
"Hahahahah... aku tau kalau itu diri mu aku hanya bercanda" ucap niana sembari berbalik dan tertawa.
"Jadi apa yang kau lakukan di kolam?" tanya Kevin.
"Aku sedang memberikan ikan ikan ini makan" jawab niana sembari melempar makanan ikan ke kolam.
"Oh kemana Eira? kenapa di tidak bersama mu" tanya Kevin sembari melempar makana ikan ke kolam.
"Di pergi bersama Sari dan juga Risa sejak pagi tadi" jawab niana.
"Oh jadi kita memiliki waktu untuk melakukan itu" ucap Kevin sembari tersenyum dan memeluk niana dari belakang.
"Ini masih siang nanti ada yang melihat" jawab niana dengan wajah memerah.
"Biarkan semua orang tau" ucap Kevin.
"Tidak aku malu..!" teriak niana sembari mendorong Kevin ke belakang dan.
Lalu Kevin pun berdiri dan langsung berjalan pergi meninggalkan niana.
"Kevin...? kenapa kau pergi?" tanya niana sembari mengikuti Kevin berjalan dengan terburu buru.
"Tap" suara tangan niana yang memegang tangan Kevin.
"Kenapa? kau pergi" tanya niana.
Terlihat Kevin tidak memperdulikan niana ia terus saja berjalan tanpa mengatakan apapun dengan wajah cemberut.
"Aduh..!" teriak niana yang terjatuh karena tersandung batu.
"Au kaki ku terluka" ucap niana sembari melihat kaki kirinya yang memar karena terjatuh.
"Rasanya sakit" ucap niana sembari mengelus dengan lembut kakinya.
Tiba tiba Kevin mengendong niana.
"Apa kau sudah tidak marah lagi?" tanya niana sembari merangkul leher Kevin sembari tersenyum.
Namun sayangnya Kevin tidak menghiraukan nya ia terus saja berjalan dengan wajah datar.
Tiba tiba niana mengecup pipi Kevin.
Terlihat Kevin hanya dia saja.
"Apa yang harus aku lakukan" gumam niana.
"Yasudah...! turunkan aku cepat!" teriak niana.
Tiba tiba Kevin menurunkan niana di depan pintu kamar.
Lalu niana mencoba berdiri.
"Au rasanya benar benar sakit" gumam niana sembari berjalan dengan terbata bata.
Terlihat Kevin berjalan mengikuti niana.
"Kenapa kau masih di sini...! pergi saja sana aku tidak memerlukan bantuan mu!" teriak niana dengan wajah kesal.
Kemudian niana duduk di sofa.
Lalu Kevin mengambilkan minum.
"Aku tidak haus" ucap niana sembari mengipas tubuhnya menggunakan selendangnya.
Tiba tiba Kevin mengeluarkan kipas.
"Aku tidak memerlukannya kau pergi saja sana, kau tidak perlu memperdulikan orang yang tidak mau kau ajak bicara!" teriak niana.
Tiba tiba Kevin duduk di samping niana.
"Huh" ucap niana sembari memalingkan wajah.
Tiba tiba Kevin memegang dagu niana dan ia mengarahkan wajah niana ke arahnya.
"Aku hanya bercanda dengan mu, jangan marah" ucap Kevin sembari tersenyum.
"Huh" ucap niana sembari memalingkan wajah.
"Apa kau lapar?" tanya Kevin.
Terlihat niana hanya diam saja.
"Apa kau mau sesuatu?" tanya Kevin.
Terlihat niana hanya diam saja dan mulai memasang wajah cemberut.
"Kau tau sebenarnya wajah mu sangat imut saat cemberut" ucap Kevin sembari memainkan rambut niana yang panjang dan di kepang satu.
"Berhenti menyentuh rambut ku" ucap niana sembari menarik rambutnya.
"Baiklah, aku akan mencari rambut wanita lain untuk ku mainkan" ucap Kevin sembari berdiri.
"Tunggu" ucap niana sembari memegang tangan Kevin.
"Apa kau benar benar akan melakukan itu?" tanya niana dengan wajah sedih.
