
Terlihat Kevin memasuki ruangan tersebut.
Terlihat seorang wanita memiliki tubuh kecil hanya 30 centimeter, memiliki sayap transparan, serta mengeluarkan cahaya cahaya yang berjatuhan. wanita itu memiliki rambut berwarna emas rambut itu terurai, serta terlihat mahkota yang terbuat dari bunga-bunga berwarna putih.
Wanita itu tengah duduk sembari menutup mata ia terlihat tenang berkultivasi.
"Dia adalah peri pengerajin, dia menyerap energi panas untuk bahan bakar sihirnya oleh karena itu ia tetap di sini" ucap system.
"Dia berada di level bola kuning" gumam Kevin.
"Level kekuatan sihir di bagi menjadi enam di alam semesta ini, yang pertama putih, kuning, oren, merah, ungu, lalu hitam. Semakin pekat warna warna mana maka semakin kuat peri tersebut" ucap system.
"Dia berada di level bola kuning, setara dengan ranah penyempurnaan jiwa dan roh. namun kelihatannya peri ini. Belum berada di level bola kuning sepenuhnya" gumam Kevin.
"Bola sihirnya hanya memancarkan sinar kuning karena sedang mengonsumsi aura panas" ucap system.
"Hei bangun cepat...!" teriak pria yang sebelumnya sembari memecut peri tersebut.
"Maaf tuan saya membuat anda merasa tidak nyaman" ucap peri itu yang tiba-tiba bangun lalu sujud ke arah pria sebelumnya.
"Lelaki ini bodoh, dia merusak level peri ini. Aku melihat retakan di bola sihirnya hal ini di sebabkan karena terlalu sering di ganggu saat mengumpulkan mana" ucap Kevin yang terlihat kesal.
"Ada orang yang ingin bertemu dengan mu, dia adalah orang kuat kau harus melayani dia dengan baik" ucap pria itu sembari membalut tangannya menggunakan kain.
"Aku ingin berbicara empat mata dengan penempa mu, kau boleh keluar" ucap Kevin.
"Jangan berani macam-macam dengan nya dia adalah sumber yang ku, ku peringatkan aku memang bukan tandingan mu, namun aku memiliki hubungan yang dekat dengan kaisar aku bisa saja membunuh mu" ucap pria tdi sembari membuka pintu.
"Aku tidak peduli lebih baik kau pergi dari sini" jawab Kevin.
"Cih!" ucap pria tadi sembari keluar ruangan dengan wajah marah.
"Apa yang anda inginkan, saya mohon agar cepat karena saya harus bekerja jika tida saya akan di bunuh oleh tuan saya" ucap peri tersebut.
"System tunjukan biodata peri ini" gumam Kevin.
"Nama:Bela
Ras:Peri
Umur:25 juta tahun
Kemampuan: pengerajin
jurus:??
level bola sihir: kuning rusak
Kekuatan:234
kecepatan:789
Ketahanan:123
Mana:40.000"
"Bela, dia memiliki umur yang sangat tua seperti ia kehilangan ingatan akan masalalu nya oleh karena itu di menjadi budak di sini" gumam Kevin.
"Di temukan retak pada bagian kepala, serta pendarahan di bagian otak usia luka 25 tahun. Dalam dua bulan akan mati karena bila sihir yang telah rusak serta pendarahan di bagian otak" ucap system.
"Dia adalah peri kuno, yang terluka aku akan mendapatkan informasi lebih banyak lagi dari nya jika telah pulih sepenuhnya" gumam Kevin.
"Bela apakah kau ingin ikut bersama ku?" tanya Kevin.
"Saya adalah budak miliki tuan Dyan saya tidak memiliki hak untuk memilih semua keputusan tentang hidup saya berada di tangan tuan Dyan" jawab Bela.
"Maka aku akan membeli mu, aku ingin bertanya apa kau ingin keluar dari tempat ini?" tanya Kevin.
