
Terlihat kevin dan peserta lainya sedang berbaris di depan portal yang menyala.
"Peraturan babak ke tiga ini hanya satu kumpulkan lebih banyak monster" ucap seorang lelaki tua yang berdiri di depan portal.
"System berikan informasi tentang Hutan hitam kematian" gumam kevin.
[Hutan hitam kematian adalah rumah bagi para Monster yang kuat. Hutan ini di segel oleh kaisar pertama dan untuk pergi ke hutan tersebut hanya ada satu jalan yaitu portal yang ada di hadapan tuan. Selain Monster hutan ini juga ada racun serta jabatan yang mematikan.]
"Hmm jadi begitu" gumam kevin.
"Saat kalian memasuki portal maka kalian akan di kirim ke tempat yang berbeda" ucap lelaki tua yang berada di depan portal.
"Jadi begitu. Sebenarnya mudah karena aku bisa menggunakan teleportasi ke tempat yang aku mau" gumam kevin.
"Baiklah kalian bisa masuk sekarang" ucap lelaki tua yang berdiri di depan portal.
"Omar, ali kalian harus ingat saat masuk nanti kalian harus mencari ku" ucap kevin sembari memegang pundak omar dan Ali.
Terlihat peserta lain mulai memasuki portal.Lalu kevin juga memasuki portal tersebut.
Kemudian kevin di kirim ke sebuah hutan dengan pohon pohon berwarna hitam.
"Yah mungkin ini alasan kenapa hutan ini di beri nama hutan hitam" ucap kevin sembari memegang daun berwarna hitam yang jatuh dari pohon.
Lalu ia mendekati sungai yang berada tak jauh darinya.
"Air di sini sangat jernih" gumam kevin.
[Tuan jangan meminum air di sungai ini karena sungai ini merupakan sungai racun ular putih yang dapat membunuh seorang yang berada di ranah master dalam waktu tiga detik.]
"Wow ini sangat berbahaya" ucap kevin sembari menarik tangan nya.
"System di mana omar dan Ali berada?" tanya kevin sembari berjalan menjauh dari sungai tersebut.
[Saat ini omar berada di tengah hutan sedangkan ali berada di sarang monster elat]
"Apa sarang elat" ucap kevin.
(Elat adalah gabungan dari elang dan ulat jadi Monster itu terlihat seperti ulat bersayap elang dengan paruh dan cakar.)
"System kirim aku ke tempat ali berada" ucap kevin.
[Teleportasi berhasil]
Kemudian kevin di kirim tepat di samping ali yang sedang di kepung oleh puluhan elat yang sedang terbang di atas ali.
"Jentik api sengsara" ucap kevin sembari menjentikan jarinya.
Seketika puluhan monsters elat yang sedang mengepung ali tiba tiba terbakar oleh api hitam.
"Tuan terima kasih telah menyelamatkan aku" ucap ali sembari berlutut ke arah kevin.
"Dah banguj sekarang kau ambil inti monster elat itu" ucap kevin sembari membantu ali bangun.
"Baiklah tuan" jawab ali.
"Aku akan pergi menjemput kakak mu kau kumpulkan saja semua inti monster elat itu" ucap kevin sembari mengeluarkan botak.
"Botak jaga ali sementara aku pergi" ucap kevin.
Terlihat botak mengangguk.
"Aku harus mengumpulkan inti monster sebanyak banyaknya agar putih bisa berevolusi menjadi manusia" gumam kevin.
"System kirim aku ke tempat omar berada" ucap kevin.
[Teleportasi berhasil]
Lalu kevin di kirim di samping omar yang sedang duduk sila.
"Oh ternyata omar sedang bermeditasi di sini" gumam kevin yang berada di samping kanan omar.
"System kirim kami ke tempat ali berada" ucap kevin.
[Teleportasi berhasil]
Kemudian kevin dan omar di kirim ke tempat ali yang sedang sibuk mengambil inti monster.
