Mysterious Man

Mysterious Man
Pembicaraan



"Jika ibu masih beranggapan bahwa Alice penyebab hubunganku dan Jessica berakhir, ibu seharusnya sudah tau bahwa itu tidak benar! Dan yang jelas, aku sudah mengatakan berulang kali pada ibu bahwa aku tidak pernah mencintai Jessica!!" tegasnya.


Miranda memalingkan wajahnya dan terdiam sambil menutup matanya. Jack tidak akan pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dan, dia juga tidak mungkin menjelaskan semuanya pada putranya itu.


Jika Miranda memberitahu Jack, maka dirinya pasti akan di katakan egois. Bagaimanapun, Jack tidak pernah akan mengerti... pikirnya.


"Apa ibu harus mati dulu Jack agar kau mau menuruti permintaan ibu untuk menjauhi gadis itu??" tanya Miranda tiba-tiba sambil menatap putranya dalam.


Jack seketika terdiam dan tidak menjawab pertanyaan ibunya untuk beberapa saat. Ia pun menatap Miranda dan tersenyum miris,


"Lalu.. Apakah aku harus mati juga agar ibu mau menerima Alice??" tanyanya balik yang membuat Miranda terkejut dan tak bisa berkata-kata.


"Jika itu yang ibu inginkan, maka sebaiknya aku tidak pernah bangun dari koma panjangku saat itu!" lanjutnya dingin.


Miranda menggigit bibirnya dan menggeleng pelan pada Jack. Ia seperti kehabisan kata-kata untuk menjawab semua perkataan putranya itu.


Jack menghela nafasnya dan dengan segera membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan tempat itu. Namun, ia terdiam sejenak sebelum melangkah pergi,


"Aku tidak pernah meminta apapun pada ibu selama hidupku.. Tapi.. kali ini aku benar-benar memohon pada ibu untuk sekali saja menerima keputusanku" ucap Jack mulai melembut penuh permohonan.


Setelah itu Jack pun pergi meninggalkan Miranda yang terlihat terdiam dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Wanita paruh baya itu pun terduduk di kursi dengan perasaan yang kacau..




Hari ini Alice sedang berada di kampus. Gadis itu baru saja selesai dengan mata pelajarannya dan bersiap untuk pulang.



Namun saat Alice sudah berada di depan gerbang kampus sambil menunggu taksinya, tiba-tiba sebuah mobil pun berhenti tepat di depan Alice.



Alice mengernyitkan keningnya dan menatap bingung pada mobil itu. Lalu, tiba-tiba jendela mobil itu pun terbuka dan memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang sangat tidak asing di mata Alice.



Miranda menghadap ke samping dan menatap Alice dengan tatapan datarnya,



"Masuklah!" ucapnya tiba-tiba yang membuat Alice sedikit bingung.



Supir Miranda pun turun dan membukakan pintu untuk Alice. Alice terlihat sedikit ragu dan perlahan mulai masuk ke dalam mobil.



Mobil Miranda pun melaju ke suatu tempat yang Alice sendiri tidak tau kemana..



~



Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mobil Miranda pun berhenti di salah satu restoran yang terlihat cukup mewah.



Supir membukakan pintu dan Miranda pun dengan segera keluar dari dalam mobil. Alice yang kebingungan hanya terdiam dan mencoba untuk tenang.



Sebenarnya untuk apa Miranda membawanya kemari?? pikirnya dalam hati. Selama di perjalanan tadi pun Miranda bahkan tidak mengeluarkan sepatah katapun.



Supir itu menatap kearah Alice dan mengangguk pelan,



"Silahkan ikuti Nyonya" ucapnya pada Alice.



Alice yang mulai sadar dari lamunannya pun mengangguk pelan dan mengikuti Miranda masuk ke dalam restoran itu..



Miranda duduk di salah satu kursi dan membuka kacamatanya perlahan. Ia tidak menatap kearah Alice dan hanya terdiam di tempat duduknya.



Alice berdiri tidak jauh dari Miranda dan menghela nafasnya pelan. Sepertinya saat ini dirinya dan Miranda tengah berada di ruangan VIP restoran ini karena hanya ada mereka berdua disini.



Alice terlihat cukup gugup dan sedikit waspada. Ia tidak tau mengapa Miranda membawanya kemari. Dan, sejak tadi wanita paruh baya itu bahkan tidak menatapnya dan mengucapkan satu patah kata pun.



