King System

King System
Episode 323 hormat



"Salam ketua sekte, salam tetua agung" ucap Huantou sembari berlutut menghadap Suantou dan juga tetua agung.


"Salam" jawab Suantou dan tetua agung bersamaan.


"Apa ada seseorang yang datang membawa token ku kemari?" tanya Huantou.


"Kau menemui orang seperti itu di mana?" tanya Suantou.


"Kakak aku menemui nya saat berkunjung di kediaman keluarga Wei sembari melakukan perjalanan mencari tabib dan Aklemis" jawab Huantou.


"Ia memiliki kekuatan yang mengerikan bahkan aku tak dapat melihat ranah nya" ucap tetua agung.


"Kepala keluarga Wei yang mengatakan jika pria tersebut telah menyembuhkannya dan juga menyelamatkan keluarga Wei dari kehancuran" jawab Huantou sembari melihat sekeliling yang telah di penuhi mayat pembunuh bayaran.


"Apa kau mengetahui detail yang lain mengenai identitas nya?" tanya Suantou.


"Aku telah menanyakan tentang identitas nya namun mereka tak ingin menjawab karena aku takut menyinggung diri nya aku mengurungkan niat ku untuk bertanya dan lebih baik menunggu takdir yang memberitahu" jawab Huantou.


"Apa yang terjadi sebenarnya di sini..? mengapa banyak mayat bergelimpangan bahkan aku melihat ada beberapa mayat yang terpotong di perjalanan, selain itu di aula juga ada bekas pertarungan yang menghancurkan hampir seluruh lantai di aula?" tanya Huantou yang terlihat kebingungan dan panik.


"Kami di serang oleh pembunuh bayaran dan berkat tuan yang kau maksud kami masih selamat, diri ku dan juga tetua juga hampir mati" jawab Suantou.


"Bagaimana dengan Giantou apa ia baik-baik saja?" tanya Huantou sembari melihat ke arah gerbang kamar Giantou yang telah terbuka.


"Tuan yang kau maksud telah masuk dan kelihatannya telah menolong keponakan mu" jawab Suantou sembari melihat gerbang.


"Dia aman, biarkan beristirahat beberapa saat maka akan pulih" ucap Kevin yang tiba-tiba muncul keluar dari kamar Giantou.


"Yang mulia..!" ucap Huantou dengan terkejut bercampur bahagia.


"Terimakasih tuan telah menyelamatkan kami dan juga telah menyembuhkan putra ku" ucap Suantou sembari berlutut ke arah kevin di ikuti tetua agung.


"Aku juga berterimakasih atas bantuan anda karena telah menyelamatkan nyawa pria tua ini" ucap tetua agung sembari menunduk tanda rasa hormat yang tinggi kepada Kevin.


"Sudah cukup" ucap Kevin.


Mereka pun segara berdiri setelah kevin mengatakan itu.


"Tuan bagaimana keadaan Giantou?" tanya Huantou.


"Saat ini keadaan Giantou masih belum stabil namun sudah di pastikan kalau ia akan segera sembuh hanya perlu waktu saja agar ia dapat siuman, kalian jangan khawatir" jawab Kevin.


"Syukurlah, bagaimana dengan kondisinya jika ia telah pulih?" tanya Suantou.


"Seratus persen ia akan cacat tanpa dan menjadi manusia biasa karena tidak dapat berkultivasi lagi, namun" ucap Kevin.


"Apa..!" ucap Suantou terkejut.


"Namun kau tak perlu khawatir aku dapat membantunya agar dapat berkultivasi lagi" ucap Kevin sembari menutup mata.


Tiba-tiba seluruh mayat di ruangan itu melayang. Perlahan muncul api berwarna putih di atas kepala Kevin lalu api itu membakar seluruh mayat dengan perlahan hingga menjadi abu dan hanya menyisakan sebuah Pill berwarna putih dengan sinar yang redup namun pekat.


"Apa yang terjadi..?" gumam tetua agung yang terlihat sangat terkejut melihat kejadian tersebut hingga membuatnya jatuh berlutut serta tubuh yang gemetar seakan ingin mati.


"Apa ini kekuatan seorang dewa yang sering di bicarakan" ucap Suantou yang tiba-tiba meneteskan air mata.


