafasnya yang entah mengapa menjadi terasa sesak,
"Apa.. Apa maksud anda??" tanya Alice dengan suara yang bergetar.
Miranda menatap gadis itu dan tersenyum miris dengan perasaan pedihnya. Wanita paruh baya itu tidak menyangka akan memberitahu Alice tentang semuanya. Tetapi.. saat ini tidak ada pilihan lain. Dan, memberitahu anak dari pria yang menyakitinya akan membuat setidaknya perasaannya menjadi lebih baik karena ia dapat meluapkan segalanya..
Miranda menatap Alice dan menegakkan tubuhnya. Ia menatap gadis di depannya dengan berani dan tajam, walaupun sebenarnya ia tengah menahan air matanya agar tidak keluar dan terlihat lemah di hadapan Alice,
"Aku tau kau sudah mengerti maksudku.. Cerita yang aku katakan padamu tadi.. adalah kisah cinta menyedihkan sekaligus kisah cinta yang paling aku benci antara diriku dan juga ayahmu.." jawab Miranda dingin.
Alice lagi-lagi merasa tubuhnya semakin lemas dan menatap Miranda dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin.. pikirnya
Bagaimana mungkin ayahnya dan juga ibu Jack pernah menjalin hubungan di masa lalu??
"Akulah si wanita malang itu.. Dan.. pria brengsek itu adalah ayahmu!" lanjut Miranda dengan tatapan penuh kebencian.
"Kau tau.. ayahmu telah benar-benar menyakitiku dan juga mempermainkan aku! Apa yang telah dia lakukan selama ini telah membuatku tersiksa dan selalu menyesali masa laluku sampai sekarang!!" ujarnya cukup keras sambil menahan air matanya.
"Dia telah memberikan luka yang teramat dalam padaku!!" lanjut Miranda.
Perlahan air mata wanita paruh baya itu menetes di pipinya. Alice hanya dapat terdiam dengan perasaan terkejut sekaligus sedihnya.
Dari sikap Miranda, terlihat jelas bahwa luka yang dialami wanita paruh baya itu sangat besar dan sulit di hilangkan. Entah mengapa Alice menjadi merasa iba sekaligus merasa bersalah atas apa yang menimpa Miranda saat ini..
Sebenarnya apa yang telah di lakukan oleh ayahnya??
Mengapa ayahnya tega melakukan hal itu pada Miranda?? tanya Alice dalam hatinya yang membuat dirinya semakin penasaran dengan cerita masa lalu Miranda dan ayahnya.
Miranda tidak mengeluarkan sepatah katapun dan hanya menangis saat ini. Wanita paruh baya itu mencoba menghapus kasar air matanya dan kembali menatap Alice dengan tajam,
"Sekarang.. Kurasa kau telah mengetahui alasan sebenarnya mengapa aku tidak akan pernah bisa menerima dan membiarkanmu bersama dengan Jack!" ucap Miranda tajam pada Alice dengan pipi yang telah berlinang air mata.
Alice yang sejak tadi terdiam hanya dapat menatap Miranda dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Jadi.. ini alasan ibu Jack menentang hubungannya dan Jack, pikir Alice yang baru mengerti.
"Nyonya.. Mohon maaf jika aku berkata lancang.." ucap Alice pelan.
"Tapi, bukankah anda bersikap egois karena melibatkan Jack dan aku yang sama sekali tidak mengerti dan tidak tau tentang masa lalu anda dan ayahku??" tanya Alice berani dengan suara yang bergetar.
Miranda seketika menatap Alice dan tersenyum sinis padanya,
"Egois?? Kau bilang aku egois??" tanyanya tersinggung.
Miranda menghapus air matanya kasar dan menatap Alice dengan tajam,
"Kau bisa bilang seperti itu karena kau tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan!!" ucapnya tajam.
