
"Kau benar, semua akan berjalan lancar tanpa adanya hambatan, Ketua sekte holy fire telah menunggu di aula aku dapat merasakan aura milik nya" gumam Kevin sembari terus berjalan.
"Kalau tidak salah nama ketua sekte holy fire adalah Suantou" ucap sun.
"Kau benar" jawab Kevin.
Terlihat banyak murid yang lalu lalang di sekitar Kevin.
"Aneh biasanya akan ada murid yang sombong dan menanyakan identitas tamu yang tidak di ketahui, tapi selama kita anda berjalan bahkan tak ada murid yang berani menatap anda" ucap sun.
"Itu di karenakan mereka sudah tau hanya orang-orang yang di undang saja yang bisa masuk ke dalam sekte, keamanan sekte sangat ketat musuh akan sulit menyusup ke dalam sini" gumam Kevin menjawab pertanyaan Sun.
"Masuk akal juga, tuan setelah dari sekte holy fire anda akan pergi kemana?" tanya sun.
"Aku hanya akan berkultivasi hingga turnamen naga sejati di buka" gumam Kevin.
"Baiklah aku ingin pergi" ucap sun.
"Menurut system lebih baik anda mencari sekutu lebih banyak lagi" ucap system.
"Itu memang masuk akal tapi, hal ini akan sulit di lakukan" gumam Kevin.
"Apa yang membuat anda berfikir jika ini akan menjadi sulit?" tanya system.
"Aku hanya tak ingin terburu-buru, memang mudah mendapatkan sekutu namun sulit mencari yang setia, kita harus memilah orang-orang yang tepat untuk di jadikan sekutu walau ia terlihat jahat namun jika setia aku akan mengusahakannya namun jika sebaliknya aku akan menghabisinya" gumam Kevin.
"System dapat merekomendasikan orang-orang yang akan cocok untuk di jadikan sekutu karena kesetiannya" ucap system.
"Tidak perlu, dalam perjalanan pasti aku akan bertemu dengan sekutu yang baik dan dapat di percaya" gumam Kevin.
"-_-"
...****************...
Singkat cerita.
Sampailah Kevin di depan pintu gerbang aula sekte holy fire.
"Gerbang yang besar" gumam Kevin sembari menatap gerbang yang amat besar di hadapannya.
Seketika pintu gerbang terbuka.
Terlihat beberapa penjaga berjalan ke arah Kevin.
"Silahkan lewat sini tuan" ucap para penjaga.
"Baiklah" jawab Kevin sembari berjalan mengikuti para penjaga.
"Bangunan ini memiliki struktur yang indah" gumam Kevin.
"Bangunan ini telah berusia 7000 tahun di buat oleh pendiri sekte holy fire, bangunan ini terbuat dari batu raksasa yang di pahat lalu di poles hingga rata, kemudian setiap lapisan dinding di tanam batu giok yang dapat menyerap aura serta di tutup oleh emas dan juga kayu merah hingga menutupi giok tersebut. Tempat ini merupakan tempat rapat sekte holy fire, hanya para tetua dan orang-orang yang terpilih saja yang dapat memasuki aula sekte ini" ucap system.
"Tidak biasanya kau memberikan informasi yang tidak aku minta" gumam Kevin.
"System berusaha menjadi yang terbaik untuk menemani perjalanan anda" jawab system.
"Meragukan, sepertinya poin ku akan di rampas oleh mu karena ini" gumam Kevin.
"Tak bisa di pungkiri pembuatan aula ini sangat rumit" gumam Kevin.
"Anda benar bahkan waktu pengerjaannya hingga mencapai puluhan tahun" jawab system.
"Bukankah pendiri sekte holy fire itu kuat mengapa ia memerlukan waktu yang lama untuk membangun aula ini?" gumam Kevin.
"Pendiri sekte holy fire kesulitan saat memahat batu ini karena memerlukan pengontrolan energi yang tinggi oleh karena itu sering menguras tenaga" jawab system.
