Mysterious Man

Mysterious Man
Rencana Makan Malam



Malam ini terlihat Miranda dan Tom sudah berada di salah satu restaurant ternama yang terlihat mewah. Keduanya tengah duduk di salah satu ruangan VIP yang telah sengaja di pesan.


Seorang pelayan datang memberikan minuman di atas meja mereka. Miranda terlihat mengecek handphonenya dan mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan sedikit resah,


"Kemana anak itu, mengapa belum juga tiba??" ucapnya resah.


Ia telah memberikan pesan pada Jack agar tidak lupa untuk datang ke makan malam hari ini. Walaupun sebelumnya ia dan Jack sempat berseteru, tetapi ia berharap Jack akan datang dan tidak melupakan janjinya untuk hadir.


Bagaimanapun juga, ia telah mempersiapkan rencananya untuk menjebak Jack dan juga Jessica dengan sangat matang. Ia tidak mau rencananya sampai gagal..


Pintu ruangan VIP pun terbuka, memperlihatkan seorang pria yang terlihat tampan dan rapih dengan setelah jasnya.


Seketika senyuman Miranda pun terpancar di wajahnya. Wanita paruh baya itu menghela nafasnya dengan lega,


"Akhirnya kau tiba juga.. Ibu kira kau tidak akan datang" ucapnya.


Jack duduk di kursinya dan menatap sang ibu,


"Aku sudah berjanji akan datang, ibu tidak usah khawatir" balasnya dengan tatapan datar.


Tom menatap Jack dan tersenyum pelan,


"Baiklah kalau begitu, ayo kita nikmati makan malam ini" ujarnya.


Para chef pun mulai meletakkan makanan di meja mereka, mulai dari makan pembuka..


Jack, Miranda dan Tom memakan makanan mereka dengan obrolan ringan dari Tom tentang pekerjaan Jack di kantor,


"Jadi.. Apakah ada kesulitan atau kendala pada meeting mu hari ini??" tanya Tom pada Jack.


Jack menatap sang ayah dan menggeleng pelan,


"Tidak ada kendala yang berarti, hanya masalah-masalah kecil saja" jawabnya.


Tom mengangguk pelan dan kembali menatap Jack,


"Ekhem.. Jack, tentang hubunganmu dan Alice, apakah ada kemajuan??" tanya Tom tiba-tiba yang membuat Jack menatap ayahnya.


Miranda yang mendengar pertanyaan suaminya seketika menatapnya dengan tidak suka,


"Maksud ayah.. Apakah kau sudah pernah bertemu dengan orang tua Alice??" tanya Tom lagi yang membuat Miranda seketika tersedak ketika sedang meminum minumannya.


"Uhuk!! Uhuk!!"


Tatapan Tom dan Jack pun langsung mengarah pada Miranda. Dengan segera Tom mengusap punggung istrinya,


"Pelan-pelan sayang" ucapnya.


Miranda mengusap dadanya dan mengelap bibirnya dengan sapu tangan. Jantung wanita paruh baya itu seketika berdebar saat Tom membicarakan tentang orang tua Alice.


Jack menghela nafasnya dan menggeleng pelan,


"Aku belum bertemu dengan orang tua Alice.. Kebetulan mereka ada di luar kota dan sepertinya cukup sibuk dengan pekerjaan mereka" jawab Jack.


Tom pun mengangguk pelan mendengar jawaban Jack,


"Benar juga.. Kalau tidak salah, ayahnya adalah seorang tentara dan ibunya seorang dokter anak kan?? Mereka pasti sangat sibuk.." ucap Tom.


"Berarti.. Alice sekarang hanya tinggal dengan neneknya saja??" tanya Tom lagi.


Jack mengangguk pelan menanggapi pertanyaan sang ayah,


"Iya.. Dia tinggal bersama neneknya" jawab Jack.


Miranda mengepalkan tangannya dan menatap kearah Tom dan Jack dengan tidak suka,


"Bisakah kita tidak membicarakan tentang hal-hal yang membuat suasana hatiku memburuk?? Kalian membuat selera makanku menghilang" ucapnya tajam.


Tom menatap kearah sang istri sambil menghela nafasnya,


"Memangnya kenapa?? Aku hanya bertanya pada Jack" balas Tom santai.


