Mysterious Man

Mysterious Man
Book



Pagi ini Alice dan Lola tengah sarapan bersama. Hari ini adalah hari sabtu, jadi hari ini Alice tengah libur bekerja magang di Perusahaan Switzer.


Lola terlihat sangat senang karena akhirnya ia bisa menghabiskan waktu bersama cucunya di rumah, karena hari-hari biasa Alice sangat sibuk sejak mulai magang di Perusahaan Switzer.


Lola memberikan potongan ayam lagi pada piring Alice yang hampir habis,


"Ini, makanlah yang banyak.. Belakangan ini kau sangat sibuk sekali. Nenek khawatir kau jarang makan saat bekerja" ucapnya.


Alice menatap Lola dan tersenyum pelan pada sang nenek,


"Aku makan dengan baik Nek.. Nenek tidak usah khawatir" balasnya.


Alice kembali menatap makanannya dan terlihat sedikit melamun. Lola memperhatikan cucunya itu dan terdiam sejenak. Jika di perhatikan, sejak tadi Alice banyak sekali melamun. Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya?? pikir Lola.


Lola pun berdehem pelan dan menatap Alice,


"Ada apa?? Sepertinya kau banyak melamun sejak tadi.." ucap Lola pelan.


Alice menatap sang nenek dan terlihat sedikit ragu untuk menceritakan sesuatu yang membuatnya melamun sejak tadi. Lola menatap sang cucu dan tersenyum lembut,


"Tidak apa-apa jika kau belum mau cerita" lanjut Lola menenangkan.


Alice pun menghela nafasnya pelan dan menatap Lola,


"Nenek.. Sebenarnya.." ucapnya terdiam sejenak.


"Sebenarnya, malam ini Jack mengajakku untuk makan malam bersama dengan orang tuanya" lanjutnya yang membuat Lola sedikit terkejut.


"Benarkah??" tanyanya.


Alice pun mengangguk pelan. Seketika Lola pun tersenyum pada Alice,


"Bukankah itu bagus.. Berarti, orang tua Jack sudah mulai bisa menerimamu" ucapnya.


Alice terlihat terdiam beberapa saat dan menggeleng pelan,


"Aku rasa belum.. Mungkin hanya ayah Jack saja yang ingin bertemu denganku. Sedangkan ibunya.. kurasa hanya terpaksa" balas Alice sedikit tidak bersemangat.


Lola terdiam sejenak dan menyentuh tangan cucunya itu,


"Jangan pesimis seperti itu.. Semua butuh proses. Mungkin suatu hari nanti ibu Jack juga akan mulai menerimamu, nenek yakin itu. Dia hanya belum mengenalmu, makanya.. sekarang adalah kesempatan yang bagus untuk mulai memperkenalkan dirimu" ucapnya lembut.


Alice pun hanya menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Gadis itu menatap kembali makanannya dan seketika teringat sesuatu. Ia pun kembali menatap Lola dengan penasaran,


"Nenek.. Bolehkah, aku bertanya sesuatu??" tanyanya tiba-tiba.


Lola menatap cucunya dan mengangguk sambil tersenyum lembut,


"Tentu saja sayang" jawabnya.


Alice terlihat berpikir sejenak dan kembali menatap Lola,


"Nenek.. mengapa saat aku menceritakan bagaimana pertemuanku dan Jack yang rumit dan tidak masuk akal itu.. Nenek bisa mempercayainya?? Bukankah itu terdengar sangat mustahil dan mengada-ngada??" tanyanya penasaran.


Lola seketika terdiam sejenak dan menatap Alice. Ia tersenyum pelan dan seketika beranjak dari duduknya.


Alice yang melihat reaksi Lola seketika menatap kemana neneknya itu melangkah. Lola berjalan kearah sebuah rak buku di pinggir ruangan. Ia mengambil salah satu buku dan kembali berjalan kearah meja.


Lola duduk kembali di kursinya dan memberikan buku itu pada Alice. Alice mengambil buku yang terlihat sudah usang itu sambil mengernyitkan keningnya,


"Bukankah.. ini buku yang di tulis oleh teman nenek itu??" tanyanya.


Seketika Alice pun terkejut dan menatap Lola dengan sedikit terbelalak,


"Bukankah.. nenek bilang, buku ini bercerita tentang seseorang yang bertemu belahan jiwanya saat ia koma itu??" tanyanya lagi


Lola tersenyum dan mengangguk pelan,


"Benar.." balasnya.


Alice pun terlihat masih terkejut dan menatap buku itu. Jadi.. jadi kejadian yang dialaminya dan Jack pernah dialami oleh orang lain juga?? pikirnya.


"Jadi.. jadi ini bukan hanya buku karangan semata?? Ini.. ini adalah kisah nyata.." lanjut Alice pelan.


