King System

King System
Episode 132



Saat malam hari di tempat Kevin.


Terlihat Kevin telah tidur di tempat ia tidur kemarin.


"Apa yang harus ku lakukan" gumam niana.


Di dalam mimpinya Kevin.


Hal yang sama terjadi kembali.


"Dia belum mengerti" ucap seorang lelaki yang memiliki wajah bersinar namun ia hanya menggunakan kain putih yang menutupi pinggang sampai paha dengan lambang petir di ikat pinggang.


"Kau benar cepat lah memilih" ucap pria yang sebelumnya.


"Apa yang terjadi di sini. Pria itu memancarkan aura yang membuat ku bersemangat" gumam Kevin.


"Jika kau tidak segera memilih maka orang orang mu akan segera mati oleh penyakit" ucap pria tanpa pakaian.


"Kau harus memilih dengan benar" ucap lelaki yang kemarin.


"Aku ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa" gumam Kevin.


Tiba tiba sang pria berotot menyerang dahi Kevin menggunakan petir.


"Duaaar" suara petir yang di keluarkan dari jari pria berotot.


"Huh" suara kevin yang bangun tiba tiba.


Terlihat niana sedang membuka perban milik Kevin.


"Apa yang kau lakukan" tanya Kevin sembari menarik tangannya.


"Aku hanya ingin memeriksa apa tangan mu baik baik saja" jawab niana sembari menunduk.


"Aku baik baik saja kau tidur saja sana. Kau tidak perlu khawatir kalau ada ular karena aku telah membuat saung agar kau bis tidur lebih nyaman" ucap Kevin.


"Tidak aku ingin kau jujur" ucap niana.


"Jujur tentang apa??" tanya Kevin.


"Apa tangan mu benar benar terluka karena batu saat menangkap ikan?" tanya niana.


"Ini bukan urusan mu" jawab Kevin sembari berbaring.


"Kau harus menjawab nya!!!" ucap niana dengan nada tinggi.


"Aku tidak mau" jawab Kevin.


"Cepat beritahu aku" ucap niana sembari menarik tangan Kevin yang terluka hingga membuatnya berdarah kembali.


"Maafkan aku" ucap niana sembari menutup mulutnya dengan wajah menyesak.


Lalu Kevin membuka perban yang telah basah dengan darah itu.


"Luka itu sangat parah. Dan terlihat dengan jelas kalau itu adalah gigitan ular piton" gumam niana yang tiba tiba meneteskan air mata.


Seketika niana merobek lengan bajunya lalu ia membalut tangan Kevin.


"Apa yang kau lakukan nanti kau bisa kedinginan" ucap Kevin sembari berusaha membuat niana berhenti.


"Maafkan aku" ucap niana.


"Tunggu apa?.." gumam Kevin yang terlihat bingung.


"Kenapa kau meminta maaf?.." tanya Kevin.


"Aku telah membuat mu terluka dan aku malah memukul wajah mu" jawab niana sembari mengelap air matanya yang terus mengalir.


"Aku minta maaf" ucap niana saat ia selesai membalut luka Kevin.


"Berhenti meminta maaf kau tidak melakukan kesalahan" jawab Kevin sembari meraba perban di tangannya.


"Cepat pukul aku" ucap niana sembari menunduk.


"Tidak aku tak akan pernah melakukan itu" jawab Kevin.


"Cepat lakukan!!!..." teriak niana.


"Tidak" jawab Kevin dengan wajah sedih.


"Baiklah" ucap niana.


Tiba tiba niana memukuli wajahnya sendiri dengan sangat keras hingga menghasilkan suara yang keras.


"Berhentilah melakukan itu!!" ucap kevin sembari menahan tangan niana yang hampir mengenai wajahnya sendiri.


"Cepat tampar aku jika tidak aku akan terus menampar wajah ku sendiri!!.." teriak niana sembari menatap tajam ke arah Kevin.


Tanpa di sangka sangka ternyata saat tangan Kevin hampir sampai di pipi niana yang tembem dan juga mulus serta putih. Seketika ia membelai pipi niana dengan sangat lembut.


