
Terlihat Razin berjalan perlahan mendekati bayangan tersebut.
"Kau itu apa, kenapa bentuk mu sangat aneh dan siapa yang merantai mu?" ucap Razin yang terlihat sangat kebingungan dan khawatir.
"Kau hanya bocah tidak berguna, sebentar lagi tubuh ku akan menjadi milik ku dan kau akan ku lenyap kan" ucap bayangan itu.
"Apa kau merasa sakit?" tanya Razin sembari perlahan mencoba memegang rantai yang mengikat bayangan tersebut.
"Cepat lah mendekati ku agar aku dapat mengambil tubuh ku dan hidup kembali" gumam bayangan tersebut.
Seketika bayangan tersebut langsung memegang tangan Razin, dan bersamaan dengan itu tangan bayangan tersebut berubah menjadi merah dan terbakar.
Seketika muncul sesosok bayangan berwarna putih yang memiliki bentuk seperti Kevin.
Bayangan putih itu sangat besar hingga membuat bayangan hitam terlihat seperti debu.
Hanya dengan sinar tubuhnya, ruangan yang sebelumnya gelap dan Hitam kini berubah menjadi putih dan terang.
Seketika bayangan hitam itu langsung bersujud di hadapan bayangan putih dengan ketakutan.
"Razin jangan khawatir, ayah akan selalu bersama mu hingga akhir hayat ayah. Ayah akan melindungi mu namun kau jangan beritahu siapa pun tentang ini" ucap bayangan itu.
"Bayangan itu hanya perwujudan cinta dan kasih sayang dari seorang ayah, namun kenapa bisa sekuat ini bahkan jika aku berada di kondisi ku saat masih hidup aku tak akan sanggup menatap matanya" gumam bayangan hitam yang terlihat sangat ketakutan.
"Dia mengatakan bahwa anak pemilik tubuh yang ku diami saat ini adalah anak nya. Aku tidak akan mampu mengambil alih tubuhnya jika penjaga nya adalah seorang dewa" gumam bayangan hitam.
"Ayah" ucap Razin dengan nada yang bercampur dan air mata yang berlinang.
Kemudian bayangan itu menunduk ke arah Razin sembari tersenyum lalu perlahan menghilangkan.
...****************...
Di alam atas.
Di sebuah sungai yang memiliki aliran yang sangat deras.
Terlihat Kevin tengah memancing sembari merokok, melayang di atas sungai yang mengalir deras.
"Huak..! aaaaakr" teriak Dujuan sembari memukul samsak yang di ikat di sebuah tiang besi yang kokoh.
"Aku memodifikasi samsak tinju dengan mengganti isian dari karet vulkanisir, ku ganti menggunakan pasir besi yang di berikan mantra pengeras. Bahkan seorang tingkat mahayana tidak akan bisa menggoyang samsak tersebut walau hanya satu inci atau satu milimeter" gumam Kevin.
"Tangan ku telah hancur, tulang tangan ku telah remuk empat kali karena ku gunakan untuk memukul guling ini, Kevin mengatakan aku harus membuat guling ini bergerak setelah itu aku boleh istirahat" gumam Dujuan sembari terus memukul samsak tersebut.
"Berhentilah melakukan ini, kau hanya menyakiti tubuh ku tanpa kau sadari" ucap suara dalam pikiran Dujuan.
"Aku tidak bisa, aku ingin menjadi kuat kau jangan menghalangi ku" ucap Dujuan dengan berbisik dan trus memukul samsak tersebut.
"Aku tidak ingin tubuh ini mengidam penyakit tulang karena terlalu sering menghancurkan nya. Aku harus menghentikannya sebelum hal itu terjadi" gumam suara dalam pikiran Dujuan.
"Apa tangannya akan baik-baik saja tuan?" tanya sun.
"Tentu saja baik-baik saja aku tidak akan memberikan teknik yang salah dan akan membahayakan keselamatan seseorang" gumam Kevin.
