Mysterious Man

Mysterious Man
Need You



Seorang gadis yang terlihat masih muda hendak menghampiri seorang pria yang terlihat tengah meneguk minumannya dan terlihat sudah mabuk.


Jack meneguk wine nya dengan sekali teguk dan kembali menunduk. Ini sudah lebih dari 3 bulan Alice meninggalkannya. Dan, Jack sama sekali tidak mengetahui kemana Alice pergi.


Ia sudah mencari informasi tentang dimana tempat ayah Alice ataupun ibu Alice bekerja, tetapi sayangnya usahanya tak ada hasil. Jack juga merasa heran dan kesal karena tidak ada satu pun informasi yang benar.


Pernah beberapa kali ia pergi ke Jerman, Jepang dan beberapa negara lain sesuai informasi yang ia terima tentang dimana kemungkinan keberadaan keluarga Alice, tetapi sayangnya hasilnya nihil, ia tidak menemukan keberadaan Alice disana.


Jack menjadi frustasi dan merasa hidupnya sudah tidak berarti. Ia kehilangan orang yang sangat ia cintai.. Seseorang yang membuat hidupnya berwarna..


Alice telah pergi tanpa kabar..


Gadis itu.. Gadis itu pergi meninggalnya dan mencampakkannya..


Jack terkadang merasa ia sedang di permainkan oleh Alice. Namun, disisi lain, ia sangat yakin, Alice tidak mungkin mengkhianatinya dan pergi tanpa alasan setelah menghabiskan malam yang panjang dan indah bersama dirinya saat itu..


Apa Alice marah??


Ataukah Alice menyesal tentang malam itu??


Berbagai pikiran seperti itu selalu menghantuinya dan membuatnya selalu bermimpi buruk setiap malam..


Jack yang sekarang telah menjadi pria yang dingin dan tidak berperasaan. Ia merasa hatinya beku dan juga mati..


Tiba-tiba, seorang gadis yang entah ke berapa kalinya duduk di samping pria itu. Walaupun Jack sudah meminum banyak alkohol, tetapi pria itu masih memiliki sedikit kesadaran. Pria itu sama sekali tidak bergairah dengan para wanita setengah telanjang yang mencoba menggodanya, karena hati dan pikirannya saat ini sudah di penuhi dengan Alice. Dan tidak ada sedikit ruang pun untuk memikirkan hal lain.


Gadis yang duduk di samping Jack terlihat tersenyum menggoda dan menyentuh paha Jack dengan berani,


"Hai tampan.. bolehkah aku duduk disini??" bisiknya di telinga Jack.


Jack dengan tatapan malas dan tajamnya melirik kearah gadis itu sekilas dan kembali meneguk minumannya dengan acuh. Gadis di sampingnya tidak menyerah dan kembali mengusap paha Jack untuk menggodanya,


"Tidak usah malu-lamu.. perkenalkan, namun Alice" bisik gadis di sampingnya yang membuat Jack seketika mematung.


DEG!!


Setelah mendengar nama itu, Jack yang sudah mabuk seketika menatap gadis di sampingnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Tiba-tiba pandangan pria itu sedikit mengabur dan seketika ia menatap wajah Alice kekasihnya yang tengah berada di sampingnya dan tersenyum lembut kearahnya.


DEG!!


"A.. Alice.." bisik Jack dengan perasaan bercampur aduk.


Ia menatap gadis yang bernama sama dengan Alice itu tengah tersenyum dan perlahan menyentuh pipinya dengan lembut,


"Iya sayang.." balas gadis di depannya itu.


Jack seketika merasa kepalanya sakit dan pening. Namun, pria itu mencoba menahannya dan kembali menatap wajah Alice yang berada di depannya. Pria itu pun tanpa ragu langsung menyentuh pipi gadis itu dengan tatapan penuh kerinduan,


"Alice.." bisiknya lagi tidak percaya.


"Kenapa kau pergi?? Kenapa kau meninggalkanku??" lanjut pria itu dengan perasaan sakit.


Gadis yang berada di depan Jack sedikit mengernyitkan keningnya mendengar ucapan pria itu. Namun ia terlihat tidak memperdulikannya dan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Jack,


"Tenang sayang.. aku ada disini. aku tidak akan pergi kemana-mana" bisik gadis itu dengan senyuman menggoda sambil membelai pipi Jack.


Jack yang mabuk kembali menatap wajah Alice di depannya dan menyentuh tengkuk gadis itu dengan lembut. Ia pun berbisik dan mendekatkan wajahnya pada gadis itu,


"Apa.. ini benar-benar kau?? Jangan tinggalkan aku lagi" ucap Jack lagi sambil menatap dalam gadis itu.


Gadis di depannya pun tidak keberatan dengan racauan Jack dan semakin menggoda pria itu,


"Iya sayang.." balasnya.


Gadis itu pun mendekatkan wajahnya pada wajah Jack dan hendak mencium bibir pria itu. Jack terlihat menutup matanya dan masih membayangkan bahwa Alice lah yang berada di hadapannya.


Namun, seketika sebuah tangan mendorong tubuh gadis di hadapan Jack dengan kuat,


"Menyingkir darinya!!!" teriak seorang wanita dengan marah.


