
(-Disarankan play lagu-lagu galau, contohnya lagu korea, Yesung - It Has To Be You)
~
Seorang pria terlihat tengah berlari di dalam sebuah bandara yang luas. Ia terlihat tak henti berlarian kesana-kemari untuk menemukan seseorang yang sangat ia cintai.
Tak jarang ia pun menabrak beberapa orang yang berjalan disana. Pria itu tidak mengindahkan beberapa kata umpatan yang ia terima dari orang-orang yang tak sengaja ia senggol.
Pikirannya saat ini hanya tertuju pada seorang gadis yang harus ia temui. Ia tidak mau sampai kehilangan orang yang sangat dia cintai itu..
'Alice.. kau dimana?? Jangan tinggalkan aku' ucapnya penuh harap dalam hati.
Sudah satu jam pria itu mengelilingi bandara dan ia belum juga menemukan keberadaan Alice. Ia pun mencoba masuk ke tempat orang-orang yang akan menunggu keberangkatan pesawat.
Namun, beberapa penjaga disana langsung menahan Jack,
"Mohon maaf, boleh kami lihat tiket keberangkatan anda??" tanya salah satu penjaga.
Jack dengan nafas memburunya menatap penjaga itu dengan gelisah,
"Aku tidak punya tiket. Biarkan aku masuk sebentar saja, aku ingin menemui seseorang" ucapnya cepat dan mencoba kembali menerobos.
Namun lagi-lagi para penjaga itu menahan Jack dan tidak membiarkannya masuk,
"Mohon maaf Tuan, anda tidak bisa masuk jika tidak mempunyai tiket" cegahnya.
Jack tidak menyerah dan mencoba kembali menerobos,
"Kumohon! Biarkan aku masuk sebentar saja!" ucapnya memaksa.
Para penjaga itu menggeleng keras dan mendorong Jack,
"Maaf Tuan, anda tidak bisa masuk!" tegasnya.
Jack yang tidak kehilangan akal pun terdiam sejenak untuk berpikir. Ia pun membalikkan tubuhnya dan hendak meninggalkan tempat itu. Namun, setelah dirasa penjaga itu sedang sibuk mengecek tiket orang lain, Jack pun tanpa berpikir panjang langsung berlari cepat menerobos masuk.
Sontak salah satu penjaga melihatnya dan langsung berteriak,
"HEY!! BERHENTI!!" teriaknya.
Ia pun memerintahkan beberapa penjaga untuk mengejar Jack,
"CEPAT TANGKAP DIA!!" perintahnya keras.
Jack terlihat berlari masuk dan tidak takut dengan teriakan para penjaga yang mencoba mengejarnya. Yang ada di pikirannya saat ini hanya ada Alice. Ia harus segera menemukan Alice!!
Jack berlari kearah eskalator dan berlari keatas. Perasaannya saat ini sangat kalut dan takut. Ia ingin segera menemukan Alice dan menahannya untuk tidak pergi.
Jack tidak tau alasan apa yang membuat Alice pergi secara tiba-tiba. Gadis itu bahkan tidak memberitahunya tentang kepergiannya.
Jack sudah berada di atas dan dia mencoba untuk melihat ke sekitar dan berharap bisa segera menemukan Alice.
Nafas pria itu memburu dengan tubuh yang berkeringat. Ia terlihat sangat kalut dan berantakan. Jack kembali mencari dan mencari namun ia belum menemukan kekasihnya itu,
"ALICE!!! ALICE!!" teriaknya yang mulai putus asa.
Orang-orang di sekitar sana langsung menatap kearah Jack dengan bingung. Mereka melihat pria tampan yang terlihat tengah berlari mencari seseorang yang bernama Alice. Bahkan sebagian dari mereka menatap heran padanya dan berpikir bahwa ia adalah seorang aktor yang sedang membuat film.
Jack tidak mengindahkan pandangan orang-orang itu dan terus mencari keberadaan Alice. Namun, nihil.. ia tidak menemukannya.
Jack pun terduduk di lantai dengan perasaan sakit. Apakah ia tidak akan bisa menemukan Alice?? pikirnya sedih.
Ia mulai menunduk dan memukul lantai untuk meluapkan segala isi hatinya,
BUK!!
"Alice!!! Jangan pergi!!!" ucapnya cukup keras.
"Kumohon..." lanjutnya yang mulai menangis.
