Mysterious Man

Mysterious Man
Dinner 2



Jack dan Alice terlihat masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan. Seorang pelayan menghampiri Jack dan membungkukkan badannya pada pria itu,


"Selamat datang Tuan, Nyonya dan Tuan Tom sudah menunggu di halaman belakang" ucap penjaga itu.


Jack pun mengangguk pelan dan merangkul Alice sambil tersenyum lembut pada kekasihnya itu. Pria itu mencoba untuk menenangkan Alice yang terlihat gugup dan menuntunnya untuk ke halaman belakang.


Setelah sampai di halaman belakang, pandangan Jack dan Alice pun langsung terarah pada sebuah meja yang di persiapkan khusus untuk makan malam mereka. Halaman belakang pun telah di dekorasi dan terlihat juga koki-koki di pinggir halaman yang langsung memasak untuk mereka.


Tom yang menyadari kedatangan Alice dan Jack pun seketika tersenyum pada mereka sambil melambaikan tangannya.


"Ayo kita kesana" ucap Jack lembut.


Alice terlihat sedikit menahan tangan Jack dan terlihat semakin gugup. Jack yang menyadari hal itu langsung menyentuh tangan Alice dan mengecupnya pelan,


"Tidak apa-apa.." ucapnya menenangkan.


Ia pun menuntun Alice untuk menghampiri ayahnya yang terlihat tengah duduk seorang diri disana.


"Selamat malam ayah" sapa Jack pada Tom.


Tom berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangan Jack dan Alice,


"Selamat malam, akhirnya kalian tiba juga" ucapnya tersenyum ramah.


Tom pun menatap kearah Alice yang terlihat jelas sedang gugup. Pria paruh baya itu tersenyum dan menyapa Alice,


"Kau yang bernama Alice itu?? Wah.. selera Jack memang luar biasa" ucapnya sambil tertawa pelan.


Tom pun mengulurkan tangannya pada Alice,


"Aku Tom, senang akhirnya bisa bertemu denganmu" ucapnya ramah.


Alice pun perlahan mengangkat tangannya dan membalas uluran tangan Tom,


"Aku Alice, senang bertemu dengan anda" balasnya sedikit gugup.


Tom pun terkekeh mendengar ucapan formal Alice padanya,


"Tidak usah se formal itu.. Panggil saja aku, ayah" ujarnya yang membuat Alice terkejut dan salah tingkah.


Jack yang mendengar ucapan ayahnya pun tersenyum senang. Lalu pandangannya pun seketika mengarah pada kursi yang masih terlihat kosong,


"Dimana ibu??" tanyanya pada Tom.


Tom hendak menjawab pertanyaan Jack namun seketika Miranda pun datang dari arah belakang mereka bersama dengan Jessica,


"Ibu disini" ucap Miranda dengan nada datarnya.


Seketika Jack dan Alice pun membalikkan tubuh mereka dan menatap Miranda dan Jessica. Alice terlihat terkejut saat melihat Jessica yang hadir malam ini. Bahkan, wanita itu juga terlihat memakai gaun dan berdandan.


Jack yang sudah mencurigai keberadaan Jessica pun hanya dapat menghela nafasnya dengan malas,


"Mengapa ada Jessica disini??" tanya pria itu dengan nada dinginnya yang membuat Jessica seketika terdiam sambil menunduk.


Miranda yang mendengar nada bicara Jack pun terlihat menatap putranya itu dengan kesal,


"Ibu yang mengundangnya! Memangnya kenapa?? Apa kau keberatan??" tanya wanita paruh baya itu tajam.


Tatapannya pun seketika mengarah pada Alice yang terlihat terdiam sambil berpegangan tangan dengan Jack. Miranda mendelik sinis dan berjalan melewati gadis itu tanpa menyapanya,


"Ayo Jessica duduk disini" ajak Miranda pada Jessica.


Jessica pun mengangguk dan duduk disamping Miranda. Jack yang melihat hal itu terlihat mencoba menahan kekesalannya. Ia pun menatap Alice dan menuntun gadis itu untuk duduk,


"Ayo sayang" ucap Jack yang terdengar oleh Jessica dan Miranda.


Jessica seketika terlihat sedikit mengepalkan tangannya mendengar Jack yang memanggil Alice dengan sebutan 'sayang'


Bohong jika ia tidak merasa cemburu dan iri sekarang. Selama dirinya berpacaran dengan Jack, Jack tidak pernah memanggilnya dengan sebutan romantis seperti itu.


