
Singkat cerita di sebuah tempat makan yang mewah terlihat Kevin dan yang lainya tengah berkumpul sembari makan bersama.
"Tidak ku sangka kalian telah menyelesaikan misi yang ku berikan hanya dalam sebulan, aku sangat bangga dengan kalian" ucap Kevin sembari tersenyum.
"Maaf saya belum memperkenalkan diri" ucap walikota Sakamoto.
"Tak perlu bersikap formal Sakamoto, paman mu telah bercerita tentang mu, senang bertemu dengan mu" jawab Kevin.
"Perkenalkan nama ku Bull" ucap raja Bull.
"Salam kenal" jawab Kevin.
"Jadi Sakamoto apa yang akan kau lakukan kepada Doren dan ibunya?" tanya Kevin.
"Saya akan menunggu perintah anda, mereka bersalah karena membunuh ibu saya dengan sangat kejam" jawab walikota Sakamoto.
"Raja Yun yang apa kau membenarkan apa yang di katakan Sakamoto kepada ku?" tanya Kevin.
"Saya membenarkan apa yang di katakan Sakamoto, selain itu ibu dari Bull, dan juga Sintia ikut terlibat dalam kasus ini. Saya melihat dengan mata saya sendiri di mana ibu Sakamoto di arak menuju halaman dengan kondisi tubuh yang berlumuran darah dan juga luka. Setelah itu ibu Sakamoto di gantung dan di biarkan membusuk oleh ibu mereka" jawab raja Yun yang.
"Bajing*n mereka melakukan hal ini kepada ibu ku, padahal ia tak bersalah sama sekali" gumam walikota Sakamoto sembari mengepal erat tangan nya, dan terlihat rambutnya mulai terangkat mengeluarkan api.
"Padamkan amarah mu, sekarang kau sedang berhadapan dengan orang yang penting. Sabar" ucap Qi yu menggunakan telepati.
Walikota Sakamoto pun menoleh ke arah Qi yu.
Perlahan api di atas rambut walikota Sakamoto padam.
"Setelah mendengar cerita dari raja Yun yang maka aku menyerahkan Doren dan ibunya kepada mu, aku tidak akan ikut campur terserah padamu kau ingin melakukan apa kepada mereka" ucap Kevin.
"Terimakasih tuan" ucap walikota Sakamoto.
Tiba-tiba Kevin menyentuh dahi anak Sakamoto.
seketika muncul cahaya dari tangan Kevin membuat anak Sakamoto tertidur.
"Saat dia bangun dia akan menjadi normal kembali. Aku ingin istirahat besok kita akan pergi ke pagoda surgawi" ucap Kevin sembari pergi meninggalkan meja.
"Selamat anak mu sembuh, tak ku sangka akan secepat ini" ucap Qi yu.
"Tunggu hanya begitu apa anak ku benar-benar sembuh?" ucap walikota Sakamoto yang terlihat bingung.
"Sakamoto bahkan bibi mu saja dapat di sembuhkan dengan mudah, tuan Kevin tidak pernah berbohong dia selalu menepati janjinya" ucap raja Yun yang.
"Jadi bagaimana perjalanan kalian Jhon, Josua, dan juga Justin?" tanya raja Ezraj.
"Yang mulia perjalanan kami sangat berbahaya, kami melewati banyak tantangan dan juga masalah, kami hampir mati beberapa kali" jawab Justin.
...****************...
Sementara itu di kamar Kevin terlihat ia tengah duduk bersemedi di atas kasur yang terlihat sangat lembut.
"Besok aku akan membuka gerbang antar alam, dan setelah itu aku akan pergi meninggalkan semua yang ada di alam bawah. Dan aku tidak tahu kapan akan kembali. Lebih baik aku pergi menemui niana, Razin, dan juga Eira. Aku merindukan mereka" gumam Kevin setelah itu ia menghilang.
...****************...
Di kamar niana terlihat ia tengah duduk sembari menyisir rambut di depan cermin yang besar.
