King System

King System
Episode 111



"Tunggu apa" ucap Leone sangat terkejut.


"Bagaimana menurut mu" ucap kevin.


"Aku tidak faham apa yang kau maksud" jawab Leonel.


"Eira mulai sekarang kau panggil aku papa" ucap kevin sembari mengelus rambut Eira.


"Tapi kan Papa Eira sudah tidak ada" jawab Eira yang terlihat bingung.


"Aku tau dan mulai sekarang aku adalah papa mu dan aku berjanji akan menjaga mu mulai sekarang hingga kau bisa menjaga diri mu di masa depan nanti" ucap kevin.


Tiba tiba Eira menangis dan tiba tiba keluar sebuah bayangan berbentuk burung phoenix berwarna putih di hadapan kevin.


"Aku bisa merasakan niat tulus mu untuk menjaga anak ku dan mulai sekarang aku akan menitipkan anak ku kepada mu" ucap bayangan itu dan dalam sekejap bayangan itu menghilang dan hanya meninggalkan sebuab kalung berbentuk butiran salju yang sangat indah.


"Kalung apa ini" gumam kevin sembari mengambil kalung yang melayang di atas kepala Eira.


[Itu adalah kalung yang terbentuk dari jiwa phoenix es yang telah mati biasanya di berikan kepada keturunannya.]


"Jadi begitu" ucap kevin.


Tiba tiba Eira pingsan.


"Eira kamu kenapa" ucap Leonel sembari menggoyangkan tubuh Eira.


"Tenang dia baik baik saja aku akan membawanya ke kamarnya" ucap kevin sembari menggendong Eira.


"Kau cari saja kamar di sini ada banyak yang kosong kamar ku pintunya berwarna merah dan kamar yang pintunya berwarna kuning itu milik sari dan risa jadi kau pilih yang lain" ucap kevin sembari berjalan menaiki tangga.


Lalu kevin menaruh Eira di atas kasur yang sangat nyaman.


"Aku berharap mulai sekarang hidup mu akan bahagia" ucap kevin tersenyum sembari memasang kalung tadi keleher Eira.


Kemudian kevin pun mematikan lampu dan pergi.


...****************...


Keesokan harinya terlihat kevin sedang melakukan meditasi di atas sofa.


"Tap tap" suara langkah kaki Eira yang turun dari tangga sembari mengusap matanya.


"Apa kau lapar" ucap kevin sembari menoleh ke arah Eira.


"Iya aku lapar pah" jawab Eira.


"Baiklah cepat pergi ke kamar mandi nanti kak sari akan memandikan mu" ucap kevin yang terlihat bahagia.


"Baiklah" jawab Eira.


"Duk duk duk" suara gedoran pintu.


"Cepat bangun" teriak kevin.


"Clik" suara pintu kamar Leonel yang terbuka.


"Baguslah kau bangun cepat sana mandi" ucap kevin.


"Clik" suara pintu kamar sari dan risa yang terbuka dan terlihat sari yang sedang menggunakan selimut sembari membuka pintu.


"Cepat kau mandi sekalian kau mandikan Eira" ucap kevin sembari berjalan pergi.


"Siap" jawab sari sembari menguap.


Beberapa menit kemudian terlihat semua orang sedang makan di meja makan.


"Setelah ini aku akan pergi menemui kaisar apa Eira mau ikut" ucap kevin.


"Eira mau ikut Eira pernah mendengar kalau di istana kaisar banyak bunga yang sangat indah" jawab Eira.


"Kalian berdua tetap di sini aku hanya akan mengajak Leonel, dan tetua yen saja aku harap kalian tidak merusak apa pun. Dan besok kalian bisa melihat ayah kalian bebas" ucap kevin.


...****************...


Singkat cerita terlihat kevin yang sedang menggendong Eira di temani Leonel dan tetua yen serta tetua Yo.


"Tetua Yo tolong kau bebaskan gamal" ucap kevin.


