King System

King System
Peningkatan sekte 3



"Mulai sekarang kau ku keluarkan" ucap kevin.


"Kau siap berani mengeluarkan diri ku" Teriak belia sembari berjalan ke arah kevin.


"Crak" suara telinga belia yang terputus.


"Aaaaaaaaaaa" teriak belia sembari memegang telingan kanan yang telah terputus.


"Kali ini aku hanya mengambil satu telinga mu. Jika kau masih merasa sombong maka aku akan mengambil nyawa my" ucap kevin sembari memegang dupa yang berlumuran darah.


"Tunggu ketua bisa mengeluarkan Qi pedang" gumam tetua yen.


Kemudian belia berlari meninggalkan tempat tersebut sembari menangis.


"Rasakan itu dasar sampah" gumam liona.


"Baiklah aku akan pergi dulu" ucap kevin yang tiba tiba menghilang.


...****************...


Di sebuah lapangan yang sangat luas.


Terlihat ratusan murid sedang berlatih teknik pedang.


"Ingat kalian harus fokus saat mengayunkan pedang" teriak seorang tetua.


"Kalian harus tetap menjaga kuda kuda saat melakukan gerakan" ucap guru yang berada di samping tetua.


"Kalian sedang melatih apa?" tanya kevin yang tiba tiba muncul.


"Salam ketua" ucap tetua dan guru sembari berlutut.


"Salam ketua" ucap para murid sembari berlutut .


"Sudah cukup" ucap kevin.


Dan seketika semua orang bangun.


"Tetua yo suruh murid terbaik mu maju" ucap kevin.


"Siap tuan. Dina, liber, dan san cepat maju" ucap tetua yo yang merupakan tetua murid dalam. Sembari ia menunjuk ke arah satu orang wanita dan dua orang pria.


Kemudian tiga orang murid yang di tunjuk tetua yo pun maju.


"Perkenalkan diri kalian" ucap tetua yo.


"Salam ketua nama saya Dina siu. Saya berumur 23 tahun sekarang saya berada di ranah grand master bintang dua" ucap seorang wanita cantik sembari berlutut.


"Salam ketua nama saya liber sui. Saya berumur 25 tahun sekarang saya berada di ranah grand master bintang tiga" ucap lelaki dengan posture tubuh yang gagah.


"Salam tetua nama saya san yung. Saya berumur 26 tahun saya berada di ranah grand master bintang tiga" ucap lelaki.


"Sekarang peragakan teknik yang kalian latih" ucap kevin.


"Siap" jawab mereka.


"Kalian yang di belakang juga ikuti" teriak kevin.


Kemudian semua murid mulai memperagakan teknik pedang naga.


"Mereka tidak meresapi gerakan yang mereka lakukan. Mereka terlihat seperti orang yang terpaksa untuk bergerak" gumam kevin.


"Baiklah cukup" ucap kevin.


"Cara kalian melakukan gerakan semuanya salah. Tetua yo cepat peragakan" ucap kevin.


"Siap tuan" jawab tetua yo.


Kemudian tetua yo pun mulai bergerak.


"Sudah ku duga mereka belum menguasai teknik pedang naga api" gumam kevin.


"Itu wajar. Bahkan jika dia adalah seorang jenius tingkat tinggi saja perlu waktu selama 20 tahun untuk menguasai teknik buatan ku. Tapi aku heran kau bisa menguasai teknik ku hanya dalam waktu beberapa hari saja" ucap Red dalam fikiran kevin.


"Heheh jika bukan karena System mungkin aku perlu waktu seribu tahun untuk menguasai teknik ini" gumam kevin.


[Bagai mana jika tuan membuat teknik pedang naga fersi lite.]


"Bagaiman cara nya?" gumam kevin.


[Sudah di buat.]


"Tunggu semudah itu" gumam kevin sembari memegang buku teknik pedang naga yang tiba tiba muncul di tangannya.


[Tentu saja]


"Tetua yo tolong berhenti" ucap kevin.


"Baiklah tuan" jawab tetua yo.


