King System

King System
Episode 245 hari pertama mencari informasi



"Aku akan ke sana" ucap Kevin.


Kemudian Kevin terbang ke arah desa tersebut dengan cepat.


"Tap" suara hentakan kaki Kevin saat mendarat tetap di depan gerbang desa yang memiliki tembok setinggi pinggang Kevin dan baleho yang terbuat dari pohon bambu.


"Orang di desa ini terlihat sangat miskin, mereka memiliki pakaian yang di tambal oleh kain perca" gumam Kevin sembari masuk ke dalam desa.


"Tuan mohon berikan sedikit makanan mu untuk putra ku, ia belum makan selama dua hari" ucap seorang wanita tua dengan tubuh kurus kering, wanita itu menggendong seorang anak yang terus menangis.


"Ambil ini, kau beli makanan mu sendiri" ucap Kevin sembari memberikan sekantung koin emas.


"Tuan saya hanya membutuhkan makanan, uang ini tidak akan berguna. Uang ini hanya akan di ambil oleh kepala desa, saya mohon tuan berikan secuil makanan anak saya sudah beberapa hari tidak makan saya mohon" ucap wanita itu sembari mengembangkan koin emas kepada Kevin.


"Aku tidak membawa bekal karena aku tidak membutuhkan makan dan minum lagi, namun aku tidak menyangka akan bertemu dengan situasi seperti ini" gumam Kevin.


Tiba-tiba Kevin menunjuk ke arah hutan.


Dan terlihat seekor kerbau raksasa dengan kepala tiga terbang ke arah Kevin dengan keadaan leher yang telah tersayat.


Kerbau tersebut sangat besar sekitar seperti bus.


"Duaaas" suara hantaman beserta debu yang berterbangan saat tubuh kerbau itu mendarat di hadapan Kevin.


"Aku tidak membawa bekal, aku akan memberikan kalian makanan, tolong kau panggil semua orang yang lapar" ucap Kevin sembari mengangkat tubuh kerbau itu dengan satu tangan.


Lalu ia memunculkan sebuah besi yang panjang, dan ia menusuk mulut kerbau hingga tembus pantat, lalu ia menguliti kerbau itu dalam sekejap.


Kemudian Kevin menebang pohon dan memanggang kerbau itu.


"Aku masih menyimpan beberapa bumbu seperti garam, merica, dan juga bubuk cabai. Mungkin rasanya akan enak" ucap Kevin sembari menaburkan bumbu ke tubuh kerbau.


Selang beberapa waktu terlihat pada warga desa telah berkumpul.


Mereka terlihat sangat kurus dan kebanyakan anak-anak mengalami busung lapar.


"Baiklah kalian tunggu dagingnya matang, setelah itu kalian boleh makan tapi jangan berebut" ucap Kevin sembari mengeluarkan jubah berwarna putih polos lalu ia mengenakannya.


"Aku harus menyelesaikan masalah dari yang paling terbelakang seperti ini, aku akan menjadi kaisar di alam atas dan aku haru membantu rakyat ku" gumam Kevin sembari duduk sembari mengawasi para penduduk yang kelaparan.


"Lebih baik aku berkultivasi memulihkan aura ku yang tinggal setengah" gumam Kevin sembari duduk di sila di atas kotak kayu besar.


Beberapa saat kemudian.


"Bruk..! bruk..!" suara rombongan berkuda yang melaju dengan cepat dari dalam desa menuju ke arah penduduk yang tengah makan melingkari kerbau guling.


Terlihat puluhan prajurit bersenjata melingkari para penduduk sembari menodongkan senjata kepada mereka.


"Cepat Bayat pajak kalian, jika tidak aku akan membunuh kalian semua sekarang" ucap seorang lelaki bertubuh gendut berwajah mengerikan mata buta di bagian kiri, pipi nya terdapat luka gores. serta ia tidak memiliki kaki kanan.