"Eaaaaarrk" terdengar suara raja elat yang berada tepat di atas kevin.
(Raja elat adalah salah satu monster tingkat 10)
"Ali apa kau sudah mengambil semua inti monster" teriak kevin.
"Ya tuan ini yang terakhir" jawab ali.
"System buat pelindung untuk omar" gumam kevin.
[Membuat pelindung memotong 100 coin jiwa]
"Ali cepat berlindung ke belakang botak" teriak kevin sembari menujuk ke arah botak.
Tiba tiba raja elat yang memiliki ukuran sangat besar itu meluncur ke arah kevin dengan kecepatan tinggi.
"Raja elat memiliki darah yang seperti asam yang bisa membuat mahluk hidup meleleh" gumam kevin sembari menarik keluar pedangnya dari sarung pedang.
"System buat pelindung yang bisa melindungi ali bersama omar dari darah elat" ucap kevin sembari melakukan kuda kuda.
[Membuat pelindung memotong 100 coin jiwa].
Seketika kevin melesat ke arah raja elat tersebut.
Dalam sekejap tubuh raja elat yang hampir sebesar kapal induk. Seketika sudah terpotong potong menjadi ratusan potongan kecil.
Terlihat kevin sedang terbang sembari memegang inti monster raja elat di tangan kanan nya sedangkan tangan kirinya ia memegang pedang.
"Wah keren tuan kevin bisa membunuh monster tingkat 10 dengan mudah" ucap ali yang sedang mengintip dari balik badan botak.
Tiba tiba tubuh omar mulai melayang dan keluar cahaya putih dari mulut serta matanya.
Tiba tiba langit menjadi mendung.
"Apa yang terjadi pada omar bukanya naik ranah tidak seperti ini?" ucap kevin.
[Omar sedang membangkitkan nadi petir. Nadi petir adalah evolusi dari roh unsur petir. Ketika pemilik roh unsur sudah menguasai kekuatan unsur dengan baik.]
"Oh jadi begitu" ucap kevin.
Tiba tiba omar di sambar petir yang mengakibatkan pelindung yang di buat System hancur.
"Kakak" teriak ali.
"Tenang saja omar baik baik saja" teriak kevin sembari turun ke tanah.
Lalu omar di sambar petir lagi. Kali ini sembarangan itu mengenai omar mengakibatkan urat urat yang ada di tubuh omar mulai menonjol.
"Duaaaaaar" suara petir yang memiliki kekuatan lebih kuat dari petir yang sebelumnya.
Saat petir itu menyambut omar tiba tiba pedang suci yang di berikan kevin melayang ke arah petir tersebut.
Terlihat pedang tersebut menyerap petir yang sangat kuat itu.
"Tunggu apa yang terjadi pada pedang itu" gumam kevin.
[Pedang yang tuan berikan ke pada omar adalah pedang elemen yang memiliki roh yang bisa menyerap elemen yang cocok dengan pedang tersebut. Selain itu pedang yang tuan berikan bisa berevolusi dari pedang tingkat suci ke tingkat legendaris.]
"Apa sehebat itu saat ini aku memiliki lebih dari 20 pedang elemen" gumam kevin.
Saat pedang itu selesai menyerap petir tiba tiba langit yang awalnya mendung tiba tiba jadi cerah. Lalu pedang tersebut berubah bentuk dan yang awalnya hanya pedang dengan warna ungu sekarang tiba tiba memiliki gagang yang keren dengan mantra yang tertulis di pedang.
"Wah kakak ku hebat sekali" ucap ali sembari bertepuk tangan.
Setelah itu tubuh omar mulai turun secara perlahan.
"Wah apa yang terjadi pada ku" ucap omar sembari meraba tubuh nya.
"Selamat saat ini kau sudah membangkitkan Nadi petir" ucap kevin sembari tersenyum.
"Hah Nadi petir apa itu?" tanya omar.
"Coba kau berlari" ucap kevin.
...****************...
Bersambung.