King System

King System
Episode 98



Singkat cerita saat waktu yang sudah di tunggu tunggu akhirnya tiba terlihat semua orang telah berkumpul di alun alun kota mengenakan pakaian serba hitam hingga susah untuk melihat mereka karena gelap.


"Apa kalian sudah siap" tanya kevin yang terlihat sedang memegang obor.


"Kami siap" jawab semua orang.


"Baiklah kita akan berangkat" ucap kevin.


"System kirim kelompok 6 sampai 10 serta tetua yen dan tetua Yo ke tambang kristal yang berada di kota baisan" gumam kevin.


[Teleportasi berhasil memotong 250 kristal sihir tingkat tinggi.]


Lalu kelompok 6 sampai 10 pun menghilang bersama dengan tetua yen dan Yo.


"Qi yu kau dan Chen yu serta bogu yu berjaga di sekte biar aku saja yang melakukan penyerangan" ucap kevin.


"Tenang saja kami akan menjaga sekte ini dengan baik kau fokus saja pada misi aku yakin kau pasti akan berhasil" jawab Qi yu.


"Dan kau harus berhati-hati" ucap bogu yu.


"Tenang saja aku pasti akan baik baik saja" jawab kevin.


"System kirim kami ke hutan dekat kota guang" ucap kevin sembari memasang mempo milik nya.


[Teleportasi berhasil mengirim tuan serta yang lainya ke hutan dekat kota guang memotong 250 kristal sihir]


...****************...


Di sebuah hutan yang gelap dan mengerikan terlihat kevin dan para murid sedang tiarap. Beberapa di belakang pohon beberapa di dalam semak semak.


"System di mana para bandit berkumpul" gumam kevin sembari menatap tajam ke arah benteng kota guang yang sangat tinggi.


Terlihat di atas benteng para penjaga sedang berjaga sangat waspada bahkan mereka berbaris di setiap tembok. Mereka telah bersiap memegang panah yang terlihat sangat mengingimidasi.


"Sepertinya panah yang mereka gunakan merupakan senjata tingkat langit" gumam kevin.


[Para bandit semuanya berpencar namun ada tiga tempat di mana mereka berkumpul yaitu di bar hasrat di sana ada 567 bandit yang sedang bersenang senang, lalu di rumah bordir hasrat yang tak jauh dari bar di sana ada 1232 bandit yang sedang main dengan wanita, dan di penginapan hasrat di sana ada 22.000 ribu bandit yang sedang tidur dan makan sisanya mereka sedang bersenang senang.]


"Baiklah aku kita akan membagi tim ini menjadi tiga kelompok. Kelompok 2 dan 3 kalian pergi bersama ke bar hasrat dan kelompok 4 dan lima kalian pergi ke rumah bordir hasrat dan tolong semua guru dan tetua ikut saja dengan kelompok 2,3,4, dan lima aku akan mengajak kelompok satu sendiri" ucap kevin dengan suara pelan.


"Siap" jawab para ketua kelompok dengan suara pelan.


"Di atas benteng ada 1000 bandit yang sedang berjaga menggunakan panah yang siap menembak jadi aku harus melumpuhkan mereka dalam sekejap" gumam kevin.


"Kelompok 2,3,4, dan lima kalian bergerak masuk ke dalam kota dengan aba aba ku kalian harus cepat" bisik kevin.


"Siap" jawab mereka dengan berbisik.


"Seribu pedang" ucap kevin.


Seketika muncul bayangan pedang tepat di atas para penjaga tanpa mereka sadari.


"Satu,dua,maju" ucap kevin sembari menusuk kepala para penjaga menggunakan pedang bayangan bersamaan dengan aba aba kevin kelompok ,2,3,4, dan 5 pun langsung melesat masuk ke dalam kota tanpa di sadari oleh siap pun.


Terlihat pedang bayangan kevin membelah tubuh para penjaga yang berada di atas benteng.


"Jentik api sengsara" ucap kevin sembari melompat ke dalam kota dan kabupaten menjentikan jarinya.


Seketika mayat para penjaga pun terbakar oleh api hitam milik kevin.


"Kerja kalian lumayan bagus" ucap kevin sembari melihat mayat penjaga yang telah bergelimpangan di tanah.


Terlihat para murid sedang berdiri menghadap istana kota dengan pedang yang sudah penuh di basah karena darah yang masih segar.


"Kalian cepat pergi ke tempat yang sudah aku perintahkan dan kalian ingat kalian harus melakukan misi ini secara diam diam" ucap kevin sembari berjalan ke depan sembari menjentikan jarinya.


"Siap" jawab mereka lalu mereka pun pergi.


"Jentik api sengsara" ucap kevin sembari tersenyum.


"Maaf akan aku kakek karena aku telah membunuh mereka" gumam kevin sembari tersenyum.


"Ayo kita pergi ke penginapan hasrat" ucap kevin.


...****************...


Sementara itu di tambang kristal kota baisan terlihat tetua yen dan Yo sedang bersembunyi di baik pohon sembari menatap ke arah mulut gua yang di jaga oleh ratusan orang yang bersenjata.


"Aldi apa yang harus kita lakukan" tanya tetua yen.


"Tetua Yo tolong kau cari jalan keluar tambang ini dan tutup itu hingga rapat bahkan udara saja tidak bisa masuk dan tolong sisakan satu jalan. Dan tetua yen tolong bawa semua murid ke jalan keluar ke dua" jawab Aldi.


"Baiklah aku akan melakukan itu aku akan membawa beberapa orang untuk membantu" jawab tetua Yo.


"Baiklah aku akan melakukan itu" jawab tetua yen.


"Baiklah" ucap Aldi.


"Memang apa yang ingin kau lakukan" tanya liona.


"Apa kau lupa. Aku ingin menutup lubang atau pintu keluar lalu aku akan memasukan api hingga membuat udara di dalam tambang habis otomatis mereka akan keluar mencari udara lalu mereka akan lari ke pintu depan yang sudah ku bakar setelah itu mereka akan pergi ke pintu yang lainya. Dan di pintu itu kita akan melakukan serangan kejutan kepada mereka dengan cara ini kita bisa menghemat waktu dan tenaga" jawab Aldi.


"Jadi begitu tidak ku sangka dari penampilan bodoh mu ini tersimpan seorang yang sangat pintar dan cakap" ucap liona sembari berjalan mengikuti tetua yen.


"Kau masih terlalu muda" gumam Aldi.


Kemudian tetua yen dan yang lainya pun pergi dan kini hanya tinggal Aldi dan 10 murid lainya.


"Hei kau cepat kau maju ke depan aku akan menjaga mu di belakang" ucap Aldi.


"Baiklah" jawab murid wanita yang di maksud Aldi.


Kemudian murid itu pun berlari ke arah mulut gua.


"Tolong tolong ada beruang tanduk di sana ia mengejar ku tolong" teriak murid yang di perintah Aldi.


"Sungguh Ia lebih cocok menjadi seorang aktor dari pada petarung" gumam Aldi sembari tertawa melihat ekting murid yang ia perintah.


"Huuuuaaark" suara Aldi yang meniru suara beruang.


Terlihat para penjaga mulai waspada dan berlari mendekati murid tersebut.


Lalu Aldi dan sisa murid tadi berjalan perlahan ke belakang prajurit yang sedang berkumpul.


"Apa kau tidak apa apa wanita cantik" ucap salah satu penjaga.


"Mata mu baik baik saja" teriak murid itu sembari menusuk mata penjaga menggunakan pisau.


"Srac" suara kepala penjaga yang di penggal oleh Aldi dari belakang.


...****************...


Bersambung.