King System

King System
Episode 238 Menuju benua Maka



"Kenapa orang-orang selalu saja melibatkan soal cinta. Bagaimana bisa kita mencintai orang lain tanpa bertemu atau melihat wajah orang itu, kita sudah dewasa seharusnya tidak membicarakan hal konyol ini" ucap paman Qiu sembari melompat ke atas kapal.


"Hey ayolah memang menurut mu adik ku itu seperti siluman ular yang memiliki setengah badan ekor ular, dia adalah anak dari ular yang mengalami evolusi dia memiliki fisik yang sama seperti manusia pada umumnya" ucap raja Bull sembari berjalan menuju atas melewati tangga yang telah di sediakan oleh Riyan.


"Kita akan berlayar berapa lama?" tanya raja Bull.


"Jarak benua ini dengan benua maka tidak terlalu jauh, kemungkinan kita akan tiba di sana dalam waktu tiga hari" jawab Huang.


"Apa secepat itu, mangkuk apung ternyata sangat lambat jika di bandingkan dengan kapal kalian ini, mangkuk apung memerlukan dua Minggu untuk pergi ke benua maka" ucap raja Bull yang terlihat sangat kagum dengan kapal.


"Apa semua sudah siap, kita tidak meninggalkan apapun?" tanya Qi yu.


"Tidak kita siap untuk berangkat" jawab Riyan.


"Baiklah angka jangkar...!" teriak Qi yu sembari naik ke atas tiang layar kapal.


...****************...


Singkat cerita tiga hari kemudian.


"Kita akan tiba dalam beberapa menit, aku dapat melihat kota di depan kita" ucap paman Bog yang tengah mengemudi sembari melihat menggunakan teropong.


"Akhirnya kita sampai juga" ucap paman Qiu yang keluar dari lantai bawah.


"Heeeiii....!" teriak seseorang yang terdengar seperti Tenggor.


Seketika semuanya menoleh ke arah kanan.


"Terlihat kapal Qi yu dan yabg yang lainya telah berada di samping kapal paman Qiu.


"Ternyata kita menyelesaikan misi bersamaan dengan mereka" ucap paman Qiu sembari berjalan ke atas tempat Bog berada.


"Tunggu siapa raksasa itu..? kenapa dia di ikat di tiang" gumam paman Qiu sembari memandang raja Doren yang tengah di ikat.


"Siapa mereka?" tanya walikota Sakamoto.


"Mereka adalah tekan kami, kami di berikan misi yang sama namun di tempat yang berbeda" jawab Qi yu.


"Apa lelaki itu adalah anak mu?" tanya walikota Sakamoto.


"Kau benar dia adalah anak ku, dia sangat hebat karena dapat memimpin armada yang besar seperti itu, di kapal itu semuanya berada di ranah mahayana" ucap Qi yu sembari menunjuk ke arah kapal Qi yu.


"Ku harap anak ku akan sembuh menjadi normal seperti anak lainnya" gumam walikota Sakamoto.


"Sepertinya mereka juga membawa seseorang" ucap Qi yu.


"Apa kau akan membunuh ratu Sintia?" tanya Qi yu.


"Tergantung bagaimana sikap nya saat bertemu dengan ku, jika ia masih mengungkit dan menghina ku lagi maka aku akan menebas kepala ratu Sintia" jawab walikota Sakamoto.


"Aku dengar kalau ratu Sintia itu sangat cantik apa itu benar?" tanya Qi yu.


"Bisa di bilang cantik, tapi aku hanya pernah bertemu dengannya beberapa kali, sebenarnya aku tidak marah kepadanya karena ibu nya telah meninggal saat melahirkan nya dan aku yakin jika ibunya tidak ikut dalam rencana pembunuhan ibu ku" ucap walikota Sakamoto.


"Berarti kau tidak perlu menghukum ratu Sintia, lalu bagaimana dengan raja Bull apa dia juga terlibat di balik insiden pembunuhan ibu mu?" tanya Qi yu.