"Tuan anda baru meminta pajak seminggu yang kelu, seharusnya tuan menagis bulan depan" ucap salah satu warga protes.


"Stup" suara warga yang di pecut oleh lelaki tadi.


"Tuan kami saja kesulitan membayar 10 koin emas perbulan, bahkan kami harus puasa selama setengah bulan agar bisa membayar. kami tidak memiliki cukup penghasilan" ucap salah satu warga.


"Aku tidak peduli, jika kalian ingin putri dan putra kalian selamat maka bayar pajak dengan teratur, aku tidak peduli kalian mendapatkan uang daru apa yang penting kalian membayar" ucap lelaki itu.


"Tuan bagaimana kami bisa membayar sedangkan penghasilan sebulan kami hanya 12 koin emas, selain itu kami juga mengalami gagal panen, ternak kami habis di ambil bawahan anda. Bagaimana cara kami membayar" ucap warga desa.


"Lebih baik kalian pergi dari desa ini sebelum aku turun tangan mengambil kepala kalian" ucap Kevin yang terlihat marah sembari menatap tajam ke arah lelaki tadi.


"Dia mengeluarkan aura yang sangat kuat aku tidak bisa bergerak dan bernafas" gumam lelaki itu yang tiba-tiba jatuh berlutut bersamaan dengan para prajuritnya yang mengepung warga desa.


"Apa kau mengerti" ucap Kevin.


Tiba-tiba lelaki itu dan prajuritnya terpental masuk ke dalam hutan.


"Uhuk" batuk lelaki tadi saat menghantam pohon.


"Hei..! anak ku adalah murid dari salah satu tetua di sekte Huantian. Aku akan membalas dendam atas perbuatan mu ini!" teriak lelaki itu sembari memegang dadanya.


"Jangan bermain-main dengan ku" ucap Kevin sembari menatap lelaki itu


Tiba-tiba tepat di samping lelaki itu semuanya hancur hingga ke belakangnya.


Pohon-pohon tumbang serta terlihat garis besar yang panjang di samping lelaki itu.


"Bahkan aku tidak perlu mengerikan tubuh ku untuk meratakan sekte yang kau maksud" ucap Kevin.


...****************...


Singkat cerita malam harinya.


Di alun-alun desa terlihat semua warga tengah berkumpul duduk di hadapan Kevin.


"Aku adalah pendatang baru di tempat ini, aku tidak memiliki informasi apapun. Aku ingin bertanya kepada kalian. Apa ada yang memiliki peta?" tanya Kevin.


"Tuan kami tidak memiliki peta, tuan bisa pergi ke kota longseng untuk membelinya. Tiga hari lagi kami akan pergi ke sana untuk menjual beberapa barang. Kami akan mengantar anda" jawab seorang lelaki paruh baya berwajah standar.


"Sepertinya aku tidak bisa mendapatkan informasi dari desa kecil, aku yakin besok anak dari walikota yang ku hajar akan datang dan sekte Huantian akan memberikan ku uang. Aku hanya membawa 2000 koin emas di kantung penyimpanan sisanya di ruang penyimpanan System, aku tidak bisa mengambilnya karena system sedang tertidur" gumam Kevin.


"Baiklah aku akan ikut dengan kalian, bolehkah aku meminta tempat untuk tinggal aku tidak memiliki rumah, aku akan tinggal selama tiga hari" ucap Kevin.


"Baiklah tuan kami akan segera menyiapkan tempat tinggal untuk anda, mohon tunggu sebentar" jawab lelaki tadi dengan antusias dan terlihat bahagia.


Terlihat warga desa mulai bergerak secara terburu-buru mereka berlari ke arah rumah yang kecil namun terlihat bagus dari rumah yang lainya.


"Aku jadi merasa tidak enak" gumam Kevin.


"Aku dapat merasakan keturunan naga dari arah barat, sepertinya rumah keluarga yu ada di barat, istana ayah ada di timur" gumam Kevin sembari menatap ke arah gunung.


...****************...


Bersambung