
Setelah menghabiskan waktu bersama di taman bermain, Jack dan Alice pun memutuskan untuk kembali ke apartemen Jack.
Hari masih menunjukan pukul 5 sore..
Saat ini Jack dan Alice sudah berada di apartemen Jack dan memutuskan untuk menonton film bersama. Alice memilih film action romantis yang masih tergolong film baru.
Saat film di putar, Alice sebenarnya tidak terlalu fokus pada film tersebut. Ia terkadang melirik kearah jam yang terus berputar. Hari sudah semakin gelap dan hari ini adalah hari terakhir ia dapat bertemu dengan Jack. Besok pagi ia dan kedua orang tuanya akan berangkat.
Namun, Alice belum mengatakan apa-apa pada Jack. Ia belum memberitahu pria itu bahwa ia akan ikut dengan kedua orang tuanya.
Jack mempersiapkan beberapa cemilan untuk mereka. Pria itu terkadang melirik kearah kekasihnya itu dan dapat mengetahui bahwa Alice tengah memikirkan sesuatu yang mengganggunya.
Ia ingin bertanya pada gadis itu, namun Alice sepertinya tidak akan berkata jujur..
Alice memperhatikan film dengan fokus saat sebuah adegan yang cukup menyayat hatinya. Di film tersebut, terlihat istri dari pemeran utama dan suaminya harus berpisah karena sang suami harus pergi ke luar negri untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang agen rahasia.
Sang istri yang hamil besar terlihat sedih dan sedikit tidak rela membiarkan suaminya pergi untuk menjalankan pekerjaannya yang sangat beresiko itu.
Tidak terasa air mata Alice pun mengalir di pipinya. Jack memperhatikan kekasihnya itu dan dengan segera menghapus air mata gadis itu dengan lembut,
"Apa kau terbawa suasana?? Jangan menangis.. itu hanya sebuah film" hibur Jack dengan suara lembutnya.
Alice seketika menatap pria itu dan tersenyum pelan,
"Ah.. aku terlalu terbawa suasana" balasnya mencoba tersenyum.
Alice pun terdiam dan menunduk. Ia menggigit bibirnya pelan dan kembali menatap Jack,
"Jack, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu??" tanya Alice pelan.
Jack menatap kekasihnya itu dan tersenyum lembut,
"Tentu saja, kau boleh tanyakan apapun padaku" balasnya sambil menyentuh rambut Alice dengan lembut.
Alice terdiam sejenak dan menatap pria itu dengan dalam,
"Jika.. misalkan salah satu diantara kita harus pergi dan menghilang.. Apa yang akan kau lakukan??" tanyanya sedikit bergetar.
Jack seketika terdiam dan terlihat tidak terlalu suka dengan pertanyaan Alice. Membayangkan hal itu saja sudah membuat Jack sakit dan terluka..
"Maksudmu.. Jika kau pergi dari hidupku??" tanyanya balik dengan perasaan tak menentu.
Jack menghela nafasnya dalam dan menatap Alice dengan serius,
"Sebenarnya, aku tidak terlalu suka dengan pertanyaan itu. Tapi.. Jika misalkan kau pergi dari hidupku, maka.. tentu saja aku akan sangat terluka.." jawabnya yang membuat perasaan Alice semakin sakit.
"Jika kau tiba-tiba menghilang dari hidupku.. maka aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia dan membawamu kembali di sampingku. Dan.. Jika salah satu diantara kita di panggil Tuhan terlebih dahulu, maka.. aku berharap Tuhan juga segera mengambil nyawaku dan membiarkan aku tetap bersamamu di kehidupan selanjutnya" lanjutnya dalam.
"Intinya adalah.. aku tidak akan membiarkanmu pergi dari hidupku apapun yang terjadi.. Walaupun aku harus mempertaruhkan nyawaku, maka aku tidak akan takut sama sekali" ucapnya lagi serius.
Tes..
Seketika air mata Alice kembali menetes di pipinya. Gadis itu tidak bisa lagi membendung rasa sedihnya. Ia merasa tidak tega untuk meninggalkan Jack. Ia tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan sekarang..
Jack terlihat terkejut dan menatap Alice dengan khawatir,
"Kenapa kau menangis??" tanyanya pelan.
Alice semakin tersedu dan menunduk dalam. Jack yang semakin khawatir menakup wajah Alice dan menatapnya dengan khawatir,
"Ada apa sayang?? Apa perkataanku tadi salah??" tanyanya hati-hati.
Alice mengangkat wajahnya dan menggeleng pelan sambil berusaha menghentikan tangisannya. Ia pun menghapus air matanya dan menatap Jack dalam,
"Maafkan aku Jack.." bisiknya yang tidak terlalu terdengar oleh Jack.
Jack menakup wajah Alice dan menghapus air mata gadis itu,
"Jangan menangis.. Kumohon.." ucapnya dalam.