Jack pun menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Alice untuk duduk disana. Alice pun duduk disana dan terlihat mencoba mengatasi kegugupannya. Jack duduk di samping gadis itu dan kembali menggenggam tangan gadis itu untuk menenangkannya.


Miranda diam-diam melihat segala gerak-gerik Jack dan terlihat sedikit kesal. Ia tidak menyangka Jack bisa melakukan hal-hal manis seperti itu pada gadis di depannya ini, pikir wanita itu kesal.


Tom pun duduk di kursinya dan menatap Alice dan juga Jack,


"Sebenarnya, aku menyuruh Jack untuk mengundang Alice kemari untuk perkenalan sekaligus mempererat hubungan diantara kita sebagai keluarga" ucapnya tersenyum.


Jessica yang mendengar ucapan Tom pun terlihat cemburu dan tidak rela mendengar bahwa Tom telah menerima Alice dan mengakuinya sebagai kekasih Jack.


"Aku sangat senang, nak Alice bersedia untuk hadir pada malam hari ini" lanjutnya lagi sambil tersenyum pada Alice.


Alice menatap Tom dan membalas senyumannya,


"Jadi.. tanpa berlama-lama, kita nikmati dulu makan malam ini" ujarnya.


Tom pun menepukkan tangannya dan dengan segera para chef itu menghidangkan makanan-makanan yang terlihat lezat di atas meja.


Mereka semua pun mulai memakan hidangan istimewa yang telah di buat oleh chef-chef terbaik disana..


-


Jessica memakan makanannya sambil melirik kearah Alice dan juga Jack yang terlihat begitu mesra. Jack bahkan memotongkan steak milik Alice sebelum memberikannya pada gadis itu.


Wanita itu mencengkram pisau steak di tangannya dan merasakan sesak di hatinya.


"Alice, bagaimana dengan pekerjaan magang mu di Perusahaan Switzer?? Apakah semua berjalan lancar??" tanya Tom memulai pembicaraan.


Alice seketika menatap pria paruh baya itu dan menggeleng pelan,


"Semua berjalan dengan baik, ada senior-senior yang sangat baik juga yang membantu ketika melakukan pekerjaan" jawab Alice pelan.


Seketika Miranda pun menatap Jessica dan tersenyum padanya,


"Tentu saja, Jessica kan menjadi pembimbing mahasiswa magang. Ia pasti sangat bekerja keras dan membantu mereka dengan sabar" puji Miranda tiba-tiba pada Jessica.


Wanita paruh baya itu menyentuh tangan Jessica,


"Selain menjadi karyawan terbaik, ia juga serba bisa dan sangat di andalkan di perusahaan" lanjutnya lagi yang membuat Alice terdiam seketika.


Jessica membalas senyuman Miranda dan menggeleng pelan,


"Bibi terlalu berlebihan" ucapnya merendah.


Miranda pun menggeleng,


"Memang itu benar adanya.. Kau wanita yang tidak hanya cantik, tetapi juga sangat pintar. Kau memang istri idaman untuk semua pria.. bukan begitu Jack??" tanya Miranda tiba-tiba sambil menatap kearah Jack.


Jack seketika berhenti memotong steak nya dan menatap sang ibu dengan tatapan dinginnya. Sudah ia duga, ibunya pasti sengaja mengundang Jessica malam ini hanya untuk membandingkannya dengan Alice.


'Huh.. Jadi ternyata ibunya belum menyerah juga' pikir Jack dalam hatinya.


"Ibu benar.." jawab Jack yang membuat Miranda dan Jessica langsung menatap kearahnya sambil tersenyum.


"Semua pria, kecuali aku!" tegas Jack lagi yang membuat senyuman Miranda dan Jessica seketika menghilang.


Jack pun menatap Alice dan tersenyum lembut pada gadis itu. Ia meraih tangan Alice dan mengecupnya di hadapan Miranda, Jessica dan juga Tom.


"Satu-satunya istri idamanku.. ada disini" ucapnya menatap Alice lembut.


Alice seketika mematung di tempatnya dan terlihat sedikit salah tingkah. Miranda terlihat sedang menahan kekesalannya. Sedangkan Jessica, wanita itu tengah menunduk dan merasakan hatinya begitu sakit mendengar ucapan Jack barusan.


Disisi lain, Tom yang melihat hal itu tersenyum lembut melihat sikap gentle Jack pada Alice..


'Sepertinya, pria itu benar-benar sudah jatuh hati pada gadis bernama Alice ini' ucapnya dalam hati.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