
Terlihat tiba-tiba paman Qiu berdiri sembari tertawa dan juga tersenyum ke arah boneka master Yoda.
"Kau kira kami semua ini bodoh, kami telah mengetahui semuanya sejak kami tiba di rumah mu. Bagaimana mungkin kami tidak mengetahui ada hal yang aneh dengan sikap mu" ucap paman Qiu sembari mengikat rambutnya.
"Bagaimana bisa kutukan tingkat tinggi di serap dan hilang dalam sekejap" ucap boneka master Yoda dengan berbisik, terlihat dari raut wajahnya bahwa ia sangat panik dan takut.
"Prok...! prok..!" suara tepuk tangan semua orang yang berada di sana kecuali boneka master Yoda.
"Kau hanya boneka yang angkuh dan juga tidak berguna" ucap paman Qiu sembari berjalan perlahan ke arah boneka master Yoda.
Terlihat boneka master Yoda mundur perlahan-lahan dengan ketakutan karena melihat mahkluk yang mengerikan di belakang paman Qiu.
Dalam sekejap boneka master Yoda telah terpotong menjadi bagian-bagian kecil bagaikan sebuah debu yang tak beraturan, serta terlihat paman Qiu menggenggam sebuah cahaya berwarna hitam di tangan kanannya.
Kemudian paman Qiu memakan cahaya hitam itu dalam sekali lahap.
"Dasar boneka bod*h memang dia pikir bisa menipu kita" ucap Putih sembari berjalan mendekati paman Qiu.
"Qiu apa kau yakin ingin mengeluarkan Roh penjaga mu sepanjang jalan" tanya Huang sembari menepuk pundak paman Qiu.
"Aku yakin lagi pula dengan cara ini aku dapat meningkatkan kekuatan ku agar dapat membantu tuan muda di masa depan nanti" jawab paman Qiu.
"Di sepanjang jalan terdapat aura kegelapan yang sangat pekat, lebih baik Justin, Jhon, dan juga Emon tetap tinggal di sini agar mereka tidak terluka dan tidak menjadi beban kita nanti" ucap paman Qiu.
"Aku setuju dengan saran mu, Justin, Jhon, dan juga Emon. Kami tidak ada maksud merendahkan kalian atau apapun kami hanya tidak ingin kalian terluka dan menghambat rencana yang telah kami susun selama satu bulan. Ku harap kalian mengerti" ucap Huang.
"Aku akan menjaga mereka kalian jalan saja" ucap Jagu.
"Aku juga akan menjaga" ucap Beru.
"Aku juga akan menjaga tiga lebih baik daripada hanya dua" ucap Rus.
"Baiklah tidak masalah, lagipula yang kita lawan sekarang adalah seorang yang berlatih ilmu gelap dan aku dapat memastikan jika dia memiliki rencana yang licik" ucap Tiger.
"Jangan khawatir kami tau apa yang kalian maksud, lagi pula aku juga tidak ingin menjadi beban bagi kalian dan aku takut jika kami selalu mengikuti kalian kami akan menghambat rencana kalian, lebih baik kami menunggu di sini" jawab Jhon.
"Jhon benar kalian tidak perlu khawatir" ucap Justin.
"Aku minta tolong agar kalian mau menyelamatkan ayah ku, aku dapat merasakan kalau dia masih hidup" ucap Emon yang terlihat sedih.
"Jangan khawatir kami akan berusaha menyelamatkannya korban yang masih bisa di selamatkan, aku akan membawa ayah mu jika ja memang masih hidup" jawab paman Qiu.
"Baiklah aku merasa baikan dengan kau mengatakan ini, aku sangat amat berterimakasih atas bantuan kalian" ucap Emon.
"Jangan bersikap layaknya kau adalah orang asing, kita ini keluarga jangan sungkan meminta dengan saudara mu aku senang dapat membantu mu dan membuat mu bahagia" ucap paman Qiu sembari tersenyum ke arah Emon yang tengah menangis.
Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke ujung jalan.
Saat di perjalanan.
