
Perlahan muncul sesosok naga berwarna hitam pekat, tubuh naga itu mengeluarkan aliran listrik berwarna hitam dan akan langsung menghancurkan apapun yang bersentuhan dengan petir tersebut.
"Petir hitam memiliki kekuatan penghancur yang tinggi, selain itu petir hitam juga memiliki racun yang sangat berbahaya. Dia akan menjadi seorang yang sangat hebat di masa depan" gumam Kevin.
"Aku akan membunuh kalian semua!" ucap Dujuan sembari menunjukkan ke arah raja alias paman nya yang telah memfitnah ayahnya hingga di hukum mati.
"Penjaga lindungi yang mulia!" teriak seorang pria yang berdiri di depan raja sembari menodongkan pedangnya ke arah Dujuan dan Kevin.
"Kemana yang lainya?" gumam raja sembari melihat sekeliling yang kini telah kosong.
"Yang harus dimiliki seorang raja adalah pengikut dan bawahan yang setia, tanpa mereka gelar mu tidak berguna harta dapat kau cari namun orang setia berbeda" ucap Kevin.
"Orang yang setia akan datang kepada mu bukan kau yang mendatangi mereka. Sekarang kau tinggalkan menikmati hukuman atas semua yang telah kau lakukan" ucap Kevin sembari duduk di sebuah kursi yang tiba-tiba muncul di belakang Kevin.
Terlihat Dujuan menunjuk ke arah raja.
Dan dari jari telunjuk Dujuan mengeluarkan listrik yang melesat sangat cepat menuju ke arah raja dengan sangat cepat.
Saat petir itu mengenai raja, seketika tubuhnya terangkat ke atas dan ia kejang-kejang perlahan kakinya mulai berubah menjadi abu tarus berjalan hingga ke kepala dan tubuhnya lenyap menyisakan abu.
"Lebih baik kau pergi, aku tidak ingin kau terluka kita hidup bersama sejak kecil. Kau adalah orang yang setia namun orang yang kau layani adalah seorang yang tidak berguna dan hanya tau bermain" ucap Dujuan sembari menunjuk pria yang awalnya ingin melindungi raja.
Terlihat Kevin menatap pria itu lalu pria itu langsung pingsan dalam sekejap.
"Ayo kita pergi menemui ibu mu" ucap Kevin sembari berdiri.
"Tolong aku tidak tau bagaimana cara berubah menjadi normal kembali" ucap Dujuan yang terlihat panik.
"Tenang" ucap Kevin.
Seketika Dujuan terjatuh karena roh penjaganya menghilang, namun rambutnya tetap berwarna putih.
"Apa kau sudah yakin jika kita adalah saudara?" tanya Kevin sembari berjalan mendekati Dujuan yang tengah tiarap ia terlihat lemas.
"Aku yakin dan merasa sangat senang. Tapi bagaimana dengan para mentri yang kabur, apa kita akan menangkap mereka semua?" tanya Dujuan.
"Tidak perlu kita pergi saja aku akan mengurus hal itu" jawab Kevin sembari mengangkat Dujuan.
"Berhenti mengangkat ku seperti ini, aku bukan hewan peliharaan. Turunkan aku biarkan aku berjalan aku bukan hewan peliharaan" teriak Dujuan.
"Bruk" suara Dujuan yang terjatuh.
"Kenapa kau tidak bersikap lembut kepada ku, aku hanya anak yang malang seharusnya kau lebih lembut sedikit kepada ku" ucap Dujuan sembari bangun serta ia menggosok bagian punggungnya.
"Masih untung tidak ku lempar ke luar, aku sudah lembut dengan mu. Jangan bersikap seperti seorang bayi kau sudah dewasa aku sudah berjanji akan melatih mu. Dan aku tidak akan segan lagi terhadap mu" jawab Kevin sembari mematahkan tangan Dujuan hanya dengan melihanya.
