
Alice terlihat tengah berada di ruang manajemen perusahaan Switzer. Hari ini ia akan mulai bertugas di ruangan ini. Dan, sebelum jam masuk tadi, ia juga telah bertemu dengan mahasiswa pengganti Irene untuk magang bersamanya selama 2 bulan ke depan. Mahasiswa pria yang bernama Martin akan menjadi partner magang barunya.
Alice tidak mengenal Martin karena ia berbeda kelas dengannya. Martin orang yang sangat aktif dan ramah. Ia juga terlihat sangat pintar dan benar-benar memahami tentang dunia bisnis, terutama tentang manajemen.
Jika di bandingkan dengan Irene, kemampuan Martin jauh lebih unggul. Tetapi, entah mengapa Irene yang bisa terpilih sebelumnya??
Mungkin.. karena pengaruh dari kekuasaan ayahnya, maka Irene bisa terpilih.
Dan, kebetulan yang memilih Irene adalah kepala manajemen langsung, bukan Jack..
Seorang karyawan wanita mendekati Alice dan memberikannya sebuah berkas,
"Nah Alice, ini adalah tugasmu hari ini. Aku harap kau bisa menyelesaikannya sebelum makan siang ya.. Tidak banyak kok, hanya perlu menganalisis dan membuat data kesimpulan" ucap karyawan yang bernama Lia itu.
Alice mengambil berkas itu dan mengangguk pelan,
"Baik, akan ku usahakan" jawabnya.
Lia pun tersenyum pada Alice,
"Terimakasih.." balasnya.
Saat Lia hendak beranjak pergi, wanita itu pun mengurungkan niatnya dan kembali menatap Alice,
"Oh iya, sepertinya tugasku menjadi pembimbing akan berakhir hari ini.." ucapnya sedih.
Beberapa hari ini memang Lia yang menggantikan posisi Jessica sebagai pembimbing mahasiswa magang. Dan, sekarang sudah satu minggu semenjak Jessica izin tidak masuk karena sakit.. atau.. lebih tepatnya karena percobaan bunuh diri itu.
"Tuan Joe bilang, kemungkinan besok Jessica akan kembali masuk" ucapnya lagi.
Alice pun terdiam sejenak dan mengangguk menanggapi ucapan wanita itu.
"Baiklah, silahkan kerjakan pekerjaanmu" ujarnya tersenyum.
"Jangan banyak melamun, Tuan Jack akan kembali besok" godanya pada Alice sambil mengedipkan matanya.
Alice pun hanya tersenyum kecil dan tidak menanggapi godaan wanita itu.
Setelah kejadian tentang artikel waktu itu, orang-orang yang berada di perusahaan ini sudah mengetahui tentang hubungan Alice dan Jack karena Jack sendiri yang mengumumkannya.
Pria itu juga telah menuntut penyebar artikel waktu itu pada polisi. Dan, sekarang semua orang tidak ada yang berani lagi membicarakan hubungan mereka di belakang.
Begitu juga dengan Miranda..
Wanita paruh baya itu memang terlihat masih kecewa dan belum menerima hubungan Alice dan Jack. Tetapi, ia tidak pernah sekalipun membicarakan hal buruk tentang Alice.
Sempat beberapa hari yang lalu mereka saling berpapasan di koridor, tetapi Miranda hanya mendelik dan tidak mengatakan apapun pada gadis itu. Dan, Alice sangat tau bahwa Miranda masih belum bisa menerimanya sebagai kekasih Jack.
Dan sekarang sudah 2 hari Jack tidak berada di kantor karena harus melakukan tugas ke luar negri bersama ayahnya. Alice merasa sangat kesepian dan berharap Jack segera kembali. Walaupun sebenarnya pria itu selalu menghubunginya di setiap jam, tetap saja jika sosoknya tidak ada, Alice merasa kesepian..
Jack juga telah memberitahunya tentang pembicaraannya dengan Jessica saat di rumah sakit waktu itu. Alice merasa sedikit lega karena sepertinya Jessica mulai mencoba untuk menerima keadaan..
Dan, ia sangat berharap hubungannya dengan Jessica ataupun Sherly bisa kembali membaik seperti sebelumnya.. Walaupun itu terdengar cukup mustahil, tetapi.. Alice berharap tidak ada lagi kebencian diantara mereka..
Gadis itu pun menghela nafasnya pelan dan mulai membuka berkasnya untuk segera mengerjakan tugasnya hari ini.
Disisi lain...
Terlihat seorang wanita tengah berjalan di koridor kantor dengan langkah anggunnya..
Beberapa karyawan yang melihat wanita itu seketika terlihat sedikit terkejut dan tersenyum menyapanya,
"Nona Jessica, anda sudah masuk hari ini??" tanya salah satu staff dengan senyuman ramahnya.
Jessica tersenyum lembut dan mengangguk padanya,
"Iya, aku kembali bekerja hari ini.." jawabnya.
Beberapa staff pun menghampiri Jessica dan menyapanya,
"Ya ampun, Nona Jessica akhirnya kembali masuk" ucap salah satu diantara mereka.
