Mysterious Man

Mysterious Man
Untrue Gossip



"Ini.. Bacalah! Semua orang sepertinya sudah membaca berita ini" ucapnya tersenyum puas.


Alice pun menatap sebuah artikel di layar dan seketika terbelalak dengan terkejut saat melihat judul artikel tersebut yang juga memperlihatkan sebuah foto dirinya dan Jack tadi malam serta foto Jessica yang di buat dengan retakan hati.


'HUBUNGAN CEO TAMPAN DENGAN SANG KEKASIH BERAKHIR KARENA ORANG KETIGA'


Alice seketika terlihat terkejut melihat artikel itu. Ia mengepalkan tangannya dan menatap Irene yang tengah tersenyum mengejek padanya,


"Hey Alice, aku tau Tuan Jack itu tampan dan menjadi incaran para wanita. Aku juga mengakui bahwa aku mengaguminya.. Tapi, aku tidak akan menjadi wanita penggoda sepertimu untuk merebutnya" ucap Irene tajam.


"Benar-benar memalukan!" lanjutnya dengan tatapan mengejek.


Alice pun menatap gadis itu dengan tajam,


"Jaga ucapanmu!! Aku tidak pernah menggoda ataupun merebut siapapun!!" tegasnya.


Irene pun tertawa mencemooh mendengar ucapan Alice,


"Benarkah??? Lalu apa maksud dari berita ini?? Kau pikir ada orang lain yang mencoba memfitnah mu??" tanyanya sinis.


"Huh.. Pantas saja kemarin Tuan Jack memintamu untuk menggantikan sekretarisnya.. Ternyata, kalian telah memiliki hubungan gelap" ucap Irene tajam.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai Tuan Jack lebih memilihmu dari pada kekasih sebelumnya yang setia menunggunya saat koma?? Apa kau memberikan tubuhmu padanya??" ucap Irene tajam.


Dan, tanpa gadis itu sadari.. Jack telah berdiri tak jauh dari posisi mereka dengan amarah yang tak tertahan lagi,


"CUKUP!!" ucapnya keras.


Seketika pandangan Irene dan Alice pun mengarah pada Jack yang tengah berjalan kearah mereka.


Irene membelalakkan matanya dengan terkejut dan langsung menunduk saat melihat Jack yang sudah berdiri di samping Alice.


Pria itu menatap Alice yang hanya menunduk dalam diam. Ia pun meraih tangan Alice dan menggenggamnya. Pandangannya kembali tertuju pada Irene yang terlihat menunduk takut.


Di sekitar mereka pun terlihat para karyawan yang terlihat penasaran dengan suara keras Jack tadi. Mereka semua telah melihat berita yang beredar di internet dan terlihat penasaran dengan hubungan Jack dan Alice yang sebenarnya.


"Aku tidak menyangka, Tuan Jack rela memutuskan Nona Jessica demi anak magang itu.." bisik seorang karyawan wanita pada temannya.


"Benar.. Kuakui, gadis magang ini memang lebih cantik. Tetapi.. kesetiaan Nona Jessica pada Tuan Jack tidak ternilai hanya dengan itu saja" bisik temannya.


Jack yang dapat mendengar bisik-bisik itu seketika menatap orang-orang di sekitarnya dengan tatapan paling tajam yang ia miliki. Genggamannya semakin erat pada tangan Alice dan dengan pelan membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


"Apa yang kalian bisikkan!! Jika kalian berani, katakan apa yang baru saja kalian ucapkan tadi di hadapanku sekarang!!!!" ujarnya keras yang membuat orang-orang itu menunduk takut termasuk Irene.


Alice mengeratkan genggamannya pada tangan Jack dan menatap pria itu untuk menenangkannya. Pria itu terlihat sangat menyeramkan dengan tatapan menusuknya..


Nafas Jack terlihat sedikit memburu karena pria itu terbawa emosi. Ia sangat tidak suka jika ada yang berani menjelekkan dan menyudutkan Alice seperti itu tanpa mengetahui yang sebenarnya terjadi.


"Kukira kalian semua adalah orang-orang berpendidikan yang pintar.. Tetapi, ternyata kalian mudah sekali termakan berita murahan seperti itu!!!!" desis Jack tajam.


Ia menghela nafasnya kasar dan menatap semua orang yang berada disana, terutama Irene,


"Dengarkan aku baik-baik!!! Alice bukanlah orang ketiga ataupun orang yang menyebabkan hubunganku dan Jessica berakhir!!" tegasnya tajam.


