
Jack membawa Alice masuk ke dalam lift khusus miliknya untuk menaiki ruangannya yang berada di lantai paling atas. Alice sedikit menahan tangan Jack untuk berhenti sejenak,
"Jack, berkas-berkas itu.." ucapnya terputus saat Jack menatapnya dengan lembut.
"Lupakan berkas-berkas itu" ucapnya yang masih terbawa emosi.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan Jack dan dengan segera pria itu mengunci pintunya.
Jack menatap Alice dan langsung menyentuh pipi gadis itu dengan khawatir,
"Apa kau demam??" tanyanya lembut.
Jack menyentuh kening Alice dan menatap gadis itu dalam,
"Kau terlihat pucat, apa kau sudah makan??" tanyanya lagi khawatir.
Alice menatap wajah khawatir Jack dan menggeleng pelan,
"Tidak, aku tidak demam. Aku.. hanya kelelahan" jawabnya pelan.
Jack seketika menakup wajah Alice dengan lembut,
"Pekerjaan apa yang kau lakukan sampai membuatmu kelelahan seperti ini??" tanyanya lagi.
Alice terdiam sejenak dan menunduk pelan,
"Aku.. hanya menyusun beberapa berkas lama" jawabnya pelan.
Seketika Jack mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Alice,
"Menyusun berkas lama?? Siapa yang menyuruhmu melakukan pekerjaan itu??" tanyanya sedikit kesal.
Alice menatap pria itu dan terdiam sejenak,
"Apakah Jessica yang menyuruhmu melakukan pekerjaan itu??" tanya Jack menebak.
Pria itu pun menghela nafasnya pelan. Sepertinya, Jessica menyangkutkan masalah pribadi di dalam pekerjaannya. Ia pun kembali menatap Alice dan mengusap pelan pipi gadis itu,
"Sudah.. Kau tidak usah mengkhawatirkan pekerjaanmu lagi" ucapnya lembut.
Alice terdiam sejenak dan menatap Jack dengan sedikit ragu,
"Jack... Aku.. Aku lapar" ucapnya yang membuat Jack seketika menatapnya dengan gemas.
Pria itu tersenyum lembut dan mencubit lembut pipi kekasihnya itu,
"Jangan membuat ekspresi seperti itu.. Kau membuatku merasa 'lapar' juga" balas Jack penuh arti.
Sedangkan Alice hanya menatap pria itu dengan tatapan polosnya. Jack pun tertawa pelan dan mengusap rambut Alice dengan lembut,
"Baiklah.. Aku akan memesankan makanan untukmu. Kita makan bersama-sama disini.. Kebetulan, aku juga belum makan siang" ujarnya.
Jack pun menelpon Morgan dan memerintahkan bawahannya itu untuk memesankan makanan untuknya dan juga Alice.
Saat ini Alice dan Jack terlihat tengah makan bersama di ruangan Jack..
Pria itu menatap Alice yang terlihat lahap memakan makanannya. Jack tersenyum lembut melihat Alice yang tengah fokus mengunyah.
Seketika Alice yang merasa di perhatikan pun langsung menatap Jack dengan kening yang berkerut,
"Kau tidak memakan makananmu??" tanya Alice.
Jack pun tersenyum pelan tanpa melepaskan pandangannya pada Alice,
"Melihatmu makan saja sudah membuatku kenyang" jawab Jack sedikit menggoda.
Alice yang mendengar jawaban itu pun mengernyitkan keningnya. Bagaimana bisa pria itu kenyang hanya karena melihatnya makan saja?? pikir Alice tidak mengerti.
Alice pun tidak memperdulikan hal itu dan kembali memakan makanannya. Seketika Jack pun tersenyum saat melihat makanan yang berada di sudut bibir Alice. Gadis itu sepertinya tidak menyadari hal itu, pikir Jack.
Jack perlahan mendekatkan wajahnya pada Alice..
Alice yang menyadari hal itu seketika terdiam sambil menatap Jack yang berada sangat dekat dengannya,
"Ada.. apa??" tanya Alice sedikit gugup.
Jack menyentuh dagu Alice dan menatap gadis itu dengan intens,
"Ada sesuatu di sudut bibirmu" bisiknya dalam.
Alice yang tersadar pun seketika hendak mengangkat tangannya untuk membersihkan sudut bibirnya. Namun.. dengan segera Jack menahan tangannya dan menatapnya dalam,
"Biarkan aku.. membersihkannya" bisik Jack dengan suara seraknya.
