King System

King System
Episode 270 pertemuan



"Yang ku ingat hanya saat aku melompat ke dalam sungai, namun kenapa kalian bisa meninggal?" tanya Kevin.


"Saat kau masuk ke sungai dan meledak komandan Surya datang bersama seluruh pasukan, tiba-tiba ia menangkap kami, aku Eka, dan juga Satya" jawab pria tersebut.


"Riyan, dugaan ku benar kita di jadikan tumbal oleh negara kita" ucap Kevin.


"Kau memang benar aku akan selalu mengingat ketika aku di lemparkan ke dalam obor raksasa, dengan keadaan tubuh yang telah penuh dengan luka, aku, Eka, dan juga Satya di bakar hidup-hidup mereka hanya menonton sembari tertawa menari dan juga mabuk-mabukan. Hal ini membuat ku sangat marah" ucap Riyan alias pria sebelumnya


"Aku akan kembali ke bumi dan membalas dendam, aku akui aku juga bersalah dalam kejahatan ini karena aku telah menyadari keanehan di dalam misi yang kita dapatkan dan aku masih menyetujuinya" ucap Kevin.


"Biarlah berlalu, sekarang kita telah hidup kembali di dunia ini lebih baik kau ceritakan kisah hidup mu saat di dunia ini ketua?" ucap Riyan.


"Aku tidak bangun di alam ini aku bangun di benua buangan yaitu benua pinggir berada di alam bawah. Kehidupan ku sangat pahit lebih tepatnya kehidupan pemilik tubuh ini yang menyedihkan, ibu nya meninggal di bunuh ia di kucilkan oleh keluarganya dan selalu di hina di kerajaan walau status nya adalah pangeran" ucap Kevin.


"Bagaimana dengan mu?" tanya Kevin.


"Aku bangun 4 tahun yang lalu di tubuh anak ini ia memiliki penyakit yang sangat berbahaya dan akhirnya mati saat sedang memancing. Lalu aku bangun di tubuhnya lalu menemukan sebuah batu yang sekarang telah menyatu dengan jantung ku. Batu itu memberikan aku banyak keuntungan aku menjadi kuat, dan juga dapat berkultivasi dengan sangat cepat bahkan aku hanya memerlukan 4 tahun untuk berada di ranah golden emperor bintang tiga" jawab Riyan.


"Wah itu terdengar sangat biasa, bahkan aku hanya memerlukan lima tahun untuk berada di ranah ku sekarang" ucap Kevin.


"Memang kau berada di ranah apa sekarang?" tanya Riyan.


"Kau akan mengetahuinya nanti, sekarang aku akan memberikan mu tawaran untuk bergabung ke dalam tim ku kembali seperti dulu" ucap Kevin sembari mengajak berjabat tangan


"Saat ini hanya diri mu yang ku kenal ketua dan hanya diri mu yang dapat ku percaya, walau aku hanya berhasil hidup selama beberapa menit setelah kau selamatkan, tapi aku masih berhutang nyawa kepada mu" jawab Riyan sembari berdiri dan menjabat tangan Kevin sembari tersenyum.


"Dia siapa?" tanya Riyan.


"Dia adalah Dujuan dia adalah sepupu pemilik tubuh ini, atau lebih tepatnya sepupu ku" jawab Kevin.


"Apa dia tidak mendengar apa yang kita bicarakan?" tanya Riyan.


"Tenang saja dia tidak akan bisa mendengar percakapan kita, karena aku telah memasang penghalang suara di sekitar kita" jawab Kevin.


"Sepertinya kekuatan mu memang sangat jauh berbeda dengan ku bahkan untuk membuat penghalang suara di perlukan senjata roh atau membuat formasi, namun kau membuatnya tanpa menggunakan apapun" ucap Riyan.


"Apa kemampuan menembak mu masih sama seperti dulu?" tanya Kevin.


