
Di penjara sekte terlihat Leonel sedang di ikat di tembok menggunakan rantai.
"Aku telah menyelamatkannya dan dia ingin bertemu dengan mu" ucap kevin yang datang dari kegelapan.
"Aku tidak akan menemukan dia dengan keadaan seperti ini lebih baik kau katakan padanya kalau aku sudah mati" jawab Leonel.
"Aku tidak memiliki hati yang jahat untuk memberi tahu kalau orang yang ia sayang telah mati" ucap kevin sembari membuka sel tahanan Leonel.
"Apa kau bercanda, kau telah mematahkan punggung ku bahkan kau memakai wajah ku untuk membajak tanah. Apa menurut mu hati mu baik" gumam Leonel.
"Aku akan membebaskan mu dengan satu syarat" ucap kevin yang sedang berdiri tepat di hadapan Leonel.
"Apa syarat mu" tanya Leonel.
"Aku ingin kau bekerja untuk ku tapi bukan sebagai budak tapi sebagai rekan" ucap kevin sembari membuka gembok yang ada di tangan kiri loenel.
"Lebih baik aku mati dari pada di paksa melakukan hal jahat seperti dulu" teriak Leonel.
"Aku tak akan melakukan itu jika aku benar benar jahat kenapa aku mau memberantas para bandit seperti Wata padahal aku bisa menjalin kerja sama yang menguntungkan" jawab kevin sembari melepaskan gembok yang ada di tangan kanan Leonel.
"Aku sudah di tipu sekali dan aku tak akan jatuh ke lubang yang sama" teriak Leonel.
"Itu terserah pada mu tapi aku ingin mengabulkan permintaan Eira. Jika aku memberikan mu ke kaisar mungkin kau akan di perlakukan sama seperti saat kau menjadi bandit" ucap kevin sembari melepaskan gembok yang ada di leher Leonel.
"Aku akan bertemu dengan Eira terlebih dahulu setelah itu aku akan memutuskan" ucap Leonel yang mulai bersikap tenang.
"Baiklah jika itu keputusan mu" jawab kevin sembari melepaskan gembok yang berada di kaki Leonel.
Dan seketika Leonel terjatuh.
"Aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku karena kau mematahkan nya" ucap Leonel.
"Tenang saja minum ini" ucap kevin sembari memberikan botol ramuan penyembuh tingkat tinggi kepada Leonel.
"Apa kau bercanda aku ini tidak bisa bergerak" teriak Leonel.
"Hahahaha baiklah aku hanya bercanda jangan kau masukan ke hati" ucap kevin sembari membantu Leonel meminum ramuan.
Setelah itu kevin memberikan Leonel baju sekte berwarna merah dengan dalaman hitamnya bajunya model kaya China gitu ya.
"Baiklah ayo kita pergi" ucap kevin sembari pergi keluar.
"Baiklah aku mengikuti mu" ucap Leonel sembari jalan.
"tap" suara tangan Leonel yang di tahan oleh bogu yu.
"Jangan pernah kau berfikir melakukan hal yang buruk kepada tuan muda" ucap bogu yu sembari menatap tajam ke arah mata Leonel.
Seketika Leonel jatuh karena tidak bisa menahan tekanan yang di keluarkan oleh bogu yu.
"Kenapa kau diam saja" ucap kevin yang baru datang menghampiri Leonel.
"Tidak aku tadi tergelincir dan jatuh" jawab Leonel sembari mencoba untuk berdiri.
"Siapa orang itu bahkan kaki ku masih gemetar saat orang itu menatap mata ku" gumam Leonel sembari berjalan ke arah kevin.
Lalu mereka pun berjalan ke luar penjara.
"Di dalam sana sangat pengap udara di luar memang sangat bagus" ucap kevin sembari meregangkan tubuh nya.
"Di mana Eira" ucap Leonel sembari keluar dari pintu dengan menunduk karena ukuran tubuh nya.
