Mysterious Man

Mysterious Man
Hairpin



GREP!!


Alice yang terkejut seketika membeku di tempat dengan jantung yang berdebar..


Namun, sebuah suara yang sangat ia rindukan, membuat tubuhnya tiba-tiba menghangat saat merasakan bisikan lembut di telinganya,


"Aku.. merindukanmu.."


DEG!!


Seketika jantung gadis itu berdebar ketika mendengar suara lembut Jack..


Jack mempererat pelukannya di tubuh Alice dan mencium tengkuk gadis itu cukup lama. Alice seketika menutup matanya saat merasakan bibir lembut Jack yang menyentuh tengkuknya dengan lembut.


CUP!!


"I miss you like crazy.." bisik Jack lagi intens di telinga Alice.


Alice mencoba mengatur nafasnya yang berdebar dan menyentuh sebelah tangan Jack yang memeluk pinggangnya.


Jika ingin berkata jujur, sesungguhnya Alice juga sangat merindukan Jack. Hanya saja, ia terlihat malu dan gengsi untuk mengatakannya.


Jack perlahan membalikkan tubuh Alice agar berhadapan dengannya. Kini.. keduanya sudah saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


Jack memeluk pinggang Alice dengan sebelah tangannya dan sebelah lagi terangkat untuk menyentuh dagu kekasihnya itu.


Mereka berdua saling bertatapan dengan rasa rindu yang membuncah di dalam hati masing-masing. Ibu jari Jack mengusap lembut dagu Alice dan perlahan beranjak mengusap ke arah bawah bibir gadis itu dengan halus dan lembut.


Jack menatap kedua mata indah itu dan semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Alice,


"Katakan padaku... Apa.. kau juga merindukanku??" tanyanya dengan suara yang dalam dan intens.


Alice terdiam untuk beberapa saat dengan jantung yang masih berdebar. Gadis itu menatap mata Jack yang terlihat begitu indah..


Perlahan kedua tangannya terangkat untuk menyentuh dada bidang kekasihnya itu. Alice dapat merasakan debaran jantung Jack di telapak tangannya. Pria itu, ternyata juga sedang berdebar seperti dirinya, pikir Alice.


Seketika otaknya pun mulai berpikir untuk menggoda Jack yang terlihat sama berdebarnya seperti dirinya. Alice mengusap lembut dada pria itu dan membuat Jack seketika menelan ludahnya.


"Aku..." ucap Alice terhenti sejenak sambil menatap pria itu dalam.


"Aku.. juga merindukanmu" lanjutnya yang membuat Jack merasakan hatinya seperti sebuah petasan yang sedang meletup-letup setelah mendengar ucapan yang baru saja di katakan oleh kekasihnya itu.


Jack tersenyum lembut dan mengusap pipi Alice dengan lembut,


"Ini pertama kalinya.. Aku mendengar ucapan yang romantis darimu" bisiknya tersenyum.


Alice yang menyadari perkataannya barusan pun seketika terdiam dan terlihat malu. Pipinya mulai sedikit memerah dan membuat Jack begitu gemas melihat wajah cantiknya.


Gadis itu mencoba menjauhkan tubuhnya dari tubuh Jack yang memeluknya,


"Lupakan!" ujarnya dengan wajah yang semakin memerah.


Gadis itu menggerutu dalam hatinya. Sejak kapan ia menjadi gadis yang terlihat manja seperti ini, gerutunya dalam hati.


Ia pun hendak melepaskan diri dari pelukan Jack. Namun, Jack terlihat enggan melepaskan pelukannya dan semakin mendekap tubuh Alice,


"Jangan" cegahnya sambil menatap wajah Alice.


Tangannya kembali mengusap pipi Alice dan menatapnya dalam. Ia mengusap lembut rona merah di pipi kekasihnya dan menatapnya intens,


"Aku suka.. Jika kau mengatakan hal-hal seperti itu padaku" bisiknya intens.


Dan, perlahan tapi pasti.. Jack pun mendekatkan wajahnya pada wajah Alice. Pria itu menyentuh tengkuk Alice dan mendekatkan bibirnya pada bibir merah muda Alice.


Alice yang merasakan hembusan lembut nafas Jack di wajahnya secara perlahan mulai menutup matanya saat bibir Jack sudah mendarat dengan lembut di bibirnya.


CUP!!


Kedua bibir itu saling bertemu dan merasakan kehangatan serta kelembutan yang mereka rindukan. Jack perlahan membuka mulutnya dan ******* bibir Alice dengan lembut dan hati-hati.


Tangannya mengusap lembut pinggang Alice, dan sebelah lagi menyentuh tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka. Alice pun perlahan membuka mulutnya dan mulai membalas ciuman kekasihnya itu.


Mereka mulai saling ******* dan memperdalam ciuman mereka. Rasa rindu yang di bendung pun akhirnya sirna setelah mereka saling mengungkapkan dan menyalurkan semuanya pada ciuman mereka saat ini.


Tangan Alice mulai naik kearah leher Jack dan mengalungkannya disana. Ciuman mereka pun semakin dalam dan intens..


Setelah beberapa lama berciuman dalam, Alice yang mulai merasa kebiasaan nafas pun seketika mendorong pelan tubuh Jack untuk melepaskan ciuman mereka.


