Mysterious Man

Mysterious Man
Evil Trap



BRUK!!


"Akh!! Maaf" ucap seseorang itu yang tidak lain adalah Jessica.


Jack kembali menyentuh keningnya dan mengambil handphonenya tanpa melirik kearah Jessica.


Jessica menatap Jack dengan khawatir,


"Jack, ada apa?? Kenapa kau berkeringat?? Apa kau baik-baik saja??" tanyanya sambil menyentuh tangan Jack.


Jack seketika merasakan suatu gejolak di dalam tubuhnya saat tangan Jessica menyentuh kulit tangannya.


Namun, dengan cepat pria itu menepis tangan Jessica sambil mengatur nafasnya yang semakin memburu,


"Jangan sentuh aku!!" ujar Jack tajam.


Jack menegakkan tubuhnya dan mencoba kembali membuka handphonenya untuk menghubungi seseorang. Namun, kepalanya terasa semakin pening dan Jack merasa sekujur tubuhnya semakin panas,


"Argh!" rintihnya pelan.


Jessica dengan cepat merebut handphone pria itu dan menatapnya dengan khawatir,


"Apa yang ingin kau lakukan Jack?? Kau terlihat tidak baik-baik saja!" ujarnya berpura-pura cemas.


Jessica pun kembali menyentuh tangan Jack,


"Aku akan mengantarmu pulang. Kau tidak bisa mengemudi dengan keadaan seperti ini!" ucapnya lagi.


Jack menepis kembali tangan Jessica dan menatapnya tajam sambil menahan sakit di kepalanya,


"Lepaskan! Aku akan menyuruh Morgan kemari!" ucapnya menolak dengan keras.


Jessica tidak habis akal dan kembali menahan tangan Jack yang mencoba menghubungi Morgan,


"Kau akan menunggunya berapa lama disini untuk menjemputmu?? Kau terlihat tidak baik-baik saja Jack! Biar aku yang mengantarmu pulang" ucapnya meyakinkan.


"Apa kau tidak percaya padaku?? Bukankah kita sekarang seorang teman??" tanyanya dengan tatapan sedih.


Jack tidak menghiraukan ucapan Jessica dan menyentuh kepalanya yang semakin terasa sakit. Bahkan ia merasa tatapan matanya mulai sedikit menggelap dan berat. Tubuhnya pun terasa semakin panas..


Jessica mengambil kunci mobil Jack dan mencoba membopong tubuh pria itu,


"Sudah!! jangan membantah lagi Jack! Aku akan mengantarmu pulang! Jangan berpikir yang macam-macam karena aku hanya ingin menolong mu" ujarnya tegas.


Jack mencoba untuk menepis kembali tangan Jessica namun kepalanya semakin sakit dan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun pasrah saat Jessica menuntunnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Setelah mendudukkan Jack di kursi, Jessica pun beralih ke kursi kemudi dengan senyuman penuh arti. Ia pun menyalakan mobil dan melaju pergi.


~


Selama di perjalanan Jack terlihat semakin resah dengan tubuh yang berkeringat. Pria itu mencoba melonggarkan kerah kemejanya dan menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dengan resah.


Jessica melirik pria itu sekilas dan mencoba melajukan mobil Jack menuju lokasi yang telah di siapkan Miranda,


"Antar aku ke apartemenku!" ucap Jack tiba-tiba dengan suara yang serak.


Jessica terlihat terdiam sejenak dan menatap Jack sambil mengangguk pelan,


"Iya" jawabnya.


Wanita itu seketika berubah pikiran dan menuruti perintah Jack untuk membawanya ke apartemen pria itu. Sepertinya akan lebih baik jika ia melakukannya di apartemen Jack agar pria itu tidak curiga dengannya.


Ia pun mempercepat laju mobilnya menuju apartemen Jack..



Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mobil Jack pun telah sampai di apartemennya. Jack terlihat langsung membuka pintu mobilnya untuk keluar dengan terburu-buru.



Jessica dengan segera turun dan mencoba menuntun Jack kembali,



"Aku akan mengantarmu sampai kamar" ucap Jessica mencoba menuntun Jack kembali.



Namun Jack dengan cepat menepis tangan wanita itu,



"Pergilah! A.. Aku bisa sendiri. Kau pulanglah dengan mobilku" ucap Jack dengan suara yang yang bergetar.