Seketika seluruh Pill yang melayang terbang ke arah tangan Kevin saat ia membuka mata.


"Kalian berikan Pill ini setiap hari untuk Giantou maka dalam dua bulan ia dapat kembali berkultivasi" ucap Kevin sembari melempar sebotol penuh Pill tersebut ke arah Suantou.


"Tak perlu sungkan kita memiliki darah yang sama, kita adalah saudara" ucap Kevin sembari memegang pundak Suantou.


"Hah? apa yang anda maksud tuan saya tidak mengerti" ucap Suantou.


"Kau memiliki darah keturunan keluarga Yu atau keluarga naga" jawab Kevin.


"Hah..? bagaimana bisa?" ucap Suantou yang terlihat terkejut bercampur bingung.


"Sepertinya tetua agung mu mengetahui cerita lengkap mengenai hal ini" ucap Kevin.


Sontak Huantou dan Suantou memandangi tetua agung.


"Baiklah sepertinya aku tak dapat menyembunyikan lagi" ucap tetua agung sembari menghembuskan nafas tanda pasrah.


"Kalian terlahir dari ibu yang berbeda, sebenarnya Suantou memiliki darah keturunan dari keluarga Yu karena ibu nya meninggal saat melahirkannya ia putra ku menikahi wanita lain yang merupakan ibu dari Huantou" jawab tetua agung.


"Jikalau memang seperti itu lantas mengapa diri ku tak memiliki roh penjaga naga, bahkan pelayan di kediaman keluarga Yu saja memiliknya?, atau jangan-jangan ibu ku adalah pelayan keluarga Wei?" tanya Suantou.


"Itu tidak benar, ibu mu memiliki darah murni" ucap Kevin.


"Bagaimana bisa?" tanya Suantou.


Terlihat tiba-tiba Kevin menyayat lengan Suantou.


Perlahan mengalir darah berwarna merah serta terlihat sedikit berkilau.


"Kalian dapat melihat dengan jelas jika darah nya berkilau" ucap Kevin.


Kemudian Kevin menyayat tangan nya, kemudian mengalir darah berwarna emas.


"Seorang keturunan keluarga Yu memiliki darah yang berkilau" ucap Kevin.


"Tuan mengapa darah mu berwarna emas?" tanya Huantou.


"Aku merupakan keturunan langsung dari ras naga, walau ayah ku bukan dari keluarga yu ia merupakan naga" jawab Kevin sembari membersihkan darah nya.


"Lantas mengapa diri ku tidak memiliki roh penjaga naga?" tanya Suantou.


"Roh penjaga tidak di tentukan oleh keturunan atau darah seseorang tapi dari jiwa dan juga roh penjaga itu sendiri. Roh penjaga akan memilih inang yang menurut ia cocok, di dalam kasus mu kau mendapatkan roh penjaga peti mati penghisap darah" ucap Kevin.


"Lalu?" tanya Suantou.


"Kau tak pernah bertanya apa yang berada di dalam peti tersebut?" ucap Kevin.


"Benar juga aku bahkan tidak memikirkan hal ini, tapi aku tak dapat membukanya dulu aku sempat berpikir untuk membuka peti mati tersebut namun aku selalu gagal walau telah menggunakan berbagai cara dadi memakai kekuatan, memakai aura, bahkan aku berusa keras untuk menggunakan kekuatan jiwa" ucap Suantou.


"Mahkluk yang berada di dalam peti mati bukan lah sesuatu yang dapat kau bayangkan. Peti mati merupakan tempat untuk menyegel diri nya, saat kekuatan mu telah meningkat ke atas ranah mahayana satu rantai akan terbuka begitu terus saat kau naik level" ucap Kevin.


"Selain dari darah, aku dapat mengetahui diri mu memiliki darah keluarga Yu karena aku melihat rambut yang kau miliki, terdapat beberapa bagian berwarna perak yang mencolok bukan warna putih. Kau dapat melihat rambut ku sebagai contoh" ucap Kevin sembari membuka mahkota miliknya.


Perlahan rambut Kevin terurai di tiup angin yang tiba-tiba muncul karena tembok yang runtuh.


"Bajingan...!"


...****************...


Bersambung...