Mysterious Man

Mysterious Man
Keputusan



"Ayah.. Ibu.. Aku.." ucapnya terdiam sejenak.


"Aku akan ikut dengan kalian" ucapnya tiba-tiba yang membuat Mandy, Patrick dan Lola terkejut.


"Apa yang kau katakan Alice?? Apa kau akan meninggalkan nenek sendiri disini??" tanya Lola terdengar kecewa.


Alice menatap neneknya sambil menghela nafasnya pelan,


"Bukan begitu nenek.. aku.. aku hanya ingin ikut bersama ibu dan ayah" jawab Alice mencoba menenangkan Lola.


Mandy menatap putrinya dengan serius,


"Apa kau serius Alice?? Lalu bagaimana dengan kuliahmu??" tanya Mandy.


Patrick menatap lekat putrinya,


"Apa yang terjadi?? Kenapa kau tiba-tiba ingin ikut bersama kami??" tanya Patrick lembut.


Alice terlihat gugup dan menatap kedua orang tuanya,


"Tidak ada yang terjadi ayah.. aku hanya ingin ikut bersama kalian. Aku ingin tinggal bersama kalian lagi.. Aku ingin menghabiskan banyak waktu bersama kalian.." jawab Alice pelan.


Patrick dan Mandy saling bertatapan dan menatap putrinya dengan lekat. Mereka merasa seperti Alice tengah menyembunyikan sesuatu.


Lola menghampiri Alice dengan sedih,


"Jadi kau benar-benar akan meninggalkan nenek??" tanyanya.


Alice menatap Lola dan menyentuh tangannya,


"Tidak nenek.. aku tidak bermaksud seperti itu. Aku.. aku hanya ingin lebih sering bersama ibu dan ayah. Nenek tau kan, saat kecil aku tidak punya banyak waktu bersama mereka.. Jadi, sekarang aku ingin sering menghabiskan waktu bersama orang tuaku" jawab Alice mencoba menenangkan sang nenek.


Lola terlihat berkaca-kaca dan hanya dapat menghela nafasnya pasrah,


"Jika itu yang kau mau.. maka nenek tidak bisa memaksa.." ujarnya pelan.


Alice tersenyum pelan dan memeluk sang nenek. Mandy menatap putrinya dan terdiam sejenak,


"Apa.. Kau sudah memberitahu Jack tentang keputusanmu ini??" tanyanya.


Alice terdiam sejenak dan menggeleng pelan,


"Belum.. aku akan mengatakan padanya nanti" balas Alice sambil menunduk.


Patrick dan Mandy pun hanya dapat mengangguk pelan dan menyerahkan semua keputusan pada Alice..


Mandy sebenarnya sangat senang karena Alice mau ikut bersama mereka. Tetapi, disisi lain, ia merasa ada sebuah kejanggalan dengan keputusan Alice.


Sebenarnya apa yang membuat Alice ingin pindah?? tanya Mandy dalam hatinya.


Dia hanya berharap semoga tidak ada hal-hal yang membuat Alice terpaksa dengan keputusannya..




Hari ini Jack terlihat tengah berada di apartemennya.



Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Jack terlihat tengah membuat sarapannya sendiri.



Ini sudah satu minggu Jack tidak pergi ke kantor. Ia bahkan tidak melakukan komunikasi apapun dengan kedua orang tuanya.



Sempat beberapa hari yang lalu ibunya menghubunginya beberapa kali, tetapi Jack memilih tidak mengangkatnya.



Jack juga memilih pindah apartemen agar ibunya dan anak buahnya tidak menemukan keberadaan dirinya. Untuk saat ini Jack hanya ingin fokus menata kembali resort miliknya.



Setelah ibunya menghentikan para pekerja yang membangun resort nya, Jack mencoba kembali memperbaiki keadaan dan melanjutkan proyeknya. Walaupun cukup banyak mendapatkan kesulitan, tetapi ia tidak menyerah dan mencoba bangkit kembali.



Sudah dua hari ini juga Jack tidak sempat bertemu dengan kekasihnya Alice karena fokus dengan kelanjutan resort nya. Jack sempat menghubungi Alice, namun sayangnya gadis itu tidak mengangkat panggilannya.



Jack sempat panik dan tidak tenang karena Alice tidak ada kabar. Ia sudah beberapa kali menghubungi gadis itu namun tidak pernah diangkat.



