Mysterious Man

Mysterious Man
Dendam Yang Belum Usai



Miranda tengah gusar di dalam kamarnya, sebentar lagi Alice dan keluarganya akan tiba. Dia belum siap untuk bertemu dengan Patrick.


Jantungnya sejak tadi berdebar dengan tidak karuan. Ada rasa dendam dan sakit hati yang semakin dalam ia rasakan. Haruskah ia bertatapan muka dengan pria brengsek itu?? pikirnya sakit dalam hati.


Pria yang telah membuat hatinya hancur!


Pria yang telah membuatnya tidak bisa lagi merasakan cinta!


Pria yang telah mempermainkan perasaannya!


Dan sekarang, anak dari pria itu akan menjadi calon istri putranya? Tidak! Dia tidak sudi!! Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!


Tok..


Tok..


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari kamarnya. Miranda membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah pintu dengan sedikit cemas, apa itu Tom?? pikirnya.


Apa keluarga gadis itu telah tiba?? pikirnya lagi semakin panik.


CKLEK!


Miranda membuka pintu dan melihat seorang pelayan berdiri disana sambil membungkukkan badan padanya,


"Selamat malam Nyonya, Tuan Tom memerintahkan saya untuk memanggil Nyonya dan menyuruh Nyonya untuk segera ke ruang tamu karena para tamu sudah tiba" ucap pelayan itu.


DEG!


Jantung Miranda pun semakin berdetak kencang saat mengetahui bahwa Patrick telah tiba di kediamannya. Wanita paruh baya itu mencoba menenangkan dirinya dan mencoba terlihat santai,


"Oh, baiklah, aku akan keluar sebentar lagi" balasnya.


Pelayan itu pun mengangguk dan kembali membungkukkan badanya sebelum pergi meninggalkan kamar Miranda.


Miranda kembali menutup pintunya dan mencoba menenangkan debar jantungnya yang sudah tidak karuan. Tidak! Mengapa sekarang ia benar-benar merasa gugup? pikirnya. Apakah sekarang saatnya bagi dirinya untuk menemui pria itu??


Miranda pun mencoba membulatkan tekatnya dan menegakkan tubuhnya kembali.


Tidak! Mengapa ia harus takut dan gugup, pikirnya. Ia harus terlihat santai dan berani agar menunjukkan pada pria itu bahwa sekarang ia baik-baik saja dan merasa beruntung karena telah lepas dari dirinya.


Ia juga ingin membuat pria itu menyesali perbuatannya selama beberapa tahun lalu. Ia ingin melihat pria itu menderita seperti dirinya dulu. Ia ingin membalaskan dendamnya!!


Miranda pun menutup matanya sejenak dan mulai memberanikan diri untuk melangkah keluar. Wanita paruh baya itu menegakkan tubuhnya dan menatap ke depan dengan berani..


Benar, ia harus membalaskan dendamnya pada pria itu! pikirnya penuh tekad.


Miranda pun melangkah keluar dan berjalan menuju ruang tamu. Sayup-sayup ia dapat mendengar obrolan orang-orang disana.


Jantung Miranda semakin berdegup kencang saat langkahnya hampir mendekati ruang tamu. Ia pun mencoba mengintip kesana dan pandangannya pun seketika terarah pada Patrick yang sedang duduk di kursinya sambil tersenyum pelan pada Tom,


DEG!


Seketika jantungnya semakin berdegup kencang saat melihat pria itu, pria yang pernah ada di dalam hatinya dulu. Pria yang membuatnya jatuh cinta sekaligus patah hati untuk pertama kalinya. Pria yang menanamkan dendam yang teramat dalam di dalam hatinya.


Pandangan Miranda pun teralih pada seorang wanita yang berada di samping Patrick. Sudah dapat ia tebak bahwa wanita itu adalah istri Patrick karena wajahnya yang terlihat cukup mirip dengan Alice.


Hatinya terasa sakit saat ia mendengar ibu Patrick yang menceritakan tentang pertemuan Patrick dengan istrinya. Entah mengapa masih ada perasaan tidak rela di hatinya saat melihat Patrick yang bahagia bersama wanita lain.


"Jadi.. Bagaimana?? Apa kita langsung saja menentukan tanggal??" tanya Tom pada Patrick.


DEG!


Seketika Miranda pun terbelalak dan mencengkram tangannya dengan kuat. Tidak! Dia tidak rela jika Jack menikah bersama putri dari orang yang paling ia benci di dunia ini!


Miranda pun berjalan mendekat dengan berani dan emosi, lalu menyahut dengan keras,


"AKU KEBERATAN!!" ucapnya tegas dan membuat pandangan orang-orang disana langsung mengarah padanya.


DEG!!