Seorang pelayan masuk dan meletakan dua minuman di meja Miranda. Setelah itu pelayan itu menatap Alice dan tersenyum pelan padanya,



"Silahkan duduk Nona" ujarnya ramah.



Alice pun mengangguk pelan dan perlahan mulai melangkah ke meja Miranda dan duduk di hadapan wanita paruh baya itu dengan hati-hati.



Miranda meneguk minumannya dan seketika menatap Alice dengan tatapan datarnya,



"Aku membawamu kemari, karena ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu" ujar Miranda tiba-tiba dengan nada dinginnya.



Alice terdiam di kursinya dan menatap Miranda tanpa mengatakan sesuatu. Wanita paruh baya itu terlihat kembali meneguk minumannya dan menatap Alice,



"Kau tau bukan.. Jack adalah satu-satunya anak yang aku miliki.." ucapnya serius.




Alice yang mulai mengerti arah pembicaraan Miranda hanya dapat terdiam dan menunduk pelan,



"Jack adalah anak yang baik dan penurut sejak dulu" ucapnya lagi.



"Tapi.. semenjak dia bertemu denganmu.. Jack menjadi anak yang pembangkang dan bertindak sesuka hati" lanjut Miranda yang membuat Alice langsung menatapnya.



Miranda menatap Alice dengan tatapan yang sulit diartikan,



"Jack bahkan telah memilih keluar dari rumah dan juga perusahaan hanya untuk membelamu" ucap Miranda lagi yang membuat Alice terkejut.



"Dia bahkan memberikan semua fasilitas yang kami berikan dan memilih hidup mandiri karena dirimu!" lanjut Miranda sedikit tajam.



Alice terlihat syok dan tidak dapat berkata-kata. Jadi.. Jadi beberapa hari ini alasan Jack tidak ke kantor dan tidak memakai mobilnya karena pria itu telah memilih meninggalkan rumah dan perusahaan orang tuanya?? pikir Alice



Alice merasa hatinya sakit mendengar perkataan Miranda. Miranda menghela nafasnya dan kembali menatap Alice,



"Sekarang kau tau bukan, bagaimana pengaruh dirimu untuk Jack??" tanya Miranda tajam.



Alice menggigit bibirnya pelan dan menatap Miranda dengan berani,



"Maaf Nyonya, aku tidak pernah mempengaruhi Jack untuk melakukan hal-hal seperti itu.. Kurasa, Jack juga sudah dewasa untuk bisa memilih jalan hidupnya sendiri" ucap Alice yang membuat Miranda mendelik tajam kearahnya.



"Jack adalah orang yang pekerja keras.. Dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan karena tekadnya yang kuat. Jack juga sudah sangat paham dan mengetahui mana yang terbaik untuknya" lanjut Alice.



"Jack juga adalah seorang yang penyayang.. Dia sudah pasti menyayangi kedua orang tuanya melebihi apapun di dunia ini.." ucap Alice lagi yang membuat Miranda menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.



"Kurasa.. anda juga mengerti bagaimana karakter Jack yang sebenarnya" lanjut Alice.



Alice menghela nafasnya dan kembali menatap Miranda dengan tatapan lelahnya,



"Jika boleh aku tau.. Mengapa Nyonya begitu membenciku?? Mengapa Nyonya begitu menentang hubunganku dan Jack??" tanya Alice berani yang membuat Miranda terdiam seketika.



"Jika Nyonya menganggap aku merebut Jack dari Jessica, tentu itu tidaklah benar karena aku yakin Nyonya sendiri sudah tau alasan yang sebenarnya" lanjut Alice.



Miranda masih terdiam dan menatap Alice dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia menatap mata Alice yang terlihat entah mengapa membuat Miranda merasa segala sakit hati di masa lalunya ingin meluap sekarang juga.



Wanita paruh baya itu menunduk pelan dan tertawa miris,



"Apa kau mau tau apa alasanku yang sebenarnya??" tanya Miranda sambil menatap Alice.



Alice seketika terdiam menatap sorot mata Miranda yang terlihat berbeda kali ini.



Sorot mata itu..



Terlihat menyiratkan sebuah luka yang begitu dalam.. pikir Alice dalam hatinya.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊



Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..



Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