Sebelum Alice tersadar, pria itu telah menempelkan bibirnya di sudut bibir Alice dan \*\*\*\*\*\*\* makanan yang menempel disana.
Alice yang terkejut seketika terbelalak dan membeku di tempatnya. Jantung gadis itu berdetak kencang saat sapuan hangat bibir Jack di bibirnya.
Perlahan pria itu melepaskan ciumannya dan meraih tengkuk Alice. Jarak mereka masih sangat dekat dan Alice pun dapat merasakan sapuan hangat nafas Jack di wajahnya,
"I want your lips..." bisik Jack intens.
DEG!!
Jantung Alice semakin berdebar saat sapuan ibu jari Jack yang lembut di bawah bibirnya..
Pria itu pun tanpa menunggu lagi langsung melahap bibir Alice dan \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* dengan lembut dalam. Tangan Jack berpindah pada tengkuk Alice dan memperdalam ciuman mereka.
Alice yang mulai terbawa suasana pun mulai membuka mulutnya dan membalas ciuman Jack..
Ciuman mereka semakin lama dan semakin dalam..
Tubuh Alice perlahan jatuh ke belakang dan membuat tubuh Jack menindihnya. Ciuman keduanya semakin bertempo cepat dan penuh gairah.
Alice dapat merasakan tubuh Jack yang telah bereaksi terlalu jauh. Ia pun hampir terbawa suasana jika saja ketukan pintu tidak menyadarkan mereka,
Tok!!
Tok!!
Dengan segera Alice mendorong pelan dada Jack dan membuat ciuman mereka terlepas,
"Jack.. Ada yang datang" ucap Alice pelan.
Jack terlihat sedikit kesal, namun ia pun akhirnya bangkit sambil membawa tubuh Alice untuk duduk.
Pria itu menyentuh pipi Alice dengan sedikit rasa bersalah,
"Maaf, aku hampir kehilangan kendali" ucapnya merasa bersalah.
Tok!!
Tok!!
Suara ketukan pintu semakin terdengar dan membuat Jack berdecak pelan. Siapa yang berani mengganggunya disaat seperti ini, pikir Jack kesal.
Ia pun merapihkan rambut Alice dengan lembut, lalu merapihkan jas nya. Jack melangkah kearah pintu dan membukanya dengan wajah kesal,
"Siapa yang datang disaat seperti ini!!" kesalnya sambil membuka pintu.
CKLEK!!
Pintu pun terbuka dan memperlihatkan Miranda yang tengah berdiri di balik pintu dengan kesal,
"Kenapa lama sekali membuka pintu!!" kesalnya.
Jack terlihat sedikit terkejut dan menatap ibunya,
"Apa yang ibu lakukan disini??" tanyanya.
Miranda terlihat tidak suka mendengar pertanyaan Jack dan berdecak kesal,
"Memangnya ibu tidak boleh datang ke ruangan putra ibu sendiri??" tanyanya kesal.
Miranda pun seketika mendorong Jack dan masuk ke dalam. Jack dengan segera membalikkan tubuhnya dan menatap kearah dimana Alice terduduk tadi dengan terkejut karena Alice sudah tidak berada disana..
Dimana Alice?? tanyanya dalam hati dengan khawatir.
Miranda menatap kearah sebuah meja yang berisi beberapa makanan yang telah di sentuh disana dengan curiga,
"Kau habis makan dengan siapa?? Mengapa ada banyak makanan disini??" tanyanya curiga.
Jack menatap kearah ibunya sambil berjalan kearah mejanya dengan acuh,
"Dengan seseorang yang sangat spesial untukku" jawabnya.
Seketika Miranda pun menatap Jack dengan tatapan tidak sukanya,
"Siapa?? Apa dengan wanita simpananmu itu??" tanyanya tajam.
Jack menghela nafasnya pelan dan duduk di kursinya,
"Aku tidak pernah mempunyai wanita simpanan ibu!" balas Jack tajam.
Miranda menatap Jack dan mendengus keras,
"Dengar Jack!! Siapapun wanita itu jika bukan Jessica maka selamanya ibu tidak akan merestui hubungan kalian!!!" ujarnya memperingati.
Dan, tanpa Miranda sadari seseorang yang tengah bersembunyi di balik sofa mendengar hal itu dengan perasaan yang tak menentu.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