"Kapan Kevin akan pulang aku merindukan nya. Aku ingin bertemu dengannya sekali saja, aku benar-benar merindukan mu" ucap niana yang terlihat sedih, matanya berkaca-kaca.
"Aku juga merindukan mu" ucap Kevin yang tiba-tiba muncul dan memeluk niana dari belakang.
Terlihat air mata niana menetes. Kevin pun mengecup kepala niana dengan lembut.
kemudian niana berdiri dan memeluk Kevin dengan sangat erat.
"Aku jadi tidak tega meninggalkan niana, tapi aku harus kuat ini demi keselamatan seluruh alam semesta termasuk niana, Razin, dan juga Eira" gumam Kevin.
"Niana.. dengarkan aku, aku datang ke sini ingin menyampaikan perpisahan kepada mu dan juga anak kita" ucap Kevin.
Tiba-tiba niana mendorong Kevin secara tiba-tiba.
"Kau akan pergi dan tak akan kembali" ucap niana.
"Kau harus mendengarkan ku, aku akan membuat sebuah tempat yang indah untuk kita berkumpul. Aku tidak ingin meninggalkan mu namun takdir berkata lain" ucap Kevin.
Perlahan Kevin berjalan mendekati niana.
"Apa kau tidak mencintai ku lagi?" tanya niana sembari mundur menjauhi Kevin.
"Apa yang kau katakan..? aku tetap mencintai mu, jangan katakan hal itu lagi" jawab Kevin yang terlihat terkejut.
Tiba-tiba Kevin memegang tangan niana dan menciumnya.
"Dunia ini tidak dapat menahan kekuatan ku, dan aku harus meninggalkan nya agar kalian semua selamat" ucap Kevin.
"Aku akan membuat rumah yang indah serta damai di atas sana. Dan yang akan membawa mu ke atas hanya Razin dan juga Eira" ucap Kevin.
"Aku harap kau mengerti, aku tidak tega bertemu dengan Razin dan juga Eira. Aku ingin diri mu yang menyampaikannya kepada mereka" ucap Kevin sembari memeluk niana dengan erat.
"Janji lah kepada ku kalau kau akan membuat tempat yang indah untuk keluarga kita, aku ingin hidup tentram. Aku tidak ingin status yang tinggi aku hanga ingin hidup bersama mu hingga akhir hayat ku" ucap niana kemudian ia mencium Kevin.
...****************...
Keesokan paginya.
"Aku harus pergi m, jika tidak aku akan terlambat" ucap Kevin yang tengah tidur di atas kasur.
"Satu ronde lagi, aku ingin mengandung anak mu lagi, aku ingin memiliki anak lagi agar aku tidak kesepian saat menunggu" jawab niana yang berada di atas.
"Baiklah jika itu yang kau mau" ucap Kevin sembari membalik tubuhnya mengakibatkan niana jatuh dan berbaring.
"Aku yang akan menghamili mu" ucap Kevin.
...****************...
Di Sebuah halaman yang luas terlihat semuanya berkumpul menunggu Kevin.
"Ayah aku sangat senang, aku bisa berjala seperti orang normal" ucap anak walikota Sakamoto.
"Ayah lebih senang karena bisa melihat mu berjalan seperti anak yang normal, setelah ini ayah akan menyerahkan kesetiaan ayah kepada yang mulia Kevin" ucap walikota Sakamoto sembari memeluk anaknya.
"Tidak seperti biasanya tuan terlambat, biasanya dia yang duluan sebelum kita tiba" ucap paman Qiu.
"Mungkin ia sedang berlatih. Kita tunggu saja lagipula tidak ada ruginya bagi kita" jawab Huang.
"Aku ingin pergi ke pasar untuk membeli cemilan aku lapar" ucap Putih.
"Lebih baik kita menunggu jangan berpencar" ucap Chen yu.
"Perjalanan kita hanya sebentar, mungkin hanya memerlukan beberapa menit saja untuk tiba ke tempat pagoda surgawi berada" ucap raja Yun yang.
"Bukanya tuan memiliki kekuatan teleportasi?" tanya Las.
...****************...
Bersambung.