"Tentu saja lagi pula istri ku tidak ingin di sentuh oleh ku, lebih baik cari yang baru" jawab Kevin.
Tiba tiba niana berdiri dan memeluk Kevin sangat erat.
"Aku tidak masalah jika kau melakukan itu dengan naina, tapi aku tidak mau kau melakukan itu dengan wanita lain selama aku masih hidup" ucap niana yang tiba tiba menangis.
"Aku hanya bercanda, lagi pula untuk apa aku mencari wanita lain sedangkan aku memiliki wanita yang cantik, baik, dan juga memiliki suara yang sangat indah" jawab Kevin sembari memeluk niana dengan erat.
"Apa kau janji tidak akan melakukan itu dengan wanita lain selama aku masih hidup?" tanya niana.
"Aku janji pada mu" jawab Kevin.
kemudian mereka pun duduk.
"Jadi apa kau mau sesuatu" tanya Kevin sembari tidur berbantal paha niana yang lembut dan kenyal.
"Tidak" jawab niana.
"Baiklah apa kita bisa melakukan itu sekarang?" tanya Kevin.
"Apa kau benar benar menginginkannya atau hanya bercanda?" tanya niana.
"Tentu saja aku menginginkannya untuk apa bercanda" jawab Kevin yang tiba tiba duduk.
"Baiklah jika kau mau" ucap niana sembari membuka kancing bajunya secara perlahan.
...****************...
"Kevin sudah sangat lama, kita telah melakukan ini sejak kemarin siang, sekarang telah pagi, ah" ucap niana yang sedang tidur di bawah.
"Sekali lagi dan aku akan selesai, sh" jawab Kevin yang berada di atas.
"Baiklah" jawab niana yang terlihat sangat menikmati hal itu.
...****************...
Sementara itu di taman.
"Semalam papa dan mama mengunci pintu, padahal Eira ingin tidur di sana" ucap Eira yang sedang duduk di temani Sari dan Risa.
"Papa mu dan mama mu mungkin sedang melakukan hal yang penting, jadi Eira jangan marah" ucap Sari sembari memberikan bunga pada Eira.
"Oh jadi begitu, baiklah Eira tak akan marah pada papa dan mama" ucap Eira sembari tersenyum saat menerima bunga dari Sari.
"Kak memang apa yang di lakukan ketua sekte di sana?" tanya Risa yang sedang melakukan peregangan di depan Sari dan Eira.
"Berhentilah membahas hal yang tidak penting, lebih baik kau fokus latihan" ucap Sari.
"Baiklah" jawab Risa.
...****************...
Saat siang hari di kamar Kevin.
"Kau berbohong kau bilang satu ronde lagi, tapi malah melakukan 7 Rode" ucap niana yang sedang duduk di kasur sembari mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menahan itu karena tubuh mu yang sangat bagus" jawab Kevin yang sedang berbaring di kasur sembari menatap niana.
"Cih aku tidak masalah dengan itu tapi kita menghabiskan terlalu banyak waktu" ucap niana.
"Kenapa kau tidak mengenakan pakaian?, apa kau mau melakukanya lagi" tanya Kevin.
"Tidak aku hanya malas mengambil jadi aku mengeringkan rambutku saja terlebih dahulu sembari menghilangkan penat ku" jawab niana sembari tersenyum.
...****************...
Bersambung.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Tingkatan ranah di novel King system.
penguatan tubuh
pengumpulan Qi
kesatria
prajurit
master
grand master
guru
tetua
raja
kaisar
penguatan jiwa dan roh
silver emperor
golden emperor
mahayana.
silver immortal
golden immortal
diamond immortal.
Setiap tingkatan terbagi menjadi tiga tahap yaitu bintang satu sampai tiga.
Tingkatan nanah kultivasi alam semesta.
manusia
immortal
dewa
setiap ranah di bagi menjadi tiga tahapan sama seperti di dunia Kevin.
Tingkatan ranah kultivasi jiwa.
Jiwa baru
jiwa menyatu
jiwa ahli
jiwa raja
jiwa kaisar.