"Jangan pernah ragukan akurasi ku, bahkan aku bisa menembak antena semut dalam jarak satu juta kilometer dengan mudah" Jawab Riyan.


"Kau menggunakan senjata apa?" tanya Kevin.


"Aku sekarang memakai senjata roh belati tak terbatas yang aku temukan di makam kuno dua tahun yang lalu" jawab Riyan sembari membuka jubah yang ia pakai dan terlihat di sabuk nya ratusan belati berukuran kecil berjejer memenuhi sabuk.


"Stup!" suara Riyan melempar belati miliknya dengan sangat cepat bahkan tidak terlihat saat ia melempar.


"Kau memang tidak kehilangan kemampuan mu, baiklah sekarang kau ceritakan kenapa bisa terluka" tanya Kevin sembari duduk di atas dahan dekat api unggun.


"Aku di kejar oleh dua jenderal kekaisaran timur, saat aku sedang mengambil senjata pesanan ku, saat itu mereka melukai ku dengan sangat parah dan aku terpaksa berpura-pura mati agar bisa selamat. Untung ada sepupu mu dan kita bisa bertemu dan aku bisa selamat" Jawa Riyan sembari duduk di samping Kevin.


"Apa kau ingin membalas dendam?" tanya Kevin.


"Aku ingin namun aku tidak mampu, mereka memiliki kekuatan yang besar di semua bidang, selain itu aku tidak memiliki pasukan yang memadai, aku hanya memiliki bawahan- bawahan yang merupakan buronan internasional, yang mana mereka akan di buru semua kekaisarannya" jawab Riyan.


"Tunggu nama mu di dunia ini siapa, aku sekarang di panggil Kevin kau bisa memanggil ku kevin mulai sekarang" ucap Kevin.


"Nama mu sangat ke barat baratan, aku mendapatkan nama China yaitu yu Zhong, kau mengetahuinya aku mendapat kan nama seperti Hero di ml, aku juga memiliki kekuatan yang sama aku bisa menghisap darah musuh dan menjadikan kekuatan ku" ucap Riyan sembari merangkul Kevin serta mengambil satu ekor ayam yang tengah di panggang Dujuan.


"Hei masak ayam mu sendiri aku sudah lama menunggu ayam ini..!" teriak Dujuan sembari mengambil ayam di tangan yu Zhong.


"Wow Broo santai ini hanya ayam, aku tidak tau jika itu milik mu" ucap yu Zhong sembari mengangkat tangannya ke atas.


"Stup!" suara ayam di tangan Dujuan yang tiba-tiba berada di tangan yu Zhong.


"Hei masak ayam mu sendiri..! aku ingin memakan yang ada di tangan mu, kau tunggu saja yang lain" ucap Dujuan sembari mencoba mengambil ayam di tangan yu Zhong.


"Dujuan kau tau siapa yang sedang kau lawan sekarang?" tanya Kevin sembari menyalakan rokok.


"Memang dia siapa, bukanya dia hanya orang yang ku selamatkan" jawab Dujuan.


"Dia adalah pemimpin kota Samanda, yu Zhong yang sangat terkenal itu, memiliki teknik iblis yang dapat menyerap darah lawan" ucap Kevin.


Terlihat raut wajah ketakutan dari Dujuan, ia tiba-tiba duduk di depan Kevin dengan tubuh gemetaran.


"Kau ingin ayam ini kembali?" tanya yu Zhong sembari tersenyum dan memakan ayam tersebut.


"Tidak.. tidak anda makan saja aku akan menunggu yang ini saja, anda makan saja jika kurang saya akan memanggangnya lagi tenang saja" jawab Dujuan sembari membolak-balik ayam yang berada di atas api unggun sembari tersenyum.


"Hahahahahaahahahahha.....! sepupu mu sangat lucu, bukanya tadi dia berani melawan ku" ucap yu Zhong sembari tersenyum dan tertawa.


"Aku hanya takut kau menghisap darah ku" ucap Dujuan sembari berdiri.


...****************...


Bersambung