
Kemudian kevin terbangun di tempat yang sama.
"Sepertinya aku harus melukai matanya agar ia melepaskan diri" gumam kevin sembari melepaskan sebuah perhiasan berbentuk kotak yang terpasang di baju nya.
Lalu kevin pun menekan perhiasan tersebut hingga membentuk sebuah jarum yang berukuran sebesar kelingking dengan panjang dua kali jari tengah. Lalu ia menekuk ujungnya hingga terlihat seperti mata kail pancing.
"Aku harus membuat tali yang berat agar bisa di lempar dan tidak tertiup oleh nafas Monster" gumam kevin sembari merobek bajunya.
Lalu ia pun merobek bajunya menjadi sebuah kain yang berukuran 12 meter lalu ia mengepang kain tersebut dan kini tinggal 6 meter saja.
"Baju ku sudah habis menjadi tali ini namun menurutku masih kurang panjang. Lebih baik aku memakai celana ku" gumam kevin sembari melepaskan celana milik nya.
lalu ia pun melakukan hal yang sama kepada celana nya.
Tiba tiba kaki kiri kevin terputus.
"Sialan sepertinya tentakel nya sudah berubah menjadi pisau dan kaki ku telah putus karena nya" ucap kevin yang tengah menyambung kedua tali.
Kemudian dalam sekejap setengah tubuh kevin telah di lilit oleh tentakel tersebut.
Lalu Monster itu pun keluar. Dan seketika kevin pun langsung berbalik dan melempar kail nya ke arah mata Monster tersebut. Bersamaan dengan hal itu kevin pun di tarik masuk oleh Monster tersebut.
"Ayo lah kau harus berhasil" ucap kevin sembari memeluk tali buatan nya dengan sangat erat.
Lalu kail tersebut mengenai mata Monster tersebut lalu menancap karena di tarik oleh tubuh kevin yang tehisap ke dalam perut Monster tersebut.
"AaaaaaaaaĆ aaaaaaa" teriak Monster itu sembari memegang matanya menggunakan tangan yang memiliki selaput.
"Yes berhasil" ucap kevin yang terlempar ke luar karena teriakan Monster menjijikan itu.
"Rasakan itu Monster sialan. Lihat saja aku akan membuat dirimu merasakan apa yang ku rasakan sebelum nya dan aku akan mengembalikan itu ribuan kali lipat hingga kau meminta untuk di bunuh oleh ku" ucap kevin yang sudah berada di luar.
"Sialan kau manusia kejam" teriak Monster itu yang terdengar sangat mengerikan.
"Kau itu yang kejam tiba tiba kau ingin memakan ku tanpa meminta izin" teriak kevin.
"Ya untuk apa aku meminta izin kepada makanan ku memang kau akan meminta izin kepada makanan mu terlebih dahulu" teriak Monster itu.
"Oh iya itu masuk akal. Tapi aku bukan makanan" ucap kevin dengan nada meninggi.
"Kau itu memang makanan ku" jawab Monster itu.
"Terserah tapi pada akhirnya dirimu akan menjadi Monster mati yang tidak berguna dan bau" teriak kevin sembari terbang ke arah Monster sembari memegang mahkota miliknya.
Lalu ia menyerang pipi Monster itu hingga robek me mulut nya.
"Aaaaaa manusia sialan kau memanfaatkan mataku yang tidak bisa melihat" teriak Monster itu sembari berputar putar.
"aku harus menyerang titik lemah nya" gumam kevin yang sedang melayang tepat di atas kepala Monster tersebut.
"Nah itu dia" gumam kevin sembari menatap tajam ke arah kepala samping kiri tanduk kanan Monster tersebut.
Kemudian ia pun terjun dengan keadaan kepala duluan dan ia mengarahkan kedua tangan ya yang telah memegang mahkota yang tajam.
"Crak" suara darah yang muncrat ke tubuh kevin.
"Sepertinya lukanya kurang dalam aku harus membuat nya lebih dalam lagi" gumam kevin sembari terus mukul titik lemah Monster itu menggunakan ujung mahkota yang mulai penyok.
"Berhenti bagaimana jika kita melakukan kontrak jiwa aku sedia jadi budak jiwa mu" teriak Monster itu sembari terus mengelengkan kepalanya berharap kevin jatuh.
"Mungkin Monster ini akan berguna untuk ku di masa depan nanti" gumam kevin.
"Baiklah aku akan melakukan apa yang kau mau" jawab kevin sembari berdiri sambil memegang mahkota yang telah menjadi rata.
Tiba tiba muncul tato teratai merah dari dahi Monster tersebut.
"Aku jiwa Monster kangur akan setia kepada tuan ku yang baru hingga akhir hayat" ucap Monster tersebut bersama dengan kata kata itu cahaya dari teratai merah itu mulai menerangkan.
Lalu cahaya itu pun tiba tiba mengarah ke jidat kevin yang mengakibatkan kevin tiba tiba ter sadar.
"Uhuk uhuk" batuk kevin sembari memuntahkan darah.
"Yun apa kau baik baik saja" ucap kaisar yan luo yang sedang memangku kepala kevin sembari menangis.
"Sialan" ucap kevin dengan suara sangat pelan.
"Yun apa kau biak baik saja" tanya kaisar yan luo.
"Aku baik baik saja memang apa yang terjadi" jawab kevin sembari mencoba untuk duduk secara perlahan.
"Diri mu sudah tidak sadar selama 15 hari" jawab kaisar yan luo sembari mengusap air mata.
"Tunggu bukanya aku baru beberapa jam saja di dalam alam bawah sadar ku" ucap kevin penuh kebingungan.
"Itu adalah salah satu Kekuatan ku. Diri ku bisa memanipulasi waktu dan aku membuat alam bawah sadar mu memiliki waktu yang sangat lambat" ucap Monster kangur dalam fikiran kevin.
"Oh jadi begitu tapi siapa nama mu" gumam kevin sembari mengelap darah di bibirnya.
"Kau harus memberikan aku nama" jawab kangur dalam fikiran kevin.
"Baiklah aku akan memberikan mu nama. Baylin yang artinya kekuatan tentara dan nama itu ku ambil dari buku Sansekerta" gumam kevin.
"Lumayan juga kau memberikan aku nama mulai sekarang kau boleh memanggil ku baylin
atau bay saja juga boleh" ucap baylin dalam fikiran kevin.
"Baiklah bay mohon kerja sama nya di masa depan nanti" gumam kevin.
"Terserah diri mu saja" jawab baylin dalam fikiran kevin.
"Nak aku akan panggilan tabib kau tunggu di sini saja" ucap kaisar yan luo yang tiba tiba berjalan dengan ter gesa gesa.
"Baiklah" jawab kevin.
"Kenapa dia berjalan seperti itu padahal dia bisa melihat kalau aku baik baik saja" ucap kevin sembari berbaring.
Beberapa menit kemudian.
"Tuan tolong lewat sini" terdengar suara kaisar yan luo dari arah pintu.
"Siapa orang itu hingga membuat seorang kaisar sangat menghormatinya" gumam kevin sembari duduk.
"Clik" suara pintu terbuka.
"Silahkan tuan" ucap kaisar yan luo sembari membukakan pintu untuk orang misterius itu.
"Siapa dia apa jangan jangan dia adalah kakek atau seorang kaisar yang memiliki wilayah lebih besar dari si yan luo. Atau mungkin dia guru yan luo ya?" gumam kevin.
"Klac klak" suara langkah kaki yang di iringi dengan tongkat.
"Halo lama tak jumpa"
...****************...
Bersambung.