"Hubunganku dan Jessica sudah berakhir sebelum itu. Dan.. perlu kalian garis bawahi, bahwa.. akulah yang mengejar-ngejar Alice dan menyukainya sejak pertama kali bertemu dengannya!!" lanjutnya lagi.


Jack semakin mengeratkan pelukannya di bahu Alice,


"Aku.. TIDAK pernah merasakan perasaan jatuh cinta, sebelum aku bertemu dengan Alice!!" tegasnya yang membuat orang-orang di sekitarnya mengernyitkan kening tidak mengerti.


'Apa maksud perkataan pria itu??' pikir Irene dalam hati.


Jack pun menghela nafasnya pelan mencoba untuk menenangkan dirinya yang terbawa emosi. Alice menatap kearah Jack dengan tatapan sendunya.


Jack pun tersenyum lembut pada gadis itu dan kembali menatap orang-orang yang berkumpul disana. Ia menegakkan tubuhnya dan menatap tajam pada Irene,


"Kau!!!" tunjuknya pada Irene yang membuat gadis itu seketika menatap kearahnya dengan takut.


"Kau.. aku cabut sebagai mahasiswa magang di perusahaan ini!!" ucap Jack yang membuat Irene terbelalak seketika.


"Tu... Tuan.. Aku tidak bermaksud seperti itu.. Aku.." ucapnya terbata-bata.


"Cukup!! Kau bisa meninggalkan tempat ini sekarang!! Masih banyak mahasiswa lain yang berpotensi di bandingkan dirimu!!" ucap Jack tajam.


Jack pun lalu mengalihkan pandangannya pada dua karyawan yang saling berbisik membicarakan Alice tadi,


"Dan kalian!" sahutnya tajam yang membuat kedua karyawan itu menunduk takut.


Mereka pun dengan segera berlutut di hadapan Jack dengan penuh penyesalan,


"Tu.. Tuan.. Kami tidak bermaksud menjelekkan Alice.. Kami hanya.." ucap mereka terbata.


"Cukup!! Tinggalkan tempat ini!! Kalian di pecat!!" ujar Jack tajam.


Kedua karyawan itu membelalakkan mata mereka dan mulai menangis sambil memohon pada Jack,


"Tuan!! Kumohon jangan pecat kami!!!" ucap mereka memohon.


Jack tidak mengindahkan ucapan mereka dan memilih membalikkan tubuhnya dan membawa Alice pergi dari tempat itu.





"Kau baik-baik saja??" tanyanya lembut.



Alice menatap Jack dan mengangguk pelan,



"Aku tidak apa-apa.." jawabnya pelan.



Gadis itu pun menunduk pelan dengan berbagai pikiran yang mengganggunya. Jack yang menyadari raut wajah Alice seketika menyentuh dagu gadis itu dan mengangkatnya perlahan agar mereka saling bertatapan,



"Kumohon.. Jangan lagi memikirkan hal-hal yang mengganggu pikiranmu" pintanya dalam.



"Soal artikel itu, aku akan menyuruh Morgan untuk menuntut penyebarnya. Aku akan menemukan siapapun yang menyebarkan berita itu dan membawanya ke jalur hukum karena itu berita yang tidak benar" lanjutnya lembut.



Alice terdiam sejenak dan menatap Jack dengan tatapan sendunya,



"Jika di pikir-pikir.. Bukankah itu semua benar??" tanya Alice pelan yang membuat Jack mengernyitkan keningnya.



"Apa maksudmu??" tanya Jack pelan.



Alice menghela nafasnya dan mengalihkan tatapannya dari Jack,



"Kita berhubungan sebelum kau dan Jessica benar-benar putus.. Bukankah itu sama saja aku seperti menjadi orang ketiga di antara kalian??" tanyanya lagi.



Jack yang mulai mengerti arah pembicaraan Alice pun seketika menghela nafasnya dan menyentuh pipi Alice dengan lembut.



Ia membawa kembali wajah Alice agar saling bertatapan dengannya,



"Mengapa kau berpikir seperti itu??" tanya Jack lembut.



Alice tidak menjawab pertanyaan Jack dan hanya terdiam dengan perasaan tidak menentu.



Jack pun terdiam sejenak dan menatap Alice dalam,



"Kau salah Alice.." ucapnya terdiam sejenak.



"Sebelum aku mengingat dirimu.. Aku telah berbicara dengan ayah Jessica dan meminta izin padanya untuk mengakhiri hubunganku dengan putrinya.." lanjut Jack yang membuat Alice langsung menatapnya dengan kening yang berkerut.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