"Tunggu aura ini" gumam Leonel sembari menoleh ke kanan dan terlihat bogu yu sedang tidur di lantai sembari memeluk sapu.
"Dia di sini" gumam Leonel yang tiba tiba jatuh dan seketika keringat dingin.
Tiba tiba bogu yu membuka matanya.
"Gawat aku akan mati" ucap Leonel yang terlihat sangat panik.
"Jangan kau bangunkan monster itu jika tidak dia akan membunuh kuta" ucap Leonel dengan suara sangat pelan seperti berbisik.
"Ah kevin sejak kapan anda datang" ucap bogu yu yang tiba tiba berdiri.
"Aku datang tadi pagi, oh iya kenapa kau tidur di sini tolong aku mohon jangan lakukan itu kau terlihat seperti tukang sapu, lebih baik kau duduk di sini" ucap kevin sembari mengeluarkan soda panjang yang empuk dan nyaman serta hangat.
"Terima kasih tuan ksvin" ucap bogu aku yu sembari tersenyum dan melompat ke atas sofa.
"Jangan panggil aku tuan" ucap kevin yang terlihat murung.
"Jangan jangan monster itu adalah tanya kevin" gumam Leonel.
"Ayo kita lanjut jalan kasian Eira di menunggu" ucap kevin sembari melanjutkan jalan.
...****************...
Singkat cerita mereka pun sampai di rumah kevin.
"Menurut ku ini masih sangat membuatku terkejut karena istana itu memiliki hutan dan halaman yang sangat luas bahkan ada gunung dan sungai di sini" ucap Leonel yang sedang duduk di sofa sembari memangku Eira.
"Aku ingin membicarakan sesuatu" ucap kevin sembari berjalan membawakan es teh satu teko.
"Aku masih harus memikirkan tawaran mu matang matang" jawab Leonel.
"Aku tidak ingin membicarakan itu" ucap kevin sembari menaruh teko teh itu dan menuangkan ke dua gelas.
"Lalu apa yang ingin kau bicarakan" tanya Leonel.
"Eira apa kau rindu dengan orang tua mu" tanya kevin.
"Eira belum pernah bertemu dengan mereka dan Eira saat kecil di asuh oleh nenek yang baik hati tapi sayang dia tekah mati saat Eira masih tiga tahun dan saat itu Eira di bawa menjadi budak" jawab Eira dengan wajah sedih.
"Jangan sedih kak Leonel ada di sini" ucap Leonel sembari meminum es teh.
Tiba tiba Leonel menjatuhkan gelas yang berisi es teh itu hingga pecah.
"Apa yang terjadi pada mu?" tanya kevin.
"Teh ini sangat enak!!" teriak Leonel.
"Berhenti lah bersikap berlebihan" ucap kevin.
"Maaf maaf boleh aku minta lagi" ucap Leonel.
"Tentu saja" jawab kevin sembari menuangkan teh ke gelas yang baru.
"Hahahaha kak Leonel sangat lucu hampir saja membuat Eira sedih, Eira juga pengen coba" ucap Eira sembari tersenyum dan tertawa kecil.
"Ini" ucap kevin sembari memberikan teh kepada Leonel dan Eira.
"Ini enak tapi Eira lebih suka minuman yang kak kevin berikan tadi" ucap Eira sembari menaruh gelas ke meja.
"Baiklah aku akan mengambilkan untuk mu" ucap kevin sembari berjalan menuju dapur.
"Eira apa menurut mu kak kevin itu baik" tanya Leonel.
"Tentu saja dia baik sebelumnya ia membawa ku terbang, lalu memberikan aku daging yang sangat enak, setelah itu membawaku ke rumah yang nyaman ini, dan juga membelikan aku banyak baju yang sangat lembut seperti ini" jawab Eira yang terlihat bahagia.
"Ini es jeruk mu" ucap kevin sembari memberikan es jeruk kepada Eira.
"Baiklah aku tidak ingin bertele tele mulai sekarang Eira adalah putri ku" ucap kevin sembari duduk.
...****************...
Bersambung.