Alice pun menahan tangisannya dan menyentuh tangan Jack yang berada di pipinya. Ia menatap wajah pria itu dengan tatapan dalamnya,
"Jack.. aku hanya ingin kau tau.. bahwa.. aku.. aku sangat mencintaimu" ucap Alice yang membuat Jack sedikit terkejut dengan jantung yang berdebar dan menghangat.
Ini adalah kali pertama Alice mengatakan cinta terlebih dulu padanya. Dan, hal itu membuat jantung Jack berdegup dengan bahagia..
Pria itu tersenyum lembut dan menatap Alice dalam,
"Aku mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri.." lanjutnya sambil membawa sebelah tangan Alice untuk menyentuh dadanya yang berdegup kencang.
"Aku tau kau mengetahui bagaimana perasaanku padamu" bisik Jack dalam sambil menatap Alice dengan intens.
Alice kembali menangis dalam diam. Ia menyentuh dada Jack dan meremas kemeja pria itu sambil menggigit bibirnya.
Lalu dalam hitungan detik, Alice pun menarik kemeja pria itu dan mencium bibirnya..
Jack yang cukup terkejut seketika terdiam saat merasakan bibir lembut Alice yang menempel di bibirnya. Pria itu pun tanpa ragu langsung menyentuh tengkuk Alice dan membalas ciuman gadis itu dengan lembut.
Jack memeluk tubuh Alice dan ******* bibir gadis itu dengan hati-hati. Jantung pria itu berdegup kencang dan menghangat saat bibirnya dan bibir Alice saling bertemu.
Mereka saling ******* dan menyalurkan perasaan mereka dalam ciuman itu. ******* demi ******* semakin dalam dan bertempo cepat.
Namun, seketika Jack berhenti saat ia merasakan air mata di pipi Alice. Ia juga dapat mendengar rintihan gadis itu dalam ciuman mereka.
Perlahan Jack melepaskan ciumannya dan menatap Alice dengan khawatir,
"Apa kau menangis??" tanyanya khawatir sambil menghapus air mata di pipi Alice.
Alice menunduk pelan dan kembali menatap Jack. Ia menatap pria itu sambil menyentuh pipinya,
"Aku sangat bahagia.. Karena.. aku bisa bertemu dengan pria sepertimu.." bisiknya dalam sambil menahan kembali air matanya agar tidak menetes.
"Aku mencintaimu.." bisiknya lagi yang membuat hati Jack terasa terbang dan berbunga.
Jack pun tersenyum dan kembali mencium bibir Alice..
Kali ini keduanya saling ******* dan menyalurkan perasaan terdalam mereka. Alice mengangkat tangannya dan mengalungkannya di leher Jack. Begitu juga dengan tangan Jack yang memeluk pinggang gadis itu dengan erat.
******* demi ******* semakin bertempo cepat dan panas. Tangan Jack terlihat mengusap pinggang dan perut Alice dengan lembut. Begitu juga tangan Alice yang meremas rambut Jack dan membuat ciuman mereka semakin panas dan bergairah.
Lalu tanpa sengaja tangan Jack menyenggol remote tv dan membuatnya terjatuh menghimpit tubuh Alice.
Namun, hal itu tidak membuat ciuman mereka terlepas.
Saat ini, Alice berada di bawah tubuh Jack dan mereka masih berciuman dengan bergairah. Tubuh Jack yang semakin panas sedikit menghimpit tubuh Alice di bawahnya. Dan, hal itu membuat tubuh Jack semakin menginginkan lebih.
Namun, akal sehat Jack masih berjalan. Pria itu mencoba menahan dirinya dan perlahan melepaskan ciumannya pada Alice.
Nafas kedua terlihat memburu dengan bibir yang masih basah. Posisi keduanya masih sangat dekat dan mereka bisa saling merasakan hembusan lembut nafas keduanya.
Jack menatap Alice dalam dengan gairah yang tertahan,
"Maaf, aku hampir melewati batas" ucapnya merasa bersalah.
Pria itu pun hendak bangkit dari atas tubuh Alice, namun dengan cepat Alice menarik kerah kemeja Jack agar pria itu tidak beranjak dari posisinya.
Alice menatap Jack dengan mata yang berkaca-kaca. Ia pun menyentuh bibir Jack dengan jari telunjuknya yang bergetar..
"Jangan berhenti.." bisik Alice bergetar.
Lalu, setelah itu Alice pun kembali mencium Jack dengan air mata yang mengalir di pipinya..
Jack yang sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya pun kembali ******* bibir Alice dengan gairah yang lebih membuncah.
Keduanya pun mulai tenggelam dalam gairah cinta mereka yang begitu dalam..
Tidak peduli hal apa yang akan terjadi esok..
Namun, Alice tidak akan membiarkan malam ini berlalu begitu saja dan membuatnya menyesal..
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