"Tapi kenapa bukanya masa penyiksaan nya selama dua tahun" ucap tetua Yo yang kebingungan.


"Baiklah jika itu keputusan mu sebagai ketua sekte aku sebagai tetua akan melakukan nya" ucap tetua Yo.


"Dan tolong katakan pada para murid kalau aku minta maaf karena tidak mengajak mereka menemui kaisar karena aku di sana akan membuat keributan" ucap kevin sembari memasang mempo.


"Baiklah" jawab tetua Yo sembari menundukan kepalanya.


"Pah kenapa kau menggunakan topeng yang menyeramkan itu" tanya Eira.


"Memang Kenapa apa kau takut" jawab kevin.


"Tidak" ucap Eira.


"Baiklah kita berangkat" ucap kevin.


"System kirim kami ke ibu kota kekaisaran" gumam kevin.


[Teleportasi berhasil mengirim ke kota cirebon ibu kota kekaisaran.]


Seketika mereka pun menghilang.


...****************...


Terlihat di sebuah pulau yang yang sangat besar di tengah hutan terdapat sebuah istana bergaya China bercampur Jepang. Kota yang sangat indah dan padat dengan warna genteng hitam merata.


Di alun alun yang sangat ramai terlihat banyak orang dari semua ras ada elf, siluman, bahkan ada beberapa raksasa.


Terlihat kevin dan yang lainya muncul tepat di samping kolam yang terdapat sebuah jembatan yang di hiasi oleh pohon Sakura.


"Di sini sangat indah" teriak Eira dengan mata yang bercahaya.


"Apa kau belum pernah ke kota surba Eira di sana terdapat sebuah danau yang sangat jernih dan banyak putri duyung di sana. Dan juga ada pohon yang sangat besar yang bernama jantung pohon" ucap tetua yen sembari tersenyum.


"Benarkah Eira pernah mendengar tentang putri duyung yang sangat cantik dan baik" ucap Eira sangat bahagia.


"Apa Eira suka pohon ini" ucap Leonel sembari memegang pohon Sakura.


"Iya pohon itu sangat indah dan juga Eira bisa merasa sejuk jika di dekat pohon ini" jawab Eira sembari menganggukan kepala nya.


"System aku membeli dua ratus pohon Sakura simpan semuanya ke penyimpanan ku" gumam kevin sembari berjalan.


[Transaksi berhasil 200 pohon Sakura per pohonnya seharga 10 coin Jiwa total 2000 coin Jiwa.]


"Bagus" ucap kevin sembari tersenyum.


Kemudian kevin melanjutkan perjalanan nya ke istana yang terlihat sangat besar bahkan hampir memakan tempat setengah pulau.


Beberapa jam kemudian kevin dan yang lainya pun sampai di depan gerbang istana yang terbuat dari kayu merah dan emas gerbang itu setinggi bangunan tiga lantai.


Gerbang itu di jaga oleh ratusan raksasa yang berdiri di depan tembok.


"Tolong buka aku ada janji dengan kaisar" ucap kevin.


"Kau harus mempunyai surat yang memiliki sampel kaisar baru bisa masuk" jawab salah satu penjaga.


"Pah mereka membuat Eira takut" ucap Eira dengan wajah murung.


"Apa maksud mu ha anak sialan" teriak salah satu penjaga sembari menyerang Eira menggunakan tongkat kayu yang besar seperti tiang rumah kayu.


"Aaaaa" teriak Eira.


"Duaar" suara tongkat itu yang patah hancur.


"Kau sudah keterlaluan" ucap kevin sembari menahan serangan dari raksasa itu menggunakan satu jarinya.


"Pah Eira takut" ucap Eira sembari memeluk kevin dan menutup mata.


"Di sini ada penyusup" teriak penjaga yang menyerang Eira.


Dan dalam sekejap ribuan raksasa berlari ke arah kevin dan yang lainya.


"Dasar bodoh percuma badan besar jika otak kecil. Seribu pedang" ucap kevin.


"Berhentiiii"


...****************...


Bersambung.