
Alice mengarahkan pandangannya pada luar jendela dan melihat jalanan yang terlihat begitu indah dengan di kelilingi bunga-bunga di sepanjang jalan.
Setelah perjalanan yang lumayan jauh, gadis itu pun seketika menatap kearah Jack dengan penasaran,
"Sebenarnya.. Kita mau kemana??" tanya Alice pada Jack.
Jack tersenyum pelan dan menatap Alice dengan tatapan lembutnya,
"Nanti kau akan tau.. Sebentar lagi kita akan sampai" jawabnya.
Alice akhirnya hanya mengangguk pelan dan menunggu kemanakah sebenarnya Jack akan membawanya..
Mobil Jack melaju melewati jalanan yang terlihat begitu indah dengan di penuhi bunga-bunga yang berwarna-warni.
Alice menelisik jalanan di depannya dan melihat jalanan di sekitarnya terlihat sepi. Sepanjang mereka memasuki jalanan yang indah ini, ia belum melihat ada kendaraan lain selain mobil Jack.
Mengapa tempat indah seperti ini begitu sepi?? pikir Alice tidak mengerti.
Mobil Jack semakin melaju melewati bukit-bukit yang di penuhi dengan bunga-bunga itu. Lalu, Jack pun membelokkan mobilnya ke arah jalan kecil menuju sisi bukit di sebelah kanan.
Jack pun memberhentikan mobilnya dan menatap kearah Alice dengan senyuman lembutnya,
"Kita sudah sampai" ucapnya.
Alice mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan sedikit bingung. Jack pun melepaskan sabuk pengamannya dan lekas keluar.
Dengan segera ia berlari kearah samping pintu Alice dan membukakannya untuk gadis itu.
"Ayo kita turun" ucapnya pada Alice sambil membukakan sabuk pengaman gadis itu.
Alice dengan segera keluar dari dalam mobil dan langsung mengarahkan pandangannya ke sekitar..
Gadis itu seketika terbelalak melihat pemandangan di depannya..
Saat ini mereka tepat berada di atas bukit yang di penuhi dengan berbagai macam bunga berwarna-warni. Dan, di sebelah kiri bukit itu terlihat lautan biru yang membentang luas dari atas sini.
Semua pemandangan ini terlihat begitu indah dan tidak nyata..
Alice bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sejak tadi bahkan tidak mengedipkan matanya sama sekali melihat pemandangan itu..
Jack tersenyum melihat ekspresi wajah kekasihnya yang sangat menggemaskan itu. Ia menatap Alice lembut sambil mengaitkan jarinya pada jari Alice,
"Kau suka??" tanya Jack dalam.
Alice seketika mengalihkan pandangannya pada Jack dan mengangguk sambil tersenyum haru,
"Ini sangat indah.." jawabnya pelan.
Jack pun tersenyum dan menyentuh rambut Alice yang berterbangan karena angin,
"Syukurlah kau menyukainya" ucap Jack bahagia.
Pria itu semakin mengeratkan tautan jarinya di jemari Alice,
"Mau berkeliling??" tanyanya lagi.
Alice pun menatap Jack dan mengangguk sambil tersenyum dengan tidak sabar. Pria itu pun mengecup tangan Alice dan menuntunnya untuk berjalan bersama.
Sepasang kekasih itu terlihat mulai melangkah menelusuri bukit bunga warna-warni itu..
Tatapan kagum Alice tidak pernah lepas dari pemandangan di sekitarnya. Semua yang ada di sekitarnya terlihat begitu indah dengan berbagai warna..
Bahkan Alice merasa dirinya tengah berada di negri dongeng..
"Tempat apa ini??" tanya Alice di sela-sela perjalanan mereka.
Jack menatap kekasihnya itu dan tersenyum lembut,
"Aku.. menamakan tempat ini dengan sebutan 'Merveilles' atau keajaiban" jawab Jack.
Alice seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jack,
"Kau pernah kemari sebelumnya??" tanya Alice penasaran.
Jack pun tersenyum dan mengangguk pelan. Pria itu memandang pemandangan di depannya yang mengarah langsung pada lautan lepas yang terlihat dari ketinggian bukit bunga ini,
"Tempat ini, adalah tempat persembunyianku saat aku di sekolah menengah pertama dulu" ujar Jack pelan.
"Dulu.. Aku pernah lari dari rumah dengan menggunakan sepeda motor. Aku terus melaju entah kemana selama berjam-jam saat itu.. Dan, entah mengapa aku akhirnya bisa sampai ke tempat ini" lanjutnya.