Lola terdiam sejenak dan mengangguk pelan,


"Kau benar.. Dunia ini.. penuh dengan misteri Alice. Salah satunya adalah belahan jiwa.." ucapnya sedikit termenung.


"Kita, diciptakan dari sebagian tulang rusuk belahan jiwa kita. Bagaimanapun juga, manusia itu sudah di ciptakan berpasang-pasangan. Dan, pertemuan kita dengan pasangan kita itu adalah sebuah misteri.. Skenario Tuhan itu penuh dengan kejutan. Ada yang masuk akal dan juga tidak.." ujarnya dalam.


"Yang jelas, kita pasti akan tetap bertemu dengan pasangan kita di dunia ini.. Tetapi, anehnya.. ada yang menikah dan juga tidak... Ada yang bertahan sampai akhir.. dan ada yang tidak" lanjutnya sambil termenung.


Alice seketika terdiam mendengar ucapan sang nenek. Ia menatap ekspresi Lola yang terlihat menyimpan sesuatu di dalam hatinya. Neneknya terlihat.. sedih, pikirnya.


"Apa maksudnya?? Jika, ada yang mengalami hal seperti Jack yang mengetahui siapa belahan jiwanya.. Mengapa mereka tidak bisa sampai akhir bersama??" tanyanya penasaran.


Lola terdiam sejenak dan menatap Alice dnegan tatapan sendunya,


"Seperti yang nenek katakan tadi.. Kehidupan ini penuh dengan misteri.. Termasuk kematian.." ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mungkin mereka tidak bisa bersama karena.. kematian telah lebih dulu menghampiri salah satunya" lanjutnya dalam.


Alice pun terdiam mendengarkan ucapan sang nenek. Hatinya tiba-tiba merasa sedikit takut dan berpikiran yang tidak-tidak. Bagaimana jika dirinya dan Jack... pikirnya resah.


Gadis itu pun seketika menggeleng pelan untuk menghilangkan pikiran buruk itu.


"Ah.. mengapa nenek jadi terbawa suasana seperti ini" ucapnya mencoba tersenyum.


"Sudah, jangan dipikirkan perkataan nenek tadi. Nenek hanya melantur saja" lanjutnya terkekeh.


"Oh iya, kau akan memakai pakaian apa?? Apa perlu membeli gaun lagi hari ini??" tanya Lola mencoba mengalihkan pembicaraan.


Alice seketika terdiam sejenak dan menggeleng,


"Tidak usah, aku memakai gaun yang nenek belikan waktu itu saja. Nenek kan membelikan aku dua gaun, dan yang satunya belum aku pakai" ujarnya tersenyum pelan.


Lola pun tersenyum dan mengangguk pelan,


"Baiklah, nenek nanti akan membantumu berdandan agar terlihat semakin cantik" ujarnya terkekeh.


Alice pun hanya tersenyum menanggapi ucapan sang nenek. Pikirannya kembali teringat pada perkataan-perkataan Lola tadi tentang buku yang di pegang nya ini.


Entah mengapa, Alice merasa neneknya tengah menyembunyikan sesuatu, pikirnya dalam hati.




Setelah sarapan dan bersih-bersih. Alice pun masuk ke kamarnya dengan membawa buku yang di berikan neneknya tadi. Ia masih penasaran dengan isi buku ini, dan mengambilnya kembali tanpa sepengetahuan sang nenek.



Perlahan gadis itu pun duduk di meja belajarnya dan mulai membaca buku yang terlihat sudah usang itu.



Ia mencoba membuka beberapa lembaran, dan.. secara tidak sengaja sesuatu pun terjatuh dari lipatan salah satu halaman di buku itu.



Alice mengambil sesuatu yang terjatuh dan melihat sebuah foto lama sepasang pria dan wanita yang terlihat saling merangkul dan tersenyum kearah kamera.



Foto itu benar-benar sudah lama dan terlihat sedikit buram. Alice mencoba menilik foto itu dan memperhatikan kedua orang di dalam foto itu.



Tunggu, bukankah foto perempuan ini adalah foto neneknya saat masih muda?? pikirnya.



Iya! Alice yakin itu adalah foto sang nenek!!



Lalu, ia pun beralih menatap foto pria yang sedang merangkul neneknya itu.


Foto siapa ini?? pikirnya.


Apakah ini foto kakeknya?? pikir Alice ragu.



Ia menelisik foto pria itu dan menggeleng pelan. Bukan.. Itu bukan foto kakeknya. Dulu ayahnya pernah memperlihatkan foto kakeknya dan Alice yakin di dalam foto ini bukanlah foto kakeknya.



Lalu.. foto siapa ini??


Mengapa foto ini ada dalam buku yang di buat temannya nenek?? pikirnya.



Alice pun mencoba melihat lembaran terakhir buku itu dan melihat nama sang nenek yang tercantum disana.



Mengapa nama sang nenek yang berada di buku ini?? pikirnya lagi.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