
Keesokan harinya.
"Kita akan langsung berangkat sekarang" ucap Kevin yang sedang berdiri di benteng sembari memandangi matahari terbit.
"Lebih cepat lebih baik" jawab Qi yu yang tengah bersandar di tembok belakang Kevin.
"Baiklah tuntun jalanya aku tidak tau" ucap Kevin.
"Baiklah mari ikuti aku" jawab Qi yu sembari terbang lurus ke depan.
"Dia terlalu cepat, aku masih berada di ranah penguatan jiwa dan roh sedangkan dia ada di ranah golden immortal seharusnya dia menahan kecepatan" gumam Kevin sembari terbang mengikuti Qi yu.
"Aku sangat tertarik dengan para raksasa sepertiya mereka akan berguna" gumam Kevin.
"Kemungkinan aku di sana akan menghabiskan 100 kristal sihir. Kek ras terkuat dunia ini ras apa?" tanya Kevin.
"Ras Kaja dia bukan hanya ras terkuat di dunia ini tapi juga di alam semesta peringkat lima. Ras ini memiliki sayap seperti malaikat ada yang berwarna putih, hitam, dan lain lain. Mata mereka berwarna biru tubuh mereka sangat keras dan juga mereka memiliki darah berwarna hitam tapi ras ini hanya tinggal beberapa karena di setiap keluarga hanya bisa memiliki anak satu dan kebanyakan yang di lahirkan adalah wanita jadi untuk menghindari pernikahan antar ras mereka lebih memilih menjadi selir dari raja ras Kaja yang ku tau dia memiliki 4000 lebih selir" jawab Red dalam fikiran Kevin.
"Terus mereka berada di mana sekarang?" tanya kevin.
"Aku tidak tau tapi aku memiliki keturunan dari ras Kaja kau bisa menemui nya dia memiliki tanda yaitu memiliki satu tanduk naga di tengah dahinya" Jawab Red dalam fikiran Kevin.
"Memang kau memiliki berapa banyak istri?" tanya kevin.
"Aku hanya memiliki satu istri yaitu nenek mu dan sisanya hanya main main sampai mereka hamil mungkin ada 25.000 kalau tidak salah wanita yang pernah ku tiduri dan mungkin ada 5000 atau 10000 yang hamil. Tapi itu tak apa apa karena wanita yang ku tiduri kebanyakan adalah putri atau anak dari ketua sekte maupun pemimpin suatu keluarga. Kenapa kau tidak melakukan hal yang ku lakukan kau kan memiliki wajah yang tampan serta kau kuat" jawab Red dalam fikiran Kevin.
"Aku tidak tau tapi aku selalu mengingat ini yaitu kita harus menghormati, menghargai, dan memuliakan wanita kenapa karena aku lahir dari seorang wanita. Jika aku melakukan hal yang kakek lakukan maka sebenarnya aku telah berdosa pada ibu ku sendiri" ucap Kevin.
"Memang kenapa kita harus menghargai wanita seperti itu mereka hanya tempat untuk kita bersenang senang?" tanya Red dalam fikiran Kevin.
"Wanita itu mulia karena mereka mengandung serta melahirkan dan juga kakek berasal dari perut seorang wanita yang kau sebut hanya untuk bersenang-senang tadi" jawab kevin.
"Hahah aku tau sebenarnya aku hanya mengetes diri mu dan aku memiliki 12 istri hanya itu dan aku tidak pernah bermain dengan wanita lain kecuali dalam keadaan mabuk" ucap Red dalam fikiran Kevin.
"Kevin di apa kita mampir ke kota suna di depan sana. Di sana juga memiliki banyak budak yang berkualitas bahkan di sana ada pelelangan" ucap Qi yu.
"Benarkah ayo cepat kita ke sana" jawab kevin.
"Tapi masalahnya di sana sedang di jaga karena ulah mu ada ribuan penjaga yang sedang berjaga di pintu gerbang dan memeriksa para warga atau turis yang datang" ucap Qi yu.
"System kirim kami ke dalam kota suna" gumam Kevin.
[Teleportasi berhasil]
Seketika mereka pun menghilang.
"Sekarang kita berada di dalam" ucap Kevin.
"Tidak kita berada di depan gerbang tepat di hadapan para penjaga.
"Cepat sentuh bola ini" ucap penjaga sembari menarik paksa tangan Kevin. namun penjaga itu tidak berhasil bahkan tangan Kevin saja tidak bergerak.
"Crak" suara retakan dari bola tersebut.
"Duaaaaar" suara ledakan yang sangat dasyat dan terlihat asap yang sangat tebal.
"Bajingan dia merusak bola pendeteksi kita" teriak penjaga sembari berputar putar mencari Kevin.
"Aku tidak tau apa yang terjadi dengan bola itu tetapi yang terpenting kita telah masuk ke dalam sini" ucap Kevin yang sedang berjalan di jalan kota di ikuti oleh Qi yu yang sedang berfikir.
"Bola tadi adalah bola pendeteksi bakat dan mereka berasal dari sekte suci. Dan tuan Kevin berhasil membuat bola itu hancur memang seberapa tinggi bakat yang di milikinya" gumam Qi yu.
"Kenapa kau hanya diam saja aku tidak tau di mana tempat budak itu cepat tuntun jalanya" ucap Kevin sembari memegang pundak Qi yu.
"Ah iya ayo lewat sini" jawab Qi yu sembari tersenyum dan ia pun berjalan.
Kemudian mereka sampai di sebuah pasar yang hanya terdapat budak bukan sayuran maupun barang barang pasar biasanya.
Kemudian Kevin mendatangi sebuah tempat yang terlihat mewah dan besar bertuliskan Budak kualitas impor.
Lalu ia berjalan mendatangi seorang lelaki yang terlihat seperti penjual.
"Permisi aku ingin membeli budak" ucap Kevin.
"Siapa dia ku rasa orang miskin dia hanya menggunakan baju biasa tanpa perhiasan seperti para tuan muda lainya" gumam orang yang di tanya Kevin.
"Budak di sini minimal harganya yang paling murah 100 koin emas. Jika tidak mampu beli di pasar luar sana saja" ucap orang tadi.
"Bawa semua budak yang ada di sini aku ingin membelinya" ucap Kevin sembari mengeluarkan kristal sihir tingkat tinggi.
"Baiklah tolong tunggu saya akan memberi tahu menejer" ucap orang itu yang terlihat sangat terkejut dan ia langsung mengambil kristal sihir yang berada di tangan Kevin lalu ia berlari sembari berteriak"Menejer mener"
"Qi yu tolong kau beli budak yang ada di pasar beli saja semuanya jangan sampai ada yang tersisa. Di dalam kantong ini ada 100 kristal sihir tingkat tinggi jika kurang kau bisa meminta ke tempat ku lagi" ucap Kevin sembari memberikan kantong kepada Qi yu.
"Tuan silahkan ke atas menejer telah menunggu" ucap salah satu pegewai wanita sembari menundukkan badannya.
"Baiklah terima kasih aku akan segera ke sana" jawab kevin sembari tersenyum lalu ia pergi ke atas.
Dan ia berjalan menuju sebuah pintu yang di jaga oleh dua orang tingkat jenderal saat Kevin sampai di pintu dua penjaga itu seketika membukakan pintu.
"Salam" ucap Kevin sembari memasuki ruangan.
Dan terlihat seorang wanita cantik body seksi kaki panjang big ***** bibir montok sedang duduk sembari menghisap roko.
"Silahkan duduk tuan" ucap wanita itu.
"Terima kasih" jawab kevin sembari berjalan.
...****************...
Bersambung.