
"Woi berisik dasar bodoh" teriak Jun wang sembari melempar bantal ke arah pintu.
"Iya kami lelah tolong kembali besok" teriak Aldi.
"Kalian berani sekali bersikap sombong" ucap tetua yen sembari membuka pintu.
Terlihat wajah tetua yen yang sangat mengerikan seakan ingin membunuh Jun wang dan Aldi.
"Woi apa kau tidak pernah belajar sopan santun" ucap Aldi sembari duduk.
Seketika Aldi terkejut karena melihat Jun wang yang sudah bersujud di hadapan tetua yen yang marah.
"Maaf kan kesalahan ku guru" ucap Jun wang sembari bersujud dengan tubuh gemetar.
"Aduh gawat ternyata itu tetua yen" ucap Aldi yang terlihat sangat ketakutan.
"Plak plak" suara pukulan.
"Guru maafkan kami" ucap Aldi dan Jun wang yang sedang bersujud dengan kepala yang benjol.
"Dasar tidak lancang" ucap tetua yen sembari menimpa kepala tangannya yang mengeluarkan asap.
"Cepat kalian temui ketua dan bilang jika ada penghianat" ucap tetua yen.
"Siap yang berani berhianat" tanya Jun wang.
"Kalian juga akan tau" jawab tetua yen sembari pergi.
"Ayo cepat kita pergi" ucap Jun wang sembari bangun.
"Baiklah ayo" jawab Aldi sembari memegang benjol nya.
Kemudian mereka pun pergi.
...****************...
Di dalam dapur.
Terlihat sari risa sedang memasak.
"Anak ku" ucap gamal sembari berjalan ke arah sari dan risa.
"Ada apa ayah" jawab risa.
"Sari cepat kau bawa adik mu pergi ke tempat paman mu di kerajaan Gun yang sekarang" ucap gamal dengan terburu buru.
"Tapi kenapa kami sudah senang tinggal di sekte ini" jawab sari.
"Iya ayah aku senang tinggal di sini" ucap risa.
"Cepat kalian pergi. Satu bulan lagi aku akan menjemput kalian. Penjaga bawa mereka pergi sekarang" ucap gamal sembari keluar dari dapur.
"Baiklah jika ayah menginginkan kami pergi. Tapi kau harus janji akan menjemput kami satu bulan lagi" ucap sari.
"Ya" jawab gamal yang sudah ada di luar.
Kemudian risa dan sari pun pergi bersama pengawal yang di sewa gamal.
"Ayah janji akan menjemput kalian sebulan lagi" gumam gamal yang sedang berjalan di teras.
...****************...
Di depan istana kevin terlihat Jun wang dan Aldi sedang duduk sembari memainkan api unggun.
"Aldi apa yang sedang ketua lakukan. Padahal kita sudah mengetuk pintu selamat 2 jam tapi ketua tidak kunjung menemui kita" ucap Jun wang sembari memainkan api unggun menggunakan ranting.
"Aku juga tidak tau mungkin ketua sedang bermeditasi atau semacamnya" jawab Aldi sembari menuangkan daun ke dalam api.
"Apa kita kembali saja kekamar" ucap Aldi.
"Apa kau bercanda. Lelaki itu harus amanah kita sudah di berikan tugas dari tetua yen oleh karena itu kita harus melakukan tugas yang di berikan dengan sepenuh hati. Selain itu kita juga memiliki kewajiban untuk melindungi ketua sekte" ucap Jun wang yang tiba tiba berdiri sembari menatap langit dan memegang dadanya.
"Wah pidato mu sangat bagus jun" ucap Aldi sembari bertepuk tangan.
"Hei apa yang kalian lakukan di sini. Dan untuk apa kalian menyalakan api padahal ini masih siang" tanya seorang pemuda yang terlihat sangat tampan dengan baju berwarna hijau dengan corak naga berwarna emas. Rambutnya pendek namun panjang di belakang.
"Ya kami sedang bosan dan akhirnya kami memutuskan untuk menyalakan api untuk bermain. Terus apa yang kau lakukan di sini zhao yun" jawab Jun wang sekaligus bertanya.
