
"Ah.. Kau Alice kan??" tanyanya tiba-tiba menghampiri gadis itu.
Tatapan Jack, Julie dan Arthur pun seketika teralihkan pada wanita paruh baya itu yang mereka kenal sebagai salah satu seorang pebisnis wanita yang berpengaruh di negara ini.
Alice terlihat sedikit kebingungan dan mencoba tersenyum,
"I.. Iya" jawab Alice sedikit canggung pada wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik dan anggun itu.
Wanita paruh baya itu pun tersenyum dan menyentuh bahu Alice,
"Wah.. Ternyata aku benar.." ucapnya tersenyum senang.
"Kau benar-benar mirip dengan ibumu, jadi aku tidak mungkin salah orang" lanjutnya yang membuat Julie Klinton menatap kearahnya.
"Nyonya Brenda, apakah.. Nyonya mengenal gadis ini??" tanyanya sedikit penasaran.
Wanita paruh baya yang bernama Berenda itu menatap Julie dan tersenyum pelan,
"Aku mengenalnya.. Dia anak dari teman sekolahku dulu. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat ia masih berada di sekolah menengah pertama.." jawabnya.
"Sudah lama kami tidak bertemu.. Aku sedikit terkejut melihatnya tadi, ku kira tadi aku melihat Mandy temanku.. ternyata, aku melihat putrinya" lanjutnya tersenyum lembut.
Julie masih mengernyitkan keningnya dan hanya tersenyum pelan mendengar ucapan Brenda, teman bisnisnya sekaligus salah satu investor di perusahaannya.
'Mandy?? Siapa Mandy??' pikir Julie dalam hatinya.
Brenda kembali menatap Alice dan tersenyum kearahnya,
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu?? Apa kau masih mengenalku??" tanyanya pada Alice.
Alice terdiam sejenak dan hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tidak enak pada wanita paruh baya itu,
"Maaf.. Mungkin aku sedikit lupa" balas Alice.
Brenda pun hanya tersenyum mendengar jawaban Alice,
"Tidak apa-apa, aku mengerti" jawabnya memaklumi.
Pandangan Brenda pun mengarah pada Jack yang berada di samping Alice. Ia pun menatap tangan Jack dan Alice yang saling bertaut dengan sedikit terkejut,
"Ah.. Jack, sudah lama juga kita tidak bertemu.." ucapnya menyapa Jack.
Jack tersenyum pada Brenda dan menyapanya,
"Selamat malam Nyonya Brenda, lama tidak bertemu" balas Jack.
Brenda mengangguk pelan dan terlihat terdiam sejenak. Apakah.. kekasih Jack yang sedang ramai di gosipkan belakangan ini adalah Alice?? pikirnya.
Apa Patrick dan Mandy sudah mengetahui tentang hubungan putrinya dan Jack?? pikirnya lagi dalam hati.
"Kalau begitu.. kami permisi masuk lebih dulu" pamit Jack pada Brenda, Julie dan juga Arthur.
Brenda dan Arthur mengangguk pelan dan tersenyum pada kedua pasangan itu. Sedangkan Julie terlihat acuh dan masih menatap keluar untuk menunggu kedua putrinya yang belum juga tiba.
Brenda pun ikut berpamitan untuk masuk ke dalam,
"Kalau begitu aku juga akan masuk" ucapnya berpamitan.
Selang beberapa detik kepergian Brenda, terlihat Jessica dan Sherly pun akhirnya tiba di dalam gedung. Julie menghela nafasnya lega dan menghampiri kedua putrinya,
"Kalian mengapa lama sekali, acaranya sebentar lagi akan di mulai!" ucap Julie.
Sherly tersenyum pelan dan memeluk kedua orang tuanya secara bergantian, begitu juga Jessica..
"Maaf kami terlambat.." ucap Sherly tersenyum kecil.
Jessica terlihat sedikit murung dan Julie tau apa penyebabnya. Ia pun hanya dapat menghela nafasnya dan mengajak kedua putrinya untuk segera masuk,
"Ayo kita masuk" ajaknya.
Acara pembukaan pesta anniversary Nyonya dan Tuan Klinton pun di mulai. Terlihat para tamu undangan sudah duduk di kursi mereka dan memberikan tepuk tangan yang meriah pada kedua pasangan suami istri itu yang terlihat naik ke atas panggung setelah pembawa acara menyambut mereka.
"Selamat malam" sapa Arthur dengan senyuman ramahnya.