Yang lain pun mengangguk senang sambil menatap penampilan Jessica yang terlihat berbeda. Wanita itu kini terlihat mewarnai rambutnya menjadi sedikit kecoklatan, dan.. rambutnya yang biasa lurus sebahu kini terlihat sedikit bergelombang dan membuatnya semakin mempesona.
"Wah.. Baru seminggu tidak bertemu, sekarang Nona terlihat sangat berbeda" ucap salah satu wanita menatapnya dengan terpesona.
Jessica yang mendengar hal itu pun tersenyum pelan,
"Benarkah?? Apakah penampilan baruku terlihat aneh??" tanyanya sedikit tidak percaya diri.
Para staff wanita itu seketika menggeleng,
"Tidak Nona.. Penampilan Nona terlihat sangat sempurna. Nona jauh lebih berkarisma dengan penampilan yang sekarang" ucap salah satu dari mereka.
Jessica pun tersenyum pelan menanggapi pujian itu,
"Terimakasih" ucapnya.
"Kalau begitu, aku akan ke ruanganku sekarang" pamitnya.
Ia pun kembali berjalan meninggalkan para staff wanita itu yang masih memandangi kepergiannya,
"Sepertinya, patah hati membuatnya menjadi seperti ini.." timpal salah satu dari staff itu berbisik.
"Benar.. Ia seperti ingin menunjukkan bahwa 'Kau akan menyesal telah memutuskan ku!' begitu.." timpal satunya lagi.
"Iya.. Tapi memang harus kuakui, penampilan Nona Jessica sekarang sangat-sangat mempesona.. Jika aku jadi Tuan Jack, aku mungkin akan kembali berpikir dan menyesali keputusanku karena telah meninggalkannya" bisik yang lain.
"Hushh!! Jika ada Tuan Jack disini dan mendengar ucapan kita, sudah pasti kita akan langsung di pecat!!" ucap wanita lain bergidik ngeri.
"Hahh.. Andai saja aku memiliki wajah yang cantik dan bisa bersaing dengan Nona Jessica dan Alice untuk merebut hati Tuan Jack" timpal salah satu dari mereka.
"Sudah!! sudah!! Berhenti bermimpi!! Ayo kembali bekerja" ucap salah satu dari mereka dan membubarkan diri.
Jessica yang ternyata masih berada di balik koridor pun seketika menyeringai pelan mendengar ucapan para staff itu. Ia pun menyentuh rambutnya pelan dan kembali melangkah pergi menuju ruangannya.
Lalu seketika pintu ruangan itu pun terbuka dan membuat Alice mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang baru saja masuk.
Seketika gadis itu terdiam saat melihat Jessica yang masuk ke dalam ruangan kerjanya. Bukankah Lia berkata bahwa wanita itu akan mulai masuk besok?? pikirnya dalam hati.
Jessica menatap kearah Alice dan tersenyum pelan padanya. Ia pun melangkah masuk menghampiri gadis itu,
"Hai Alice.. Sudah lama tidak bertemu" sapanya.
Alice hanya terdiam mendengar sapaan wanita itu. Ia terlihat ragu untuk menjawabnya. Alice juga sedikit salah fokus melihat perubahan penampilan wanita di depannya itu.
Jessica berdiri di depan meja Alice dan tersenyum padanya,
"Jangan menatapku seperti itu, kau terlihat begitu tidak nyaman karena kehadiran diriku" ucap Jessica tersenyum penuh arti.
Alice pun menghela nafasnya dan menggeleng pelan,
"Bukan seperti itu.. Hanya sedikit terkejut, karena Kak Lia bilang bahwa Kak Jessica akan masuk besok" ucap Alice santai.
Jessica pun tersenyum mendengar ucapan Alice,
"Yah.. Tadinya memang seperti itu. Tapi, aku terlalu bosan di rumah dan memilih untuk datang hari ini" jawabnya.
Alice pun hanya mengangguk menanggapi ucapan Jessica. Jessica terdiam sejenak dan menatap Alice kembali,
"Kau.. pasti sudah mengetahui semuanya dari Jack bukan??" ucapnya pelan yang membuat Alice kembali menatapnya.
"Aku, telah mencoba berdamai dengan keadaan sekarang. Aku juga sudah mulai menerimanya. Hubunganmu dan Jack atau apapun itu.. Aku tidak akan ikut campur lagi" ujarnya lagi.
"Aku akan menjalani hidupku yang baru mulai saat ini.. Dan, kuharap.. hubungan kita juga membaik" lanjutnya yang membuat Alice sedikit terkejut.
Jessica pun perlahan menghela nafasnya dan mengangkat sebelah tangannya ke hadapan Alice,
"Kuharap.. Aku, kau dan Jack bisa memiliki hubungan yang baik dan melupakan masa lalu" ungkapnya sambil tersenyum.
"Berteman??" tanyanya pada Alice.
Alice pun tersenyum lembut dan meraih tangan Jessica,
"Berteman" jawab gadis itu tersenyum senang.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