Mysterious Man

Mysterious Man
Compare



"Satu-satunya istri idamanku.. ada disini" ucapnya menatap Alice lembut.


Alice seketika mematung di tempatnya dan terlihat sedikit salah tingkah. Miranda terlihat sedang menahan kekesalannya. Sedangkan Jessica, wanita itu tengah menunduk dan merasakan hatinya begitu sakit mendengar ucapan Jack barusan.


Jessica mencengkram garpunya dengan kuat dan mencoba menenangkan dirinya.


Wanita itu seketika mengangkat kembali wajahnya untuk menatap Jack dan juga Alice yang berada di depannya,


"Kalian benar-benar romantis sekali" ucapnya tiba-tiba yang membuat semua pandangan langsung tertuju padanya termasuk Miranda yang terlihat sedikit terkejut.


"Apa maksudmu Jessica??" tanya Miranda tidak suka.


Jessica pun menatap kearah Miranda dan tersenyum lembut,


"Tidak apa-apa Bibi.. Bibi tidak perlu membanding-bandingkan lagi aku dan Alice. Aku.. sudah mulai menerima keadaan sekarang" ucapnya terhenti sejenak sambil menatap kearah Jack dan juga Alice.


"Seperti yang sudah ku katakan pada Jack sebelumnya.. Aku sudah mulai belajar menerima berakhirnya hubunganku dan juga Jack. Aku.. juga sudah merasa lebih baik dengan keadaan ini sekarang" lanjutnya.


"Aku ingin hubunganku dan Jack terus berjalan dengan baik sekarang sebagai teman. Begitu juga dengan Alice.." ucapnya sambil menatap Jack dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Jadi, kuharap tidak ada yang salah paham lagi. Kedatanganku malam ini juga sebagai tanda ucapan selamatku untuk hubungan Jack dan juga Alice" lanjutnya pelan.


Jack menatap Jessica dan hanya terdiam sambil mencoba menelisik kejujuran dari raut wajah wanita di depannya itu. Dia berharap Jessica benar bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Baguslah.. Paman sangat senang mendengarnya" sahut Tom tersenyum, sedangkan Miranda hanya terdiam dengan tatapan sinisnya.


Jessica pun tersenyum dan mengambil gelasnya,


"Jadi, bagaimana kalau kita bersulang untuk merayakan ini semua??" tanyanya sambil mengangkat gelas.


Jack dan Alice masih terdiam dan terlihat sedikit ragu untuk mengangkat gelas mereka. Sedangkan Miranda terlihat sangat enggan untuk melakukannya.


Tom pun dengan segera mengambil gelasnya dan tersenyum pada Jessica,


"Bersulang" ucapnya sambil melirik kearah Jack dan Alice dengan memberikan isyarat untuk mereka segera mengangkat gelasnya.


Alice pun perlahan meraih gelasnya dan mengikuti perkataan Tom, lalu disusul oleh Jack. Tom melirik pada istrinya yang terlihat tidak menghiraukan perkataannya dan memilih kembali memotong steak nya.


Tom pun menghela nafasnya lalu bersulang bersama Jack, Alice dan juga Jessica,


"Cheers!!!" ucapnya.


TING!!


Setelah itu mereka pun meminum minuman mereka. Jessica terlihat memasang senyumannya sambil melirik kearah Miranda yang tidak peduli dengan sekitarnya.


-


Setelah mereka makan makanan utama, sekarang saatnya makanan penutup.


Tom menatap kearah Jack yang terlihat tengah mengambilkan beberapa dessert untuk Alice. Ia tersenyum pelan dan berdehem pelan,


"Oh iya, jika boleh tau, kapan dan dimana kalian pertama kali bertemu??" tanya Tom pada Jack dan juga Alice.


Jessica yang mendengar pertanyaan itu seketika terdiam dan melirik kearah dua pasangan di depannya itu. Ia juga sedikit penasaran tentang dimana dan kapan mereka berdua bertemu.


Tapi, tentu saja keduanya baru bertemu setelah Jack sadar dari koma nya. Dan, mungkin pada saat itu lah, Alice tertarik pada Jack dan mulai merayunya, pikir Jessica menahan kekesalannya.


Jack terdiam sejenak dan menatap kearah Alice yang juga terlihat tengah menatapnya. Pria itu tersenyum lembut dan menyentuh tangan Alice,


"Mungkin, menurut ayah jawabanku ini sangat mengada-ngada.. Tapi, aku mengatakan yang sejujurnya.." ujarnya terdiam sejenak.


"Aku, dan Alice bertemu saat aku masih koma" jawab Jack yang membuat Tom, Jessica dan Miranda mengernyitkan kening mereka.


