Mysterious Man

Mysterious Man
Savoir



Pagi ini Alice terlihat tengah berkutat dengan komputernya. Hari ini tugasnya cukup banyak dan ia harus membereskannya sore ini.


Alice cukup di percaya oleh atasan di bagian manajemen untuk mengurus beberala laporan penting. Walaupun setelahnya hasil laporan Alice kembali di periksa, tetapi sejauh ini hasilnya selalu memuaskan.


Jack juga memuji keterampilannya dan selalu menyuruh bawahannya untuk mempercayakan beberapa laporan perusahaan pada Alice.


Sudah hampir 2 minggu ia menjadi mahasiswa magang di Perusahaan Switzer. Dan, Alice merasa sudah cukup nyaman bekerja disini..


Saat gadis itu tengah fokus mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka dan memperlihatkan Jessica yang masuk ke dalam.


Jessica menatap gadis itu cukup lama dan mulai melangkah mendekatinya,


"Apa kau sibuk??" tanya Jessica tiba-tiba yang membuat Alice sedikit terkejut.


Gadis itu menatap Jessica yang tersenyum pelan kearahnya dan menghela nafasnya pelan,


"Tidak juga" jawab Alice.


Jessica mengangguk pelan dan memberikan sesuatu pada Alice,


"Aku datang kemari untuk memberikan ini" ucapnya sambil memberikan sebuah undangan pada gadis itu.


Alice mengambil undangan itu dan menatap Jessica dengan penasaran,


"Itu undangan ulang tahun pernikahan orang tua ku yang akan di adakan besok lusa" ujarnya menjelaskan.


Alice pun seketika memperhatikan undangan itu dan terdiam sejenak,


"Sebenarnya tadi aku ingin memberikan undangan ini pada Jack. Tapi, sepertinya dia sedang meeting dan tidak ada di ruangannya, jadi aku memberikannya padamu" ucapnya pelan.


Alice membaca undangan yang di tunjukkan untuk Jack itu dan terdiam sejenak. Jessica yang melihat kebingungan Alice pun kembali menjelaskan,


"Itu memang untuk Jack.. Tapi, tentu saja Jack akan mengajakmu bukan?? Jadi, aku titipkan saja padamu" ucap Jessica lagi.


Alice pun mengangguk pelan,


"Aku akan memberikannya pada Jack nanti" balasnya pelan.


Jessica pun tersenyum tipis dan mengangguk. Ia terdiam sejenak dan kembali bersuara,


"Oh iya.. Maaf atas kejadian malam kemarin saat di rumah Jack. Seharusnya aku tidak datang dan membuat sedikit kekacauan" ujarnya tiba-tiba.


Alice menatap wanita itu dan menggeleng pelan,


"Tidak perlu meminta maaf.. Lagipula, tentu ibu Jack yang mengundangmu langsung" balasnya datar.


Jessica pun mengangguk,


"Benar, Bibi yang mengundangku langsung" sahutnya dengan nada yang penuh percaya diri.


"Maaf ya atas perilaku Bibi padamu.. Ia secara tidak langsung selalu membandingkan aku denganmu. Mungkin, dia belum bisa menerimamu.. Kuharap kau mengerti perasaannya" ujarnya dengan perasaan yang sedikit puas.


Alice terdiam sejenak mendengar ucapan Jessica dan tersenyum pelan,


"Tidak apa-apa.. Aku mengerti" jawab Alice santai.


Jessica pun menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit di artikan dan tersenyum pelan,


"Baiklah, kau bisa lanjutkan pekerjaanmu. Aku akan kembali ke ruanganku" ujarnya berpamitan.


Jessica pun membalikkan tubuhnya dan hendak melangkah kearah pintu, namun sebelum keluar ia kembali membalikkan tubuhnya pada Alice dan memasang senyumannya,


"Kau harus ikut ke pesta itu ya" ucapnya.


Alice hanya terdiam dan mengangguk pelan. Setelah itu Jessica pun membalikkan kembali tubuhnya dan keluar dari ruangan itu dengan senyuman yang telah menghilang di gantikan dengan tatapan tajamnya.




Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Alice terlihat keluar dari ruangannya sambil membawa undangan yang di berikan Jessica tadi. Ia berencana untuk pergi ke ruangan Jack dan memberikan undangan ini padanya.



Namun, saat berada di koridor, Alice tidak sengaja berpapasan dengan Martin.



Martin tersenyum pada Alice dan menghampirinya,



"Hai Alice.. Kau mau makan siang??" tanyanya tersenyum ramah.



Alice terdiam sejenak dan mengangguk pelan,



"Iya, tapi aku ada urusan dulu" jawabnya datar.



