
Di saat bulan berada tepat di atas kepala.
malam yang seharusnya sunyi kini menjadi ramai karena pesta perayaan atas kemenangan mereka terhadap penyerangan yang di lakukan secara besar-besaran oleh kerajaan Sundang terhadap kota kecil bjuan.
Kemenangan telak yang di peroleh oleh kota bjuan, menggemparkan kekaisaran timur. Selain itu saat ini sedang ramai di bicarakan oleh masyarakat kekaisaran timur.
Berita tentang ini telah menyebar luas ke seluruh dunia hanya dalam waktu satu hari.
Di dalam tenda.
Terlihat Kevin, Dujuan, dan juga Luan sun tengah duduk bersama sembari menikmati hidangan yang banyak di atas meja yang sederhana.
"Tidak ku sangka berita kemenangan kita telah tersebar secepat ini, aku tidak mengira akan hal itu" ucap Luan sun sembari menuangkan teh untuk Kevin.
"Penyebaran informasi alam atas dan alam bawah sangat jauh berbeda, bahkan suatu kabar besar seperti paman Qiu yang membunuh mister egg bahkan saat itu kota lain tidak mengetahuinya. Aku harus semakin berhati-hati akan gerakan ku agar tidak repot di masa depan nanti" gumam Kevin sembari meminum teh tersebut.
"Ibu aku ingin meminum arak bukan teh, apa di kota ini tidak ada arak?" tanya Dujuan.
"Baru sehari kau bertarung saat ini kondisi mu belum pulih, entah kenapa setelah melihat mu dengan dengan rambut putih kau jadi terlihat sangat mirip dengan ayah" ucap Luan sun sembari memegang pipi Dujuan dan tersenyum.
"Tapi kenapa di lukisan rumah kita yang dulu rambut ayah berwarna hitam?" tanya Dujuan.
"Apa kau tau alasan ayah ku sangat terkenal hingga ingin di jadikan panglima oleh kaisar" ucap Luan sun sekaligus bertanya.
"Ayah tidak pernah mengeluarkan Roh penjaga hingga di juluki tubuh dewa tanpa jiwa. Apa benar" jawab Dujuan.
"Ayah mu selalu memakai cat hitam untuk mewarnai rambutnya. Ibu pernah memergokinya saat memakai cat tersebut dan ibu melihat bahwa rambut ayah mu berwarna putih keperakan sama seperti mu" ucap Luan sun.
"Ayah mu ingin melindungi kalian berdua, oleh karena itu ia menutupi hal ini bahkan dengan ibu mu" ucap Kevin.
"Ayah sangat menyayangi mu nak, bahkan sebelum dia di eksekusi ia memberikan setengah jiwa miliknya dan ia membuat setengah jiwa itu untuk membuatkan mu mantra pelindung. Ayah mu sangat menderita karena itu dan saat sudah selesai ia terlihat seperti orang gila" ucap Luan sun yang tiba-tiba menangis karena mengingat masal lalu yang pahit.
"Bu aku telah membalaskan dendam kepada paman. Aku telah membunuhnya menggunakan tangan ku sendiri aku... sangat menyayangi kalian" ucap Dujuan sembari memeluk ibunya.
"Silahkan kalian menghilangkan rindu, aku akan pergi ke luar mulai besok pelatihan mu akan di mulai Dujuan. Ku harap kau akan kuat" ucap Kevin sembari keluar tenda.
"Aku senang mereka bisa kembali bersama, aku tiba-tiba merasa sedih aku merindukan mu ibu. Aku ingin merasakan belaian tangan mu yang lembut seperti dulu" gumam Kevin sembari naik ke atas atap bangunan yang tinggi.
Kemudian ia duduk dan mengeluarkan sebungkus rokok.
"Aku sudah bertekad untuk tidak mengonsumsi rokok lagi, tapi aku sekarang abadi bahkan jika aku makan racun aku tidak akan mati kecuali kepala ku di penggal" gumam Kevin sembuh menyalakan rokok dengan santai.