"Cara ku melatih memang menyiksa namun itu akan membuahkan hasil yang lebih memuaskan, seseorang harus melewati batas kemampuan tubuhnya agar ia dapat berkembang. Teknik kultivasi di temukan karena penciptanya melakukan usaha yang berat" gumam Kevin sembari menarik pancing karena ada ikan yang memakan umpan nya.
"Terkadang kita tidak memperhatikan beberapa detail yang terlihat tidak penting, dan kebanyakan kegagalan berasal dari detail kecil itu" gumam Kevin sembari melepaskan ikan tangkapannya kembali ke sungai.
"Yang terjadi saat ini hanyalah mimpi, kita akan bangun dan kembali ke kehidupan nyata. Selagi kita berada di sini maka nikmatilah jangan kau mengeluh karena dunia yang sebenarnya akan lebih menyeramkan di bandingkan dunia kita sekarang" ucap Kevin.
Sontak Dujuan menoleh ke arah Kevin.
"Apa yang kau maksud aku tidak paham, aku bingung bagaimana cara menggerakkan guling ini" ucap Dujuan yang mulai marah.
"Jika aku memberitahu mu maka ini bukan tantangan lagi, jika kau merasa hebat maka gerakan saja samsak itu" jawab Kevin.
"Tidak ada makanan sebelum kau menggerakkan samsak itu, diri mu yang meminta aku hanya mengabulkan" ucap Kevin.
...****************...
Beberapa saat sebelum kejadian ini.
Di sungai yang sama.
Terlihat Dujuan tangah mencuci muka di sungai.
"Dujuan aku memiliki tantangan, jika kau bisa menggerakkan samsak ini walau hanya satu senti, maka aku akan memberikan mu hadiah namun kau tidak boleh beristirahat dan tidak akan ku bari makan jika kau mengambil tantangan ini. Setelah kau berhasil melakukannya maka aku akan memberikan hadiah dan libur latihan selama 7 hari untuk mu" ucap Kevin sembari mengeluarkan samsak.
"Hanya menggeser saja apa susahnya, aku akan melakukanya hanya dengan sekaki pukul" jawab Dujuan yang berlagak sombong.
"Baiklah sudah sepakat kau yang menerimanya, tantangan ini tidak akan berakhir kecuali kau menggerakkan samsak ini walau hanya satu senti" ucap Kevin sembari mengeluarkan besi penopang untuk samsak.
...****************...
kembali ke masa sekarang.
"Kau yang meminta, sesuai perjanjian kau tidak akan istirahat atau makan sebelum samsak itu bergerak" ucap Kevin sembari tersenyum.
Seketika ekspresi wajah Kevin berubah menjadi cemberut.
"Dia memanggil mahkluk itu" ucap Kevin dengan berbisik.
"Siapa yang anda maksud tuan?" tanya sun.
"Putra ku Razin, ia memanggil roh penjaga bayangan hitam" jawab Kevin dengan berbisik.
"Bayangan hitam, adalah pasukan yang terdiri dari tujuh iblis yang telah berhasil membunuh satu dewa diamond salah satu pemimpin dunia putih" ucap sun yang terlihat panik.
"Dan Razin memanggil pemimpin dari prajurit bayangan hitam, dia berusaha mengambil alih tubuh Razin namun perwujudan cinta dan kasih sayang ku menghalanginya" ucap Kevin.
"Hahahajajahah.....!" tawa Kevin sangat keras terdengar mengerikan hingga membuat burung-burung beterbangan, aliran sungai semakin deras, serta angin menjadi kencang.
"Apa yang terjadi?" ucap Dujuan yang terlihat bingung dan cemas.
"Guru lihatlah anak ku memanggil seseorang yang hebat, balas dendam kita akan semakin lancar!" ucap Kevin sembari menatap langit.
"Berhenti...! apa yang kalian lakukan di pemukiman kerajaan kami tanpa meminta izin!" teriak seorang laki-laki tua yang di temani dua orang penjaga yang menggunakan topeng dan jubah yang menutupi seluruh tubuh kedua penjaga tersebut.
...****************...
Bersambung.