Jack sangat merindukan kekasihnya itu..



Ia cukup lelah dengan segala urusannya tentang resort, dan ia sangat membutuhkan gadis itu saat ini.



Rencananya Jack akan mengunjugi rumah Lola setelah sarapan untuk bertemu dengan Alice.



Saat pria itu selesai sarapan, ia pun dengan tergesa-gesa memakai kemejanya dan bersiap untuk ke rumah Lola.



Namun.. tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Jack pun terlihat mengernyitkan keningnya,



'Siapa yang berkunjung??' pikirnya.



Setahunya tidak ada yang mengetahui tentang alamat apartemen barunya ini kecuali Morgan. Apakah itu Morgan?? pikirnya.



Untuk apa pria itu berkunjung pagi-pagi seperti ini??



Jack pun melangkah kearah pintu dan membukanya..



Seketika ia pun terkejut saat melihat Alice yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya dengan senyumannya,



DEG!



Jantung Jack pun berdebar tak karuan sang melihat sang pujaan hati yang tepat berada di hadapannya. Rasa rindunya pun semakin meluap saat ini,




Alice tersenyum kearah pria itu dan hendak menyapanya. Namun, sebelum ia sempat mengeluarkan suaranya, tiba-tiba Jack langsung memeluk tubuh gadis itu dengan erat,



GREP!!



Alice yang sedikit terkejut seketika terdiam saat merasakan kehangatan pelukan kekasih hatinya,



"Aku sangat merindukanmu.." bisik Jack dalam.



Alice terlihat tidak bisa berkata-kata dan menutup matanya pelan. Gadis itu pun mengangkat tangannya dan membalas pelukan Jack,



"Aku juga merindukanmu.." balas gadis itu yang membuat jantung Jack semakin berdebar dan menghangat.



Pria itu melepaskan pelukannya dan menatap Alice dalam. Ia pun perlahan menyentuh pipi gadis itu dan mengecupnya dengan lembut dan lama,



"I really miss you" bisiknya lagi dalam.



Alice mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Jack dengan lembut. Ia pun tersenyum dan menyentuh tangannya Jack yang berada di pipinya,



"Aku juga" balas Alice dalam.



Jack mengecup kening Alice dan kembali memeluknya. Mereka cukup lama berpelukan untuk melepaskan rasa rindu di hati mereka yang sudah dua hari tidak bertemu.



"Ayo masuk" ajaknya sambil menggenggam tangan Alice.



Setelah itu Jack pun membawa Alice masuk dan membawanya kearah sofa. Alice mengarahkan pandangannya ke sekitar apartemen Jack,



"Apartemen ini terlihat lebih besar dari sebelumnya" ucap Alice.



Jack duduk di sofa dan tersenyum lembut,



"Iya, Morgan merekomendasikan tempat ini dan aku suka" balas Jack lembut.



Sebelumnya Jack telah memberitahu pada Alice bahwa dia akan pindah apartemen. Saat Alice menanyakan alasan pria itu pindah, Jack hanya menjawab bahwa dia ingin mencari suasana baru.



Tapi.. setelah Alice mengetahui bahwa Jack telah keluar dari rumahnya dan perusahaannya, Alice mulai berpikir bahwa alasan Jack pindah pasti untuk menghindari orang tuanya.



Jack menyentuh tangan Alice dan tersenyum lembut padanya,



"Apa kau tidak kuliah hari ini?? Kenapa kau tidak mengabariku terlebih dahulu?? Kau juga tidak mengangkat panggilanku dua hari kemarin.. Kau tau, aku sangat khawatir dan tidak tenang" ucap Jack dalam.



"Maaf aku tidak sempat mengunjungimu karena aku harus mengurus beberapa hal.." lanjutnya merasa bersalah.



Alice terdiam sejenak dan tersenyum lembut pada Jack,



"Tidak apa-apa.. Aku juga sibuk dengan kuliahku.. maafkan aku juga karena aku tidak sempat mengabarimu" jawabnya pelan.



Jack menyentuh pipi gadis itu dan tersenyum,



"Aku sangat senang kau berada disini sekarang.." ucapnya dalam.



Alice terdiam dan menatap wajah Jack dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia pun menghela nafasnya dan tersenyum cerah pada kekasihnya itu,



"Apa kau sibuk hari ini?? Bagaimana.. kalau kita menghabiskan waktu seharian ini bersama-sama??"



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊



Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..



Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