"Aaaaa..! tangan ku kenapa kau mematahkan tangan ku apa salah ku dengan mu" teriak Dujuan sembari memegang tangan nya yang telah patah.
"Jika kau masih berbicara aku akan mematahkan dua kaki mu agar kau tidak bisa berjalan dan akhirnya akan merangkak" ucap Kevin.
"Maafkan aku" ucap Dujuan sembari mengobati tangannya.
"Dasar ini bahkan tidak bisa di katakan menyiksa. Mungkin kau sudah menelan bola matamu jika melihat aku di latih dengan guru-guru ku sendiri. Bahkan hanya memikirkan kata-kata kotor aku sudah di masukan ke dalam lava dan juga tulang ku di patahkan" ucap Kevin.
"Itu tidak mungkin, lalu kenapa kau masih hidup apa kau berbohong?" tanya Dujuan.
"Jika kau tidak percaya kau bisa mencoba melukai diri ku, bahkan jika kau bisa memotong rambut ku aku akan memberikan mu 200 juta koin emas, atau 100 kristal sihir tingkat tinggi" ucap Kevin.
"Kau yang memintanya aku hanya menginginkan uang itu" ucap Dujuan sembari mengeluarkan pedang yang ia curi dan perlahan memegang rambut Kevin.
Namun sayang jari yang ia gunakan untuk menyentuh rambut Kevin putus selain itu saat ia menebas rambut kevin pedang itu malah hancur menjadi abu dan di tiup oleh angin.
"Kevin jari ku putus, aku takut aku tidak bisa menggunakan pedang lagi apa kau memiliki solusi?" tanya Dujuan yang terlihat depresi.
"Minum itu kau akan sembuh, luka mu akan pulih. dan jari mu akan tumbuh kembali" ucap Kevin sembari melempar satu botol ramuan penyembuh tingkat tinggi.
Dalam sekejap ramuan itu di minum oleh Dujuan hanya dengan sekali teguk.
"Kau tau berapa harga ramuan itu?" tanya kevin.
"Memang berapa" ucap Dujuan.
"Mungkin 10 juta koin emas" jawab Kevin.
"Apa 10 juta, apa kau yakin minuman ras jeruk itu berharga sekali. Jika aku mengetahuinya aku lebih baik menahan rasa sakit" ucap Dujuan yang terlihat kesal ia melempar botol bekas ramuan ke tanah memantul dan mengenai biji miliknya.
...****************...
Singkat cerita saat malam hari di tengah hutan terlihat Kevin dan Dujuan tanah duduk di depan api unggun sembari makan daging kalkuan.
"Naga petir hitam memang sangat kuat, dia adalah kawan dari kakek yu naga putih, atau naga cahaya. Orang yang memiliki darah naga hitam maka ia akan menerima kemalangan saat di luar pertarungan namun akan selaku beruntung saat berada di pertempuran" gumam Kevin sembari makan.
"Sedangkan yang memilik darah naga putih hidupnya akan lebih beruntung namun saat di pertarungan ia akan siap namun hal itu tida mempengaruhi pertarungan" gumam Kevin.
"Ini pertama kalinya aku makan daging monster tingkat tinggi, tidak ku sangka rasanya akan seenak ini" ucap Dujuan.
"Apa kau masih lapar Dujuan?" tanya Kevin.
"Aku masih lumayan lapar" jawab Dujuan.
"Baiklah panggang saja kalkuan itu, aku sudah kenyang kau makan sendiri besok kita akan pergi menemui ibu mu, lalu kita akan mulai latihan di sana selama beberapa minggu hingga kau naik ke ranah silver emperor" ucap Kevin.
"Baiklah aku akan beristirahat kau jangan khawatir. Aku akan menghabiskan kalkuan itu" jawab Dujuan.
"Saat itu tiba kau akan berada di dalam pelatihan neraka, karena itu aku memberikan mu kesempatan untuk senang-senang terlebih dahulu sebelum diri mu menderita" gumam Kevin sembari duduk sial dan mukai bermeditasi.
...****************...
Bersambung.