"Berhentilah melukai diri mu sendiri" ucap Kevin sembari membelai pipi niana.


Terlihat niana mulai santai dan ia menundukkan pandanganya ke bawah.


"Kenap kau ingin melukai wajah mu yang cantik ini?" tanya Kevin.


"Wajah ku tidak secantik itu wajah ku sama seperti wanita lainya" ucap niana yang terlihat Malu hingga wajahnya memerah.


"Dia suka merendah" gumam Kevin.


"Terserah kau saja tapi berikan aku alasan kenapa kau melukai wajah mu sendiri" tanya Kevin.


"Karena kemarin aku menampar wajah mu" jawab niana sembari menatap wajah Kevin.


"Kemarin kau hanya menampar ku sekali saja kenapa kau tadi memukul wajah mu berkali kali" tanya Kevin.


"Karena aku takut kau akan sakit hati karena walaupun aku bertobat atas kesalahan ku pada Tuhan tuhan akan memaafkan kesalahan ku kecuali jika aku membuat orang lain sakit hati maka aku harus meminta maaf padanya. Itu yang di ajarkan ayah, ibu, kakek, dan nenek ku" jawab niana.


"Jadi begitu. Memang sudah tugas kita meminta maaf jika ada kesalahan namun saat orang itu tidak menafikan maka orang itu yang salah bukan diri mu. Sejak awal aku tidak memperdulikan tamparan mu karena itu adalah hal yang wajar jika ada seseorang yang melecehkan wanita. Bahkan jika aku jadi diri mu mungkin orang itu akan ku bunuh" ucap Kevin sembari duduk mendekat ke arah niana.


"Terima kasih" ucap niana.


"Untuk apa?.." tanya Kevin.


"Karena telah memaafkan diri ku" jawab niana.


"Tak masalah lebih baik kau pergi tidur" ucap Kevin.


"Baiklah aku akan pergi tidur. Selamat malam" ucap niana sembari berjalan meninggalkan Kevin dengan wajah tersenyum.


...****************...


Keesokan harinya.


"Siapa yang masak pagi pagi begini" gumam Kevin sembari membuka mata.


Terlihat niana telah membakar ikan di samping Kevin.


"Apa kau lapar. Ini makan aku telah membakar puluhan ikan" ucap niana sembari menunjuk ke arah tumpukan ikan bakar yang berada di atas daun pisang.


"Aku juga mendapatkan pisang serta mangga tadi jadi sana makan" ucap niana sembari membalik ikan.


"Terima kasih telah menyiapkan makana" ucap Kevin sembari tersenyum ke arah niana.


"Tak masalah lagi pula kemarin kau juga telah menyiapkan makan" jawab niana.


Kemudian Kevin pun makan.


...****************...


Seminggu kemudian.


Terlihat Kevin dan niana sedang duduk di depan api unggun yang menyala sangat terang.


"Aku menemukan buah yang sangat enak ini tadi pagi. Apa kau mau" tanya niana sembari menawarkan buah anggur bewarna putih.


"Apa rasanya benar benar enak" jawab Kevin sembari memakan buah itu.


"Benar rasanya sangat manis dan segar" ucap Kevin.


"Kevin tubuh ku tiba tian terasa sangat panas" ucap niana sembari meraba raba seluruh tubuhnya.


"Apa kau baik baik saja?" tanya Kevin sembari memegang dahi niana.


"Kau benar tubuh mu sangat panas" ucap Kevin.


Seketika Kevin menggendong niana ke atas saung yang telah berbentuk rumah sekarang.


Terlihat niana dari tadi meraba seluruh tubuh Kevin.


"Jangan lakukan itu geli" ucap Kevin.


Kemudian Kevin menaruh niana ke atas sebuah tempat yang terlihat seperti kasur yang beralaskan kulit hewan.


"Tunggu kenapa adik ku tiba tiba berdiri dan terasa sangat panas. Aku tak bisa mengontrol nya" gumam Kevin.


Tiba tiba niana menarik Kevin ke atas kasur dan tanpa mereka sadari mereka telah melakukan ya kalian mungkin sudah tau.😁😅.


...****************...


Bersambung.