"eee.. saya.. tidak ingin keluar" jawab Bela yang terlihat terpaksa mengatakan hal itu.
"Kau telah terjebak di sini selama 25 tahun dengan luka fatal sebentar lagi kau akan mati" ucap Kevin.
"Cring..!" terlihat tiba-tiba Bela terperangkap di dalam sangkar yang memiliki ukuran sama seperti tubuhnya.
"Kau akan sembuh dan tidak akan menderita lagi" ucap Kevin sembari keluar dari ruangan itu.
"Hei kenapa kau membawa budak ku pergi" ucap Dyan alias pria yang sebelumnya.
Ia tengah berdiri di toko di temani ratusan prajurit kekaisaran.
"Aku ingin membeli budak mu ini" jawab Kevin.
"Memang apa yang kau miliki?" tanya Dyan.
"Satu miliar kristal sihir tingkat tinggi" jawab Kevin.
"Apa satu miliar bahkan harta kekaisaran saja hanya ada puluhan miliar, aku akan membunuh pria itu lalu mengambil uang miliknya" gumam dyan.
"Prajurit tangkap pria itu dan bawa ke penjara bawah tanah!" teriak Dyan sembari menunjuk ke arah Kevin.
"Crak..!" suara kepala Dyan yang tiba-tiba terputus, selain itu serta Kevin bersama bela menghilang.
Sontak hal itu membuat para prajurit ketakutan dan mereka pun berlarian dengan panik entah kemana.
...****************...
Keesokan harinya di pagi hari yang cerah.
Di aula kekaisarannya.
Terlihat kaisar Ganto tengah duduk di atas singgasana nya di temani beberapa orang yang tengah berlutut di hadapannya.
"Yang mulia kaisar tuan muda Zhang yu serta pasukan nya akan segera tiba. Kemungkinan besar mereka akan tiba dua jam lagi" ucap pria yang mengenakan baju zirah lengkap berwarna emas.
"Kau bawa pasukan mu amankan para warga ke ruang bawah tanah, kita akan mengalami bencana" ucap kaisar Ganto.
"Siap yang mulia" jawab pria ber zirah emas.
"Apa yang ingin kau laporkan?" tanya kaisar Ganto.
"Yang mulia ada seorang pria yang membunuh bos Dyan di kediaman nya sendiri kemarin siang, pria itu membawa bela pergi" jawab pria yang berada di samping pria ber zirah.
"Ini pasti ulah tuan Kevin, Bela adalah aset penting kekaisaran ku, namun jika tuan Kevin yang mengambil aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku hanya bawahannya" gumam kaisar Ganto.
"Ratakan toko milik Dyan, jangan sampai aku melihat toko itu lagi di kekaisaran ini. Beritahu ke semua orang, ke semua pemimpin batalion serta para jenderal untuk segera mengungsi karena kita akan segera mengalami bencana" ucap kaisar Ganto.
"Siap yang mulia..!" jawab dua orang tersebut.
"Baiklah kalian boleh pergi" ucap kaisar Ganto sembari berdiri.
"Kami mohon undur diri" ucap dua pria tadi sembari berjalan mundur.
"Aku harus segera memanggil 3 tetua untuk menahan Zhang yu dan pasukannya" gimana kaisar ganto sembari berjalan keluar aula.
...****************...
Sementara itu di penginapan tempat Kevin menginap.
"Aku memerlukan bantuan mu Bela, aku akan membayar mu dan aku akan menyembuhkan semua luka mu" ucap Kevin.
"Saya tidak ingin hidup lagi biarkan saya mati terimakasih telah membawa saya pergi dari tempat itu" ucap bela sembari menangis.
"Bagaimana cara membujuk peri ini agar ia mau menjadi bawahan mu dan bekerja untuk ku" gimana kevin.
"Daratan Gemerlap adalah tempat para peri berkumpul saat ini"
...****************...
Bersambung.