"Terima kasih tuan" jawab tetua yo sembari menerima buku dari kevin.


"Dan kalian ingat kunci untuk menguasai teknik pedang naga adalah memakan rasa takut mu. Dengan begitu rasa takut itu akan menjadi api yang berkobar di dalam hati mu. Dengan itu kalian akan memiliki sifat penberani" teriak kevin dan seketika ia menghilang.


Di atap bangunan terlihat kevin sedang berdiri sembari memantau murid dalam.


"Hmm aku jadi merindukan paman Qiu dan yang lainya. Dan gusmo semoga kau bahagia di surga" gumam kevin.


...****************...


Di sebuah gua yang gelap.


"Ternyata tuan telah tiba di sini. Kita harus segera menemui nya"


"Apa kau yakin jika dia memang tuan"


"Tentu saja. Aku bisa merasakan aura garis keturunan yang sangat kental dari dirinya"


"Baiklah jika menurut mu begitu"


"Baiklah kita harus pergi ke sekte Red fiyer. Kita akan sampai di sana beberapa hari lagi"


...****************...


Sementara itu di aula keluarga dang.


Terlihat seorang lelaki sedang duduk di singgasana yang gelap.


"Ayah ayah" teriak belia sembari berlari kepada ayahnya yang sedang duduk di singgasana yang gelap.


"Apa yang terjadi pada mu" tanya ge dang kepala keluarga dang sekaligus ayah belia.


"Ketua sekte baru Red fiyer memotong telinga ku dan juga dia menghina keluarga kita dia menyebut jika. Ayah hanya seorang sampah serta dia ingin melecehkan diri ku. Dan satu itu aku menolak dan dia memotong telinga ku" ucap belia dengan wajah memelas sembari menangis.


"Berani sekali ketua sekte dari sekte tingkat 9 menghina ku bahkan dia ingin melecehkan putri ku" ucap ge dan sembari berjalan ke arah belia.


"Bruk Bruk" suara hentakan kaki ge dang saat berjalan.


"Berani sekali!" teriak ge dang sangat keras.


"Lihat saja kalian semua akan binasa" gumam belia.


"Hun cepat siapkan pasukan kita akan meratakan sekte Red fiyer hari ini juga" teriak ge dang sembari mengambil gada yang sebesar sepeda motor.


"Nak kau tunggu di sini ayah akan membawa kepala ketua sekte itu" ucap ge dang sembari mengelus kepala belia.


......................


Di tempat para murid luar berlatih.


Terlihat kevin sedang duduk sembari melihat semua murid luar yang sedang menahan kuda kuda dengan beban dua karung pasir di pundak mereka masing masing.


"Heheh walaupun aku belum pernah merasakan nya tapi jika di lihat dari ekspresi wajah mereka yang terlihat seperti orang menahan berak" gumam kevin.


"Kek apa ini sudah cukup untuk mereka" tanya kevin.


"Belum ini baru dua jam tunggu sepuluh jam lagi" jawab Red dalam fikiran kevin.


"Baiklah jika itu yang kakek bilang" ucap kevin.


Terlihat Jun wang sedang berjalan ke arah kevin di ikuti Aldi dan liona.


"Apa yang mereka ingin kan di sini" gumam kevin sembari melihat ke arah Jun wang dan yang lainya yang tengah berjalan ke arah kevin dengan keraguan.


"Salam ketua" ucap Jun wang dan yang lainya sembari berlutut.


"Apa yang kalian ingin kan?" tanya kevin.


"Ketua maaf bila saya lancang. Tetapi saya merasa tidak pantas menerima hadiah dari ketua karena ketua yang telah menjatuhkan ramuan itu yang memudahkan saya" ucap Jun wang sembari mengulurkan kedua tangannya dengan keluang di sana.


"Aku tidak peduli lagi pula barang itu tidak berguna untuk ku" jawab kevin.


"Cepat bunuh semua orang"


...****************...


Bersambung.



Nama: liona


umur: 27 tahun


ranah: guru bintang dua