King System

King System
Episode 294 kekacauan



"Putri Wei an!" ucap Duzuang yang terlihat terkejut.


"Mereka terlihat sangat bersemangat" ucap Dujuan yang tengah berdiri di atas atap rumah yang di lindungi oleh Duzuang dan bawahannya.


"Keluarga Wei telah hancur, sepertinya mereka tidak bisa memberikan ku keuntungan, aku hanya akan membantu menyembuhkan kakek nya Wei dong setelah itu aku akan pergi" gumam Kevin.


"Tuan keluarga Wei memiliki beberapa rahasia mereka memiliki banyak koneksi, jika anda berhasil membuat keluarga Wei menjadi bawahan anda maka misi anda akan berjalan lebih mulus dari yang anda bayangkan" ucap system.


"Namun apa yang harus ku korbankan, kau lihat saja sendiri bahkan hanya tersisa beberapa prajurit saja yang menjaga rumah ini" gumam Kevin.


"Memang benar keluarga Wei saat ini akan hancur, namun kepala keluarga Wei saat ini memiliki kemampuan aklemis yang sangat hebat, dia bisa menjadi aklemis pribadi anda dan hal ini dapat memberikan keuntungan yang sangat banyak" ucap system.


"Baiklah aku akan ikuti saran mu" gumam Kevin.


"Kevin menurut mu apa keluarga ini akan bertahan?" tanya Dujuan.


"Tentu saja akan bertahan" jawab Kevin.


"Kenapa bisa, bukankah kediaman ini telah hancur dan kebanyakan anggota nya berkhianat dan keluarga inti melarikan diri, bagaimana bisa keluarga Wei bertahan. Kemungkinan besar keluarga Wei akan di ambil alih oleh keluarga lain atau bahkan di hancurkan" ucap Dujuan.


"Hal itu tidak akan terjadi karena ada kita, aku akan membantu keluarga Wei untuk pulih kembali bahkan meningkat, hal yang pertama akan ku lakukan adalah membunuh semua penghianat dan juga anggota keluarga yang melarikan diri, aku akan melakukan itu" jawab Kevin.


"Apa anda yakin ingin melakukan hal ini, kemungkinan hal itu akan membuat Wei dong menjadi sombong dan ia bisa saja mengambil alih kekuasaan dan balik menyerang kita di saat lengah" ucap Dujuan.


"Itu tak akan terjadi dan ia tak akan bisa melakukan itu, apa kau lupa siapa diri ku" ucap Kevin.


"Itu benar anda adalah calon kaisar kekaisaran selatan, kekaisaran selatan memiliki kekuatan di atas keluarga Wei" ucap Dujuan.


"Dia tak akan melakukan itu, karena dia tau identitas ku" ucap Kevin.


Sementara itu di tempat pertarungan.


Terlihat Carlos tengah berlutut dengan tubuh di penuhi luka.


"Kematian mu tidak bisa membayar semua kesalahan mu, namun aku yakin tuhan akan membalaskan semua dendam ku, aku hanya akan mengantarkan mu ke pada Tuhan" ucap Wei dong yang tengah berdiri di hadapan Carlos sembari memegang pedang.


"Yu Zhong aku tidak menyangka jika diri mu akan memiliki kekuatan sahabat ini hanya dalam kurun waktu beberapa tahun saja. Dan aku tidak pernah menyesal atas apa yang telah aku lakukan sekarang" ucap Carlos sembari tersenyum.


"Ku harap kau bisa berubah di kehidupan mu berikutnya" ucap Wei dong sembari memenggal kepala Carlos.


"Tap..!" suara tapak kaki Dujuan yang mendarat bersama Kevin.


"Kakek mu akan segera mati, aku bisa merasakan jika nafas nya hampir hilang, kita harus segara menyelematkan nya" ucap Kevin sembari menyalakan cerutu.


"Kau siapa...!" teriak Duzuang sembari mengarahkan senjatanya ke arah Kevin di ikuti bawahannya.


"Di mana tempat nya aku tidak memiliki waktu, jika tidak segera di tangani kakek mu akan benar-benar mati" ucap Kevin.


