
Sementara itu di tempat Jak.
Terlihat Jak tengah terpojok menghadapi ratusan murid sekte stone hammer.
"Di belakang ku adalah tempat bagi seluruh wanita dan anak-anak yang bersembunyi" gumam Jak yang terlihat kewalahan tubuh nya penuh akan luka.
Tiba-tiba segerombolan murid sekte stone hammer itu membuka jalan.
"Jaka... salah satu petinggi kota Samanda. Aku telah banyak mendengar tentang mu, sang tangan baja seorang buronan kerajaan sudang, di buru karena telah membunuh jenderal kerajaan Sundang di depan umum, aku kagum sekaligus merasa marah akan hal itu. Karena yang kah bunuh adalah ayah ku" ucap seorang pemuda berwajah tampan ia berjalan sembari melipat tangan ke belakang.
"Aku yakin aku akan mati sekarang" gumam Jak sembari menelan ludah.
"Aku akan membalas dendam atas kematian ayah ku, aku akan membuat kematian mu menderita, dengan melihat seluruh wanita kota ini di perkosa" ucap pria tersebut.
"Brak..!" suara gedung yang terangkat ke langit saat pria tadi mengangkat kedua tangannya.
Terlihat para wanita tengah memeluk anak-anak nya, terdengar suara tangisan anak-anak yang ketakutan serta teriakan beberapa wanita.
"Gawat..! aku harus melindungi mereka aku tidak boleh lengah sedikit pun" gumam Jak.
"Kalian bisa memilih semua wanita di sini, aku tidak peduli apa yang akan kalian lakukan yang harus kalian ingat bahwa semuanya harus tetap hidup" ucap pria tadi.
"Hentikan..! kita hanya di perintahkan untuk menangkap mereka, jangan berbuat semena-mena jika tidak ingin ku bunuh!" ucap seorang pria gendut terlihat seperti biksu.
Serentak seluruh murid sekte stone hammer berlutut di hadapan pria biksu itu.
"Salam tetua Haoucun!" teriak para murid.
"Kun kau memang merupakan murid inti di perguruan namun kau tidak memiliki hak untuk memutuskan langkah di dalam misi yang sudah di ambil alih kepemimpinannya oleh tetua. Kau memerintah para murid untuk memperkosa kau pikir kau siapa...!" teriak tetua Haoucun yang terlihat sangat marah.
"Tangkap para wanita cepat..!" teriak Haocun.
"Dasar biksu penipu memang aku tidak tau jika kau memiliki niatan jahat seperti ku, kau itu menyukai anak kecil" gumam Kun sembari berlutut dengan wajah kesal.
Terlihat para murid mulai berlari ke arah para wanita dan anak-anak yang tengah ketakutan.
"Duak..! Duk..!" suara murid-murid sekte stone hammer yang beterbangan karena di pukul oleh Jak.
"Bunuh diri ku terlebih dahulu jika kalian ingin membawa mereka..!" teriak Jak sembari terus memukul murid-murid sekte stone hammer.
"Kita di karang membunuh satu orang pun di kota ini, karena ketua sekte menginginkan uang dengan menjual mereka dan memberikan mereka ke tempat orang yang mencari mereka. Lukai mereka namun jangan kalian bunuh. Aku akan kembali ke sekte. Dan ingat rapikan kota ini seperti saat kita datang di awal" ucap tetua Haoucun sembari terbang perlahan ke arah belakang.
...****************...
Beberapa jam kemudian.
Terlihat semua orang telah terikat di alun-alun kota dengan keadaan tubuh yang terkuak serta terlihat ekspresi wajah ketakutan.
Terlihat di depan rumah Yu Zhong seorang pria tengah bertarung melawa banyak murid sekte stone hammer.
"Nyonya jangan khawatir aku akan menahan mereka anda buat lah portal ke tempat yang aman" ucap pria yang melindungi rumah Yu Zhong.
"Nama ku Bos Jon tak akan pernah menyerah, aku telah mengabdikan hidupku untuk melayani keluarga tuan Yu Zhong. Aku akan menjaga nyonya wan wan dengan segenap jiwa ku" ucap pria tadi alias Jon.
"Preeeeeeeeet......!"suara terompet yang terdengar sangat keras.
