King System

King System
Episode 293 kediaman keluarga yu



Di sebuah rumah kecil terlihat Kevin tengah berdiri di sana sembari menghisap cerutu.


"Cepat bangun....! aku tidak ingin menunggu lebih lama jika kau tidak keluar maka aku akan menghancurkan rumah ini" teriak Kevin.


Sementara itu di dalam rumah.


"Apa...! bahkan matahari belum terbit dengan sempurna, aku hanya ingin tidur lebih lama" ucap Dujuan yang tiba-tiba bangun dari tidurnya.


"Baiklah aku akan segera keluar... hoooaaaah" jawab Dujuan sembari turun dari ranjang sembari menguap, lalu ia berjalan untuk membuka pintu.


"Selamat pagi apa yang kau inginkan? aku masih mengantuk, kau bisa datang ke sini saat matahari telah terbit sepenuhnya" ucap Dujuan sembari membuka pintu.


"Apa kau ingin ku hukum, kita harus segera pergi ke kediaman keluarga yu, kau cepat mandi dan bersiap lalu ajak Wei dong dan Wei an aku akan menunggu di rumah yu Zhong, ku berikan waktu 30 menit jika kau tidak berada di sana saat waktu habis maka aku akan menghukum mu" ucap Kevin sembari berjalan pergi.


"Baiklah aku akan berada di sana sebelum 30 menit, oooaaaaaah" jawab Dujuan sembari menguap serta ia menggaruk-garuk dadanya.


"Aku akan mandi lalu pergi ke tempat Wei dong dan adik nya, ooooaaah aku masih mengantuk namun aku tidak bisa melawan" ucap Dujuan sembari menutup pintu.


...****************...


Sementara itu di rumah Yu Zhong.


Terlihat Yu Zhong tengah duduk dengan bertelanjang dada, tubuhnya mengeluarkan keringat, ia tengah bersemedi.


Perlahan terlihat aura di sekitar Yu Zhong mulai terkumpul.


"Dia akan naik ranah ke mahayana bintang dua" gumam Kevin yang berada tak jauh dari rumah Yu Zhong.


"Sepertinya ia mengalami peningkatan karena telah melepaskan keperjakaannya, itu hal yang sangat bagus karena dapat memperlancar rencana ku. System buat formasi pengumpul aura di rumah Yu Zhong" gumam Kevin sembari menyalakan cerutu.


"Memotong 24 juta poin membuat formasi pengumpul aura, formasi ini dapat menarik seluruh aura yang berada di jarak radius 3 kilometer" ucap system.


Seketika terasa angin menjadi kencang seperti terjadi badai.


"Apa yang terjadi aku merasa aura di sini menjadi sangat padat 10 kali lipat dari pada sebelumnya, sepertinya Kevin membantu ku lagi" gumam Yu Zhong.


"Aku harus fokus agar berhasil dalam kanakan ranah ini" gumam yu Zhong.


...****************...


Singkat cerita di siang hari.


Terlihat Kevin, Dujuan, Wei dong, Wei an, Yu Zhong, serta wan wan tengah makan di meja makan rumah Yu Zhong.


"Selamat atas kanaikan ranah anda tuan Yu Zhong" ucap Wei dong.


"Hahahaha terima kasih atas ucapan mu aku merasa tersanjung" jawab Yu Zhong yang terlihat senang.


"Cepat selesaikan makan kalian, kita akan segera berangkat aku tidak ingin menunggu terlalu lama lagi" ucap Kevin.


"Tuan berapa lama kalian akan pergi?" tanya wan wan.


"Aku juga tidak tahu kemungkinan kami akan kembali setelah sebulan atau kurang, jadi kau harus bersabar karena suami mu akan pergi selama sebulan" ucap Kevin.


"Saya merasa sedih akan kepergian suami saya, namun saya juga merasa senang karena dia telah naik ranah, saya yakin dia akan menjadi lebih kuat jika tetap bersama dengan anda, saya rela tidak bertemu dengan dia selagi ia menjadi lebih kuat seperti yang ia mimpikan selama ini" ucap wan wan.


"Lagi pula ia hanya pergi selama sebulan dan aku bisa mengirimkannya pulang dalam sekejap kapanpun ia mau, kau jangan terlalu lebai" ucap Kevin.


"Brak...!" suara pintu yang hancur.


"Tuaan...!" ucap seorang pria yang tertidur di lantai, ia terlihat tengah sekarat.


Kaki nya telah putus, terlihat beberapa lubang di tubuh nya. Serta luka di kepala.