Miranda tersenyum sinis dan menatap Jack dengan tatapan mencemoohnya,


"Maksudmu, kau bertemu dengannya saat kau tak sadarkan diri?? Di dalam mimpimu?? Huh.. yang benar saja Jack! Sungguh tidak masuk akal.." sindir Miranda.


Jack menatap sang ibu dengan tatapan seriusnya,


"Terserah ibu mau percaya atau tidak. Tapi, yang jelas aku bertemu dengannya saat aku masih tak sadarkan diri.. Dan, itu bukanlah sebuah mimpi" balas Jack serius.


"Dan.. asal ibu tau, karena Alice lah.. aku akhirnya bisa kembali bangun dari koma ku" lanjutnya.


"Sungguh dongeng yang konyol" sindirnya.


Jessica hanya terdiam dan menyetujui ucapan Miranda di dalam hatinya. Perkataan Jack tadi benar-benar tidak masuk akal. Mengapa pria itu harus berbohong menceritakan pertemuannya dan Alice?? pikirnya.


Apakah ia tidak mau orang-orang mengetahui bahwa memang ia berselingkuh dengan Alice di belakangnya??


Alice hanya terdiam dan menunduk mendengar ucapan Miranda. Seharusnya Jack tidak perlu menceritakan hal itu, karena pasti orang lain akan mengira hal itu tidak masuk akal dan mengada-ngada.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak" timpal Jack dengan wajah dinginnya.


Tom pun terdiam sejenak dan tersenyum pada Jack sambil mengangguk pelan. Walaupun dirinya juga tidak begitu percaya, tetapi Tom mencoba memahami jawaban Jack.


Lagipula ia tidak pernah merasakan koma seperti Jack. Ia pernah mengingat sebuah cerita, bahwa orang koma itu seperti hidup di tengah-tengah kehidupan dan kematian. Dan ia tidak tau apa saja yang telah mereka lalui. Jadi, Tom memilih percaya dengan ucapan Jack, karena pria itu tidak akan pernah berbohong..


"Ayah percaya" jawab Tom sambil tersenyum kearah Jack.


Jack pun menatap sang ayah dan menghela nafasnya pelan.


Setelah itu suasana pun hening untuk beberapa saat. Mereka semua melanjutkan makan mereka sambil kembali mengobrol ringan.


Miranda terlihat terus berbicara dengan Jessica dan mengabaikan Alice. Bahkan, wanita paruh baya itu tidak melirik kearahnya sedikit pun.


Alice yang merasakan hal itu hanya terdiam dan mencoba untuk tidak memikirnya. Ia tau, ibu Jack masih belum menerima dirinya sebagai kekasih Jack.


"Jadi.. Kau berencana akan melanjutkan kuliah S3 mu??" tanya Miranda lagi pada Jessica.


Jessica pun tersenyum sambil mengangguk,


"Iya Bibi, jika tidak ada halangan maka aku akan melanjutkan kuliah secepatnya" jawabnya.


Tom pun tersenyum mendengar jawaban Jessica,


"Akan melanjutkan kuliah kemana??" tanya Tom.


Jessica terlihat berpikir dan tersenyum pada Tom,


"Mungkin.. ke luar negri" jawabnya.


Miranda pun menyentuh tangan Jessica dan tersenyum bangga,


"Kau memang benar-benar wanita cerdas, Bibi akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu" ucapnya.


Alice hanya menunduk pelan mendengar percakapan Miranda dan Jessica. Jack yang menyadari hal itu seketika menggenggam tangan Alice dan tersenyum kearahnya.


Alice pun membalas senyuman Jack dan membalas genggaman tangan pria itu.


Ia pun menatap sepotong kue di depannya dan hendak memberikannya pada Jack. Namun, sebelum gadis itu menawarkannya pada Jack, seketika suara Jessica pun menghentikannya,


"Jangan berikan kue itu pada Jack!!" cegahnya tiba-tiba yang membuat semua pandangan langsung tertuju padanya termasuk Alice yang terlihat cukup terkejut.


Gadis itu pun menatap Jessica dengan kening yang berkerut,


"Jack alergi dengan kacang, jadi.. jangan berikan kue itu karena di dalamnya ada selai kacang" ucap Jessica yang membuat Alice terdiam seketika.


Miranda menatap kearah Alice yang terdiam dan berpaling tersenyum kearah Jessica,


"Kau benar.. Jack alergi kacang. Kau memang paling tau apa yang disukai dan tidak disukai oleh Jack" puji Miranda pada Jessica sambil mendelik pelan kearah Alice.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