Disisi lain..
Alice terlihat sudah berada di dalam pesawat bersama keluarganya. Gadis itu duduk di samping jendela dengan pandangan kosongnya. Sebentar lagi pesawatnya akan lepas landas dan Alice merasa hatinya semakin sakit dan sedih.
Gadis itu pun menatap keluar jendela dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. Ia menyentuh dadanya yang terasa sesak.
Alice merasa sangat sedih dan bersalah karena harus meninggalkan Jack tanpa memberitahu pria itu..
Ia membayangkan bagaimana saat Jack terbangun nanti dan membaca suratnya..
Apa pria itu tau bahwa dirinya pergi ke Bandara??
Apa pria itu akan sedih atau marah setelah mengetahui kepergiannya??
Begitu banyak pertanyaan yang menghantui pikiran Alice sekarang. Namun.. gadis itu hanya berharap, semoga Jack akan baik-baik saja tanpa dirinya..
Alice berharap.. Jack akan hidup bahagia..
"Selamat tinggal, Jack.." rintih gadis itu sambil menatap keluar jendela.
Sedangkan di dalam Bandara, Jack terlihat menangis sambil berlutut di lantai dengan perasaan sakitnya. Ia kembali memukul lantai dengan perasaan pilu..
Di samping pria itu terlihat kaca besar yang terhubung langsung kearah lapangan luas tempat pesawat akan lepas landas.
Dari kejauhan, pesawat Alice bersiap melaju dan perlahan meninggalkan Bandara. Alice yang berada di dalam pesawat menutup matanya dengan air mata yang sudah berlinang di pipinya. Gadis itu mencengkram dadanya yang terasa sesak dan menangis dalam diam.
Ia benar-benar akan berpisah dengan Jack.. pria yang ia cintai..
Mungkin.. memang inilah takdir yang Tuhan gariskan untuknya..
Mungkin.. waktunya dan Jack sudah berakhir sampai disini..
Jika memang dirinya dan Jack telah di takdirkan untuk bersama, maka Alice yakin, suatu hari nanti Tuhan akan mempertemukan kembali dirinya dengan Jack. Tapi.. Jika memang dirinya dan Jack tidak di takdirkan bersama.. maka sampai kapanpun mereka tidak akan pernah bertemu kembali.
Atau.. mungkin mereka akan bertemu kembali dengan kehidupan yang berbeda. Mungkin saja Jack telah bersama wanita lain, dan begitupun sebaliknya..
Alice menggenggam jepitan rambut yang pernah di berikan Jack dan menaruhnya di dada dengan perasaan sedih dan sakitnya.
Dan..
Di dalam bandara, Jack yang masih menangis mulai berteriak meluapkan perasaan sakitnya disaat pesawat Alice terlihat telah terbang meninggalkan Bandara itu dari jendela besar yang berada di samping Jack.
Jack menyentuh dadanya dan masih menangis dengan pilu,
"Kenapa... kenapa kau mengingkari janjimu Alice?? Mengapa kau meninggalkan aku.." rintihnya sakit.
Lalu dari kejauhan beberapa penjaga pun menemukan keberadaan Jack dan menghampiri pria itu yang terlihat tengah terduduk di lantai dengan menyedihkan,
"Itu dia!!" teriak salah satu penjaga.
Mereka pun berdiri di belakang Jack dan menarik pria itu untuk berdiri,
"Anda tidak boleh berada disini!! Ayo ikut kami!!" ucap penjaga itu tegas sambil menyeret Jack.
Jack yang masih merasakan sakit di hatinya terlihat tak bergeming saat para penjaga itu membawanya pergi. Perasaan pria itu saat ini terasa kosong dan mati rasa.
Yang ada di hatinya saat ini adalah Alice..
Alice yang meninggalkannya..
Jack menatap kosong ke sekitarnya. Ia merasa dunianya seakan hilang. Suara gemuruh orang-orang pun seakan tak terdengar di telinganya.
Ia merasa sendiri..
Ia merasa hampa..
Alice.. benar-benar telah pergi dan meninggalkannya..
Pria itu kembali menutup mata dan setetes air mata kembali mengalir di pipinya. Tatapan pria itu pun mengarah pada pesawat yang telah terlihat terbang jauh dari jendela.
Hati pria itu pun seketika terasa sakit dan kosong..
Cintanya..
Cintanya telah hilang dan pergi..
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