"Tuan ruangan kakek ad di sana" jawab Wei dong sembari menunduk.


"Hei siapa diri mu...! beraninya kau membuat gaun muda dong menunduk...!" teriak Duzuang.


"Kalian terlalu banyak berbicara" ucap Kevin sembari berjalan.


"Duaaaaaassss...!" suara hentakan kaki Kevin yang sangat dahsyat mengakibatkan Duzuang dan bawahannya terpental sangat jauh.


"Dasar semut" ucap Kevin.


Kemudian Kevin pun masuk ke dalam rumah tersebut.


"Aku menyesal lancang dengan nya" gumam Duzuang sembari mencoba berdiri.


...****************...


Sementara itu di tempat kakek Wei dong atau pemimpin keluarga Wei berada.


Terlihat Kevin tengah memegang nadi seorang kakek tua yang memiliki tubuh kurus kering, rambut rontok, seta kulit yang kering.


"Dia terkena racun laba-laba malam, dia tidak di racuni namun ia telah berhubungan dengan laba-laba malam yang telah bertransformasi menjadi manusia, aku bisa mengangkat racunnya namun dengan bayaran kakek mu akan mandul dan tidak bisa melakukan hubungan seumur hidupnya" ucap Kevin.


"Ku rasa itu tidak masalah mengingat umur kakek yang telah tua, seharusnya ia sudah tak tertarik dengan hal-hal semacam itu bukan?" jawab Wei dong yang terlihat kebingungan.


"Baiklah aku akan menyembuhkan nya" ucap Kevin sembari menaruh tangannya di atas kepala kakek Wei dong.


Lalu Kevin menutup mata.


"Kakak apa kakek akan baik-baik saja?" tanah Wei an sembari memeluk Wei dong.


"Tenang saja kemungkinan kakek ku hanya tidak akan memiliki burung lagi" ucap Dujuan.


"Burung memang kakek memiliki burung...? bukanya kakek hanya menyukai kera dan kucing sejak kapan kakek memelihara burung. Kak apa kau menyembunyikan nya aku sangat menyukai burung" ucap Wei an.


"Dia masih terlalu polos jangan kau rusak otak nya, dasar kau bodoh" ucap Yu Zhong sembari memukul kepala Dujuan sangat keras hingga membuat Dujuan pingsan.


"Wei an jangan pikirkan tentang itu lagi, kakek mu akan baik-baik saja bahkan kakek mu akan menjadi sehat kembali seperti sedia kala" ucap Yu Zhong.


"Wah benarkah kakek akan sehat lagi seperti dulu" ucap Wei an yang terlihat sangat senang.


Terlihat dahi Kevin mulai bercahaya.


Lalu terlihat sebuah bola hitam keluar dari kepala kakek Wei dong.


Tubuh kakek Wei dong mulai terangkat, kulit yang sebelumnya kering tiba-tiba menjadi lembut dan kencang kembali, tubuh yang sebelumnya kurus kering kini kembali berisi, rambut yang rontok tiba-tiba tumbuh kembali.


"Wah kakek benar-benar telah sembuh, ternyata apa yang di katakan tuan Yu Zhong bukan buatan belaka" gumam Wei dong yang terkejut melihat hal tersebut.


"Sekarang kalian telah melihat keajaiban seharusnya kalian bersujud melihat ini" terdengar suara seseorang yang berada di langit-langit.


Sontak Yu Zhong dan Wei dong menoleh ke arah suara tersebut.


"Skala kau...!" teriak Yu Zhong sembari mengeluarkan pisau nya.


"Dia adalah pemimpin pasukan tameng emas kekaisaran selatan, Yu Bai" ucap Wei dong.


"Maaf tuan apa tujuan anda datang ke kediaman kami?" tanya Wei dong sembari berlutut.


"Hahahahahahhaha... aku hanya ingin menjemput yang mulia agar pulang" jawab pria tersebut sembari melompat turun.


"Yang mulia selamat datang di dunia ini..! maaf kan kelancangan bawahan karena tidak menghormati anda"


...****************...


...****************...


bersambung