Jack hendak berjalan sendiri, namun ia kembali merasakan denyut hebat di kepalanya. Ia pun merintih dan terlihat hampir terjatuh. Namun, dengan sigap Jessica menahan pria itu dan membopongnya,



"Jangan keras kepala Jack!! Aku akan mengantarmu sampai kamarmu" ujarnya lalu menuntun Jack untuk segera masuk ke apartemennya.



Tanpa Jack sadari, handphone pria itu yang sebelumnya telah membuka kontak, tanpa sengaja tersenggol dan menekan nomor milik seseorang..



Jessica menuntun Jack sampai di depan pintu kamar pria itu. Jack mencoba melepaskan tangan Jessica dan menatapnya dengan tatapan yang menahan gejolak aneh di dalam tubuhnya,



"Pergilah! Aku bisa berjalan sendiri!" desis Jack.



Ia pun menekan beberapa nomor kata sandi di pintunya dan bergegas masuk..




CKLEK!!



Pintu kembali tertutup dan dengan segera Jack membuka seluruh kancing kemejanya karena rasa panas di tubuhnya yang tak tertahankan.



Ia mengerang pelan dengan tubuh yang telah basah oleh keringat. Tubuh depan Jack yang sempurna pun terekspos.



Pria itu lalu membuka kemejanya dan mencoba untuk mengendalikan dirinya, tanpa menyadari bahwa di belakangnya ada Jessica yang tengah berdiri memandangi tubuh Jack yang terlihat sangat sempurna.



Lalu dengan cepat, wanita itu pun mendekati Jack dan memeluk tubuh pria itu dari belakang,



GREP!!



"Jack.. Aku tau apa yang kau butuhkan.." bisik Jessica dengan suara dalamnya.



DEG!!



Seketika Jack pun terkejut saat merasakan sentuhan tangan Jessica di tubuhnya. Bahkan bagian atas wanita itu menempel sempurna di punggung polosnya.



Jack mengerang keras saat merasakan gejolak yang semakin membuncah di dalam tubuhnya saat merasakan sentuhan Jessica,



"Biarkan aku.. Meredakan rasa sakit dan panasmu ini dengan sentuhanku.." bisik Jessica lagi sambil mengecup punggung polos Jack.



Alice tengah berada di dalam kamarnya sambil membaca sebuah buku..


Pikiran gadis itu seketika kembali teringat dengan ucapan neneknya yang mengatakan bahwa orang tuanya kemungkinan akan berkunjung untuk menemuinya dalam waktu dekat.


Alice menutup matanya pelan dan menghela nafasnya. Ia bukannya tidak senang dengan kedatangan orang tuanya. Namun, ia merasa belum siap bertemu dengan mereka..


Hubungan dirinya dan kedua orang tuanya sangatlah tidak baik selama beberapa tahun terakhir. Ia dan orang tuanya jarang bertemu dan mengobrol.


Alice selalu berusaha menghindari mereka. Dan, setiap ibu atau ayahnya menghubungi Lola dan ingin berbicara dengannya, Alice selalu menolak..


Gadis itu menutup bukunya cukup keras dan menghela nafasnya. Alice menyimpan bukunya di atas meja kecil di samping tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya untuk segera tidur.


Namun, saat gadis itu hendak menutup matanya, tiba-tiba handphonenya bergetar..


Alice kembali duduk dan mengambil handphonenya yang berada di atas meja. Seketika ia pun mengernyitkan keningnya saat melihat panggilan dari Jack.


'Mengapa pria itu menelponnya selarut ini??' pikir Alice.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam. Apa pria itu tidak bisa tidur?? pikirnya lagi.


Alice pun mengangkat panggilannya,


"Halo" ucap Alice.


Tidak terdengar suara Jack dari balik sana. Alice menatap handphonenya dan memastikan kembali bahwa memang benar Jack yang menghubunginya.


Lalu Alice kembali menempelkan handphonenya di telinga,


"Halo Jack??" ucap Alice lagi.


Ia menunggu beberapa detik dan tidak ada balasan dari balik sana. Alice pun menghela nafasnya pelan, mungkin Jack tidak sengaja menekan panggilan di handphonenya, pikirnya.


Dan, saat Alice hendak mematikan panggilan itu..


Tiba-tiba ia mendengar suara decapan dan suara-suara aneh dari balik sana.


("Ah.. Aku mencintaimu Jack..") desah suara wanita di balik sana.


DEG!!


Seketika jantung Alice pun berdegup dengan kencang. Gadis itu menatap kembali nama Jack di layar handphonenya sambil menyentuh dadanya yang berdebar.


'Siapa.. Suara siapa ini??' pikir Alice dalam hatinya dengan jantung yang berdebar.


Bersambung...


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