
Sebuah mobil berhenti di halaman rumah yang luas. Dengan segera para penjaga menghampiri mobil itu dan membukakan pintunya.
Miranda keluar dari dalam mobil terlebih dahulu sebelum Tom. Tom menatap istrinya dengan kening yang berkerut.
Sejak pulang dari acara pesta tadi sikap Miranda tiba-tiba berubah dan terlihat tidak banyak bicara. Ia bahkan melamun sambil menatap jendela selama perjalanan tadi.
Dengan segera Tom pun menyusul sang istri dan mengikutinya dari belakang. Miranda masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kearah kamar.
Tom mengikuti sang istri dan menghela nafasnya pelan. Setelah tiba di kamar, terlihat Miranda langsung duduk di kursi meja riasnya sambil memijat keningnya pelan.
Tom mendekati sang istri dan menyentuh pundaknya lembut,
"Ada apa?? Apa kau sakit??" tanyanya sedikit khawatir.
Miranda yang sedikit terkejut dengan sentuhan Tom pun seketika memaksakan senyumannya sambil menggeleng pelan,
"Ah.. Tidak, aku.. aku hanya kelelahan saja" jawabnya pelan.
Miranda pun bangkit dari duduknya dan tersenyum pada Tom,
"Aku akan membersihkan diri dulu di kamar mandi" izinnya lalu berlalu kearah kamar mandi.
Tom menatap punggung sang istri dan hanya dapat menghela nafasnya. Ia yakin pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran istrinya itu. Tapi, Tom tidak tau apa..
Apa mungkin masalah Jack dan Alice lagi?? pikirnya.
Sementara itu Miranda masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya. Wanita paruh baya itu menyandarkan punggungnya pada pintu sambil menyentuh dadanya yang sejak tadi terasa sesak.
Pikirannya kembali teringat dengan ucapan Brenda di pesta tadi tentang orang tua Alice..
Jadi.. Jadi gadis itu adalah anak dari Patrick Greyson..
Pria yang pernah ada di dalam hatinya bertahun-tahun yang lalu..
Pria yang menjadi cinta pertamanya dan sampai saat ini pun masih belum bisa ia lupakan..
Miranda terduduk di lantai sambil menahan tangisannya. Ingatannya kembali berputar pada 29 tahun yang lalu..
Saat itu, ia dan Patrick adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Mereka adalah pasangan yang di kenal romantis dan terlihat selalu bersama. Keduanya telah berhubungan saat mereka berada di bangku sekolah menengah atas.
Orang-orang dulu sering menggoda mereka dan memberikan julukan kepada mereka sebagai 'romeo dan juliet' Patrick dan Miranda memang selalu terlihat mesra dan tidak terpisah.
Dimana ada Patrick disitu pasti ada Miranda..
Begitu pun sebaliknya..
Orang-orang selalu berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang serasi dan pasti akan berakhir di pelaminan..
Tetapi..
Ternyata kenyataannya tidak begitu..
Saat itu, Miranda tengah berkuliah di salah satu universitas ternama, sedangkan Patrick belum melanjutkan jenjang pendidikannya karena ia belum menemukan jurusan yang cocok untuknya.
Keluarga Patrick berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Ayahnya adalah seorang panglima tentara dan ibunya adalah seorang dokter bedah. Begitu juga dengan keluarga Miranda yang notabennya adalah seorang pengusaha sukses.
Orang tua Miranda dan Patrick memang mengetahui hubungan mereka. Tetapi diantara kedua orang tua mereka belum pernah ada pertemuan ataupun obrolan tentang hubungan putra putri mereka.
Sampai suatu hari, sebelum kelulusan Miranda, Patrick tiba-tiba menemui Miranda dan memberikan kabar pada kekasihnya itu bahwa ia telah di terima dan lolos menjadi seorang tentara.
Miranda mengungkapkan kekesalannya dan meminta Patrick untuk memenuhi janjinya. Tetapi, saat itu Patrick belum bisa menikahi Miranda. Ia meminta waktu beberapa tahun pada Miranda untuk menikahinya karena ia harus mengikuti aturan sekolah tentaranya.