Miranda pun mendengus mendengar ucapan sang suami,


"Kau tau kan, aku tidak pernah memberikan restu pada hubungan Jack dan gadis itu, jadi.. berhenti berbicara omong kosong seakan aku menerima hubungan mereka!! Lagipula untuk apa bertemu dengan orang tuanya?? Sampai kapan pun aku tidak merestui hubungan mereka!!" ucapnya sinis.


Tom menatap sang istri dengan tatapan yang sulit diartikan,


"Mengapa kau terdengar begitu membenci Alice?? Memangnya apa yang telah ia lakukan padamu?? Lagipula apa salahnya jika Jack menemui orang tua Alice?? Bukankah itu bagus?? Kita juga bisa berkunjung dan menemui orang tua Alice untuk saling mengenal" ucap Tom dengan tatapan yang sulit diartikan.


Miranda pun langsung menatap sang suami dan mendengus kesal,


"Bisakah kita membicarakan hal lain?? Bukankah kita kemari untuk makan malam bersama karena sudah lama kita tidak berkumpul bertiga seperti ini?? Mengapa sekarang kalian malah membicarakan hal-hal lain yang membuat mood ku menjadi buruk??" ucapnya kesal.


Wanita paruh baya itu pun menutup matanya dan menghela nafasnya untuk menahan gejolak amarah,


"Sudahlah!! Aku mau ke kamar mandi" ucapnya dan berdiri dari duduknya lalu berjalan meninggalkan ruangan itu untuk pergi ke kamar mandi.


Tom menghela nafasnya pelan dan menatap Jack yang juga terlihat menunduk lelah dengan sikap keras kepala sang ibu.


Tom sedikit mengepalkan tangannya pada sendok yang tengah ia genggam dan menunduk pelan.




Miranda masuk ke dalam kamar mandi dan dengan segera mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi seseorang. Ia menekan salah satu nomor dan menempelkan handphonenya di telinga.



"Halo, Jessica.. kau ada dimana??" tanyanya langsung.




Ia pun mematikan panggilannya dan menegakkan tubuhnya kembali. Miranda menatap cermin di depannya dan menatap pantulan dirinya dengan penuh tekad,



"Rencana ini harus berhasil! Ini satu-satunya cara agar Jack bisa berpisah dengan gadis itu!" ucapnya tajam.



Setelah itu Miranda pun keluar dari kamar mandi. Ia kembali berjalan ke ruang VIP dan sudah menatap Jessica yang berdiri di depan pintu. Miranda menghampiri Jessica dan tersenyum padanya,



"Ayo kita masuk.." ajaknya.



Jessica terlihat gugup sejenak dan menatap Miranda dengan ragu,



"Bibi.. Bagaimana dengan obatnya??" tanya Jessica memastikan.



Miranda pun tersenyum padanya,



"Tenang saja.. Bibi sudah memberikannya pada pelayan. Dia akan menaruh obat itu di minuman Jack nanti" jawabnya.



Jessica pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,



"Baiklah kalau begitu, ayo kita masuk" ajak Miranda lagi.



CKLEK!!



Pintu ruangan VIP terbuka. Miranda dengan segera memasang senyumannya sambil menuntun Jessica,



"Coba lihat siapa yang ada disini.." ucapnya tiba-tiba yang membuat tatapan Jack dan juga Tom langsung mengarah padanya.



Jack terlihat menatap kearah ibunya dan Jessica dengan tatapan dinginnya. Miranda membawa Jessica menuju meja mereka.



Jessica berdiri menatap Tom dan membungkuk padanya,



"Selamat malam Paman... Jack.." sapanya.



Tom terdiam sejenak dan mencoba tersenyum kembali kearah Jessica. Miranda pun menarik satu kursi dan membiarkan Jessica duduk di samping Jack,



"Lihat!! Saat ibu ke kamar mandi tadi, ibu tidak sengaja bertemu dengan Jessica!!" ujarnya dengan senang.



"Sungguh kebetulan sekali, Jessica juga tengah makan disini bersama rekan-rekannya. Kami berpapasan tadi.. Lalu, aku mengajaknya kemari" lanjut Miranda dengan senyumannya.



Jack menatap kearah sang ibu dan merasa sedikit curiga dengan keberadaan Jessica disini. Sepertinya ini bukanlah sebuah kebetulan, pikirnya.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