Mysterious Man

Mysterious Man
Pertemuan



Malam ini adalah malam yang sangat di tunggu-tunggu oleh Jack. Ia akan mempertemukan keluarganya dan keluarga Alice untuk pertama kali. Jack sangat berharap keluarganya dan keluarga Alice bisa saling mengenal dan akrab. Ia juga ingin segera mempersatukan keluarga ini agar mempermudahnya untuk segera menuju ke jenjang pernikahan bersama wanita yang sangat dicintainya.


Jack telah berpakaian rapih dengan setelan jasnya, begitu pula dengan sang ayang yang sudah terlihat rapih. Jack sangat bersyukur karena sang ayah sejak awal selalu mendukungnya dan memberinya support.


Kini Jack dan Tom tengah berdiri di depan pintu rumah untuk menyambut keluarga Alice. Sebenarnya sudah banyak pelayan dan penjaga yang akan menyambut keluarga Alice. Namun, Jack merasa ia sendiri yang harus menyambut mereka.


Tetapi Jack juga tidak menyangka ayahnya bersedia berdiri di depan pintu untuk menyambut keluarga Alice bersama,


"Biar aku saja yang menunggu disini, ayah sebaiknya menunggu di dalam saja" ucap Jack.


Tom menatap putranya dan tersenyum,


"Bagaimana bisa aku membiarkanmu saja yang menyambut tamu istimewa kita?? Lagipula, ayah kan juga sedang menunggu calon besan" lanjutnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jack.


Jack tersenyum pelan mendengar ucapan sang ayah. Ia pun mengarahkan pandangannya ke belakang dan tidak menemukan keberadaan sang ibu,


"Dimana ibu?? Apa ayah sudah berhasil membujuknya??" tanya Jack.


Tom menatap putranya dan terdiam sejenak,


"Kau tenang saja, ayah sudah berbicara dengan ibumu.. Dia pasti akan ikut makan malam bersama kita" jawabnya sambil menepuk bahu Jack.


Jack pun hanya dapat menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Lalu, tidak lama setelah itu, tiba-tiba sebuah mobil pun masuk kearah halaman rumah keluarga Switzer yang luas.


Jack pun seketika tersenyum melihat mobil itu,


"Mereka sudah tiba" ujar Jack yang membuat Tom mengarahkan pandangannya ke depan.


Mobil Patrick pun berhenti di halaman rumah Jack dan setelah itu Alice dan keluarganya pun mulai turun dari dalam mobil dengan di bantu oleh beberapa pengawal yang membukakan pintu.


Senyuman Jack seketika merekah saat ia melihat sang kekasih hati yang terlihat begitu cantik malam ini..


Alice memakai gaun berwarna peach sepanjang lutut. Rambutnya di ikat setengah, membuat gadis itu terlihat bertambah anggun dan mempesona.


Patrick dan Mandy melangkah lebih dulu disusul oleh Lola dan Alice. Mereka menghampiri Tom dan Jack dengan senyuman ramah mereka.


"Selamat datang Bibi, Paman, Nenek dan.. Alice" sapa Jack sambil menatap Alice dalam.


Tom mengangkat tangannya untuk berjabatan dengan Patrick,


"Selamat malam, selamat datang di kediaman kami" sapanya ramah.


Patrick meraih tangan Tom dan tersenyum,


"Terimakasih sudah mengundang kami kemari, senang bertemu dengan anda. Aku Patrick Greyson, ayah dari Alice.. Dan ini adalah istriku, Mandy Diena Greyson, lalu ini adalah neneknya Alice, Lola Briana Greyson" balasnya.


Tom tersenyum dan beralih menyapa Mandy, Lola dan juga Alice,


"Senang akhirnya bisa bertemu dengan keluarga Alice, Aku Tom Switzer" balasnya.


"Kalau begitu, mari kita masuk dan berbincang di dalam" lanjut Tom.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan melangkah menuju ruang tamu yang telah di dekor dan di buat berdekatan dengan meja makan. Terlihat sudah banyak makanan berjejer, mulai dari kue-kue, puding dan minuman lainnya.


"Silahkan duduk" ucap Tom ramah.


Alice dan keluarganya pun mulai duduk di kursi mereka. Jack dengan sigap menarik kursi untuk Alice. Ia pun tersenyum lembut pada gadis itu sambil berbisik dalam,


"Kau sangat cantik" bisiknya dengan senyuman manisnya.