"Aku tadi sedang lari tapi tidak sengaja aku melihat kalian sedang duduk ku kira kalian sedang melakukan hal yang seru. Tapi ternyata kalian sedang menunggu" jawab zhao yun.
"Apa sekarang kau ingin menemani kami menunggu" tanya Jun wang.
"Maksudmu tetua murid luar" tanya Aldi.
"Ya dan sekarang aku sedang di kejar oleh Monster serigala miliknya" jawab zhao yun.
"Oh sepertinya kau harus bergegas karena serigala itu sudah berada di dekat mu" ucap Aldi sembari menujuk ke arah gerombolan serigala yang berlari sangat cepat ke arah zhao yun.
Kemudian zhao yun pun berlari tanpa mengatakan apapun.
"Semoga saja dia tidak menjadi seperti tetua dyo" ucap Jun wang.
"Iya aku juga berharap begitu. Karena menilai dari sikap dan perilaku serta sifat tetua dyo itu tidak ada yang benar. Aku dengar di itu gay" ucap Aldi sembari berdiri.
"Tunggu kau tau dari mana jika tetua dyo itu gay. Ya walaupun aku setuju dengan apa yang kau katakan di awak tapi aku masih bingung kenapa kau menuduh tetua dyo seorang gay" ucap Jun wang.
"Apa kau tidak merasakannya saat dia menatap ku atau dirimu. Dan juga dia belum menikah padahal umurnya sudah 56 tahun" jawab Aldi.
"Tunggu bukanya tetua dyo pernah melecehkan para murid wanita bahkan ia pernah meniduri mereka" ucap Jun wang.
"Kau ini tak pernah belajar tentang sifat manusia. Coba kau fikir jika seorang itu gay masa dia akan menunjukan ke pada publik menurutku dia melakukan itu untuk menutupi jika dia adalah gay agar di tidak di pancung oleh kaisar" ucap Aldi.
"Oh iya kau benar. Menurut ku dia ingin terbebas dari hukum berhubungan sesama jenis yang telah di tetapkan di benua ini" ucap Jun wang.
"Berhenti lah membicarakan orang lain seperti wanita. Dasar kalian ini" ucap tetua yen yang tiba tiba datang dan memukul kepala Jun wang dan Aldi.
"Aduh maaf tetua aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Jun wang sembari mengelus kepalanya.
"Aku juga" ucap Aldi.
"Aduh kepala jadi sakit" gumam Aldi.
"Jadi apa kalian sudah memberitahu ketua sekte" tanya tetua yen.
"Belum karena ketua sekte belum membukakan pintu padahal kami sudah mengetuk bahkan berteriak selam dua jam" jawab Jun wang.
"Lalu kenapa kalian tidak memberitahu ku" ucap tetua yen.
"Kami baru saja selesai dan kami memutuskan beristirahat di sini untuk beberapa saat" jawab Aldi.
"Baiklah kalian tunggu saja di sini sampai ketua keluar dan ingat jangan biarkan tetua selain tetua yo datang ke sini apa kalian paham" ucap tetua yen.
"Baiklah kami paham" jawab Aldi dan Jun wang.
"Ambil ini jika kalian melihat orang yang mencurigakan kalian tinggal robek kertas mantra ini dan aku akan segera datang dalam waktu beberapa detik. Apa kalian paham" ucap tetua yen sembari memberikan kertas mantra.
"Baiklah kami paham" jawab mereka.
Setelah itu tetua yen pun pergi.
...****************...
Di sebuah hutan yang gelap.
"Kak kapan kita sampai di tempat tuan"
"Kita akan sampai besok kau tenang saja"
...****************...
Bersambung.
Nama: yen
umur:69 tahun
ramah: Raja bintang satu.
status: tetua pertama atau tetua murid inti di sekte Red fiyer.
Nama: yo
umur:36 tahun
ranah:jendral bintang satu
status: tetua murid dalam atau tetua ke dua. Dia merupakan anak dari tetua yen