"Ayah, ibu, Gusmo, dan teman-teman semua yang telah membantu ku. Saat ini aku merasa sangat hampa setelah melihat Dujuan dan juga Luan sun" ucap Kevin sembari mengeluarkan sebuah botol kendi.
"Aku baru menyadari bahwa arak adalah barang yang bagus. dan ini tidak memiliki efek apapun untuk ku karena aku sekarang adalah dewa" gumam Kevin sembari meminum air di dalam kendi.
...****************...
"Jadi bagaimana perasaan mu setelah bertemu dengan ibu ku setelah bertahun-tahun tidak bertemu?" tanya Kevin yang tengah duduk di atas gerobak yang hancur sembari merokok.
"Aku merasa sangat senang bisa bertemu denganya lagi, aku sangat berterimakasih atas bantuan mu karena telah membantu ku. Aku tidak tau apa yang bisa ku lakukan untuk menebus kebaikan mu terhadap ku" ucap Dujuan yang tiba-tiba bersujud.
"Bangun jangan seperti anak kecil, kau bersihkan mayat-mayat di tempat ini, jika siang hari belum selesai kau akan ku hukum di bakar di atas api" ucap Kevin sembari berjalan meninggalkan Dujuan.
"Siap aku akan melakukanya" jawab Dujuan yang terlihat bersemangat.
"Aku tidak akan bersikap seperti kita adalah teman, aku tidak akan bersikap lembek terhadap mu, cepat kerjakan....!" ucap Kevin dengan nada tinggi membuat gempa.
"Di dunia ini membuat ku tak leluasa, bahkan hanya mengatakan itu dunia ini hampir hancur. Aku bingung harus melakukan apa" gumam Kevin sembari berjalan pergi.
"Apa yang terjadi padanya, bukanya dia sangat baik saat pertama kali kami bertemu, tapi sekarang dia terlihat sangat kesal" gumam Dujuan sembari melempar mayat-mayat yang berada di dekatnya.
"Aku tidak akan menindak waktu terlalu lama, aku hanya akan tinggal di kota ini selama tiga hari dan aku akan pergi ke galaxy setelah dua tahun atau lebih namun tidak akan lama .Hinga 10 tahun" gumam Kevin dengan wajah serius.
...****************...
Di dalam tenda Luan sun terlihat Kevin dan Luan sun tengah berbicara di meja bundar bersama beberapa orang.
"Di mana letak kekaisran yang di pimpin oleh ye long?" tanya Kevin.
Seketika semua yang berada di tempat itu diam dan terlihat ketakutan.
"Memang apa yang salah, apa dia sangat mengerikan?" tanya Kevin.
"Ye long adalah kaisar kabut berdarah kaisar bagian selatan. ia di rumorkan jika telah naik ke alam surga karena telah berada di ranah atas mahayana empat tahun yang lalu. Beliau sangat di takuti karena ia membantai jutaan orang karena merasa sedih atas menghilangnya anak dan juga istrinya yang merupakan putri kepala keluarga yu" jawab Luan sun.
"Memang apa yang perlu di takutkan dari orang itu?" tanya Kevin.
"Aku tidak yakin jika dia memang semengerikan itu, saat kami bertemu ia lebih terlihat seperti Petapa gila yang sangat cinta dengan arak" gumam Kevin.
"Dia memiliki banyak sekali pasukan, dan juga ia adalah kaisar dari kekaisaran selatan yang merupakan kekaisaran terkuat bahkan dengan kekuatan mereka sekarang mereka bisa mengambil alih seluruh dunia ini" ucap salah satu orang.
"Bahkan ada rumor jika di kekaisaran selatan terdapat 10 jenderal yang berada di ranah mahayana. Untuk menjadi prajurit tingkat rendah di perlukan kultivasi di ranah tetua" ucap salah satu orang.
"Loh cuma begitu kalian takut" ucap Kevin.
...****************...
Bersambung...