"Raja Bull adalah orang yang sangat tertutup aku belum pernah bertemu dengannya, namun ibunya mati selang satu tahun setelah kematian ibunya dan aku yakin jika dosanya akan di balas di akhirat" jawab walikota Sakamoto.


"Dddoom..!" suara meriam yang di tembakan oleh Tenggor ke arah kapal Qi yu.


"Heei... jangan bermain dengan alat berbahaya itu..! jika kami jatuh maka kami akan mati!" teriak paman Qiu sembari menahan serangan dari meriam dengan cara membuat pelindung.


"Ha Ha ha ha ha ha ha..!" tawa Tenggor sangat keras hingga ia berguling di tanah.


"Stup"suara batu yang menghantam kepala Tenggor.


"Aduh..!" ucap Tenggor sembari menggaruk kepalanya.


"Ha ha ha ha ha ha ah.....! lihat kepala mu tertimpa oleh batu" ucap putih sembari tertawa di ikuti oleh yang lainya di kelompok paman dan.


"Cih dasar kalian ini, kita itu datang untuk bekerja bukan untuk bermain, Tenggor candaan mu itu berlebihan, mereka bisa saja mati jika terkena meriam itu" ucap Qi yu.


"Tenang saja kapal kita memiliki perisai pelindung yang kebal terhadap serangan meriam dan juga serangan kekuatan lain" ucap Leonel yang datang sembari membawa pisang.


"Aku tidak memberitahu kalian agar kalian tidak mengira hal ini dan akan terkejut saat mengetahui kebenaran soal pelindung" ucap Leonel.


"Seharusnya kau beritahu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan suatu hari nanti" ucap Qi yu.


"Mungkin kita di benua maka hanya akan tinggal sehari atau dua hari, karena letak ibu kota yang tepat di hadapan kita, dan agar menghemat waktu kita akan langsung berangkat ke benua tengah, karena kita memerlukan 2 minggu untuk pergi ke sana" ucap Chen yu.


"Bagus kita bisa menghemat lebih banyak waktu" ucap Qi yu.


Di kapal Qi yu.


"Aku masih heran kenapa mereka mengikat raja Doren seperti itu?" ucap Raja Bull.


"Jika kau masih penasaran lebih baik kau bertanya kepada mereka saat telah tiba di pinggir.


...****************...


Singkat cerita mereka pun tiba di pelabuhan secara bersamaan.


"Ayah lama tak jumpa, bagaimana dengan misi mu" ucap Qi yu sembari memeluk Qi yu.


"Misi ku berjalan lebih baik, dan Las mendapatkan istri ini adalah berita gembira" jawab Qi yu.


Terlihat Las turun dari atas kapal menggunakan tangga sembari mengandeng Himawari yang telah berdandan sangat cantik.


"Sakitnya hati jomblo ku" gumam Tenggor sembari memukul-mukul dadanya dengan ekspresi sedih.


"Jangan sedih kita senasib" ucap Leonel sembari merangkul Tenggor.


Setelah itu Himawari berkenalan dengan paman Qiu, paman Bog, Mugi, serta yang lainya.


"Lebih baik kita langsung berangkat ke kota saja untuk menghemat waktu" ucap Huang.


"Kau benar, ayo kita segera pergi" ucap Qi yu.


"Cepat jalan..!" teriak walikota Sakamoto sembari menarik rantai yang membelenggu raja Doren dan juga ibunya.


"Hei apa yang kau lakukan dengan saudara ku?" tanya raja Bull sembari menghentikan langkah walikota Sakamoto.


"Aku tidak peduli dengan mu, dia adalah penjahat yang telah membunuh ibu ku" ucap walikota Sakamoto sembari melanjutkan jalannya.


"Aku adalah raja Bull jika kau tidak berhenti aku dapan memerintahkan penjaga untuk menangkap mu" ucap raja Bull.


"Asal kau tau aku juga anak dari Yun Feng namun aku tidak bangga dengan hal itu, dan aku membenci semua keturunan Yun Feng aku bisa saja membunuh mu atau ku jadikan seperti mereka" ucap walikota Sakamoto sembari mencekik raja Bull.


...****************...


Bersambung.


Mampir ke novel baru ku