Alice menatap pria itu dan tersenyum pelan. Ia pun duduk di kursinya dan menatap ke sekitar. Sepertinya ia tidak melihat ibu Jack. Apa.. ibu Jack tidak akan makan malam bersama mereka karena dia tidak menyukainya, pikir Alice.


Tom mengarahkan pandangannya ke sekitar dan memanggil seorang pelayan. Pelayan itu pun mendekatinya sambil menunduk pelan,


"Tolong panggil kan Nyonya, dan suruh dia kemari" bisik Tom pada pelayan itu.


Setelah itu para pelayan pun menyuguhkan minuman pada mereka. Tom menatap kearah Patrick dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia pun berdehem pelan dan mulai membuka suara,


Patrick pun tersenyum pelan mendengar ucapan Tom,


"Ah.. Ya, seperti itulah.." jawabnya.


"Menjadi tentara adalah impianku saat muda" lanjut Patrick.


Tom pun mengangguk pelan mendengarnya,


"Ku dengar, seorang tentara itu sedikit sulit untuk menikah, benarkah itu??" tanyanya lagi.


Patrick menatap Tom dan tersenyum pelan,


"Ya, sedikit.." jawabnya sambil terkekeh pelan.


Tom pun beralih menatap Mandy,


"Ibu Alice bukankah seorang dokter anak?? Bagaimana ceritanya bisa bertemu dengan Tuan Patrick dan menikah??" tanya Tom lagi.


Mandy menatap Tom dan tersenyum pelan. Tom yang menyadari pertanyaannya sedikit privasi mencoba untuk meluruskan,


"Ah, maaf aku hanya penasaran saja. Dulu, aku juga sempat tertarik untuk menjadi seorang tentara, tetapi.. ibuku bilang menjadi tentara itu akan sulit untuk menikah, sedangkan aku tipikal orang yang ingin menikah muda haha" ujarnya.


Lola tersenyum mendengar ucapan Tom,


"Patrick dan Mandy bertemu saat Patrick mendapat tugas di luar kota. Dia tidak sengaja bertemu Mandy saat Patrick mengantarkan seorang anak korban bencana ke rumah sakit, dan kebetulan saat itu Mandy lah yang menjadi dokter relawannya" ucap Lola yang diangguki oleh Tom.


"Kalau seorang pengusaha sepertiku.. tidak jauh dari perjodohan.." ujarnya.


"Aku dan ibu Jack di jodohkan oleh orang tua.. Tapi, aku telah jatuh cinta dengan istriku saat pertama kali bertemu dengannya" lanjutnya.


Patrick pun mengangguk pelan dan melihat ke sekitar, ia pun baru menyadari bahwa ia tidak melihat ibu Jack sedari tadi. Tom yang melihat hal itu pun tersenyum pelan,


"Ibu Jack masih bersiap-siap, sebentar lagi dia akan bergabung disini" ucapnya.


Patrick pun hanya mengangguk menanggapi ucapan Tom. Beberapa pelayan pun memberikan makanan pembuka di atas meja. Mereka pun mulai mencicipinya sambil mengobrol ringan,


"Jadi, kedatangan kami kemari ini untuk bisa saling mengenal dengan keluarga Jack" ucap Patrick.


"Aku juga baru mengetahui hubungan mereka saat baru tiba beberapa hari yang lalu. Jack juga sudah meminta izin pada kami untuk berhubungan dengan Alice. Bahkan.. ia juga sudah menyampaikan maksudnya untuk meminang Alice secepatnya" ucap Patrick sambil menatap kearah Jack.


Tom menatap kearah putranya dan tersenyum,


"Jack juga sudah mengatakan hal itu padaku. Dia.. ingin segera meminang Alice" sahutnya sambil menatap Alice.


"Sepertinya dia sudah tidak sabar dan takut jika Alice di rebut oleh pria lain" lanjut Tom bergurau sambil menyentuh bahu putranya.


Mereka pun tertawa pelan mendengarnya. Tom menatap Patrick dan berdehem pelan,


"Jadi.. Bagaimana?? Apa kita langsung saja menentukan tanggal??" tanya Tom pada Patrick.


Patrick terdiam sejenak dan menatap kearah putrinya. Ia pun hendak mengatakan sesuatu, namun.. tiba-tiba sebuah sahutan keras membuat semua orang disana terkejut,


"AKU KEBERATAN!"


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