"Sejak saat itu, jika aku ingin menenangkan pikiranku, maka aku akan pergi ke tempat ini" ucap Jack sambil menatap Alice.
Alice pun menatap kearah Jack dan tersenyum pelan,
"Tempat ini sangat indah.." ucapnya pelan.
Mereka berdua pun kembali melangkah bersama menelusuri tempat itu..
~
Setelah beberapa lama, akhirnya Jack dan Alice pun duduk di salah satu kursi yang berada di bawah pohon yang menghadap langsung kearah laut..
Jack menatap wajah Alice dari samping dan tersenyum pelan. Tiba-tiba ia pun menatap posisi duduk Alice dan langsung merebahkan kepalanya di paha sang kekasih.
GREP!!
Alice yang terkejut seketika membeku melihat Jack yang meletakkan kepalanya di atas pahanya.
Jack tersenyum menatap wajah Alice dan menutup matanya. Alice yang melihat hal itu hanya dapat menghela nafasnya dan tersenyum pelan.
Perlahan tangan gadis itu terangkat dengan ragu.. Lalu Alice pun meletakkan tangannya di atas kepala Jack dan mengelusnya dengan lembut.
Jack yang merasakan sentuhan lembut itu seketika kembali membuka matanya dan menatap Alice dalam. Hembusan angin membuat rambut tergerai Alice menari-nari dengan begitu indah..
Jack meraih tangan Alice di kepalanya dan mengecupnya lembut,
"Aku ingin waktu berhenti untuk saat ini, agar aku bisa terus bersamamu seperti ini, untuk waktu yang lama.." ucap Jack dalam.
Alice terdiam menatap tatapan Jack dan perlahan tersenyum lembut..
Gadis itu mencoba mengalihkan tatapannya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. Ia mengatur nafasnya pelan sambil menatap kearah pemandangan di sekitarnya.
"O iya.. Tempat ini terlihat begitu sepi.. Dan, selama perjalanan kemari pun tidak ada satu kendaraan yang mengarah ke tempat ini. Bukankah aneh tempat sebagus dan seindah ini, orang lain tidak mengetahuinya??" tanya Alice tiba-tiba.
Jack yang mendengar pertanyaan Alice seketika tersenyum pelan,
"Orang lain tidak akan ada yang datang kemari.." jawabnya yang membuat Alice langsung mengernyitkan keningnya.
"Kenapa??" tanyanya penasaran.
Jack terdiam sejenak sambil menatap wajah Alice,
"Karena.. Aku telah membeli tanah di sekitar sini" jawab Jack yang membuat Alice terkejut.
"Kau.. Membelinya??" tanyanya lagi memastikan.
Jack pun mengangguk pelan,
"Iya.. Aku membelinya belum lama ini, setelah aku sehat, aku sempat kemari lagi dan memutuskan untuk membeli tempat ini" ucapnya.
"Tidak ada yang tau tempat pribadiku ini. Kau adalah orang pertama yang mengetahui tentang hal ini" lanjutnya menatap Alice dalam.
Alice menatap Jack dan kembali mengusap rambut pria itu dengan lembut. Jack pun kembali menutup matanya menikmati sentuhan lembut tangan Alice di kepalanya,
"Kenapa.. Kau mengajakku ke tempat ini??" tanya Alice pelan.
Jack tersenyum pelan dengan matanya yang masih tertutup,
"Aku.. Hanya membawa calon istriku ke tempat pribadiku ini. Kelak.. Kita akan membangun rumah idaman kita disini" ucap Jack dengan nada seriusnya.
DEG!!
Alice seketika terdiam mendengar ucapan Jack. Pria ini, berbicara seolah perkataannya itu akan terjadi.
Alice merasakan jantungnya berdegup membayangkan itu semua.
Tetapi...
Entah mengapa ada sedikit keraguan di dalam hatinya. Apakah.. Suatu saat nanti mereka akan benar-benar menikah?? pikirnya.
Jack membuka matanya dan mengusap pipi Alice dengan lembut,
"Ada satu alasan lagi, yang membuatku membawamu kemari.." ucapnya pelan.
Alice seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jack,
"Apa??" tanya Alice penasaran.
Jack terdiam sejenak dan tersenyum,
"Karena.. Hari ini... Adalah hari ulang tahunku" ucap Jack lagi yang membuat Alice seketika terbelalak.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