Martin menatap sesuatu di tangan Alice dan mengangguk pelan,



"Oh begitu.. Kukira kita bisa makan siang bersama" ucapnya pelan sambil menggaruk tengkuknya.



Alice menatap pria itu dan hanya terdiam. Sepertinya di kantor ini hanya Martin satu-satunya yang tidak mengetahui hubungan Alice dan Jack. Pria itu memang tidak terlalu suka dengan gosip dan bukan tipikal pria yang ingin tau.



Alice menatap Martin dan hendak menjawab pertanyaannya. Namun, tiba-tiba terdengar suara berat dari seseorang yang tidak asing di telinga Alice,



"Jangan pernah berani-berani mengajak kekasihku makan siang bersamamu!!" desisnya tajam.



Martin yang terkejut seketika membalikkan tubuhnya dan terbelalak saat melihat Jack yang sudah berada tepat di belakang tubuhnya,



"Tu.. Tuan Jack" ucapnya dan menunduk pelan.



Jack menatap Martin dengan tatapan super tajamnya,



"Siapa namamu?? Apa kau anak magang baru??" tanyanya sinis.



Martin menunduk pelan dan mengangguk,




Jack menghela nafasnya kasar dan hendak mengeluarkan kata-kata andalan yang super tajamnya untuk memecat Martin. Namun, sebelum pria itu mengeluarkan suara, seketika Alice pun menghalanginya,



"Ekhem.. Tuan, jangan membuatnya takut. Dia hanya bercanda dan tidak tau apa-apa" ucap Alice dengan tatapan yang memohon pada Jack.



Jack seketika menatap kekasihnya itu dan terlihat cemburu saat Alice membela pria di belakangnya. Tidak tau apa-apa?? Apa maksudnya?? pikir Jack sebal.



Martin terlihat menatap Jack yang masih menatap tajam kearahnya dan kembali menunduk. Pria itu benar-benar seram! pikirnya.



Jack menghela nafasnya dan mendekati Alice. Ia meraih tangan gadis itu dan membawanya ke sisi tubuhnya sambil menatap tajam pada Martin.



Martin seketika mengernyitkan keningnya saat melihat tindakan Jack yang menggenggam tangan Alice itu,



"Kau setidaknya harus mencari informasi tentang Boss mu disini!" ujarnya tajam.



Martin kembali menunduk dan masih terlihat bingung dengan kata-kata Jack,



"Biar ku beritahu kau.. Alice ini adalah kekasihku! Calon istriku! Jadi.. Jangan berani-beraninya kau mendekati dia apalagi mencoba untuk mengajaknya makan bersama! Kau paham??" ucapnya dengan tatapan yang super tajam.



Martin terlihat terbelalak dan menatap kearah Alice dan Jack secara bergantian, lalu.. kearah tangan mereka yang saling menggenggam.



'Sial! Mengapa ia tidak tau hal penting seperti ini?? Kemana saja kau Martin??' gerutunya dalam hati.



Martin pun dengan segera membungkukkan badannya kearah Jack dengan dalam,



"Maaf Tuan.. Maaf atas ketidaktahuanku. Aku benar-benar baru mengetahuinya" ucapnya sambil membungkuk berulang kali.



"Aku juga hanya menganggap Alice sebagai teman satu universitas, tidak lebih.." lanjutnya lagi mencoba meyakinkan Jack walaupun ia berbohong.



Tentu saja ia awalnya menyukai Alice..


Tapi, karena ia sudah tau bahwa gadis itu telah berhubungan dengan Jack. Maka tentu saja ia akan mundur. Ia tidak akan bisa bersaing dengan pria seperti Jack, pikirnya.



Jack masih menatap Martin dengan tatapan membunuhnya. Ia tau pria itu pasti berbohong. Jelas pria itu pasti menyukai kekasihnya, pikirnya marah.



Alice menyentuh tangan Jack dan memberikan isyarat pada pria itu untuk memaafkan Martin.



Dan, tentu saja Jack tidak bisa menolak permintaan kekasihnya itu. Ia pun menghela nafasnya dan menatap Martin,



"Kali ini aku maafkan.. Anggap saja kau beruntung!" ucapnya tajam.



"Jika aku melihatmu mendekati Alice lagi, maka aku tidak akan segan-segan mengusir mu dari perusahaan ku!!" ancamnya.



"Baik Tuan" jawab Martin takut.



Jack pun membalikkan tubuhnya dan membawa Alice pergi dari tempat itu.



Martin yang masih membungkuk pun seketika mulai menegakkan tubuhnya saat melihat Jack dan Alice yang sudah pergi.



Pria itu menghela nafasnya dan mengusap dadanya pelan,



"Dia benar-benar menyeramkan.." ucapnya pelan.



"Jika saja aku sepadan dengannya, maka tentu saja aku tidak mau kalah" bisiknya lagi.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