"Kau benar semakin kuat seseorang maka akan lebih sulit menjadi normal" ucap Kevin.
Sampailah Kevin di aula sekte Holy fire.
Terlihat seorang pria yang cukup tua tengah duduk di singgasana tertinggi di ruangan itu.
Pria tersebut memiliki rambut berwarna merah bercampur putih silver, sama juga dengan janggut dan kumis nya. kumis nya tebak ke samping tidak turun ke bawah.
Tatapan matanya tajam berwarna merah memancarkan aura yang kuat dan panas namun lembut seperti salju.
"Ia berana di ranah Mahayana puncak" gumam Kevin sembari menatap wajah pria itu yang tak lain adalah Huantou atau kepala sekte Holy fire.
Seketika aura yang kuat berwarna merah bercampur putih meledak dari tubuh Huantou, kemudian muncul roh penjaga miliknya yang berbentuk sebuah peti mati terbuat dari kayu.
"Kau ingin melawan ku" gumam Kevin sembari tersenyum.
Aura milik Huantou tiba-tiba menyerang Kevin dengan kekuatan penuh, terlihat seperti ada penghalang yang membuat Kevin tidak terpengaruh atas serangan tersebut.
"Aura kematian dapat membunuh orang di tingkat Mahayana tapi orang ini dapat menahan dengan mudah bahkan seperti tak terjadi apa-apa" gumam Huantou yang terlihat terkejut.
Tiba-tiba serangan Huantou menghilang. Terlihat ia bergegas turun dari atas singgasana berjalan mendekati Kevin.
"Wah anda benar, ini terlihat lancar" ucap sun
"Setelah melihat para tetua dan murid di sini aku dapat menyimpulkan jika ketua sekte holy fire Huantou memiliki pemikiran yang matang dan tidak gegabah" gumam Kevin.
"Maaf atas kelancangan saya tadi, perkenalkan saya adalah Huantou ketua sekte holy fire" ucap Huantou sembari memberi salam kepada kevin.
Terlihat Kevin hanya menatap Huantou dengan dingin.
"Sepertinya dia merasa tersinggung" gumam Huantou.
"Jika boleh tau apa tujuan anda datang ke sekte kami, dan bolehkah saya mengetahui identitas anda" ucap Huantou.
"Kau memiliki setengah darah keluarga Yu" ucap Kevin.
Seketika ekspresi wajah Huantou berubah.
"Siapa anda sebenarnya" ucap Huantou yang terlihat waspada sembari menaruh kedua tangannya di belakang.
"Tak perlu mengambil senjata, aku datang dengan niat baik ingin menyembuhkan Giantou" jawab Kevin yang tiba-tiba telah duduk di singgasana milik Huantou.
"Hah?" gumam Huantou yang terlihat sangat terkejut melihat Kevin yang tiba-tiba berada di singgasana miliknya.
"Aku tidak boleh menyinggung orang ini" gumam Huantou.
"Siapa yang mengirim anda tuan?" tanya Huantou.
"Adik mu yang mengirim ku" jawab Kevin.
"Apa Suantou?" tanya Huantou.
"Tepat sekali, lebih baik kau cepat antar aku melihat putra mu karena ia akan segera mati kehabisan tenaga" ucap Kevin sembari berdiri.
"Tunggu tuan sebelumnya bolehkah anda memberitahukan saya mengenai identitas anda?" tanya Huantou.
"Aku adalah orang yang akan menjadi pemimpin mu, seperti gunung yang kokoh tegak berdiri saat di terpa badai, layaknya laut yang tak kunjung surut walau di bakar, layaknya bulan menyinari malam" ucap Kevin.
"Maaf saya kurang mengerti" ucap Huantou.
"Suatu saat kau akan mengerti, Kevin baik cepat antar aku menuju tempat anak mu berada, keadaan nya sangat kritis ia harus segera di tolong" ucap Kevin yang tiba-tiba berada di samping Huantou.
...****************...
Bersambung