"Hari ini adalah hari yang sangat istimewa untukku dan juga istriku" ucapnya sambil menatap sang istri dalam dan menggenggam tangannya.
"Hari ini adalah hari dimana aku dan istriku melakukan janji suci pernikahan di hadapan Tuhan 27 tahun yang lalu.. Aku merasa bersyukur kepada Tuhan karena telah mempertemukan dan mempersatukan ku dengan seorang wanita yang aku cintai" lanjutnya.
Julie tersenyum menatap sang suami dengan mata yang mulai berkaca-kaca penuh haru,
"Selama perjalanan kehidupan pernikahan kami, banyak sekali rintangan dan lika-liku yang harus kami hadapi. Setiap pernikahan pasti ada saja kerikil yang menghadang perjalanan kita. Tetapi, kita tetap teguh dan melalui semuanya bersama-sama. Karena.. kita yakin, apapun halangan itu pasti akan bisa di lalui jika di hadapi bersama-sama" ucapnya lagi.
"Mencapai usia pernikahan 27 tahun itu tidaklah mudah.. Segala macam ujian telah kita lewati. Bahkan, ada yang membuat kita hampir goyah dan retak.."
"Tetapi.. kembali lagi.. Kita harus bisa melewatinya bersama-sama dan tetap teguh pada janji kita di hadapan Tuhan" lanjut Arthur dalam.
Julie tersenyum lembut dan menghapus air matanya. Arthur menggenggam erat tangan sang istri dan mengecupnya,
Julie pun memeluk tubuh sang suami dengan haru dan tepuk tangan pun terdengar dari para tamu yang terbawa suasana.
Sherly dan Jessica juga menatap kedua orang tuanya dengan mata yang berkaca-kaca penuh haru.
Arthur pun melepaskan pelukannya dan menatap kedua putrinya yang berada di bawah panggung,
"Aku juga merasa bersyukur pada Tuhan, karena telah mengirimkan dua bidadari di dalam rumah tangga kami" ucapnya sambil menatap Sherly dan juga Jessica.
"Tolong berikan tepuk tangan untuk kedua putri kami, Jessica dan Sherly.. Kedua bidadari yang membawa warna dan kebahagian di dalam rumah tangga kami" lanjutnya sambil memberikan kode pada Jessica dan Sherly untuk naik ke atas panggung.
Mereka pun naik keatas panggung dan memeluk kedua orang tua mereka. Tepuk tangan kembali terdengar saat melihat keluarga Klinton itu saling berpelukan penuh haru.
"Happy anniversary ayah.. ibu.." ucap Sherly dan Jessica.
Arthur pun mengecup kedua putrinya dan merangkul mereka untuk menatap para tamu,
"Hari ini adalah hari bahagiaku dan juga hari bahagia untuk keluargaku.. Terimakasih kepada para tamu yang menyempatkan waktunya untuk hadir di tempat ini. Kuharap kalian menikmati pesta kecil yang kami adakan ini untuk saling berbagi kebahagian" ucap Arthur yang diiringi tepuk tangan.
Ia pun meraih gelas Champagne nya dan mengangkatnya ke udara,
"Mari bersulang untuk malam yang indah ini!" ucapnya yang diikuti oleh para tamu.
Mereka pun sama-sama mengangkat gelas mereka kearah Arthur dan meminumnya..
Alice terlihat mengangkat gelasnya dalam diam dan hendak meminum minumannya. Namun, dengan segera tangan Jack menahannya,
"Ini mengandung alkohol.. Lebih baik jangan diminum" ucapnya berbisik lembut pada Alice.
Alice pun menatap pria itu dan mengangguk pelan. Jack tersenyum dan meminum sedikit champagne di gelas Alice, setelah itu ia pun mengecup bibir Alice dengan cepat,
CUP!
Alice yang terkejut seketika menatap Jack yang telah terkekeh pelan,
"Aku izinkan kau mencicipinya sedikit dari bibirku" bisik Jack menggoda di telinga Alice.
Alice pun hanya dapat menghela nafasnya melihat tingkah Jack.
Sedangkan dari atas panggung, Jessica yang tak sengaja melihat adegan itu terlihat menggenggam gelasnya dengan kuat.
Wanita itu meneguk minumannya sampai habis dan dengan segera turun dari atas panggung. Sherly yang melihat sang kakak turun secara tiba-tiba seketika mengernyitkan keningnya,
Ada apa dengannya?? pikir gadis itu dalam hati.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