Jack pun dengan terpaksa melepaskan ciumannya dan menatap wajah Alice dengan intens. Ibu jari Jack terangkat untuk mengusap lembut bibir bawah Alice yang masih basah.


Pria itu tersenyum lembut dan mengecup sudut bibir Alice untuk beberapa saat. Setelah itu, ia pun memandang wajah sang kekasih sambil mengusap lembut pipinya,


"Aku sangat senang bisa kembali bertemu denganmu.. Kau tau, hari-hariku kemarin tanpamu, seperti hari-hari yang menyiksa bagiku" ucap pria itu dalam.


Alice menatap wajah Jack dan tersenyum lembut menanggapi perkataan pria itu.


Jack perlahan melepaskan pelukannya pada Alice dan menatap gadis itu dengan tatapan penuh artinya,


"Aku punya sesuatu untukmu" ucapnya dengan senyuman misterius.


"Bisakah, kau menutup matamu sebentar" ucapnya lagi pada Alice.


Jack perlahan mendekati kembali tubuh Alice dan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu. Ia terdiam sejenak dan tersenyum lembut sambil mengamati wajah Alice yang sedang menutup matanya.


Ia pun mengambil sesuatu dari dalam saku celananya dan memasangkannya di rambut Alice..


Wajah Jack seketika terlihat begitu terpesona melihat benda yang terpasang di rambut Alice itu. Benda itu terlihat begitu cocok dengan Alice.


Ia pun mencium pipi Alice dan berbisik di telinga gadis itu,


"Sekarang.. buka matamu" bisiknya lembut.


Alice perlahan membuka matanya dan menatap wajah Jack yang terlihat tersenyum lembut padanya dengan tatapan penuh keterpesonaan.


Pria itu menggenggam tangan Alice dan membawa gadis itu untuk menatap sebuah cermin yang berada di sudut ruangannya.


Alice seketika menatap sebuah jepit yang tersemat indah di sisi rambutnya. Jack tersenyum sambil menyentuh bahu Alice,


"Apa kau suka??" tanyanya sedikit tidak percaya diri.



Alice menatap penampilannya dan mengangguk senang,


"Aku sangat menyukainya.. Ini sangat indah" pujinya yang membuat Jack seketika bernafas lega.


Pria itu tersenyum senang dan menatap pantulan Alice di cermin dengan terpesona,


"Syukurlah.. Aku senang kau menyukainya" balas Jack.


Alice menyentuh jepit itu dan menatap Jack dari cermin,


"Terimakasih" ucapnya tulus.


Jack tersenyum lembut dan mengangguk. Pria itu terlihat menggaruk tengkuknya dan menatap Alice dengan ragu,


"Sebenarnya.. aku sendiri yang membuat jepit itu" ucap Jack yang membuat Alice terkejut.


"Benarkah??" tanya gadis itu.


Jack tersenyum dan mengangguk pelan,


"Iya.. Saat aku berada di luar negri kemarin, aku tidak sengaja melewati salah satu toko aksesoris yang cukup unik. Disana banyak sekali aksesoris yang bagus.. Dan, seketika aku langsung teringat padamu" ucapnya sambil menatap Alice dalam.


"Setelah itu aku masuk dan mencoba memilih beberapa aksesoris. Lalu, penjaga toko itu menatapku dan bertanya ingin mencari model yang seperti apa.. Dan, aku mengatakan ingin mencari aksesoris untuk calon istriku" lanjutnya dengan senyum penuh arti.


"Ia menunjukkan beberapa aksesoris padaku untuk dipilih, tetapi.. aku merasa belum ada yang terlihat cocok untukmu. Lalu, ia pun mengatakan jika tidak ada yang cocok, maka aku bisa membuatnya sendiri.." ucapnya lagi.


"Ia bilang di toko itu juga menyediakan alat dan bahan untuk pelanggan yang ingin membuat kreasi sendiri. Dan, akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya, walaupun dengan bantuan penjaga toko itu" lanjutnya sedikit terkekeh.


Alice terlihat terdiam di tempatnya dengan perasaan terharu. Lalu, Jack pun mendekati gadis itu dan menyentuh lembut pipinya,


"Aku sangat senang, kau menyukainya.." ucap pria itu lembut.


Alice menatap Jack dalam,


"Terimakasih" ucapnya tulus.


Jack mengangguk pelan dan membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.


"Aku senang jika kau menyukainya" bisik pria itu dalam.


Alice pun hanya mengangguk dalam pelukan pria itu.


Setelah cukup lama berpelukan, Jack pun seketika teringat dengan sesuatu,


"Oh iya.. Apa, besok malam kau tidak ada acara??" tanya Jack.


Alice terlihat berpikir sejenak dan menggeleng pelan sambil melepaskan pelukan mereka,


"Tidak, memangnya.. ada apa??" tanya gadis itu.


Jack terdiam sejenak dan menyentuh pipi Alice dengan lembut,


"Besok malam, ayahku mengundangmu untuk makan malam bersama di rumah" ucapnya yang membuat Alice langsung terkejut dan gugup seketika.


'Makan malam??'


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