Mysterious Man

Mysterious Man
Perdebatan



"Maaf Nyonya jika aku lancang.. Tetapi, bukankah tidak seharusnya anda berbicara seperti itu seakan anda mengetahui sifat ayahku??" ujarnya berani.


"Anda bahkan tidak mengenalnya bukan??" tanya Alice lagi yang membuat Miranda terdiam seketika.


Wanita paruh baya itu terlihat sedikit gugup namun kembali menegakkan tubuhnya dan menatap Alice dengan tajam,


"Aku memang tidak mengenalnya.. Tetapi, melihat tingkah putrinya saja aku sudah tau bagaimana cara orang tuamu mendidik dirimu!" jawabnya sinis.


"Jangan kau pikir setelah kau menjadi kekasih Jack, kau bisa seenaknya keluar masuk ruangan ini dan duduk di kursi Jack! Bagaimanapun juga kau harus sadar bahwa kau hanyalah seorang mahasiswa magang disini!" lanjutnya tajam.


"Dan, harus kau ingat baik-baik bahwa, walaupun kau telah menjadi kekasih Jack, tetapi aku sama sekali tidak setuju dengan hubungan kalian! Dan.. selamanya tidak akan pernah setuju!! Kau paham?? Jadi jangan pernah berharap lebih!" ucapnya lagi.


"Sekarang kau pergi dari sini!!" perintahnya keras.


Alice terlihat terdiam setelah mendengar ucapan Miranda. Ia tidak ingin berdebat dengan wanita paruh baya itu, jadi gadis itu pun memutuskan untuk segera pergi dari ruangan Jack.


Alice berjalan menghampiri Miranda dan membungkuk pelan sebelum meninggalkan tempat itu.


Miranda mendelik tajam pada Alice dan mencibir pelan,


"Dasar ******! Entah apa yang telah dia lakukan sampai Jack bisa terperangkap olehnya" bisiknya pedas.


Alice yang belum jauh meninggalkan Miranda seketika terdiam saat mendengar bisikan tajam wanita paruh baya itu. Hatinya terasa sakit saat mendengar ucapan Miranda tadi.


Alice pun membalikkan tubuhnya dan kembali menatap Miranda sambil menahan perasaan sakitnya,


"Maaf Nyonya jika aku lancang dan kurang sopan. Tetapi.. perkataan anda tadi sangatlah tidak pantas" ujar Alice menahan gejolak di dalam hatinya.


Miranda menatap Alice dan tersenyum sinis padanya,


"Huh! Baguslah jika kau mendengarnya. Kenapa? Apa kau merasa tersinggung??" tanyanya lagi mengolok.


Alice mengepalkan tangannya dan mencoba untuk tenang agar tidak terpancing dengan ucapan pedas Miranda. Ia menutup matanya sejenak dan menghela nafasnya pelan,


"Aku tidak tersinggung.. Tetapi, perkataan anda tadi benar-benar sangat merendahkan dan tidak pantas" ucap Alice mencoba tenang.


Miranda tersenyum sinis dan mendekati Alice dengan tatapan sinisnya,


"Tidak pantas darimana?? Tentu saja itu pantas untukmu! Apa kau tidak sadar bahwa kau telah merebut Jack dari Jessica??" tanyanya tajam.


"Bukankah sebutan orang yang telah merebut kekasih orang lain adalah seorang ******??" tanyanya lagi dengan tatapan merendahkan.


Alice semakin mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya. Sedangkan Miranda menyeringai puas menatap wajah Alice yang terlihat tengah menahan diri,


"Aku peringatkan kau! Jauhi Jack dan akhiri hubungan kalian.. Karena apa?? Karena selamanya aku tidak akan pernah memberikan restu padamu!!" ujarnya memperingati.


Alice menatap Miranda dan tersenyum pelan. Ia mencoba menenangkan dirinya dan menatap mata Miranda dengan berani,


"Maaf Nyonya.. Tapi, aku tidak akan mengikuti perintahmu" balas Alice yang membuat emosi Miranda berada di puncaknya.


Wanita paruh baya itu menggertakkan giginya kuat dan menatap Alice dengan penuh amarah,


"Kau!! Dasar ****** tidak tau malu!!" ujarnya keras sambil mengangkat tangannya hendak menampar Alice.


Namun.. Tiba-tiba sebuah tangan besar menahan tangan Miranda di udara sebelum wanita paruh baya itu berhasil menampar pipi Alice.


GREP!!


Alice yang refleks menutup matanya seketika terdiam saat tidak merasakan tamparan Miranda.