Jack seketika terlihat meringis sambil menyentuh kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.


Jessica mendorong gadis di hadapan Jack dan menatapnya dengan jijik,


"Menjauh darinya ******!! Dia kekasihku!!" teriak Jessica.


Gadis di hadapan Jessica pun menatap Jessica dengan tidak suka,


"Jangan ganggu aku!!! Pria itu milikku!!" sanggah gadis di depannya.


Jessica yang kesal pun semakin marah dan menarik rambut gadis di depannya,


"Jauhi dia atau aku akan memberimu pelajaran!!" ancamnya sambil mendorong tubuh gadis itu menjauh.


Jessica pun membalikkan tubuhnya dan menatap Jack yang terlihat tengah meringis sambil menyentuh kepalanya,


"Arghh!!" rintih Jack kesakitan.


Jessica yang khawatir pun seketika menghampiri pria itu dan menyentuh kening Jack yang terlihat telah berkeringat,


"Jack, kau baik-baik saja??" tanyanya cemas.


Jack masih terus merintih kesakitan sambil mencengkram rambutnya dengan kuat. Pria itu merasa kepalanya seperti terhantam batu yang besar dan terasa sangat sakit.


"Arghh!!" rintihnya lagi lebih keras.


Jessica yang semakin panik pun mencoba kembali menyentuh Jack,


"Jack!! Jack!!" ucapnya panik.


Jack pun mulai merasa semuanya berputar dan perlahan menjadi gelap. Pria itu sejenak membayangkan wajah Alice sebelum benar-benar menutup matanya dan tak sadarkan diri..




Di sebuah lorong rumah sakit, terlihat Tom dan Miranda berlari kecil menuju sebuah ruangan.



Lalu, mereka pun menemukan Jessica yang tengah berdiri di depan pintu ruangan dengan cemas. Miranda pun menghampiri wanita itu dengan wajah yang di penuhi kepanikan,




Jessica menatap Miranda dengan tatapan sayunya,



"Jack.. Tadi aku menemukan Jack di sebuah club malam. Dia.. dia mabuk berat dan tiba-tiba Jack merintih kesakitan sambil menyentuh kepalanya.. Lalu.. lalu setelah itu Jack tak sadarkan diri" ucap Jessica dengan mata yang berkaca-kaca.



Miranda seketika merasa kakinya lemas dan terduduk di kursi dengan perasaan sakit. Ia menyentuh keningnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca,



"Ya Tuhan, Jack.." rintihnya mulai menangis.



Tom yang mendengar hal itu seketika menyentuh kepalanya sambil menutup matanya dengan kuat. Pria paruh baya itu tau, Jack menjadi seperti ini semenjak ia kehilangan Alice.



Pria itu..



Pria itu pasti sangat menderita dan frustasi karena belum menemukan keberadaan Alice.



"Ya Tuhan.. mengapa semua menjadi seperti ini.." rintih Miranda.



Wanita paruh baya itu memang sedikit trauma jika Jack harus kembali ke rumah sakit. Ia takut.. putranya itu kembali tak sadarkan diri seperti dulu..



Lalu, tiba-tiba pintu ruangan di depan mereka pun terbuka. Terlihat seorang dokter keluar bersama seorang perawat.



Dengan cepat Miranda pun berdiri dan menghampiri dokter itu dengan tidak sabar,



"Bagaimana keadaan putraku dokter?? Apa dia baik-baik saja??" tanyanya cepat.



Dokter itu pun membuka maskernya dan menatap Miranda,



"Tuan Jack, mengalami sakit kepala hebat akibat konsumsi alkohol yang berlebih. Dia juga memiliki asam lambung yang cukup parah karena mengkonsumsi alkohol setiap hari.." ujar dokter itu.



"Jika Tuan Jack terus seperti ini, maka kemungkinan penyakit yang lebih berbahaya akan bersarang di tubuhnya. Alkohol sangat berbahaya bagi kesehatannya, di tambah lagi, Tuan Jack juga memiliki pola makan yang buruk" ucap dokter itu.



"Aku sarankan, agar Tuan Jack berhenti minum dan mulai memperhatikan asupan makanannya mulai dari sekarang" lanjut dokter itu serius.



Tom pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,



"Baik dokter" balasnya.



"Kalau begitu, aku permisi dulu" pamit dokter itu.



Miranda pun dengan segera masuk ke ruangan Jack dan menatap putranya yang masih menutup matanya dengan selang infus yang berada di tangannya.



Miranda merasa sakit melihat kondisi Jack yang seperti ini. Wanita paruh baya itu pun menghampiri Jack dan duduk di sampingnya.



Ia menyentuh tangan Jack dan membelainya lembut dengan mata yang berkaca-kaca..



Seketika Jack terlihat sedikit bergerak dan gelisah dalam tidurnya. Pria itu pun mencoba membuka mulutnya dan menyerukan sebuah nama yang membuat Miranda terdiam,



"A... Alice.." rintih Jack dalam tidurnya.



Bersambung..



Halo, jangan lupa kasih like, vote dan komen di cerita ini ya 😁 Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🙏



Oh iya, jangan lupa ibadahnya ya, baca novel jangan sampai lupa waktu 🤭