...****************...


sementara itu di kediaman keluarga Wei.


Terlihat beberapa pria tengah menahan ratusan musuh agar tidak memasuki rumah yang ada di belakangnya.


"Kita harus menjaga rumah pemimpin keluarga hingga tuan muda dong kembali. Kita harus menjaga nya walau nyawa kita sebagai taruhan!" teriak pria yang berada di depan.


Pria itu memiliki tubuh berotot, kepala botak serta janggut berwarna hitam.


"Aku kepala prajurit darah keluarga Wei, aku Dazuang akan mempertahankan kediaman pemimpin keluarga walau nyawa ku sebagai taruhannya!" teriak pria itu sembari mengeluarkan Roh penjaga miliknya yang berbentuk kera berwarna merah.


"Kapten seluruh anggota keluarga Wei telah melarikan diri sebaiknya kita membawa pemimpin keluarga untuk lari, biarkan saya menahan mereka" ucap seorang wanita yang berdiri di samping Duzuang.


"Tuan muda dong akan segera kembali kita harus menahan nya sebentar lagi aku yakin kita akan berhasil" jawab Duzuang.


"Perlu waktu setengah bulan untuk pergi ke ibu kota kekaisaran timur, apa kalian yakin ia akan tiba di sini dalam sekejap. Lebih baik bersiap untuk mati" ucap pria yang berada di hadapan Duzuang.


"Jangan kau bicara dasar penghianat..! aku meras jijik mendengar suara mu..!" teriak Duzuang sembari meludah ke arah pria yang berada di hadapannya.


"Aku tidak berkhianat, aku hanya mengikuti apa yang di katakan pemimpi keluarga yang baru yaitu tuan muda Suang" ucap pria yang di hadapan Duzuang.


"Kau telah membunuh lebih dari 20 ribu pekerja biasa, lalu kalian juga membunuh ratusan prajurit darah yang merupakan rekan kalian juga. Lalu apa yang di sebut penghianat jika apa yang kau lakukan tidak termasuk dari itu" ucap Duzuang.


"Aku Carlos tidak pernah berkhianat kalian lah yang melakukan itu terlebih dahulu pada ku, aku hanya membalas" jawab Carlos alias pria yang berad di hadapan Duzuang.


"Kau tidak memiliki hati Carlos, kau tidak mengingat apa kenangan yang pernah kita lalui, pemimpin keluarga Wei lah yang telah menyelamatkan mu lalu mengurus mu hingga menjadi seperti sekarang. Apa kau. amnesia!" teriak wanita yang berada di samping Duzuang sembari menangis.


"Carla kau tau aku mencintai mu, namun mah tetap memilih Duzuang aku tidak akan memaafkan kalian karena telah menyakiti hati ku" ucap Carlos sembari menjilat pedang miliknya yang telah berlumur darah.


"Apa hanya karena alasan ini kau berkhianat kepada keluarga Wei?" tanya Carla alias wanita yang berada di samping Duzuang.


"Aku tidak peduli dengan kalian, sekarang tuan ku adalah tuan muda Suang" jawab Carlos.


"Duuuuuak...!" suara ratusan prajurit Carlos yang beterbangan.


"Cring..! cring..!" suara gelang kaki yang saling berbentur.


Perlahan terlihat Wei dong yang sangat marah tubuhnya di penuhi api berwarna ungu, serta terlihat roh penjaga miliknya yang berbentuk singa berwarna ungu memiliki tanduk serta sayap kelelawar.


"Tuan muda" ucap Duzuang yang terlihat terkejut.


"Kalian adalah mahkluk paling menjijikan yang pernah aku lihat, menghancurkan keluarga ku hanya karena bayaran yang tidak seberapa" ucap Wei dong yang terlihat sangat marah setelah melihat kediaman keluarga Wei yang hancur menjadi reruntuhan.


"Tuan muda..! mundur Carlos berada di rana mahayana bintang dua!" teriak Duzuang sembari berlari ke arah Wei dong mencoba untuk menahan serangan Carlos yang tengah diam-diam menyerang dari belakang.


"Stap..!" suara pukulan Carlos yang di tahan oleh Yu Zhong.


"Yo Carlos lama tak jumpa" ucap yu Zhong sembari tersenyum ke arah Carlos.


"Yu Zhong sejak kapan..?" gumam Carlos yang terlihat terkejut.


"Duak..!" terlihat wajah Carlos di injak oleh Wei an.


"Rasakan itu dasar penghianat!" teriak Wei an.


...****************...


Bersambung...