"Semakin dekat aura gelap yang di pancarkan semakin pekat" ucap Ron dalam pikiran paman Qiu.
"Kau benar aku dapat merasakan hawa dingin yang menusuk tulang" gumam paman Qiu.
"Selama aku membaca lukisan dan juga tulisan di dinding ini, aku dapat mengatakan kalau semua raja di permukaan itu di kendalikan oleh sesuatu yang gelap di belakang layar" ucap Huang sembari meraba dinding.
"Selama ini raja benua ini mengumpulkan sumberdaya selama 25 ribu tahun hanya untuk bertahan saat terjadi perang akhir" ucap Huang.
"Menyingkirkan..!" teriak paman Qiu sembari melompat ke dekat dinding di ikuti yang lainya.
Terlihat sebuah bayangan tengkorak yang memiliki aura hitam serta ukuran yang sangat besar menggelinding dengan sangat cepat ke arah mereka.
Namun tengkorak itu berhasil di belah dan auranya berhasil di serap oleh Rin dan Ron.
"Seperti kita harus membentuk formasi, kita memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat namun kita lemah di bagian mental dan juga jiwa. Raja Bull menggunakan serangan yang dapat membuat lawan tertekan dan menjadi gila" ucap Qi yu.
"Aku dan juga Riyan akan di depan dan sisanya berjalan di dekat dinding" ucap paman Qiu.
"Aku dan Riyan memiliki jiwa dan juga mental yang lebih kuat di banding kalian semua, jadi kami yang akan menghancurkan rintangan yang ingin menghadang kita. Tugas kalian adalah memahami semua tulisan dan gambar di dinding" ucap paman Qiu sembari berjalan ke depan.
"Baiklah kami setuju dengan rencana mu" ucap Huang sembari berjalan mendekati tembok.
Kemudian yang lainya mengikuti rencana dari paman Qiu tanpa protes sedikitpun, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan.
"Tadi itu sangat berbahaya jika salah satu dari kami ada yang terkana serangan itu maka aku dapat memastikan orang itu akan lumpuh" gumam paman Qiu
...****************...
Singkat cerita saat mereka telah berada tak jauh dari sebuah pintu.
"Di depan ada pintu yang sepertinya memerlukan kunci khusus untuk membukanya" ucap paman Qiu.
"Kami telah di tembak 245 kali oleh tengkorak yang sama, kami beruntung masih bisa selamat tanpa terkena cidera sedikitpun" gumam paman Qiu.
Sesampainya mereka di hadapan pintu yang sangat besar dengan ukiran gambar matahari serta bulam, lalu terlihat juga ukiran air.
"Untuk memasuki pintu kita memerlukan kunci" ucap paman Qiu yang terlihat kebingungan sama dengan yang lain.
"Tapi di pintu ini kita tidak menemukan sedikit pun lubang masuk untuk kunci" ucap Huang yang tengah jongkok bersandar dinding.
"Sepertinya aku mendapatkan sebuah petunjuk, boneka master Yoda selalu mengatakan kata-kata bijak atau kata-kata mutiara untuk mendapatkan akses ke ke tempat ini, serta untuk menyalakan obor" ucap Huang.
"Kita harus cari kata-kata bijak untuk membuka pintu ini" ucap paman Qiu.
"Tapi apa yang harus kita katakan sedangkan kita tidak mengetahui apa apa" ucap paman Bog.
"Aku benci pertanyaan dan juga teka-teki. Lagipula siapa yang menciptakannya permainan seperti ini" ucap paman Bog yang terlihat kesal.
"Jika di lihat dari tampilan luar pintu ini maka kita dapat mengatakan bahwa pintu ini sudah tua, tapi aku dapat merasakan aura emas serta perak dari pintu ini" ucap Huang.
"Hanya orang bod*h yang menilai buku dari sampulnya" ucap paman Qiu.
Seketika debu di pintu itu mulai rontok dan terlihat emas yang sangat terang.
...****************...
Bersambung.
Mampir ke novel baru ku