Terlihat ribuan pasukan ber zirah berwarna emas terbang ke arah kota Samanda.
"Pasukan dari kekaisaran" ucap Jon yang terlihat terkejut saat melihat pasukan tersebut.
"Seperti nya mereka ingin menjemput nyonya wan wan, aku telah berjanji untuk tidak membiarkan siapapun membawa nyonya wan wan walau itu urusan dari kekaisaran sekali pun aku telah berjanji kepada tuan Yu Zhong" gumam Jon sembari berdiri tegap.
"Stup..!" suara tubuh Jon yang tiba-tiba terjatuh ke tanah.
...****************...
"Dek telah mati dengan terhormat, aku akan membuatkan ia patung perhargaan" ucap Yu Zhong.
"Kapan kita akan pergi ke istana kekaisaran?" tanya Kevin.
"Saat aku dapat memastikan bahwa rakyat ku akan aman saat ku tinggalkan" jawab Yu Zhong.
"Aku akan membuatkan penghalang untuk kota ini, bahkan penghalang milik sekte stone hammer tidak ada bandingnya jika di bandingkan dengan pelindung yang akan ku buat" ucap Kevin sembari menyalakan cerutu.
"Kau terlalu banyak membantu ku, aku merasa menjadi sampah" ucap Yu Zhong.
"Kau bukan sampah, tidak semua masalah bisa di atasi hanya dengan satu orang. Sudah cukup lama kau menjadi pelindung bagi para buronan- buronan ini, dan aku hanya membantu" jawab Kevin.
"Aku janji akan selalu berada di samping ku Kevin sama seperti dulu, aku akan menjadi mata mu lagi" ucap Yu Zhong.
...****************...
Sementara itu di istana kekaisaran timur.
"Maaf tuan, saya membawa kabar buruk sekte stone hammer telah musnah, kami hanya dapat menyelamatkan ketua sekte dan beberapa murid saja, namun mereka telah menjadi orang yang tidak berguna karena hampir seluruh organ mereka kini menjadi tidak berguna" ucap seorang lelaki sembari bersujud di hadapan kaisar timur.
"Bakar saja mereka, dan lanjutkan persiapan penyambutan tuan muda keluarga yu yang akan menjemput putri ku" ucap kaisar.
"Siap yang mulia, hamba izin undur diri" ucap lelaki itu.
"Hmm"
Kemudian lelaki itu pergi dengan cara mundur.
"Ci kemari, aku ingin mengetahui siapa dalang di balik penghancuran sekte stone hammer" ucap kaisar.
beberapa saat kemudian.
"Tap.. Tap" suara seorang yang berjalan sembari membawa tongkat.
"Salam yang mulia" ucap seorang kakek tua yang pendek dan juga terlihat tengah sakit karena selalu batuk.
"Apa yang anda inginkan dari saya yang mulia?" tanya kakek itu.
"Aku ingin mengetahui dalang di balik penghancuran sekte stone hammer, aku ingin membalas dendam walau hubungan ku tidak begitu dekat dengan mereka tapi tetap saja mereka masih berada di dalam kawasan wilyah ku" Jawab kaisar.
"Baiklah yang mulia saya segera memeriksa" jawab kakek itu sembari ia duduk sila di lantai.
Terlihat mulut kakek itu melafalkan mantra dengan berbisik, perlahan tubuhnya melayang lalu matanya memancarkan cahaya berwarna biru membentuk sebuah layar seperti tv.
Dari layar itu terlihat kondisi sekte stone hammer.
Terlihat sebuah lubang besar yang memiliki kedalaman yang sangat dalam hingga tidak dapat melihat ujungnya karena gelap,
"Sekte stone hammer hancur hingga menjadi debu hanya dalam beberapa saat" gumam kaisar.
Tiba-tiba layar itu menghilang.
"Uhuk..! uhuk..!" suara kakek sebelumnya yang terjatuh dan batuk darah.
"Tuan... hamba tidak sanggup orang yang melakukan itu bukan ma.." ucap kakek tadi dengan terbata-bata layaknya orang yang ingin mati.
saat itu juga sebelum menyelesaikan kata-katanya kakek itu mati.
...****************...
Bersambung...