
Di tempat paman Qiu.
Terlihat paman Qiu, paman Bog, Huang, Riyan, dan juga Mugi. Mereka tengah duduk melingkar di dek kapal.
"Kita akan segera bertemu dengan tuan Kevin" ucap paman Qiu.
"Yang mulia akan menanyakan beberapa hal kepada kita. Kita jangan memberitahu hal-hal memalukan yang kita alami seperti saat kita di permalukan oleh ratu Sintia" ucap Huang.
"Tapi tuan telah mengetahuinya, saat aku pergi dan berdiam diri di kapal tuan datang dan menasehati ku" ucap paman Qiu.
"Kita hanya harus bersikap santai saja di hadapan yang mulia nanti, jangan ada yang bersikap takut atau gugup" ucap Mugi.
"Aku setuju dengan apa yang kau katakan, kita hanya harus bersikap santai layaknya tidak terjadi apa-apa" ucap paman Bog.
"Kapan kita akan sampai?" tanya paman Qiu.
"Kemungkinan kita akan sampai malam hari ini" jawab paman Bog.
"Tinggal menunggu waktu saja, lebih baik kita beristirahat agar terlihat lebih fresh saat bertemu dengan tuan" ucap paman Qiu sembari meregangkan tubuhnya.
"Aku lapar, aku akan pergi ke dapur untuk mengisi perut ku" ucap paman Bog sembari berdiri.
"Aku akan pergi bermeditasi siapa tau aku mendapatkan pencerahan dan naik ranah ke ranah mahayana bintang dua" ucap Mugi.
"Aku akan menjaga kapal agar tetap berada di jalurnya" ucap Huang.
"Itu ide yang bagus, aku akan membantu mu setelah aku selesai memakan makanan ku" ucap paman Bog.
"Hei semuanya..! aku telah menemukan senjata yang sangat hebat!" terdengar teriakan Leonel sangat keras hingga terdengar ke kapal paman Qiu.
Seketika semua orang menoleh ke arah kapal Qi yu.
"Leonel apa yang kau temukan!" teriak paman Bog.
"Aku akan menunjukkan nya kepada kalian, aku yakin kalian akan terkejut dengan temuan ku ini!" jawab Leonel dengan berteriak.
Terlihat Leonel mengarahkan tangannya yang memakai sarung tangan berwarna hitam dengan batu kehidupan di telapak nya.
Tiba-tiba sarung tangan itu mengeluarkan sebuah tali yang menancap di lambung kapal paman Qiu.
Dan Leonel terbang ke kapal paman Qiu dengan sangat mudah.
"Bagaimana bisa kau melakukan itu?" tanya pan Bog yang terlihat sangat kebingungan karena Leonel berhasil menyebrangi lautan kematian.
"Apa kau tertarik dengan penemuan ku, penemuan ku ini masih belum sempurna dan yang dapat menyempurnakan ini hanya diri mu" ucap Leonel yang kini berada di atas kapal paman Qiu.
"Memang apa kekurangannya dari senjata ini, menurut ku ini sudah sempurna" ucap Huang sembari melihat sarung tangan tersebut.
"Kau tidak mengerti tentang seni, yang bisa melihat kekurangan dari senjata ini hanyalah seorang penempa yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati jiwa dan raga" jawab paman Bog sembari menarik sarung tangan secara tiba-tiba.
"Dasar ilmuan gila, aku akan pergi mengerjakan pekerjaan ku, kalian lanjut saja" ucap Huang sembari pergi meninggalkan Leonel dan juga paman Bog.
"Senjata ini memiliki kekurangan yaitu kekuatan tali yang lemah, tali yang di keluarkan hanya bisa menahan bobot 200 kilo saja" ucap paman Bog.
"Aku tidak bisa membuat tali yang tipis namun kuat, tali yang bisa ku buat berdiameter 2cm, dan yang ku inginkan berukuran milimeter bukan centimeter" jawab Leonel.
"Benarkah, ayo bantu aku untuk membuat senjata ini. Aku sangat tertarik akan hal yang tak mungkin dan senjata ini akan berguna untuk prajurit kita" ucap Leonel.
"Senjata ini hanya untuk prajurit kita, ini adalah rahasia yang tidak boleh di ketahui selain kekaisaran kita" ucap paman Bog.
"Tenang saja, walau mereka tau yang dapat membuat senjata ini hanya kita karena senjata ini memerlukan bubuk putih agar dapat terhindar dari daya hisap laut kematian" ucap Leonel.
"Aku hanya mengingatkan mu tentang ini" ucap paman Bog.
"Hei..! aku juga ingin tau soal penemuan mu aku ingin terlibat!" teriak Las dari kapal Qi yu.
Tiba-tiba ia terbang ke kapal paman Qiu dengan sangat mudah, sontak hal itu membuat yang lainya terkejut.
"Hei aku juga ingin ikut dalam penelitian kalian, aku mohon bawa aku" ucap Las yang kini berada di samping paman Bog dan Leonel.
"Tunggu bagaiman kau bisa melakukan itu?" tanya paman Bog yang terlihat sangat kebingungan.
"Tentu saja aku bisa, karena aku ini hebat" jawab Las sembari memamerkan baju zirah berwarna emas dan terlihat batu kehidupan berukuran besar di dada baju zirah nya.
"Kalian pasti bisa menebaknya. Dia menambahkan batu kehidupan di baju zirah nya oleh karena itu ia kebal dengan hisapan dari laut kematian.
"Bukan itu masalahnya, energi kehidupan dan kematian tidak dapat bersatu, saat mereka berdekatan maka akan muncul energi yang menghempaskan mereka. Seperti magnet saat negatif bertemu negatif maka mereka akan bersatu namun jika positif dan negatif bersatu maka mereka akan saling bertolak" ucap Leonel.
"Dan yang membuat kami bingung adalah kenapa Las tidak terlempar saat berada di atas laut kematian" ucap paman Bog.
"Itu mudah, Las menggunakan formasi penghisap aura kematian, jadi anggap saja bagian pusat dari tubuh Las di lindungi oleh dua energi yang dapat mengalahkan energi gelap secara telak" ucap Huang.
"Benar sekali aku menggunakan formasi yang di ajarkan oleh yang mulia saat masih di kekaisaran" ucap Las.
"Kau sangat beruntung di ajari soal formasi oleh yang mulia" ucap Leonel.
"Leonel untuk membuat formasi di butuhkan energi roh bukan energi spiritual atau Qi. Dan yang bisa mempelajari formasi adalah orang yang memiliki regenerasi energi roh yang sangat cepat" ucap paman Bog.
"Kalian benar, saat aku mengaktifkan formasi di baju zirah ku, aku hampir saja pingsan karena tak sanggup menahan daya hisap yang sangat kuat dari formasi" ucap Las sembari melepaskan baju zirah nya.
"Tang..!" suara baju zirah yang menghantam lantai.
"Ayo kita pergi ke ruangan ku, aku akan menunjukan kepada kalian bagaimana caranya memakai cairan glow" ucap paman Bog.
"Ayo aku sangat bersemangat akan hal ini, aku haus akan ilmu pengetahuan" ucap Las.
"Baiklah ayo kita ke sana" ucap Leonel.
Singkat cerita saat malam hari di pelabuhan terlihat Kevin, raja Yun yang, raja Ezraj tengah berdiri di atas benteng sembari menunggu kedatangan paman Qiu dan juga yang lainya.
Dari kejauhan terlihat dua kapal yang bergerak perlahan menuju pelabuhan ya tak lain dua kapal itu adalah kapal paman Qiu dan Qi yu.
...****************...
Bersambung.
Ikuti terus