"Kau tau, apa yang telah ayahmu perbuat padaku?? Dia membuatku memendam kebencian ini selama bertahun-tahun!! Dia membuatku tidak percaya lagi dengan cinta!! Dia juga membuatku selalu mengalami mimpi buruk karena rasa ketakutanku di masa lalu!! Dia membuatku menunggu dengan tidak pasti!! Dia membuatku.. membuatku merasa seperti seorang wanita yang menyedihkan karena mengharapkan kehadirannya saat dimana hari aku menikah!!" ucapnya keras sambil berlinang air mata.
"Tetapi kenyataannya.. pernikahanku menjadi pernikahan yang paling aku takuti dan di penuhi dengan air mata kesedihan!!" ucapnya lagi dengan suara yang mulai merendah karena rintihan tangisnya.
Alice menatap Miranda dengan air mata yang telah mengalir di pipinya. Ia tidak tau apa yang harus ia katakan sekarang..
Miranda yang biasa ia lihat adalah seorang wanita yang kuat dan tegas kini menangis di hadapannya seperti ini.
"Kau tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan!!" ujar Miranda dengan menahan segala sakit hati di dalam hatinya.
Alice mencoba menguatkan dirinya dan kembali menatap Miranda,
"Lalu.. Apakah harus mengorbankan perasaan Jack??" tanya Alice lagi bergetar.
Miranda kembali terdiam dan mencoba menguatkan hatinya. Satu-satunya cara agar dirinya tidak lagi merasakan sakit adalah dengan menjauhkan sumber yang membuat luka hatinya terbuka. Dan.. sumber itu ada pada Alice, karena Alice adalah anak dari pria yang telah menghancurkan hidupnya..
"Jack adalah anak yang baik.. Sejak dulu ia selalu patuh dan mengikuti perkataan kedua orang tuanya. Aku yakin.. jika aku memberitahukannya tentang hal ini, Jack pasti akan mengerti" ucap Miranda yakin.
"Dia pasti akan tetap memilih orang tuanya" lanjutnya.
"Tapi.. Bukankah jika aku memberitahunya, Jack pasti akan membencimu dan juga keluargamu?? Dia pasti sedih melihat ibunya sedih, dan.. dia akan menyimpan dendam yang sama pada ayahmu dan juga dirimu. Kau tidak mau hal itu sampai terjadi bukan??" tanya Miranda tajam.
DEG!
Seketika Alice pun terdiam dan tidak dapat berbicara. Jika semua yang di katakan Miranda itu benar, apakah Jack akan membencinya juga karena kesalahan ayahnya di masa lalu?? tanya Alice khawatir dalam hatinya.
"Jack tidak mungkin melakukan hal itu.." ucap Alice pelan.
Miranda tersenyum sinis sambil menghapus air matanya,
"Jangan terlalu percaya diri Alice.. Kau pikir, Jack akan tetap membelamu?? Dia tidak mungkin mengecewakan kedua orang tuanya. Aku adalah ibunya, dan aku tau bagaimana sifat anakku!" tegas Miranda.
Alice hanya terdiam dan mencoba untuk tenang. Ia tidak menyangka Miranda akan melakukan hal ini padanya..
"Jadi sekarang aku peringatkan padamu.. jauhi Jack! Jauhi dia sejauh-jauhnya.. Kalau perlu kau pergi dari kota ini dan jangan sampai Jack bisa menemukanmu kembali" ucap Miranda.
Alice menatap Miranda dengan tatapan tidak percayanya. Ia mencoba menguatkan hatinya dan tidak terpengaruh dengan ancaman wanita paruh baya itu.
Namun, tanpa Alice sadari.. Miranda mulai berdiri dari duduknya dan menatap Alice dengan serius. Ia pun berdiri di hadapan Alice dan seketika berlutut di hadapannya.
Alice yang terkejut mencoba untuk menahan Miranda. Namun wanita paruh baya itu menepis tangan gadis itu dan mulai menangis,
"Nyonya jangan seperti ini.." ucap Alice mencoba menahan Miranda.
Miranda menepis tangan Alice dan mulai menangis sejadi-jadinya,
"Kumohon... Kumohon jauhilah Jack..." rintihnya.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