
"Aaaaaark....!" teriak Wei Zhou yang tengah terkapar sembari ia memegangi tangannya, ia meronta-ronta kesakitan menangis serta terus berteriak.
"Dia ini kultivator atau bukan, tangan nya hanya putus tapi dia bereaksi seperti ini sungguh memalukan" gumam Yu Zhong sembari menatap jijik ke arah Wei Zhou.
"Kau anggap apa kami di sini..? kau kira kau dapat mengelabui kami dan kabur menggunakan token teleportasi itu" ucap Kevin yang terlihat kesal.
"Maaf tuan.. maaf tuan.. hamba hanya seorang pesuruh lepaskanlah hamba tuan" ucap Wei Zhou sembari berlutut ke arah Kevin dan juga Wei dong.
"Duaaak...!" suara tubuh Wei Zhou yang terhempas karena di tendang oleh Wei dong.
"Dasar menjijikkan..! teriak Wei Zhong sangat marah.
"Kau telah menghancurkan keluarga mu sendiri..! kau telah mengkhianati orang-orang yang telah mempercayai mu bahkan membangga-banggakan diri mu...! tapi kau malah melakukan ini dasar kau sampah..!" teriak Wei dong sembari memukuli wajah Wei Zhou hingga membuat kepala nya terpendam di lantai.
"Wei dong cukup, kita baru membangun tempat ini jangan kau hancurkan" ucap yu Zhong yang tiba-tiba muncul berjongkok di samping wei dong sembari menepuk pundak Wei dong dengan ekspresi datar.
"Biarkan saja, kau adalah calon pemimpin keluarga Wei yang baru, kau harus menunjukkan ketegasan mu dalam menyikapi masalah penghianat ini" ucap Kevin.
"Baiklah aku mau ambil cemilan" ucap yu Zhong.
"Anak ini memiliki dendam yang sangat dalam, aku dapat melihat aura iblis yang pekat di sekitar tubuh nya, jika tidak di pendam maka ia akan rentan terjerumus ke jalan yang salah" gumam Kevin sembari menatap Wei dong yang sekeliling tubuh nya di selimuti aura berwarna hitam pekat.
Tiba-tiba. Wei dong berdiri sembari mencekik Wei Zhou kemudian ia berjalan keluar ruangan.
"Kita lihat apa yang akan di lakukan oleh anak ini" gumam Kevin.
Terlihat semua orang telah berkumpul membentuk sebuah jalan untuk Wei dong.
"Menarik lelaki tua itu telah buntung" ucap Dujuan yang tengah duduk di atas pohon sembari memakan buah persik.
"Hei idiot ayo kita ikuti, kau tak ingin melihat sesuatu yang keren" ucap yu Zhong yang tiba-tiba muncul di bawah pohon tempat Dujuan duduk.
"Baiklah aku akan ikut melihat, ngomong-ngomong apa yang kau bawa?" tanya Dujuan sembari turun dari pohon
"Aku di berikan cerutu oleh Kevin memang kenapa kau bertanya" jawab Yu Zhong sembari menunjukkan sekotak cerutu kepada Dujuan.
"Boleh aku minta satu?" tanya Dujuan sembari mencoba mengambil satu batang cerutu.
"Kau meminta apa merampas, aku belum mengatakan iya tapi kau sudah ingin mengambil" ucap yu Zhong sembari menyimpan cerutu tersebut.
"Hehehehe maaf kan aku, yasudah ayok kita lihat ke sana" ucap Dujuan sembari berjalan.
"Baiklah" jawab yu Zhong sembari memberikan satu batang cerutu kepada Dujuan.
...****************...
Sementara itu di depan gerbang benteng kediaman keluarga Wei yang baru setengah jadi.
"Kau hampir membuat keluarga Wei musnah maka dengan darah mu juga aku akan membangun keluarga Wei kembali, mulai sekarang aku umumkan darah dari Wei Zhou adalah darah yang haram dan wajib untuk di musnahkan..!" teriak Wei dong yang tengah berdiri di atas gerbang sembari memegang kepala Wei Zhou yang tengah berlutut ja terlihat setengah sadar.
Tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang berkumpul di atas langit depan gerbang benteng kediaman keluarga Wei.
"Dia telah muncul" gumam Kevin sembari tersenyum kecil.
Serentak semua orang menatap Cahaya itu.
Perlahan cahaya itu membentuk sebuah tubuh seorang wanita.
"Beraninya kalian melukai bawahan ku" terdengar suara dari cahaya itu di ikuti bumi yang bergetar.
"Salam ratu" ucap Wei Zhou dengan suara berbisik sembari melirik ke atas ke arah Cahya tersebut.
"Siapa kau! beraninya kau muncul di wilayah ku" ucap Wei dong dengan suara tegas serta wajah serius yang terlihat mengintimidasi.
"Aku tidak peduli siapa diri mu lebih baik kau pergi" ucap Wei dong sembari menggenggam leher Wei Zhou semakin keras.
"Aaakkkh....!" suara raungan kesakitan dari Wei Zhou di ikuti suara tulang yang retak dan darah yang mengalir dari mulut nya.
"Dasar mahkluk rendahan....!" teriak cahaya itu sembari menyerang Wei dong.
Terlihat bola cahaya melesat sangat cepat ke arah Wei dong.
"Gawat aku tak bisa menahan kekuatan ini" ucap Wei dong yang terlihat panik.
Seketika Dujuan dan yu Zhong muncul di depan bola cahaya itu.
"Sungguh menjijikkan berani menindas junior" ucap yu Zhong.
"Pukulan naga hitam...!" teriak Dujuan sembari memukul ke arah Cahya tersebut.
"Duaaaaaar....!" suara ledakan yang di hasilkan dari terbenturnya serangan tersebut membuat bumi bergetar serta membuat pepohonan tumbang dari radius 100 meter.
"Dasar pengecut tidak berani datang dengan tubuh asli" ucap yu Zhong yang tiba-tiba berada di hadapan cahaya tersebut sembari mengayunkan tangannya mengakibatkan tubuh cahaya itu terbelah menjadi dua.
"Aku akan membalas ini semua..!" teriak cahaya itu perlahan menghilang.
"Apakah dia orang nya tuan?" tanya sun.
"Sudah bertahun-tahun aku tak bertemu dengan nya, dia sedikit berubah" ucap Kevin sembari tersenyum kecil lalu ia menyalakan cerutu.
"Sebentar lagi aku akan menemui mu" gumam Kevin.
"Lanjutkan Wei dong" ucap Dujuan.
"Lihat lah sekarang siapa yang bisa menolong mu cuih" ucap Wei dong lalu ia meludahi wajah Wei Zhou.
"Kalian akan hancur... kau akan melihat adik mu menjadi wanita pelacur dan melayani banyak wanita" ucap Wei Zhou dengan suara pelan dan mata yang terus terbuka dan tertutup.
"Dasar sampah..!" teriak Wei dong sembari menghantamkan wajah Wei Zhou ke lantai hingga membuat gerbang hancur.
"Hei setidaknya kau harus mengingat kami, kami telah lelah membangun gerbang itu" ucap Dujuan.
Terlihat Wei dong mengambil papan nama yang masih kosong.
Lalu ia menebas kepala Wei Zhou dan menulis nama keluarga Wei di atas papan nama itu menggunakan darah Wei Zhou.
"Bawa tubuh nya dan beri makan ke anjing" ucap Wei dong sembari terbang perlahan ke atas.
Terlihat Wei dong mengarahkan tangan nya ke arah puing-puing bentang keluarga Wei.
Lalu ia memutar tangan nya ke arah balik jarum jam.
Perlahan puing-puing tersebut mulai tersusun menjadi benteng seperti semula.
"Dia menguasai hukum waktu" gumam Kevin yang terlihat terkejut.
"Hukum waktu adalah hukum yang paling tinggi hanya satu dewa saja yang dapat menguasai hukum waktu yaitu Batara kala" ucap sun.
"Menarik" gumam Kevin.
...****************...
Bersambung.