Ia pun seketika membuka matanya dan melihat Jack yang telah berdiri di hadapannya sambil menahan tangan Miranda di udara.


Miranda terlihat terkejut dan seketika melepaskan tangannya yang di tahan oleh Jack. Jack menatap sang ibu dengan tatapan yang terlihat menahan amarahnya,


"Apa yang ibu lakukan??" tanyanya dengan nada suara yang sangat dingin dan tajam.


"Tentu saja aku akan menamparnya! Dia sudah bersikap kurang ajar padaku!!" ucapnya marah.


Jack menghela nafasnya dan menutup matanya sejenak untuk meredakan amarah yang ada di dalam hatinya,


"Bukankah yang kurang ajar itu ibu??" ucap Jack balik dengan pedas.


Seketika Miranda pun terbelalak dan menatap putranya dengan marah,


"Apa kau bilang?? Ibu yang kurang ajar?? Jelas-jelas dia yang kurang ajar dan membuatku marah!!" ujarnya keras membela diri.


Miranda menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya saat Jack malah membela gadis di depannya di bandingkan dirinya,


"Kau!! Kau lebih membela gadis ini dari pada ibumu sendiri?? Kau keterlaluan Jack!!" lanjutnya marah.


"Kau menjadi anak yang kurang ajar dan berani melawan ibumu setelah memiliki hubungan dengan gadis ini!!" ucapnya lagi tidak terima sambil menunjuk Alice.


Alice hanya bisa menutup matanya dan menunduk. Ia merasa tidak nyaman dan merasa bersalah karena harus melihat Jack dan ibunya bertengkar.


Jack menghela nafasnya dan mencoba menenangkan dirinya,


"Ini tidak ada hubungannya dengan Alice ibu! Aku tidak berubah karena dia, tetapi ibu yang berubah!" ucap Jack tajam yang membuat Miranda menatap kearahnya dengan mencemooh.


"Mengapa ibu selalu menyudutkannya dan begitu tidak menyukainya?? Apa yang telah Alice lakukan sampai ibu sebegitu benci padanya??" tanya Jack tajam.


"Alice tidak pernah mencari gara-gara dan selalu bersikap sopan pada ibu walaupun ibu selalu menyudutkannya. Dan, dia berada di ruanganku karena memang aku yang memintanya!" lanjut Jack.


"Jika alasan ibu membencinya karena menganggap bahwa Alice telah membuat hubunganku dan Jessica berakhir, bukankah sudah berulang kali aku mengatakan pada ibu bahwa aku tidak pernah mencintai Jessica?? Mau bagaimanapun ibu memaksaku aku tidak akan pernah bisa mencintainya!" ucap Jack tegas.


"Satu-satunya gadis yang aku cintai hanya Alice.. Tidak bisakah ibu mendukungku dan membiarkan aku bahagia dengan wanita yang aku cintai??" tanyanya dengan nada suara yang penuh dengan permohonan.


Miranda terdiam mendengarkan perkataan Jack dan menunduk pelan. Selama hidupnya dia tidak pernah mendengar nada suara penuh permohonan Jack padanya seperti saat ini.


Miranda menghela nafasnya dan menutup matanya pelan. Mungkin, jika gadis itu bukanlah putri dari Patrick, bisa saja ia berubah pikiran setelah mendengar permohonan Jack padanya tadi.


Tetapi.. Setelah ia mengetahui bahwa gadis itu adalah putri dari Patrick, ia tidak akan pernah mengubah pikirannya. Walaupun Jack memohon padanya sambil berlutut pun, ia tidak akan mau menerima putri Patrick sebagai menantunya.


Miranda pun menatap Jack dengan tatapan tajamnya,


"Mau bagaimanapun kau meminta pada ibu, ibu tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan gadis ini!!" ujarnya tajam.


Miranda melirik Alice dengan tajam lalu memilih untuk pergi dari ruangan itu. Dengan cepat ia melangkah kearah pintu dan membukanya dengan cukup keras lalu menutupnya.


Miranda terdiam sejenak di balik pintu sambil menutup matanya dengan sedikit perasaan bersalah pada sang putra.


'Maaf Jack.. Kali ini, ibu tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Kau tidak boleh bersama dengan gadis itu!!' ucapnya dalam hati.


Tidak ada cara lain sekarang..


Satu-satunya cara adalah obat perangsang itu. Ia akan membuat Jessica dan Jack berhasil tidur bersama, dan ia bisa menikahkan putranya dengan Jessica.


Jack pasti tidak bisa lagi menolak jika sudah seperti itu.. pikirnya dalam hati.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