
Terlihat semua orang di tempat itu sangat terkejut melihat meriam yang memiliki tinggi serta besar setara dengan rumah tingkat dua.
Meriam itu berjumlah 4 buah dan di tarik oleh 20 orang di ranah master dengan bersusah payah.
"Ketua ini adalah meriam yang telah di buat oleh Leonel dan si kerdil Jhon" ucap tetua Yo.
"Bagus, kita akan segera ke bawah" ucap Kevin sembari memegang roda dari meriam raksasa miliknya.
Seketika keluar cahaya dari tanah yang menutupi semua orang di sana.
Seketika mereka berada di bawah tepat di bawah kota Guang.
"Cepat lakukan formasi yang telah ku ajari!." teriak kevin.
"Siap" jawab semua orang.
Lalu pasukan terbagi menjadi tiga bagian satu bagian di pimpin kaisar Turgut pergi ke arah kanan gunung, sementara bagian kedua di pimpin kaisar Turgut di bawa ke arah kiri di dalam hutan sementara yang ketiga berbaris di belakang kevin.
"Bawa satu meriam ke tempat kaisar Junet dan satu ke kaisar Turgut!" ucap Kevin.
Lalu meraka pun mendorong meriam ke arah yang di tentukan Kevin.
Beberapa jam kemudian.
Terlihat dari kejauhan pasukan kaisar Sun Yun telah datang.
"Mereka telah datang" gumam Kevin sembari terbang ke atas langit.
"Tunggu mereka ada satu juta prajurit, mereka terlihat seperti kumpulan semut yang sangat banyak layaknya sebuah ombak yang akan menyapu bersih pasukan ku" gumam Kevin.
"Semuanya bersiap di posisi!.." teriak Kevin.
Saat pasukan kaisar Sun Yun tiba mereka berhenti di tengah lapangan dan kaisar Sun Yun pun maju di ikuti dua orang yang terbang sebelumnya.
"Lebih baik kau menyerah daripada semua murid mu akan mati" ucap kaisar Sun Yun.
"Itu benar kau masih muda dan memiliki bakat yang tinggi, bagaimana jika kau bergabung dengan ku" ucap lelaki yang terbang di samping kaisar Sun Yun.
"Itu benar kami akan menyambut mu dengan sangat baik" ucap lelaki yang terbang di samping kiri kaisar Sun Yun dengan wajah yang sombong.
"Aku tidak peduli dengan tawaran kalian. Apa kau mau bertarung satu lawan satu dengan ku Sun Yun" tanya Kevin sembari mendekat dengan tangan yang di lipat di depan dada dan tatapan mengancam.
"Aku yang akan bertarung melawan mu satu lawan satu" ucap lelaki yang tebang di kanan kaisar Sun Yun.
"Kalau begitu majulah" ucap Kevin.
"Baiklah jika itu mau mu" ucap lelaki itu yang tiba tiba berada di belakang Kevin sembari mencekik leher Kevin.
"Crak" suara tubuh lelaki tadi yang terbelah dengan sangat rapi.
"Pelajaran pertama dari ku di perang ini! jangan remehkan musuh mu" teriak Kevin yang berada di belakang mayat lelaki tadi yang telah menjadi dua bagian.
"Bagaimana bisa dia adalah salah satu silver emperor dari kekaisaran Sulan" gumam lelaki yang di kiri kaisar sun yu yang terlihat sangat ketakutan.
"Kau jangan sombong bisa menang hanya dengan trik licik seperti itu" ucap kaisar Sun Yun sembari turun dari atas kuda dan berjalan mendekati Kevin.
"Jangan kau pergi kita bukan lawannya" ucap lelaki itu sembari menahan kaisar Sun Yun dengan wajah penuh keringat ketakutan.
"Kenapa kau jadi takut seperti ingin meleleh, dia hanya seorang bocah" ucap kaisar Sun Yun.
"Tuan mohon ampuni nyawa saya, saya bersedia melakukan apapun untuk itu" ucap lelaki itu sembari bersujud ke arah Kevin.