Seketika Patrick berdiri dari duduknya saat melihat wanita yang berdiri di hadapannya dan menatap dirinya dengan tatapan tajam penuh kebencian.


Jack pun berdiri dari duduknya dan menatap sang ibu,


"Ibu!" ucapnya.


Untuk beberapa saat Miranda dan Patrick terlihat saling bertatapan dengan tatapan yang bertolak belakang. Patrick menatap Miranda dengan tatapan sedih bercampur tidak percaya, sedangkan Miranda menatapnya dengan penuh kebencian dan dendam.


Tom memperhatikan arah pandang istrinya dan terdiam sejenak. Miranda mendekati meja itu dan menatap kearah Mandy, Lola serta Alice dengan tajam.


"Maaf jika aku membuat kalian terkejut.. Aku, adalah ibu Jack, namaku Miranda Claria Switzer!" ujarnya.


"Dan, aku sama sekali tidak menyetujui tentang pernikahan yang sedang kalian bicarakan! Aku, tidak pernah merestui hubungan putraku bersama gadis ini!" lanjutnya lagi sambil menatap Alice tajam.


Lola dan Mandy terlihat terkejut mendengar ucapan Miranda yang terdengar sangat sinis, sedangkan Tom masih terdiam dan tidak mengatakan apapun.


Jack dengan segera berdiri dari duduknya dan menatap ibunya dengan tajam,


"Ibu! Tolong bersikaplah sopan pada tamu kita!" ucap Jack penuh penekanan.


Miranda mendelik pada putranya itu dan menyeringai dengan sinis,


"Mereka tamu mu, bukan tamu ibu!" tegas Miranda lagi yang membuat Lola dan Mandy sedikit tersinggung dan terkejut dengan sikap Miranda yang begitu sinis pada mereka.


Alice hanya dapat menunduk dan diam. Ia tau semuanya pasti akan seperti ini. Ia sudah menebaknya saat tidak melihat Miranda sejak tadi. Wanita paruh baya itu tidak menyukainya dan jelas menentang keras hubungannya dan Jack.


Tetapi.. ia tidak habis pikir, Miranda akan melakukan hal seperti ini dan membuat keluarganya tersinggung.


"Sudah berapa kali ibu katakan bahwa ibu tidak pernah setuju kau berhubungan dengan gadis ini! Mengapa kau tidak pernah dengarkan perkataan ibu?? Dia ini wanita perebut dan tidak baik untukmu!!" ujar Miranda lagi yang semakin emosi.


Mandy yang merasa tersinggung saat Miranda membicarakan Alice seketika berdiri dari duduknya dan menatap Miranda dengan berani,


"Mohon maaf Nyonya, putriku bukanlah gadis yang seperti itu! Lagipula dia mempunyai nama dan bukankah tidan sopan anda menunjuk dan menuduhnya seperti itu??" tanya Mandy yang mulai terpancing emosi.


Miranda menatap Mandy dan tersenyum sinis padanya,


"Oh, jadi ini ibu dari gadis perebut kekasih orang lain itu?? Bisakah kau mengajari anakmu ini untuk tidak merebut milik orang lain?? Apakah kau tidak tau bahwa Jack itu telah memiliki kekasih yang telah bersamanya selama bertahun-tahun?? Tapi sayangnya, karena anakmu yang seperti ular penggoda ini merebut Jack dari kekasihnya!" ucapnya lagi lebih berani dan membuat Mandy terbelalak tidak percaya dengan ucapan Miranda yang sudah sangat keterlaluan.


"IBU CUKUP!!" sahut Jack keras sambil menatap ibunya.


"Bisakah anda menjaga ucapan anda Nyonya Switzer?? Anda sudah benar-benar keterlaluan!! Apakah ini perilaku seorang pengusaha sukses yang dielukan orang-orang itu??" balas Mandy merasa sakit hati.


Patrick menggertakkan giginya kuat dan menatap Miranda yang hendak kembali berbicara,


"SUDAH CUKUP!!" ucapnya keras yang membuat semua orang disana langsung menatapnya termasuk Miranda.


Wanita paruh baya itu menatap Patrick dengan berani. Dan, Patrick pun menyadari bahwa Miranda tengah menyimpan dendam padanya. Semua terlihat jelas dari tatapannya..


Miranda menatap Patrick dengan tatapan tajamnya,


"Oh.. aku tau darimana sifat tidak tau malu putrimu ini.." ucapnya pada Patrick.


"Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya" sindir wanita paruh baya itu lagi yang membuat Patrick terdiam.


Tom yang melihat percakapan Miranda dan Patrick pun tidak membuka suara dan hanya menatap mereka dalam diam..


Ternyata..


Miranda masih larut dan terjebak dalam masa lalunya, pikir Tom.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