Miranda tidak mengatakan apa-apa pada Patrick dan terlihat marah. Lalu, ia memberikan pilihan yang sulit pada Patrick..
"Sekarang kau pilih... Aku.. atau sekolah tentaramu itu!" ucapnya saat itu pada Patrick.
Patrick terlihat bingung dan dilema. Disisi lain ia sangat mencintai Miranda dan tidak ingin mengecewakannya. Disisi lain, menjadi seorang tentara adalah impiannya. Dan, ayahnya juga sangat mendukung keinginan Patrick untuk menjadi penerusnya.
Dan.. waktu terus berlalu..
Sudah beberapa bulan Miranda dan Patrick tidak bertemu. Miranda terlihat sangat sedih dan kecewa pada Patrick.
Tetapi selang beberapa hari, ia mendapatkan surat dari Patrick. Pria itu meminta pada Miranda untuk menunggu dirinya.
Dan pada suatu hari, tiba-tiba orang tua Miranda memperkenalkannya pada seorang pria yang tidak lain adalah Tom untuk di jodohkan dengannya. Tom adalah anak dari sahabat kedua orang tuannya. Dan mereka sangat ingin menjodohkan Miranda dengannya.
Usia Tom lebih tua lima tahun darinya dan Tom saat itu sudah sangat mapan dan telah memiliki perusahaannya sendiri. Orang tua Miranda seakan melupakan bahwa putrinya itu masih berhubungan dengan Patrick.
Memang Patrick dan Miranda sudah lama tidak bertemu, dan kedua orang tuanya berasumsi bahwa mereka telah lama putus. Miranda sempat menolak perjodohan itu dan mengatakan pada orang tuanya bahwa ia masih berhubungan dengan Patrick dan sedang menunggunya.
Namun, orang tua Miranda menganggap Patrick tengah mempermainkan putrinya, karena Miranda selalu terlihat murung dan menangis.
Sampai suatu hari, Miranda mengirimkan surat kembali pada Patrick. Ia mengatakan bahwa orang tuanya tengah menjodohkan dirinya dengan pria mapan.
Miranda berharap Patrick mau datang menemui orang tuanya dan mengatakan keseriusannya pada dirinya. Ia memberikan pria itu waktu satu minggu untuk datang ke rumahnya dan menemui kedua orang tuanya.
Namun sayangnya, satu minggu kemudian Patrick tidak datang.. bahkan satu bulan berlalu pun ia tidak kunjung datang.
Miranda sangat sedih dan sakit hati pada Patrick. Ia pun tanpa berpikir akhirnya menerima tawaran orang tuanya untuk di jodohkan dengan Tom.
Dan.. akhirnya Miranda dan Tom pun menikah dan memiliki seorang putra. Pernikahan mereka masih bertahan sampai saat ini..
Tom tidak pernah mengetahui masa lalu Miranda karena Miranda tidak pernah menceritakannya.
Rasa sakit hatinya pada Patrick masih tersimpan sampai sekarang. Ia merasa telah di campakkan oleh pria itu.. pria yang sangat ia cintai dulu..
Miranda menghapus air matanya dan menggigit bibir untuk menahan isak tangisnya. Ia tidak ingin Tom mendengar tangisannya.
Ia pun perlahan berdiri dari duduknya dan berjalan kearah wastafel. Wanita paruh baya itu mencuci wajahnya dan menatap pantulan dirinya di cermin.
Miranda masih bisa membayangkan wajah Patrick sampai saat ini. Ternyata.. pria itu telah menikah dan mempunyai seorang anak yang ternyata kini tengah memiliki hubungan dengan putranya.
Tidak!! Dia tidak akan membiarkan Jack memiliki hubungan dengan anak dari pria itu!! Pria yang telah mempermainkan perasaanya dan mencampakkan!!
"Putrimu harus merasakan apa yang aku rasakan Patrick!! Hukum karma itu pasti ada!!" desisnya dengan air mata yang mengalir.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