"Aku tidak akan bisa melawannya, dia bahkan bisa memotong tubuh sonda dengan sekali tebasan dan dengan sangat rapi, aku harus melaporkan ini ke kaisar Harald terlebih dahulu" gumam lelaki itu.
"Apa yang sedang Kevin lakukan di sana" gumam kaisar Turgut sembari memantau dari balik semak semak.
"Tunggu kau tidak akan melakukan itu kan" ucap kaisar Sun Yun yang tiba tiba ketakutan sembari berjalan perlahan ke belakang.
"Aku melakukan ini demi nyawa ku" ucap lelaki itu sembari mengambil pisau yang di lemparkan Kevin.
"Aku akan memberikan semua yang kau mau jika kau melepaskan ku, bagaimana jika kubiarkan kau tidur dengan putri ku ah, tidak tidak bagaimana jika ku berikan tahtaku pada mu" ucap kaisar Sun Yun sembari terus mundur.
"Aku suka dengan apa yang di mainkan oleh Kevin" ucap kaisar Junet sembari memantau di balik batu.
"Percuma mendapatkan itu semua jika pada akhirnya aku akan mati" ucap lelaki itu sembari memotong kepala kaisar Sun Yun.
"Tuan ini dia kepala yang kau ingin kan" ucap lelaki itu sembari menaruh kepala kaisar sunyun.
"Baiklah kau memang orang yang... Bodoh" teriak Kevin sembari membelah tubuh lelaki itu lagi.
"Pelajaran ke dua!!.. jangan pernah percaya pada musuh mu di Medan perang!" teriak Kevin.
"Di sana ada 12 orang tingkat kaisar dan mereka telah ketakutan.
Tiba tiba Kevin mengangkat tangannya ke langit.
Seketika pasukan kaisar Junet dan kaisar Turgut terbagi menjadi dua dan mereka peri kearah belakang pasukan kaisar sun Yun.
"Bantai semuanya!!.." teriak Kevin.
Seketika muncul sebuah cahaya dari ujung meriam raksasa dan perlahan cahaya itu membesar hingga membentuk sebuah kumpulan energi sebesar meriam itu sendiri.
"Duaar..." suara meriam yang melepaskan kumpulan energi dengan sangat cepat ke arah semua pasukan kaisar sun Yun.
"Duaaaar....." suara ledakan saat kumpulan energi bersatu di satu tempat membuat sebuah lubang tanpa dasar di tempat pasukan kaisar Sun Yun berdiri.
terlihat beberapa orang yang selamat mereka berlarian sangat ketakutan lalu pasukan Kevin membantai sisa orang yang masih hidup.
"Tidak ku sangka ini sangat mudah" gumam Kevin sembari tersenyum.
Tidak memerlukan waktu lama satu juta pasukan kaisar Sun Yun pun telah rata menjadi mayat mayat.
Tiba tiba Kevin terbang di atas jurang tanpa dasar yang telah ia buat.
"Bangkitlah!.." teriak Kevin sangat keras.
Seketika muncul cahaya dari dasar jurang dan cahaya itu mengangkat mayat mayat prajurit kaisar Sun Yun ke permukaan.
Perlahan semua pasukan itu pun sembuh.
"Dia juga seorang necromen" gumam kaisar Turgut yang terlihat sangat terkejut.
"Berapa banyak rahasia yang ia sembunyikan jadi kami semua" gumam kaisar Junet yang terlihat sangat kagum.
[Selamat tuan telah mendapatkan 969.000 pasukan mayat hidup. Mendapatkan hadiah satu tongkat hitam Dan cincin bintang Daud.]
Semua orang di sana terlihat sangat kagum dengan apa yang di lakukan Kevin.
Mereka semua tertawa tersenyum bahagia karena kemenangan.
Lalu setelah semua pasukan mayat hidup di masukan ke tempat penyimpanan Kevin pun mengumpulkan semau orang.
...****************...
Bersambung.